Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁹⁸. Bertemu lagi


__ADS_3

Akhirnya karena keesokan harinya dia akan bertempur dengan ayahnya sendiri, maka pada malam itu Hendrik menggendong Agung mengikuti Romi ke Villa pria itu.


"Apakah kau akan tinggal di rumahku?!" Tanya Agung sembari menatap sinis pada pria yang menggendongnya.


"Ya, aku akan menginap di kamarmu." Jawab Hendrik sembari terus melangkahkan kakinya.


"Huh!! Kau pikir rumahku adalah penampungan tunawisma? Apalagi kamarku, Aku tidak suka berbagi kamar dengan orang lain!!" Ucap Agung sembari mengerucutkan bibirnya memandang tidak suka pada pria yang menggendongnya.


"Hmm, kalau begitu Aku akan tidur bersama ibumu saja." Kata Hendrik menggoda putranya membuat Agung langsung memandang sangat marah pada Hendrik.


Dia saja belum pernah tidur bersama ibunya, mana mungkin pria itu mendahuluinya?


"Huh!! Jangan mimpi! Ibuku tidak akan mau tidur dengan orang asing sepertimu!!" Kata Agung dengan suara judesnya.


Menanggapi ucapan putranya, Hendrik tersenyum "Terserah apa katamu, tapi malam ini kita akan tidur bersama!" Tegas Hendrik.


Mungkin beberapa hari ke depan dia tidak akan bertemu dengan putranya, jadi malam ini, apapun yang terjadi dia harus tidur bersama pria yg kecil itu.


Setidaknya jika terjadi sesuatu pada dirinya maka dia tidak akan terlalu menyesal karena dia sudah pernah menghabiskan malam bersama putranya.


"Huh!! Pemaksaan seperti ini,, ibuku pasti akan sangat membencimu kalau dia tahu kau adalah orang yang suka memaksa!!!" Ucap Agung sembari berdecak kesal menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Tidak menghiraukan putranya, Hendrik hanya berjalan memasuki Villa mengikuti Romi yang berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Setelah tiba di lantai dua, Romi berhenti di depan kamar Alana lalu menatap Hendrik yang menggendong Agung.


"Aku akan masuk dan melihatnya, tunggulah di sini," ucap Romi lalu mengetuk pintu kamar Alana.


Tok tok tok....


Saat itu kamar Alana sedang memandangi bekas toples cemilan yang tadi Ia pungut kembali dari tempat sampah.


Dia merasa sangat ingin memakan cemilan itu, tetapi trntu saja dia tidak bisa mendapatkannya lagi karena Agung telah dibawa oleh ayahnya dan yang lebih mengesalkan lagi ternyata orang yang memiliki cemilan itu adalah Ayah dari Agung!!


"Sebaiknya aku suruh ayah menyuruh beberapa orang membuat cemilan yang sama!" Ucap Alana mendapat ide bagus.


"Itu pasti ayah,," ucapan Alana ketika mendengar suara pintu diketok lalu perempuan itu berlari membuka pintu.


Tiga orang yang berada di depan pintu langsung terkejut karena tidak menyangka Alana akan langsung menerobos keluar dari kamar.


"I,, ibu,," kata Agung dengan suara tersendat karena berada dalam kekagetan.


Alana yang mendengar suara menyebalkan yang selalu teringat dalam memorinya langsung menoleh ke sumber suara dan terkejut melihat dua orang pria.


Pria dewasa yang menggendong pria kecil.


Pria itu adalah,,, segera raut wajah Alana berubah menjadi pucat dan tubuhnya gemetaran.

__ADS_1


"Ke,, kenapa kalian di sini lagi???" Tanyanya dengan nafas tersengal dan dada naik turun karena perasaan aneh yang melingkupinya.


Dia merasa takut pada pria itu tetapi ada rasa familiar juga yang ia rasakan saat melihat Hendrik.


Padahal, itu pertama kalinya dia bertemu dengan Hendrik, jadi dari mana dia merasakan perasaan aneh seperti ini?


Hendrik pun tak kalah terkejut, jantungnya langsung berdegup kencang.


"Halo,, maaf karena datang mengganggu, Saya hanya datang berterima kasih karena selama ini sudah menjaga Putra saya." Ucap Hendrik menahan gelombang perasaan yang kacau dalam hatinya.


Dia tidak mau membuat Alana terkejut, jadi meskipun perempuan itu menganggapnya sebagai orang asing dia tidak masalah asalkan Alana tetap baik-baik saja.


"Alana, Tuan Hendrik ini adalah ayah kandung Agung, Dia adalah orang baik jadi kau tidak perlu khawatir dengannya." Ucap Romi mengamati wajah putrinya yang sudah memucat.


Apakah akan akan kembali drop?


Mungkinkah ingatannya di lima tahun lalu akan kembali menghantuinya?


Semua orang berada dalam ketegangan.


@Info


Maaf ya,, jadinya gantung lagi😂😂😂😂✌️✌️✌️✌️👻👻👻👻👻👻👻😎😎😎😎😎😎😎😎🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩😊😊😊😊😊😊😊😊🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2