Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
201. Kalah taruhan harus merangkak


__ADS_3

Sheila yang melihat kartu kredit yang dikeluarkan Hendrik juga tak kalah terkejutnya.


Perempuan itu bahkan lupa bernafas selama 3 detik saking tak percayanya bahwa ia akan melihat sebuah kartu kredit legend ternyata dikeluarkan oleh seorang pria yang keluarganya telah bangkrut dan sekarang jatuh miskin.


Tetapi ketika pelayan itu sudah pergi menjauh dari mereka, Sheila langsung berteriak pada pelayan itu, "Hei pelayan! Tunggu!!"


Sang pelayan yang berjalan dengan mata tak terlepas dari kartu di tangannya segera berbalik setelah mendengar dia dipanggil.


"Ada apa?" Tanya pelayan itu melihat ke arah Sheila.


"Sebaiknya kau memastikan dulu itu kartu asli atau bukan? Kalau dulu sebelum dia bangkrut, maka aku bisa percaya dia memilih bisa memiliki kartu itu, tapi sekarang keluarganya sudah bangkrut!! Mana mungkin orang miskin masih menyimpan kartu seperti itu?" Ucap Shela sembari melemparkan tatapan sinisnya pada Hendrik yang tampak tenang.


Mendengar itu, sang pelayan kembali melihat kartu di tangannya, 'Benar juga, jangan-jangan ini hanya kartu bekas yang masih disimpan oleh pria itu.'


Tetapi suara Hendrik kemudian membuat pelayan itu mengangkat wajahnya.


"Untuk membuktikan keaslian kartu itu, engapa kau tidak langsung memproses pembayarannya? Jika palsu maka pembayarannya tidak akan berhasil tapi jika itu adalah kartu yang asli maka pembayarannya pasti berhasil." Ucap Hendrik yang sebenarnya malas meneladani Sheila, tetapi karena perempuan itu terus menyerangnya maka dia akan menampar mulut perempuan itu.


"Benar!! Kalau begitu saya akan memproses pembayarannya dulu baru mengemas barangnya." Ujar sang pelayan dengan semangat berjalan ke arah kasir.

__ADS_1


Jika kartu itu palsu maka dia hanya akan rugi waktu sebentar, tetapi jika asli maka keuntungan yang bisa ia dapatkan setelah menjual suatu barang dengan harga 1 miliar lebih, akan sama dengan gajinya selama tiga setengah bulan.


Terlebih, ia bisa mendapat bonus memegang satu kartu paling epic di dunia per kartu kreditan.


Tetapi Sheila yang melihat semangat pelayan itu langsung mencibir, "Heh! Aku bertaruh jika kartu itu asli, maka aku akan merangkak keluar dari pusat perbelanjaan ini!!"


Mendengar itu, Hendrik langsung bersemangat jadi dia melihat Sheila, "Aku pegang kata-katamu."


Shela mengangguk, "Ya, tapi jika itu palsu maka kau harus melepaskan seluruh pakaianmu dan merangkak keluar dari hotel ini!!" Kaya Shela menantang Hendrik.


"Ok," jawab Hendrik lalu menoleh pada perempuan yang berdiri di samping Sheila, "Kau menjadi saksinya."


"Aku dan seluruh pelayan di sini juga akan menjadi saksinya." Ucap Sang pelayan yang memegang kartu kredit milik Hendrik.


"Ok!!" Jawab Sheila dengan percaya diri.


Jelas kemarin malam dia sudah mencari tahu segala sesuatu tentang keluarga Gonedra, dan dia sudah memastikan bahwa keluarga itu benar-benar sudah bangkrut sampai ke titik yang benar-benar merendahkan harga diri seluruh anggota keluarga Gonedra.


Jadi perempuan itu sangat yakin bahwa Hendrik hanya mengada-ngada saja.

__ADS_1


Sang pelayan yang berjalan ke arah kasir kini dengan tangan gemeter mulai mengimput dan mengesek kartu milik Hendrik.


Perempuan itu mematung saat pembayaran dikatakan berhasil.


Tetapi Shela, perempuan itu berpikir bahwa sang pelayan yang mematung itu disebabkan karena rasa terkejutnya sebab mesin kasirnya telah rusak akibat menggunakan kartu yang palsu untuk digesek di sana.


Jadi perempuan itu langsung berkata, "Heh,, mesin mu pasti akan rusak karena kartu yang sudah terblokir kau gunakan pada mesin mu!"


Setelah berbicara pada sang pelayan Sheila kemudian menatap Hendrik, "Tunggu apa lagi sekarang? Cepat lepas pakaianmu dan merangkaklah keluar dari pusat perbelanjaan ini!!!"


Hendrik hanya diam saja, dia akan membiarkan Sang pelayan yang berbicara.


Kemudian sang pelayan akhirnya tersadar setelah mendengar suara Sheila yang merendahkan Hendrik jadi perempuan itu langsung menatap Hendrik dan Sheila.


"Astaga! Pembayarannya berhasil!!!" Ucap Sang pelayan dengan jantung berdebar-debar serta darah yang berdesir merasakan sensasi yang benar-benar berbeda melihat seorang pembeli yang membayar dengan kartu kredit kelas epic!!!


"Sepertinya akan ada perempuan yang merangkak keluar dari pusat perbelanjaan." Cibir Hendrik saat melihat wajah Sheila sudah berubah warna secara tak karuan.


Merangkak di dalam toko saja sudah akan mempermalukan perempuan itu sampai ke tulang-tulangnya, apalagi jika harus merangkak melewati beberapa lantai untuk keluar dari pusat perbelanjaan?

__ADS_1


Ada berapa banyak orang yang akan menyaksikan seorang putri dari keluarga konglomerat merangkak di pusat perbelanjaan?


__ADS_2