
Hendrik melihat ayahnya yang berada dalam keadaan marah dan pada Wirawan yang terlihat cemas pada putrinya.
"Sudah ada kalian di sini, aku pergi dulu." Ucap Hendrik langsung melangkahkan kakinya meninggalkan 3 orang itu membuat Patra menatap Hendrik dengan wajah tak percaya nya.
Dia sudah sengaja menelan obat yang membuatnya sakit perut hanya untuk membuat pria itu pergi bersamanya. Tapi ternyata???
"Melangkah lagi dan ayah akan membuatmu menyesal!!" Tiba-tiba suara Hans membuat Hendrik yang melangkah kini menghentikan langkahnya.
'Keparat sialan!!!' geram Hendrik dalam hati sembari memejamkan matanya dan mengepal erat tangannya.
"Antar Patra ke rumah sakit." Hans kembali berbicara saat melihat putranya sudah berhenti.
Akhirnya Hendrik tak punya pilihan lain, pria itu kembali mendekati Patra dan merangkul perempuan itu ke dalam mobilnya.
Dengan wajah pucatnya Pqtra senyum senang duduk di dalam mobil Hendrik.
Perempuan itu berpura-pura lemas dan menjatuhkan dirinya agar bersandar di bahu Hendrik tapi di luar dugaannya pria itu malah mendorong kepalanya lalu menyandarkannya ke sisi mobil.
'Sial..!! Pria ini selain gay, dia juga tidak memiliki hati, tapi lebih sialnya lagi Dia memiliki pesona yang tak bisa kuabaikan!!!' garam Patra dalam hatinya sembari menggigit bibir bawahnya berusaha mencari cara lain untuk menarik perhatian Hendrik.
"Pergi ke rumah sakit." Perintah Hendrik dengan suara datarnya lalu pria itu menatap keluar jendela.
__ADS_1
'Sial..!! Pria tua itu terus menekanku, perempuan ini juga,, tidak bisakah dia mencari pria lain??!!' gerutu Hendrik dalam hati.
"Aku tidak butuh ke rumah sakit, cukup antar aku ke apartemenku saja." Tiba-tiba kata Patra membuat Hendrik mengerutkan keningnya dan berbalik melihat Patra yang duduk memejamkan matanya.
'Perempuan ini pasti sedang merencanakan sesuatu, dia pikir aku terlalu mudah dibohongi?' Hendrik tersenyum licik.
"Tuan kita mau kemana?" Dirga yang duduk di kursi penumpang depan kini bertanya saat dia melihat sang supir kini kebingungan harus menuruti siapa.
"Kau lupa siapa tuanmu?!" Jawab Hendrik dengan suara datarnya membuat Dirga tak berani berkata apapun lagi kemah pria itu akhirnya diam di tempatnya.
"Pokoknya Aku tidak mau ke rumah sakit!!" Ucap Patra bersikukuh.
Hendrik tidak menghiraukannya, pria itu hanya diam saja sembari memandang keluar jendela.
"Halo, Paman Hans,," ucap Patra sembari menoleh ke arah Hendrik, dia menunggu pria itu bereaksi.
'Permepuan ini benar-benar!!!' Hendrik menggertakkan giginya mendengar Patra kini mengancamnya.
Pria itu berbalik melihat Patra dan mendapat perempuan itu tersenyum ke arahnya. Segera wajah Hendrik menjadi dingin lalu pria itu mencondongkan kepalanya mendekati Patra.
Patra tersenyum "Akhirnya kau tertarik juga denganku?!" Ucap perempuan itu tak diperdulikan Hendrik.
__ADS_1
Hendrik hanya mengulurkan tangannya mengambil ponsel Patra lalu dengan cepat kembali dulu ke posisinya lalu membuka jendela mobil dan melemparkan ponsel itu keluar mobil.
Masalah sudah diatasi, sekarang perempuan itu tidak punya barang untuk mengadu.
Sementara Patra yang melihat kejadian itu, perempuan itu tercengang di tempatnya lalu berteriak "Ponselku!!!"
"Sekali lagi kau berteriak maka bukan barang lagi yang akan ku lemparkan dari mobil ini tetapi manusia!!" Ancam Hendrik sembari memejamkan matanya dan bersandar mencari posisi nyaman untuk menunggu mobil itu tiba di rumah sakit.
"Kau benar-benar keterlaluan!!! Aku akan melaporkan ini pada ayahku supaya dia berbicara dengan ayahmu dan kau-"
"Hentikqn mobilnya," lagi kata Hendrik saat telinganya terasa ingin meledak mendengar celoteh perempuan menyebarkan yang ada di sampingnya.
"Tuan,," sang supir langsung melihat ke arah Dirga karena dia kebingungan untuk melakukan apa.
"Hentikan," jawab Dirga membuat wajah Patra semakin gelap dan perempuan itu duduk dengan gelisah di tempatnya.
Saat itu tengah malam, tidak ada taksi, dia juga tidak punya ponsel, Jadi kalau dia di turunkan di tengah jalan maka Bagaimana caranya ia akan pulang?
"Tidak!! Tunggu!! Kau benar-benar ingin menurunkan ku disini?!! Kau begitu tega pada seorang perempuan?!" Tanya Patra tak percaya.
"Sebelumnya aku sudah bilang kalau aku merasa jijik dengan perempuan. Jadi kalau kau tetap berisik di dalam mobil ku maka aku tidak segan-segan akan menurunkan mu disini!!!" Ancam Hendrik dengan suara dingin penuh penekanan membuat Patra kini tak mengatakan apapun lagi dan membiarkan Henrik melakukan apapun sesuka hatinya.
__ADS_1
'Sial!! Pria ini benar-benar penyuka sesama jenis!!! Tapi aku harus tenang, kalau aku bisa merubahnya, maka dia benar-benar sempurna menjadi suamiku!!! Hanya perlu bersabar sebentar.' pikir Patra dalam hati.