
Sembari memejamkan matanya, Hendrik merasakan ketenangan di dalam mobil yang ia tumpangi.
'Sepertinya rencana ku benar-benar berjalan mulus, Hans tidak mengatakan apapun lagi, artinya pria itu percaya dengan semua kata-kataku. Kalau begitu bagus, ternyata hari ini berjalan lebih lancar daripada yang ku pikirkan.' kata Hendrik dalam hatinya sebab dia berpikir Hans akan sangat marah karena mengetahui dia telah membunuh Dani. Tapi ternyata pria itu tidak melakukan apa pun.
Akhirnya mereka tiba di kantor notaris yang telah diatur oleh Aristo.
Hendrik tidak mengatakan apapun dan hanya mengikuti dua orang yang berjalan didepannya lalu mereka segera bertemu dengan seorang notaris terkenal di negara mereka.
"Selamat datang Hans, dan Tuan Hendrik, silahkan duduk," notaris itu adalah notaris yang berusia sekitar 50 tahun, namnya Jakson.
Hans duduk bersama Hendrik omah lalu memberi kode pada Aristo hingga pria itu mengeluarkan berkas yang sudah disiapkan.
"Aku akan menyerahkan seluruh saham perusahaan dalam negeri pada Putraku," ucap Hans membuat Hendrik mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Dia pikir pria itu akan memberikan seluruh hartanya termasuk properti dan perusahaan di luar negeri dan juga Black yang dipimpin Hans, tapi ternyata.....
'Orang tua ini memang cukup pintar, karena yang dihadapi sekarang hanyalah masalah perusahaan maka dia hanya menyerahkan saham perusahaan padaku, tetapi yang lainnya tidak berani dipertaruhkan.' pikir Hendrik dalam hati.
Hans memiliki dua perusahaan yang ada di dalam negeri dan luar negeri, perusahaan luar negeri tak kalah besarnya dengan perusahaan dalam negeri karena Hendrik sudah bekerja keras selama 5 tahun untuk membuatnya berkembang pesat.
Jika hanya satu perusahaan saja yang hancur maka hal itu tidak akan berarti apa-apa untuk Hans, pria itu masih punya banyak kekuasaan untuk membangun perusahaan lain lagi.
"Baiklah, biar saya lihat," ucap Jakson mengambil berkas dari Aristo.
Sembari menunggu, Hans kemudian melihat Hendrik "Perusahaan dalam negeri semuanya akan kuserahkan padamu, ini adalah tanda awal bahwa aku mempercayaimu untuk menjadi pewarisku, tetapi kepercayaanku tidak sepenuhnya bulat, itu sebabnya aku akan melihat caramu mengelola perusahaan ini." Ucap Hans.
"Hah,, kau akan tahu nanti," ucap Hendrik terkekeh.
__ADS_1
Ternyata Hans memang memiliki pandangan yang sangat luas, sekarang sia-sia sudah rencananya untuk balas dendam pada pria itu.
Hans sedang memperingatkannya!
'Sepertinya aku harus mencari cara lain, pria ini tidak bisa buat dibangkrutkan dengan mudah. Tapi apa yang harus kulakukan? Foto Aana,, dimana dia menaruhnya?' Hendrik kembali berpikir.
Akhirnya, setelah menandatangani surat pengalihan saham, maka kedua orang itu meninggalkan kantor notaris.
"Kau bisa pergi sekarang, tetapi aku akan tetap mengawasimu! Sebaiknya Kau jaga tingkah lakumu!" Kata Hans lalu menaiki mobilnya menunggu meninggalkan Hendrik dan Dirga yang berdiri di depan kantor notaris.
"Tuan berhasil,," Dirga langsung bertanya pada Hendrik sembari menerima berkas yang disodorkan oleh Hendrik.
"Tidak, pria itu tidak memberikan seluruh hartanya padaku, hanya perusahaan dalam negeri saja." Jawab Hendrik mengagetkan Dirga.
__ADS_1
"Bagaiman bisa? Lalu kepada siapa pria itu akan menyerahkan seluruh miliknya yang lain?" Dirga bertanya tak percaya, jika jika Hendrik hanya mendapat seperempat dari harta Hans, maka kemana pria itu akan memberikan seluruh hartanya yang lain?
"Hah,, dia bilang dia akan mengawasi ku." Ucap Hendrik menghela nafas.