
Di pagi hari di kediaman Hendrik, semua orang baru saja selesai sarapan dan berkumpul menonton TV bersama.
"Ayah tidak pergi bekerja?" Agung bertanya dengan bingung saat melihat ayahnya Sudah beberapa hari ini tampak santai-santai saja di rumah.
Pada pagi hari pria itu tidak lagi bersiap untuk pergi ke kantor, bahkan sampai malam hari pria itu terus menemani mereka di rumah.
"Tidak, Ayah baru saja mengundurkan diri dari pekerjaan ayah." Ucap Hendrik mengejutkan putranya.
Pria itu menajamkan tatapannya pada Hendrik lalu berkata, "Apakah sekarang aku memiliki seorang ayah yang berstatus pengangguran? Lalu bagaimana kami akan hidup kalau kau tidak bekerja?" Tanya Agung.
"Ha ha ha...." Hendrik merasa sangat lucu dengan ucapan putranya, "Apakah kau kuatir akan kelaparan kalau ayahmu tidak bekerja?" Tanya Hendrik pada Agung.
"Huh!! Tentu saja aku kuatir! Aku bukan pria yang tidak bertanggung jawab hingga membiarkan seorang perempuan cantik seperti Ibu menderita dalam kelaparan!!" Kata Agung sembari mendekat ke Ibunya dan memeluk perempuan itu.
Alana tersenyum, "Putra Ibu adalah yang terbaik," katanya mengelus kepala Agung.
"Kalau aku sudah besar nanti aku akan bekerja keras untuk ibu!! Pokoknya nanti apapun yang Ibu inginkan akan aku penuhi karena aku akan mencari uang yang banyak untuk ibu!!" Seru Agung dengan rasa percaya diri yang tinggi.
__ADS_1
Alana tersenyum, "Ibu menantikan putra ibu menjadi orang yang sukses," ucap Alana merasa sangat senang dengan ucapan Agung.
"Tentu Bu!!" Ucap Agung merasa sangat senang.
"Ayah akan melihat Apakah saat dewasa nanti kau bisa lebih hebat dari ayah atau justru sebaliknya." Ucap Hendrik langsung membuat Agung melemparkan tatapan tidak sukanya pada ayahnya.
"Pokoknya lihat saja nanti! Aku akan lebih hebat dari ayah!!" Ucap Agung penuh tekad untuk mengalahkan kesuksesan ayahnya.
"Baiklah," kata Hendrik menghela nafas karena dia tidak mau lagi berdebat dengan putranya.
Pembawa berita; "Berita terkini, Setelah perusahaan Gonedra dikatakan bangkrut dan pemiliknya yang bernama Hans terlilit hutang yang sangat besar, maka saat ini pula dunia digemparkan dengan grup Wijaya yang tiba-tiba mengalami penurunan saham yang cukup drastis.
"Hal ini dikarenakan para pemilik saham tiba-tiba menarik saham mereka dari perusahaan tersebut hingga perusahaan itu tak mampu lagi beroperasi--" suara pembawa berita di TV langsung menghilang karena Hendrik menekan tombol off pada remote.
"Ada apa?" Tanya Alana karena dia terkejut dengan sikap Hendrik yang sangat aneh.
"Mari jangan menonton TV, Bagaimana kalau kita jalan-jalan di taman?" Ucap Hendrik menarik Alana dan Agung lalu mereka keluar dari villa.
__ADS_1
Dia tidak mau Alana melihat berita tentang keluarga Wijaya apalagi jika pembawa acara itu tiba-tiba mengungkit soal pertunangannya dengan Putri pertama dari keluarga tersebut.
"Ibu!! Ayo main ayunan!!" Agung bersemangat menarik tangan ibunya ke arah ayunan yang terletak di taman tersebut.
Alana mengikuti Agung tetapi dalam hatinya dia bertanya-tanya tentang sikap Hendrik yang sangat aneh.
'Apakah berita itu ada hubungannya dengan Hendrik? Sepertinya nanti aku harus mencari tahu tentang keluarga Wijaya,' pikir Alana dalam hati.
Hendrik menghentikan langkahnya tak jauh dari dua orang yang sudah berada di ayunan, ia melihat pada Dirga yang berlari ke arahnya.
"Tuan, kita perlu bicara sebentar," ucap Dirga pada Hendrik.
Hendrik melihat ke arah Alana dan Agung sebelum memgangguk pada Dirga lalu keduanya meninggalkan taman.
Dari tempatnya, meski Alana sibuk mendorong ayunan yang diduduki Agung, perempuan itu juga memperhatikan Hendrik.
'Pastilah ada sesuatu yang dia sembunyikan,' pikirnya yang merasa bahwa Hendrik benar-benar aneh.
__ADS_1