
Di rumah keluarga Wijaya.
Wirawan memasuki kamar putrinya dan melihat perempuan itu sedang kesal di pinggir ranjang sembari memandangi ponselnya yang berbunyi,' Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan, silahkan--'
"Apa yang terjadi?" Tanya Wirawan sembari mendekati putrinya lalu pria itu duduk di samping Patra.
"Ayah,, Ayah sudah mendengar berita kebangkrutan yang melanda keluarga Gonedra? Bagaimana perkembangannya? Dari kemarin aku mencoba menghubungi Hendrik sebab kami merencanakan sebuah makan malam romantis, tetapi dia tidak pernah mengangkat teleponnya." Ucap Patra dengan wajah yang cemas.
Wirawan tersenyum mengulurkan tangannya memperbaiki beberapa anak rambut Patra, "Bagaimana mungkin dia mengangkat teleponnya saat keluarganya sedang berada di ujung tanduk? Saat ini beberapa pihak bank sudah menurunkan orang-orang untuk menangkap Hans. Mereka terlilit hutang yang besar." Ucap Wirawan mengagetkan Patra.
Perempuan itu menyipitkan matanya sembari menatap ayahnya, "Separah itu? aku pikir keluarga Gonedra adalah keluarga yang besar, apalagi mereka memiliki Black yang menjadi pemimpin bawah tanah, Bukankah masalah seperti ini harusnya begitu mudah mereka hadapi?" Tanya Patra tak percaya.
"Ya,, tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada keluarga mereka, jadi kau tidak usah menghubunginya lagi." Ucap Wirawan.
__ADS_1
Jika keluarga Gonedra benar-benar bangkrut maka putrinya tidak perlu berhubungan dengan orang miskin seperti Hendrik.
Sungguh tidak ada gunanya dan hanya akan menjadi beban untuknya!!
Jika Hans kemudian meninggal maka seluruh warisannya akan diserahkan pada anaknya, saat itu terjadi maka seluruh hutang pria itu juga akan diserahkan pada Hendrik.
Memikirkan hutang keluarga Gonedra yang sangat besar jumlahnya, tentu saja Wirawan tidak mau berurusan dengan mereka.
Patra menatap ayahnya, "Tapi Ayah,, kenapa kita tidak membantu mereka? Aku sungguh sangat menyukai Hendrik, jadi--"
"Kenapa? Bagaimana bisa seperti itu?" Tanya Patra dengan bingung sembari hatinya bergejolak tak rela jika Hendrik benar-benar bangkrut dan dia harus dipisahkan dari Hendrik.
"Ini masalah yang besar, kau pun tidak akan mengerti bila ayah menjelaskannya, tapi yang jelas, mulai sekarang K
__ADS_1
Kau tidak perlu lagi berurusan dengan keluarga Gonedra." Ucap Wijaya.
"Tapi Ayah ak--"
"Tidak ada tapi-tapian, hari ini sampai beberapa hari ke depan ayah akan menyita ponselmu dan tidak akan membiarkanmu keluar rumah." Kata Wirawan mengambil ponsel milik Patra lalu pria itu keluar dari kamar putrinya mengabaikan putrinya yang berteriak-teriak menggedor pintu.
"Hah,, keluarga Gonedra,, Aku tidak menyangka seseorang bisa membangkrutkan nya sampai ke titik ini. Tapi apa yang sebenarnya yang terjadi? Mereka memiliki Black yang bisa mengendalikan segala sesuatunya, tapi mengapa tidak ada pergerakan?
"Siapa orang hebat yang bisa melakukan ini pada keluarga Gonedra?" Wirawan bertanya-tanya sembari melangkahkan kakinya ke ruang kerjanya.
Jika dia bisa menemukan orang hebat itu dan bekerja sama dengan nya, maka dia mungkin bisa menjadi penguasa dunia yang bisa menghancurkan apapun.
Tapi,, dimana orang itu?
__ADS_1
Dia harus mencari cara untuk menemukan orang itu agar dia bisa menjadi penguasa bisnis di ibukota,, bukan hanya ibukota bahkan seluruh kota di negara ini atau bahkan seluruh dunia!!!