Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
203. Darimana asal kartu kredit milik Hendrik?


__ADS_3

Hendrik yang berdiri bersama Sheila mendengarkan percakapan orang-orang di belakangnya lalu dari waktu ke waktu dia tersenyum dalam hati melihat ekspresi Sheila yang tampak begitu mengerikan.


Rona wajah perempuan itu berubah sangat cepat karena menahan malu, jadi Hendrik langsung berkata, "Kau dengar ucapan orang-orang itu? Semua yang mereka katakan itu sesuai untuk menggambarkan dirimu yang sebenarnya!"


Sheila langsung terdiam dengan tenggorokan tercekat saat mendengar ucapan Hendrik.


Perempuan itu bahkan tak mampu mengejar Hendrik yang kini berjalan menjauh darinya.


"Bagus seklai, akhirnya pria itu pergi, dan terlebih dia mengatakan bahwa semua yang kita katakan itu benar. Tapi memang benar sih,,, perempuan yang sudah menghina laki-laki lalu berniat untuk menjalin hubungan lagi,, benar-benar perempuan yang memalukan!!" Salah seorang kembali berbicara sembari melemparkan tatapan mencibirnya pada Sheila.


Hal itu membuat perempuan itu merasa sangat malu.


Sheila menahan rasa malunya sambil berlari keluar dari toko dan dengan mengepalkan tangannya ia langsung kembali ke rumahnya menemui ayahnya.


Begitu melihat putrinya memasuki ruang kerjanya, Juan langsung tersenyum ke arah putrinya, tapi kemudian ekspresinya berubah bingung saat melihat putrinya berjalan ke arahnya dengan wajah penuh kekesalan.


"Ada apa ini?" Juan bertanya sembari berdiri menghampiri putrinya yang semakin mendekat ke arahnya.


Setelah jarak mereka cukup dekat, Sheila menghentikan langkahnya lalu berteriak pada ayahnya, "Ayah!! Kau sudah menghancurkan mimpiku menikahi seorang pria kaya yang tampan!!!"


Mendengar teriakan putrinya yang begitu melengking, Juan menghela nafas dan menyipitkan matanya menatap putrinya.


"Ada apa ini? Memangnya apa yang sudah Ayah lakukan hingga menghalangimu menikah dengan pria idamanmu?" Tanya Juan yang sama sekali tidak mengerti dengan arah pembicaraan putri nya.


Justru dia berusaha mencarikan seorang pria yang kaya raya dan memiliki paras yang tampan untuk putrinya.

__ADS_1


Mengapa Sekarang putrinya malah menuduhnya sebagai ayah yang sudah menghalangi putrinya mendapatkan pria impiannya?


Sheila mendengus kesal sembari mengepalkan tangannya menatap ayahnya, "Ayah!! Ayah bilang keluarga Gonedra sudah bangkrut dan Hendrik sudah menjadi pria yang miskin?!! Tapi baru saja aku kembali dari pusat perbelanjaan dan dipermalukan olehnya karena aku mengatakan pada semua orang bahwa dia adalah pria miskin!!


"Tapi apakah Ayah tahu apa yang terjadi?!! Dia balik mempermalukanku ketika dia menggunakan kartu kredit Black royale MasterCard untuk membeli sebuah perhiasan dengan berlian berwarna pink seharga satu miliar lebih!!!


"Semua Pelayan toko menertawakanku dan mereka mencibir dan merendahkan ku di depan semua orang!! Semua ini karena ayah!! Karena Ayah yang sudah salah mendapat informasi tentang keluarga Gonedra!!!" Teriak Sheila pada Ayahnya.


Tentu saja Juan merasa sangat bingung dengan cerita putrinya, Dia sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan putrinya, tetapi melihat bagaimana putrinya sangat marah maka pria itu menghembuskan nafasnya menatap putrinya.


"Sayang, Apa yang ayah katakan itu benar. Bukankah kau juga sudah melihatnya di berita-berita di internet? Tapi kalau yang kau katakan itu benar maka Mungkinkah Hendrik mendapat seseorang yang membantunya?" Juan memikirkannya.


"Ayah!! Jangan coba membodohiku, Bagaimana bisa seseorang membantu orang lain dengan memberikan sebuah kartu kredit yang bahkan tidak bisa kita miliki??


"Kalau saja aku bisa memiliki satu kartu kredit itu, maka aku akan menjadi orang yang memiliki pusat perhatian." Pikir Sheila kini membayangkan dirinya menjadi istri Hendrik lalu memiliki satu saja kartu itu.


Tidak!!!


Jika dia bisa mengambil semua kartu yang ada di dompet Hendrik maka dia akan menjadi wanita ter beruntung di seluruh dunia!!!


Semua teman-teman sosialitanya akan iri padanya dan mereka semua akan menyanjung-junjungnya, serta berusaha mendapatkan perhatiannya!!!


"Kau yakin?" Tanya Juan.


"Ayah!!!" Sheila merasa sangat kesal pada ayahnya.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kau tenang dulu dan ayah akan menyuruh seseorang untuk menyelidikinya." Pikir Juan yang masih meragukan seluruh cerita Alana.


"Ayah!! Ayah tidak perlu menyelidikinya lagi karena apa yang kulihat tadi benar-benar kenyataan!! Pokoknya, sekarang juga Ayah harus pergi denganku untuk meminta maaf padanya supaya aku masih bisa memiliki kesempatan untuk menikah dengannya!!!


"Ingat ayah, satu kartu kredit saja bisa mengeluarkan miliaran uang Bagaimana kalau aku mengambil satu miliknya dan menggunakannya untuk membantu perusahaan ayah?" Sheila berusaha meyakinkan ayahnya.


Juan tampak tenang memikirkan apa yang dikatakan oleh putrinya lalu pria itu kemudian berkata, "Baiklah, ayah akan mengatur pertemuan kita dengannya."


"Terima kasih Ayah!!" Sheila langsung berseru kegirangan.


Tapi kemudian perempuan itu mengerutkan keningnya ketika Juan tiba-tiba berkata, "Kau bilang dia membeli sebuah perhiasan dengan berlian berwarna pink? Bukankah seharusnya dia membeli perhiasan itu untuk seorang perempuan?"


Sheila mematung di tempatnya, "Apakah perhiasan itu benar-benar untuk seorang perempuan? Tidak!! Aku tidak bisa membiarkan ada seorang perempuan lain yang berani merebut Hendrik dariku!!!" Ucap Sheila menggertakkan giginya.


"Tidak,, sepertinya Ayah memiliki pikiran lain." Ucap Juan.


"Apa itu?!" Tanya Sheila menatap Ayahnya.


"Mungkin saja kartu kredit yang dimiliki oleh Hendrik bukan kartu kredit miliknya, melainkan milik seorang perempuan yang sudah ia pikat dengan--"


"Tidak!! Pokoknya itu tidak mungkin!!!" Kesal Sheila.


Perempuan itu sangat berharap agar semua kartu kredit itu benar-benar milik Hendrik agar dia bisa menikahi Hendrik dan mengambil alih semua kartu kredit itu.


Tapi kalau barang-barang itu adalah milik seorang perempuan yang bersama Hendrik, maka seluruh rencananya untuk menikahi Hendrik demi harta akan terbuang sia-sia!!

__ADS_1


__ADS_2