Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹³⁵. Membuat Hendrik berhutang budi


__ADS_3

"Apa itu?" Hendrik bertanya sambil melihat ke arah kameramen yang di sewa Patra.


"Ah,, Aku hanya ingin mengabadikan momen kebersamaan kita seperti ini." Ucap Patra melemparkan senyumnya.


"Menagabdikan momen?" Kata Hendrik sembari mengerutkan keningnya menatap perempuan di depannya.


"Tentu saja! Momen romantis seperti ini harus kita abadikan karena setelah menikah nanti tidak akan ada lagi momen-momen seperti ini. Ah dan aku juga akan mengunggah foto-foto ini di akun Instagram ku supaya semua orang semakin tahu bahwa kita berdua memang sepasang calon pengantin." Ucap Patra sembari tersenyum dari waktu ke waktu membuat Hendrik semakin menyurutkan keningnya.


Kalau perempuan itu mengunggah foto tersebut di laman media sosial maka Juan dan putrinya bisa melihat foto tersebut hingga akan membuat dua orang itu meragukannya.


"Ada apa? Kau tidak suka?" Tanya Patra saat melihat pria depannya tampak berpikir sangat dalam.


"Hm,, tidak seperti itu, tapi aku tidak suka kehidupan pribadiku terekspos di luar." Ucap Agung.


Tentu saja dia tidak bisa secara langsung melarang Patra mengunggah foto mereka karena jika begitu perempuan itu akan curiga padanya.

__ADS_1


"Ahh,," Patra mengangguk-angguk, Hendrik memang pria yang terhitung kolot karena pria itu tidak memiliki satu pun akun media sosial.


Dan dari cerita yang ia dengar bahwa acara penyambutan Hendrik yang sebelumnya di siarkan di seluruh dunia ternyata adalah pengaturan pribadi dari Hans tanpa sepengetahuan Hendrik.


"Hm,, baiklah, kalau begitu aku tidak akan menampakan wajah mu di sana," ucap Patra sembari tersenyum.


Salah satu cara untuk menaklukkan pria adalah menarik perhatian pria itu secara perlahan-lahan tanpa ada paksaan.


Lagipula Hendrik bukanlah pria seperti pada umumnya, pria itu adalah jenis yang langkah, jadi harus menggunakan langkah yang serba hati-hati dan sangat halus untuk menaklukan hatinya.


"Aku harap kau menepati ucapanmu." Kata Hendrik sembari mengulurkan tangannya meraih anggur yang disediakan di atas meja.


Ting!


Bunyi bunyi gelas yang bertabrak di atas udara mengawali makan makan mereka.

__ADS_1


Sambil makan, Patra banyak membahas hal tentang masa depan mereka, Hendrik hanya mengiyakan saja karena dia malas berdebat dengan Patra.


"Ah,, makan siang ini terasa begitu indah karena ditemani olehmu dalam suasana yang romantis ini." Ucap Patra menikmati anggurnya.


"Ya," jawab Hendrik kini meletakkan gelas anggurnya lalu pria itu menatap Patra dengan seksama.


Suasana hati perempuan itu sedang baik, jadi saatnya dia mengatakan maksudnya.


"Aku membutuhkan sedikit bantuanmu," ucapnya langsung menarik perhatian Patra.


Dia pikir Hendrik tidak akan pernah meminta bantuannya karena pria itu terlihat tidak mau menjalin hubungan dengannya dan hanya menemaninya karena paksaan dari ayahnya.


Tapi ternyata,,, ini hal yang sangat bagus!!!


"Bantuan apa yang kau perlukan dariku?" Tanya Patra ikut meletakkan gelas anggurnya agar dia bisa fokus pada pembicaraannya dengan Hendrik.

__ADS_1


Pokoknya demi mendapatkan hati Hendrik, dia akan melakukan apapun!


Ini adalah kesempatan langkah untuk membuat pria itu memiliki sebuah hutang padanya, dengan demikian di kemudian hari, Hendrik mungkin akan memikirkan bantuannya hari ini saat pria itu hendak mengkhianati nya.


__ADS_2