
Sampai larut malam, yang dilakukan Hendrik hanyalah membujuk para dewan direksi dan rekan bisnis ayahnya untuk berada di pihaknya.
Jadi setelah ia kembali ke Villa pria itu merasa sangat lelah dan yang ada dipikirannya hanyalah istirahat.
Tetapi, ketika dia memasuki villanya, pria itu terkejut melihat seorang tamu tak diundang sudah berada di villanya.
Romi duduk di ruang tamu sembari memandang pada Hendrik yang baru saja kembali.
"Tuan Romi," ucap Hendrik segera melangkahkan kakinya dan duduk di salah satu sofa kosong.
"Sepertinya hari ini kau punya banyak pekerjaan?" Ucap Romi mengamati wajah Hendrik yang terlihat kelelahan.
"Ya," jawab Hendrik dengan wajah tenangnya.
"Aku sudah memutuskan, kalau kau bisa menemukan cara menyembuhkan putriku, maka aku akan merestui kalian bersama." Ucap Romi mengejutkan Hendrik.
Pria itu sudah setuju?
"Tuan yakin?" Tanya Hendrik.
"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, tetapi ayahmu dan perusahaan ayahmu itu,, kita masih sepakat pada perjanjian semula." Ucap Romi.
__ADS_1
Hendrik langsung tersenyum ramah, dia tidak pernah peduli dengan Hans dan perusahaan sialan itu, karena sekarang dia sudah berencana untuk menghancurkannya.
"Baiklah, kalau begitu, apa yang bisa kulakukan untuk Alana? Agung bilang bahwa dia tidak bisa melihatku, jadi,, bagaimana aku menyembuhkannya? Aku butuh informasi mengenai kesehatan Alana." Ucap Hendrik.
Romi tidak langsung menjawab, pria itu melirik ke sebuah berkas yang sudah ia siapkan di atas meja.
Romy mengulurkan tangannya mengambil berkas itu lalu menyerahkannya pada Hendrik.
"Itu adalah catatan kesehatan putriku, dokter mengatakan bahwa ada sebuah cara untuk menyembuhkannya yaitu mempertemukannya denganmu. Tetapi resiko kesembuhan dan risiko memperparah penyakitnya berbanding 50%-50%." Ucap Romi dengan wajah khawatirnya.
"Baiklah, aku akan melihatnya dulu. Siapa dokter yang menanganinya?" Tanya Hendrik.
"Informasi dokter nya sudah ada di berkas itu. Tetapi ingat, kalau sampai penyakit putriku bertambah parah, maka aku tidak akan menahan diri lagi. Saat itu juga kepalamu dan kepala ayahmu akan langsung kulenyapkan!!" Ancam Romi.
"Jangan terlalu percaya diri, nyawamu tergantung pada kesembuhan putriku!!" Romi kembali memberi peringatan pada Hendrik.
"Baik," jawab Hendrik.
Selesainya percakapan mereka berdua, dua pria itu langsung berpisah, Hendrik kembali ke kamarnya sembari membawa informasi Alana.
Dia yang tadinya sangat lelah kini tidak merasa lelah lagi, pria itu langsung membersihkan diri dan naik ke tempat tidur membaca bekas informasi Alana.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dia sakit sampai sekarang, tapi Tuan Romi tidak pernah menghubungiku selama 5 tahun terakhir?" Helaan nafas Hendrik terasa sangat berat setiap kali dia membaca kata-kata yang dicetak pada kertas yang ia pegang.
Sudah 5 tahun Alana menderita, terjebak pada sebuah dunia yang ia ciptakan, tetapi selama itu pula dia tidak pernah mengetahui keadaan Alana.
Sebuah penyesalan mendalam menyelimuti Hendrik pada malam hari itu hingga dia bahkan tidak dapat tidur.
Barulah ketika subuh hari dia bisa memejamkan matanya saat kantuk mengambil alih seluruh tubuhnya.
Tok tok tok...
Suara pintu kamar Hendrik yang diketuk secara pelan tak mampu membangunkan pria yang terlelap di tempat tidur.
"Huh! Jangan bilang dia masih tidur!" Kesal seorang pria kecil yang berdiri di depan pintu lalu pria itu meraih handle pintu dan membuka pintunya.
Agung langsung disambut oleh sebuah pemandangan pria yang masih tertidur pulas di bawah selimut.
"Huh!! Bagaimana bisa dia akan menjaga aku dan ibu ketika bangun pagi saja tidak bisa?!!" Gerutu Agung melangkahkan kakinya mendekati ranjang lalu menatap wajah Hendrik.
"Huh!! Dia pasti bersenang-senang semalam sampai wajahnya terlihat pucat dan kantong matanya jadi besar! Tidak bisa menjaga diri sendiri, bagaimana bisa dia menjaga aku dan ibu?" Gerutu Agung mengerucutkan bibirnya lalu pria kecil itu mengambil sebuah catatan dan pulpen yang terletak di nakas.
Agung menulis sesuatu di kertas itu lalu menempelkannya di dahi Hendrik.
__ADS_1
"Ambil ini!!" Ucap Agung dengan kesal.