
Sekitar 15 menit terus berpelukan, Agung membuka matanya dan menyadari bahwa Alana tidak pernah mendorongnya untuk menjauh dari perempuan itu.
Perasaan Agung menjadi lebih senang lagi dan lebih mengeratkan pelukannya hingga Alana merasa sesak karena kelakuan pria kecil itu.
"Apa kau sedang memeluk atau ingin membunuhku? Leherku tercekik olehmu!" Ucap Alana mengejutkan Agung.
"Ibu kesakitan?" Agung bertanya dengan panik sembari melonggarkan pelukannya meski tangannya tidak lepas dari leher Alana.
"Menurutmu?! Kita sudah berpelukan cukup lama, jadi aku tidak mengingkari janjiku, sekarang menjauhlah dariku!!" Kata Alana memegangi 2 tangan Agung lalu menariknya menjauh.
"Uh,, Ibu,, tidak,, Aku masih ingin memeluk ibu," Agung berusaha kembali meraih leher Alana, tetapi perempuan itu segera berdiri memandang Agung yang terlihat ingin menangis karena tidak bisa lagi memeluknya.
"Jangan merengek!! Aku juga memelukmu hanya karena terpaksa!" Kesal Alana lalu perempuan itu berjalan untuk meninggalkan Agung.
"Ibu,," nafas Agung memburu kala ia melihat perempuan itu benar-benar tidak mau lagi memeluknya.
Padahal, dia masih sangat ingin memeluk Alana.
__ADS_1
"Tunggu!" Tiba-tiba suara Hendrik dari belakang membuat Alana menghentikan kakinya lalu berbalik menatap Hendrik dengan tatapan sombong.
Pria itu tidak bisa lagi mengatainya sebagai orang yang paling buruk di dunia karena dia sudah melakukan tugasnya, yaitu memeluk Agung.
"Bukankah kalian masih punya satu janji lain? Mengunjungi villaku?" Ucap Hendrik menatap Alana.
"Ah, benar!!! Masih ada satu lagi!!" Agung yang sedari tadi melihat murung menatap Alana kini bersorak kegirangan karena ternyata masih ada lagi satu perjanjian mereka yang harus ditepati oleh Alana.
"Apa?!!" Alana sangat terkejut, dia sudah melupakan masalah itu.
"Ayo pergi sekarang!!" Seru Agung mendekat ke arah Alana untuk menggandeng tangan Alana ke Villa Hendrik.
"Tidak!!! Aku tidak akan pergi ke rumah orang seperti dia!!!" Ucap Alana merasa enggan.
Bagaimana kalau pria itu menjebaknya di rumahnya lalu dia tidak bisa kembali lagi?
"Ahhh,, jadi Alana Xionir ini hendak mengingkari janjinya? Ohh,,,," suara Hendrik terlihat mengejek seolah menyiratkan bahwa perempuan itu benar-benar sudah menjadi orang paling buruk di dunia.
__ADS_1
Hal itu membuat dada Alana naik turun sebab dia adalah orang yang memiliki harga diri yang tinggi.
"Ibu,, ayo kita pergi,, daripada Ibu menjadi orang paling buruk di dunia,, Aku tidak mau memiliki Ibu yang merupakan orang paling buruk di dunia!!" Ucap Agung menggembungkan pipinya.
Alana tercengang melihat pria kecil yang ada di dekatnya.
Pria kecil yang selalu bersikeras memanggilnya ibu, tapi sekarang mengatakan tidak mau lagi mengakuinya sebagai ibu sebab dia menjadi orang paling buruk di dunia!!!
Meski dia senang bahwa Agung tidak akan memanggilnya Ibu lagi, tetapi alasan pria itu berhenti memanggilnya Ibu membuatnya benar-benar tidak terima!!!!
"Baiklah,,!! Aku akan pergi! Tapi,,, aku ke kamar dulu!!" Geram Alana melangkahkan kakinya ke lantai dua.
Begitu melihat Alana menjauh, Agung langsung bersorak kegirangan, ia berlari ke arah Hendrik dan memeluk ayahnya dengan erat.
"Terima kasih!!!" Katanya dengan perasaan senang yang tidak terbendung.
Dia sangat senang karena bisa memeluk ibunya sangat lama, dan sekarang akan mengajak ibunya berjalan-jalan ke luar Villa.
__ADS_1
Ini semua adalah impian terbesarnya dari dulu dan Hendrik membantunya mewujudkannya!!!
"Apa pun, asalkan putraku senang," kata Hendrik menepuk pelan kepala Agung.