
Dari ketika Hendrik berbicara dengan Raffi, Hendrik sudah terlalu gugup untuk menantikan pertemuannya dengan Romi.
Akhirnya pukul 7.30 sudah tiba, Hendrik menaiki mobilnya dan kendaraannya meninggalkan Villa menuju hotel xx untuk bertemu dengan Romi.
Pria itu mengepal erat tangannya di dalam mobil sembari mendengarkan Raffi yang berbicara.
"Tuan Hans mengatakan akan langsung menandatangani penyerahan seluruh warisannya kepada Tuan Hendrik Ketika Tuan Hendrik telah menikah dengan Nona Patra dan Nona Patra telah melahirkan seorang cucu. Juga katanya perjodohan ini berhubungan dengan perjanjian kalian."
"Apa?!" Hendrik langsung bertanya dengan raut wajah tidak percayanya.
"Ya, syarat untuk mengklaim warisan itu adalah ketika Nona Patra melahirkan seorang anak." Jawab Raffi.
Wajah Hendrik langsung berubah, dia tidak mungkin menikahi perempuan lain selain Alana, dia juga tidak mungkin memiliki seorang anak selain anaknya dengan Alana!!!
"Lalu apa lagi?" Hendrik berusaha menguasai dirinya.
"Hanya itu saja," jawab Raffi.
Hendri tidak menjawab apapun lagi, pria itu memejamkan matanya dan bersandar menunggu hingga mobil mereka tiba di hotel xx.
__ADS_1
Setelah tiba di hotel xx, Hendrik turun sendirian dan melarang siapapun untuk mengikutinya ke dalam hotel.
"Silahkan ikuti saya," seorang pengawal yang sudah ditugaskan oleh Romi langsung menjemput Hendrik lalu membawa pria itu ke lantai 30.
"Tuan Romi sudah menunggu Anda di dalam." Ucap pengawal itu membukakan pintu untuk Hendrik lalu Hendrik segera masuk ke dalam ruangan yang didekorasi dengan warna hitam putih.
Begitu melangkah masuk ia melihat Romi sedang duduk sendirian sembari menatap ke arahnya.
"Tuan," kata Hendrik memberi hormat pada Romi sebelum berjalan ke arah sofa dan duduk dihadapan Romi.
Romi memperhatikan pria muda yang duduk di depannya, sesuai dugaannya, pria itu telah banyak berubah dan sekarang Hendrik terlihat seperti pria tangguh yang memiliki kekuasaan yang tak tertandingi.
"Kau sudah kembali." Ucap Romi masih memperhatikan Hendrik untuk menilai pria muda di depannya.
Cucunya mungkin akan sangat memarahinya kalau cucunya mengetahui bahwa dia sudah dengan sengaja memisahkan Hendrik dengannya.
"Bagaimana kabar Alana?" Tanya Hendrik yang tidak mau membahas apapun, pokoknya yang pertama yang harus ia ketahui adalah kabar Alana.
"Tidak perlu membahas putriku, kita bahas kesepakatan kita yang tertunda selama 5 tahun." Ucap Romi.
__ADS_1
"Tidak, saya tidak peduli dengan kesepakatan itu, yang saya pedulikan adalah Alana. Tolong beri tahu saya, bagaimana kabarnya?" Tanya Hendrik.
"Kau benar-benar tidak peduli dengan perjanjian itu dan hanya memperdulikan kabar putriku?" Tanya Romi, dia benar-benar tidak percaya bahwa Hendrik mengabaikan kesepakatan mereka dan lebih memilih menanyakan kabar Alana.
"Bagi saya, tidak ada yang lebih penting daripada Alana. Jadi tolong katakan pada saya bagaimana kabar Alana?" Kata Hendrik dengan tangan terkepal kuat dia begitu takut untuk mendengar kabar buruk tentang Alana.
Seandainya terjadi sesuatu pada Alana, maka sudah tidak ada gunanya dia hidup. Tidak ada lagi yang harus dilindungi!!!
"Aku akan memberitahukan mu setelah kita membahas kesepakatan kita yang tertunda 5 tahun lalu." Ucap Romi, dia ingin menguji pria di depannya, Apakah pria itu benar-benar kembali untuk Alana ataukah pria itu hanya membual saja?
"Baiklah, jadi apa yang ingin tuan katakan?" Tanya Hendrik.
Dia tahu dia tidak bisa memaksa Romi karena pria di depannya juga merupakan pria yang memiliki pendirian yang tetap.
Jadi sebaiknya mengikuti apapun yang dikatakan oleh Romi, yang penting nanti dia harus mengetahui kabar Alana.
"Pernjanjian itu, bagaimana dengan warisanmu? Kapan kau akan menyerahkan semuanya padaku dan menyingkirkan ayahmu?" Langsung tanya Romi tanpa berbasa-basi.
Pertanyaan itu membuat Hendrik terdiam selama beberapa detik, di tangannya belum ada seperser pun warisan, karena syarat yang diberikan oleh ayahnya adalah menikahi seorang perempuan dan memiliki anak!!!
__ADS_1
Tapi, apakah Romi akan menerimanya kalau dia mengatakan hal itu?!!