Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁴⁸. Memohon untuk bertanggungjawab


__ADS_3

Diberi kesempatan oleh Romi untuk berbicara, akhirnya Hendrik menghela nafas lalu dengan tangan gemetaran nya ia mencengkram pahanya dan mengumpulkan keberanian untuk menceritakan semuanya.


Baginya, apapun yang menjadi keputusan Romi, dia akan mengabulkannya, lagipula sejak awal dia sudah siap mati asalkan ayahnya juga ikut mati bersamanya.


Dia akan membawa ayahnya menghadap Ibunya dan memberi hukuman yang adil pada pria yang tak tahu diri itu...!!!


"Sebenarnya yang terjadi hari itu adalah..." Hendrik menceritakan semuanya, mulai dari ayahnya yang memerkosa Alana dan mengambil foto Alana hingga mereka yang berakhir di kamar mandi karena Alana terkena obat yang diberikan Hans.


"Tapi saya bersumpah siap bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Alana, apapun yang Tuan inginkan saya akan--"


"Diam!!!" Teriak Romi kini dipenuhi amarah setelah mendengar cerita Hendrik.


Beraninya ayah dan anak itu melecehkan putrinya secara bersamaan!!!


Dengan segera Romi melangkah melompat ke arah Hendrik dan melayangkan pukulan pada pria itu.


Buk!!!


Buk!!!


Buk!!!

__ADS_1


Secara brutal Romi terus memukuli Hendrik yang mana Hendrik tidak pernah membalas pukulan Romi. Pria itu hanya berdiam diri dan membiarkan Romi terus memukuli tubuh dan wajahnya hingga ia babak belur.


Setelah 10 menit Romi akhirnya ngos-ngosan karena sudah tidak sanggup lagi menghajar pria yang kini meringkuk di lantai.


"Keparat...!!!" Romi mundur ke dinding dan berpegangan pada dinding sebab tenaganya juga sudah terkuras habis.


Ia melihat pria yang penuh luka dan bercucuran darah,, ia melihatnya dengan penuh kemarahan dan dendam atas apa yang telah terjadi pada putrinya.


"Saya akan bertanggung jawab." Tiba-tiba suara Hendrik mengagetkan Romi.


Dia pikir pria itu sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan ternyata Hendrik malah memperbaiki posisinya dan kembali berlutut di depan Romi.


"Saya menyentuh Putri tuan Bukan karena saya ingin melecehkannya, tetapi saya ingin menolongnya. Saya juga mencintai Putri Tuan seperti saya__"


Buk!!


Hendrik tersungkur ke lantai lalu kembali ke posisi semula berlutut di depan Romi.


"Saya akan mengatakannya sekali lagi, saya mencintai Putri tuan dan akan bertanggung jawab atas Putri tuan." Ucap Hendrik membuat Romi menggertakkan giginya dengan sangat keras.


Pria didepannya benar-benar berani!!!

__ADS_1


Sudah dipukuli sampai babak belur seperti itu masih saja berani mengatakan sesuatu yang terlarang!


"Saya harap Tuan mau mempercayakan Alana kepada saya. Saya pasti akan menjaga Alana dengan baik. Dan terlepas dari ayah saya, tolong biarkan saya sendiri yang menangani Ayah saya karena saya tidak mau foto-foto Alana yang di pegang oleh ayah saya sampai tersebar dan--"


Buk...!!


Kembali sebuah pukulan keras mendarat di pipi Hendrik hingga wajah pria itu kini semakin memar berlumuran darah.


"Beraninya kau...!!! Beraninya kalian!!!" Romi sangat marah..


Beraninya ayah dan anak itu, bukan hanya melecehkan putrinya tapi sekarang malah menggunakan cara menjijikkan untuk mengancamnya!!!


Beraninya mereka menyimpan foto-foto Alana...!!!


"Maafkan saya." Hanya itu kata terakhir yang bisa Hendrik ucapkan lalu dia melihat Romi keluar dari ruangan itu dengan penuh kemarahan.


Hendrik bahkan bisa mendengar suara gertakan gigi yang dilakukan oleh Romi hingga pintu ruangan itu kembali ditutup.


Hendrik akhirnya menyeret tubuhnya yang kelelahan ke arah dinding dan bersandar di sana sembari menatap kakinya yang sudah mati rasa.


'Alana, sakit yang kutanggung hari ini tidak lebih dari apa yang kau alami karena kecerobohan ku.' ucap Hendrik dalam hati kembali ingat bagaimana Alana menangis di hadapannya setelah perempuan itu di sentuh oleh Hans.

__ADS_1



__ADS_2