
Baru saja Hendrik duduk di mobilnya ketika sebuah panggilan dari Romi tiba-tiba masuk ke ponselnya.
Pria itu langsung mengangkat panggilannya dan terdengar suara seorang pria dari seberang telepon "Dimana kau?"
"Saya sedang berada di restoran xx," jawab Hendrik.
"Ha! Bagus sekali kau masih punya waktu untuk berkencan dengan seorang perempuan ketika kau selalu mengatakan akan bertanggung jawab pada putriku!!! Apakah omonganmu sudah tidak bisa dipercaya?!" Tanya Romi dengan suara dinginnya.
"Sepertinya Tuan sudah salah paham. Perempuan itu bernama Cleopatra, dia dijodohkan dengan saya sebagai syarat untuk mengklaim warisan." Ucap Hendrik.
"Benarkah?! Kau pikir saya mempercayaimu?!! Dengar ya,, di tangan saya terdapat tanda tanganmu dan tidak hanya satu tanda tangan, ada lima tanda tangan yang bisa saya gunakan kalau kau berani macam-macam dengan saya!!" Ucap Romi penuh penekanan.
"Saya mengerti." Jawab Hendrik.
"Kau harus mengerti, karena aku mengawasi setiap gerak-gerik mu!!" Kembali ancam Romi dari seberang telepon sebelum panggilan itu diputuskan secara sepihak.
Sementara Hendrik memijat keningnya karena menghadapi dua orang penguasa yang memberatkannya maka di sisi lain Patra menyuruh supirnya mengantarnya ke perusahaan ayahnya.
__ADS_1
Begitu dia tiba di sana, perempuan itu langsung pergi ke kantor CEO dan melihat ayahnya sedang sibuk bekerja.
"Ayah..!!" Ucapnya berjalan dengan manja ke ayahnya lalu duduk di kursi kosong di samping ayahnya.
"Ada apa putriku? Bagaimana pertemuan mu dengan Hendrik? Apa kau menyukainya?" Wirawan bertanya pada putrinya tanpa menolehkan tatapannya dari berkas yang sedang ia periksa.
Dia tidak pernah ragu bahwa putrinya akan ditolak oleh seorang pria karena putrinya memang memiliki banyak kekasih dan disegani banyak pria.
Namun begitu, dari pria pria yang menjadi kekasih putrinya, Wirawan hanya akan memilih pria yang benar-benar memiliki bobot bebet dan bibit yang setara untuk putrinya.
"Harusnya Ayah menanyakan apakah dia menyukaiku atau tidak?!!" Gerutu Patra sembari menyilangkan kedua tangannya di dada sebagai tanda bahwa perempuan itu berada dalam suasana hati yang tidak baik.
"Ayah...!!" Patra semakin kesal, dapatkah ayahnya fokus pada pembicaraan mereka berdua??!
"Baiklah," Wirawan menghela nafas lalu mengangkat wajahnya menatap putrinya yang terlihat sangat kesal.
"Ada apa?!" Tanya Wirawan.
__ADS_1
"Pria itu!! Dia menolakku!!" Kesal Patra.
Wirawan yang mendengar ucapan putrinya hanya mengerutkan keningnya dan bertanya dengan tidak percaya "Kau yakin?"
"Benar!! Pria itu sakit!!! Dia penyuka sesama jenis!!" Kesal Patra.
"Apa? Bagaimana bisa begitu?" Tanya Wirawan yang sama sekali tidak mempercayai ucapan putrinya, dia sudah melihat foto Hendrik dan terlihat jelas pria itu sangat gagah dan normal.
"Benar Ayah! Aku sudah sangat menyukainya! Dia benar-benar sangat sempurna, tapi bagaimana aku akan menyembuhkan penyakitnya yang menyukai sesama jenis?!!" Patra menggerutu dengan kesal.
Dia tidak bisa melepaskan Hendrik, pria itu sangat menawan dan sempurna, tapi masalahnya adalah, bagaimana cara menyembuhkan seorang gay??!
"Itu tidak mungkin, apa kau sudah membuktikannya?" Tanya Wirawan.
Patra segera tertawa "Ayah mungkin akan menertawakanku dan mengira bahwa putrimu ini tidak memiliki pesona saat melihat bagaimana pria itu menolakku secara mentah-mentah!!!" Gerutu Patra sembari mengingat bagaimana Hendrik langsung memperlihatkan wajah pucatnya saat dia berusaha menggodanya.
"Benarkah??" Wirawan tak percaya, pria itu terdiam memikirkannya lalu kembali berkata "Ayah akan menyelidikinya dulu, mungkin saja dia hanya pura-pura karena dia tidak menyukai perjodohan ini."
__ADS_1
"Tidak ayah! Dia tidak menolak perjodohan ini! Dia bilang semua keputusan tergantung pada ku." Kata Patra.
"Baiklah, ayah akan menyelidikinya lagi." Ucap Wirawan membujuk putrinya.