Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹²⁵. Aku tidak akan memaafkannya


__ADS_3

"Aku mencarimu kemana-mana!!! Ternyata kau sudah di sini!!!" Kata Alana dengan isakan bahagia menyerahkan pelukannya pada bara.


Dia merasa sangat senang melihat orang yang selama ini dia cari kini berada di hadapannya.


"Ya,, aku di sini,, dapatkah kau menatap wajahku lagi?" Ucap Bara membuat Alana melepaskan pelukan mereka lalu perempuan itu melihat wajah Bara.


"Ini kau,, Hendrik!! Ini kau!!" Alana berseru dengan sangat senang sembari mengulurkan tangannya memegang wajah Bara yang terlihat seperti Hendrik baginya.


"Kita dimana?" Tanya Bara.


Alana memperhatikan sekelilingnya "Tentu saja kita berada di kamarmu, kau tahu,, aku sampai menyamar untuk datang kemari, kau itu sangat berarti bagiku!!" Ucap Alana penuh keyakinan.


"Benarkah?" Tanya Bara.


"Hm! Ya!! Tapi,,," Alana mengerutkan keningnya saat perlahan-lahan dia merasa ada sesuatu yang aneh pada pria didepannya.


Perempuan itu mengerjapkan matanya lalu dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah siapa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Tutup matamu," ucap Bara.


Mendengar ucapan Bara, Alana dengan patuh menutup matanya sembari menenangkan hatinya yang terasa kacau.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Bara.


Begitu mendengar suara Bara, Alana merasa sangat takut dengan suara itu jadi dia membuka matanya dan terkejut melihat pria didepannya telah berubah.


"Sialan!!!" Alana berteriak ketakutan sembari menari selimut menutupi tubuhnya.


"Menjauh dariku sialan!!!" Teriak Alana sembari meneteskan air matanya dengan tubuh yang terus diseret ke pojok tempat tidur.


"Hans sialan!!! Pergi dariku sialan!!! Hendrik?!! Dimana kau??!!" Alana berteriak histeris sambil memegang erat selimutnya.


Dia sangat gelisah karena hanya berduaan dengan pria yang telah melecehkannya.


"Kenapa kau begitu takut padaku? Apa salahku?" Tanya Bara kini melangkah mundur beberapa kali agar memberi kesan aman pada Alana.

__ADS_1


"Sialannn...!!!!!! Menjauh dariku!!! Hiks,, hiks,, kau menjijikkan!! Pria jahanam!!" Alana terus berteriak sembari ketakutan memandang Hans.


"Aku akan pergi Kalau kau mengatakan padaku yang sudah kulakukan padamu hingga kau begitu ketakutan padaku,," ucap Bara mengamati ekspresi Alana.


"Menjijikkan!! Meski kau! Ayah dari pria yang sangat baik, tetapi kau sangat menjijikkan bagiku!!! Berani sekali kau menyentuhku!!!" Alana mengusap seluruh tubuhnya dengan kasar seolah-olah perempuan itu melepaskan sesuatu yang menempel pada.


"Sialan..!!! Mmenjijikkan!!!" Alana terus menggosok-gosok kulitnya hingga kulitnya menjadi kemerahan karena digaruk dan digosok dengan kasar.


"Jijik!! Tubuhku menjijikkan!! Pria tua sialan!!!" Terus terisak, Alana seperti orang yang ingin melepaskan seluruh kulitnya dari tubuhnya supaya sentuhan-sentuhan yang ditinggalkan Hans padanya bisa menghilang.


Dari kamera CCTV, 3 pria yang melihat kejadian itu kini tertegun di tempat mereka.


'Jadi ini yang dirasakan putriku ketika dia dilecehkan oleh Hans?!! Dasar tua Bangka sialan!!!' mata Romi memerah melihat layar komputer itu dan tangannya mengepal erat melihat keadaan putrinya yang sangat menderita.


'Alana,, maaf,, waktu itu aku tidak bisa menjagamu,,' ucap Hendrik dalam hati,, penyesalan yang ia rasakan pada 5 tahun yang lalu kembali merayapi hatinya.


Begitu sesak melihat keadaan Alana.

__ADS_1


"Ibu,," Agung tidak bisa menahan menahan air matanya melihat ibunya yang sangat menderita.


"Siapa yang sudah membuat ibu begitu? Aku tidak akan memaafkan nya!!!" Teriak Agung merasa sangat marah.


__ADS_2