
Hendrik tetap memasang wajah datar yang dingin tanpa tertarik pada perempuan yang tertawa di depannya.
Namun dalam hatinya Dia sedang tersenyum karena dia menantikan perempuan itu kembali ke rumahnya dan mengatakan bahwa dia tidak mau menikah dengan seorang gay.
"Jadi, bagaimana keputusan Nona Patra?" Tanya Hendrik setelah Patra sudah menghentikan tawanya.
Patra menghela nafas memandangi pria tampan yang menggetarkan jiwa di depannya, dia benar-benar menginginkan pria di depannya ini menjadi suaminya, tapi kalau dia seorang gay,,,, bagaimana dia akan memuaskannya?!
Sangat percuma!!!
"Hah,,, tentu saja aku ini wanita normal. Tapi sayang sekali pria tampan dan seksi sepertimu ternyata harus,,, ah sudahlah, Bagaimana kalau aku coba mengobati mu?" Tanya Patra sembari mengedipkan sebelah matanya dan memperlihatkan bibir sensual nya untuk merayu Hendrik.
Tapi benar-benar diluar dugaannya ketika Hendrik malah membuang mukanya dan terlihat wajah pria itu pucat hingga berkeringat.
"Ha!! Hahaha....." Patra langsung tertawa dengan sangat keras melihat reaksi Hendrik.
__ADS_1
Pria itu benar-benar!!!
"Jadi kau benar-benar tidak bisa berhubungan dengan perempuan? Astaga!!! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana orang tuamu akan menjadi gila saat dia tahu satu-satunya pewaris nya ternyata seorang gay!!!" Patra menggelengkan kepalanya dan juga merasa frustasi menghadapi Hendrik.
Dia benar-benar sudah tertarik pada hendrik, dia benar-benar mau menikah dengan pria itu dan akan memutuskan seluruh kekasih kekasih nya seandainya pria itu adalah pria normal.
"Hmm," Hendrik berbatuk dengan pelan lalu kembali bersikap tenang menatap Patra.
"Nona Patra tidak perlu repot-repot untuk coba mengobati saya. Sebaiknya sekarang mana Patra pikirkan saja perjodohan ini. Saya tidak mau Nona Patra menderita karena menikah dengan orang yang salah." Ucap Hendrik.
"Ya,, aku masih akan memikirkannya, lagi pula kau adalah tipe ideal ku. Jadi kalau aku bisa mengobati mu,, apakah kau bisa berjanji padaku akan menjadi suamiku yang setia?" Tanya Patra kini tidak lagi repot-repot menggoda pria di depannya, tidak ada gunanya!!!
"He, Nona Patra terlalu percaya diri, tetapi saya yakin Nona Patra hanya akan membuang-buang waktu." Ucap Hendrik lalu pria itu meraih sendok dan garpu nya dan mulai makan dengan tenang.
Patra menggigit bibir bawahnya memperhatikan pria didepannya sangat sempurna, sangat mengagumkan dan sangat sangat menarik perhatiannya, tapi hanya satu yang disayangkan bahwa pria itu ternyata tidak tertarik dengan perempuan.
__ADS_1
Akhirnya makan bersama itu berlalu dengan cepat, Hendrik segera keluar dan mengantar Patra ke mobilnya.
"Tuan Hendrik, dengarkan aku. Aku akan coba mengobatimu dan menjadikanmu pria paling beruntung karena bisa memiliki Cleopatra Wijaya!!!" Ucap Patra mengedipkan sebelah matanya sebelum memasuki mobil yang telah disediakan untuknya.
Hendrik memandangi kepergian mobil itu lalu dia berbalik ke arah sekretarisnya.
"Apa jadwal selanjutnya?" Tanyanya pada Dirga.
"Satu jam lagi pertemuan dengan arsitektur yang akan merombak ruang kerja Tuan." Ucap Dirga.
"Begitu ya," Hendrik mengangguk lalu pria itu melangkahkan kakinya ke dalam mobil.
"Satu lagi Tuan, sepertinya tuan besar tidak mengijinkan Tuan menjadikan saya sekretaris Tuan." Ucap Dirga sedikit cemas.
"Terang saja, aku yang akan mengurusnya." Ucap Hendrik melangkah ke arah mobilnya.
__ADS_1