
Terus berada dalam air, Hendrik merasakan tubuh pria yang ada di pelukannya mulai membeku jadi dia mengamati pria itu dan terkejut melihat darah yang terus keluar dari sisi kiri Glen.
Menggunakan tenaganya, Hendrik merobek pakaiannya di dalam air lalu membungkus tubuh Glen.
Glen tidak banyak bergerak, dia hanya merasakan tubuhnya yang terasa kaku dan tak bisa lagi dikendalikan.
'Aku ini benar-benar pengawal yang tidak berguna, harusnya aku melindungi Tuan Hendrik, tapi sekarang malah berbalik seperti ini!!' Glenn menyalakan dirinya sendiri sembari memejamkan matanya berusaha menahan nafasnya.
Tepat di dua menit, area kecelakaan itu telah dipenuhi oleh banyaknya mobil hitam dan tiga helikopter yang terbang di udara.
Sekejap, orang-orang yang sedang menyusuri sungai terkejut melihat pengepungan yang terjadi.
"Sialan!!! Tangkap mereka semua!!!" Teriak Aldo yang memimpin pasukan.
Seluruh pasukan yang dibawa oleh Aldo langsung bergerak menangkap semua orang-orang.
Namun, mereka terkejut ketika Aldo yang berdiri memberi perintah tiba-tiba tertembak di bagian dadanya hingga pria itu langsung terjatuh di tanah.
"Sialan!!! Selidiki arah tembakannya!! Cepat!!!" Teriak salah seorang yang berlari ke arah Aldo untuk memeriksa pria.
"Uhh!! Sialan!! Apa yang kau lakukan?!! Aku memakai rompi anti peluru!!!" Gerutu Aldo yang merasa kesal dengan bawahannya.
"Maaf Tuan,," bawahan itu merasa gugup lalu pria itu kembali ke sungai untuk mencari Hendrik dan Glen.
__ADS_1
Hendrik yang masih berada di bawah air memperhatikan situasi di atas, perlahan pria itu berenang ke atas lalu menepi ke pinggir sungai.
"Tuan di sini!!! Buat perlindungan!!!" Teriak sala seorang lalu beberapa orang pengawal langsung mendekat ke arah Hendrik mengeremuni dua orang itu untuk mencegah adanya peluru yang tiba-tiba melesat ke arah Tuan mereka.
"Tuan, tolong lepaskan saya sekarang," ucap Glen yang merasakan tubuhnya masih diseret oleh Hendrik.
Hendrik merasa sangat kesal, "Kau pikir kau sudah punya cukup kemampuan untuk memerintahku?!!" Bentak Hendrik sembari terus berjalan dengan pengawalan yang sangat ketat.
Mereka berdua langsung dituntun memasuki ambulans lalu para pengawal menutup pintu ambulans dan mengawal ambulans itu menuju rumah sakit.
Aldo yang tinggal berjaga, kini melihat orang-orangnya sudah menangkap beberapa ornag yang saya dari tadi berada di sekitar sungai.
Semuanya dibuat bertekuk lutut di hadapan Aldo.
Beraninya orang-orang itu membangkitkan amarahnya!!
"Baik Tuan!!" Jawab bawahannya lalu segera melaksanakan perintah Aldo.
"Mereka semua,, pukul mereka sampai tak berdaya!!" Perintah Aldo.
"Tuan!! Kami ini polisi setempat!! Tolong jang--"
Buk!!
__ADS_1
"Ahkk!! Ngg!!"
Buk!!
Buk!!
Buk!!
Mereka tak diberi kesempatan untuk menjelaskan karena orang-orang Aldo dengan ganas memukuli mereka semua.
"Sialan!! Cari tahu apakah mereka benar-benar polisi atau bukan!! Kalau mereka polisi potong tangan dan kaki mereka tapi jika mereka bukan polisi, potong tangan gelang kaki beserta kepala mereka!!" Perintah Aldo pada bawahannya membuat orang-orang itu benar-benar ketakutan.
Menjadi polisi dipotong tangan dan kaki, tapi menyamar menjadi polisi malah dipotong tangan, kaki dan terlebih ditambah dengan kepala!!
Aldo menatap orang-orang yang sementara dipukuli lalu beberapa saat kemudian 6 orang kembali disiret ke depannya, salah seorang adalah perempuan.
"Mereka adalah sniper yang ditugaskan mengawasi dari beberapa gedung di sekitar sini." Kata bawahan Aldo.
"Sialan!!! Ambil senjata mereka lalu masukkan senjata mereka hingga tembus dari mulut sampai pantat mereka!!!" Perintah Aldo membuat 6 orang yang berlutut di tanah kini ketakutan.
"Tuan,, Tolong maafkan kami!! Kami janji--"
"Diam!!! Sialan!! Orang ini berani berbicara denganku, masukkan kotoran ke dalam mulutnya sebelum memasukkan senjata ke tubuhnya!!" Perintah Aldo membuat pria itu tak berani lagi berkutik dan hanya gemetaran di tempatnya melihat salah seorang pengawal kini berjalan ke arah selokan mengambil kotoran.
__ADS_1
Dalam beberapa waktu jeritan di tempat itu terdengar tetapi tidak ada satupun orang yang datang untuk melerai.