
Setelah makan malam bersama Hendrik, Agung tidak langsung kembali ke Villa milik Romi.
Pria kecil itu memilih tinggal di Villa Hendrik sembari menonton TV ditemani Hendrik yang berkutat dengan laptopnya, ia menyempurnakan sebuah aplikasi yang ia buat.
Beberapa saat mereka berdua berada dalam keheningan, akhirnya seorang tamu tak diundang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Kakek!!" Seru Agung melompat dari sofa dan berlari ke arah kakeknya meminta digendong.
"Cucuku!!" Kata Romi menyambut pria kecil itu dengan kedua tangannya lalu mengangkat Agung ke gendongannya.
"Bagaimana keadaan ibu?" Tanya Agung menatap Kakeknya.
Meski dia sudah tidak cemas lagi sebab tadi dia sudah melihat bagaimana ibunya tidak sakit lagi, namun dia masih sedikit cemas kalau-kalau ibunya kembali sakit.
"Baik-baik, Ibumu juga sedang menonton di rumah." Ucap Romi berjalan ke sofa tunggal dan duduk di sana sembari mendudukkan cucunya di pangkuannya.
"Bagus!! Aku tahu kalau Ibu pasti akan sembuh." Ucap Agung tersenyum.
"Ibumu akan sembuh." Ucap Romi.
"Iya!" Agung bersemangat.
"Oya, tapi mengapa Tuan Romi datang kemari?" Tanya Hendrik ketika dia merasa heran bahwa pria itu datang ke rumahnya, sementara Alana sendirian di sana.
"Ya, aku kemari karena ingin membicarakan sesuatu denganmu." Kata Romi lalu menoleh pada cucunya.
__ADS_1
"Kakek ingin berbicara dengan ayahmu sebentar, dapatkah kau menunggu di sini sebentar?" Tanyanya.
Agung menganggukkan kepalanya dia tahu kalau kakeknya sedang serius jadi pria kecil itu segera turun dari pangkuan Romi
"Kalian bicara di sini saja. Aku akan pergi ke atas." Kata Agung berlari ke arah tangga menuju lantai dua.
Setelah kepergian cucinya, Romi memandang pada Hendrik lalu berkata "Aku sudah memutuskan, Kau tidak perlu lagi mendapatkan warisan itu, hanya cukup amankan foto-foto Alana saja. Setelah itu kau bisa bekerja di perusahaan ku dan melanjutkan bisnis keluarga Xionir."
Hendrik yang mendengar ucapan Roni begitu terkejut, dia pikir Roni adalah orang yang begitu menginginkan harta keluarga Gonedra sehingga dia sudah menyeludupkan banyak sekali uang dari hasil kejahatannya di luar negeri untuk diberikan kepada Romi sebagai ganti rugi ketika dia membangkrutkan keluarga Gonedra, tapi ternyata....
"Lalu bagaimana dengan syarat kedua?" Tanya Hendrik mengacu pada persyaratan Romi yang menginginkan kepala Hans.
"Tidak ada yang lebih penting dari Putri dan cucuku, aku juga tidak menginginkan ayah dari cucuku menjadi seorang pembunuh." Kata Romi yang awalnya tidak mau mengotori tangannya dengan membunuh Hans.
Dia ingin memanfaatkan Hendrik saja, tetapi sekarang melihat bagaimana hubungan antara Hendrik dan Agung, dia merasa menyesal atas pikirannya sendiri.
"Apa maksudmu?" Tanya Romi.
"Sekretaris pria itu baru saja meninggal tadi siang. Dia adalah orang nomor satu sebagai kepercayaan pria itu, dan saat ini pria itu sedang berada dalam penerbangan menuju negara ini. Ini akan menjadi malam terakhir saya berada di villa ini, jadi sekali lagi saya akan menitip Alana dan Agung pada Tuan Romi," ucap Hendrik mengagetkan Romi.
"Kau,, akan pergi?" Tanya Romi mengepal tangannya.
"Ya, tapi sebelum itu saya akan menemui Alana." Ucap Hendrik.
Romi terdiam beberapa waktu,, Alana belum sembuh total, tapi pria ini...
__ADS_1
"Apakah maksudmu kau tidak akan kembali lagi?" Tanya Romi.
"Saya akan mengusahakannya untuk kembali," ucap Hendrik.
"Apa katamu? Mengusahakannya?" Tanya Romi yang kini mengerti bahwa pria itu akan menghadapi sebuah pesta besar yang mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk kembali hidup-hidup.
"Agung sudah mengatakannya kalau Alana mulai membaik sejak melihat foto saya. Jadi saya sudah menyiapkan ini untuknya," ucap Hendrik memperlihatkan layar laptopnya pada Romi.
Itu adalah aplikasi yang ia buat selama beberapa waktu.
Aplikasi yang memperlihatkan dirinya yang bisa mengobrol dengan seseorang yang melihatnya.
"Ini akan membantu Alana jika saya tidak bisa kembali, dokter terbaik yang saya kenal juga akan datang kemari besok untuk melihat perkembangan Alana. Dia akan memandu Alana dengan baik," ucap Hendrik mengagetkan Romi.
Jadi pria itu sudah mempersiapkan semuanya?
"Tapi,, Apa kau pikir dirimu yang asli bisa digantikan dengan aplikasi seperti ini?" Tanya Romi.
"Tentu saja tidak bisa, ini hanya untuk berjaga-jaga." Jawab Hendrik.
"Kalau begitu katakan rencanamu, aku akan membantumu," ucap Romi.
Kalau sampai Hendrik meninggal maka putrinya mungkin akan terjebak dalam kegilaannya untuk seumur hidupnya.
Dan dia tidak bisa membiarkannya!
__ADS_1
"Anda tenang saja, saya sudah mempersiapkannya dengan matang," kata Hendrik menolak tawaran Romi.