Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Shiori von Zuckerberg 1,4


__ADS_3

Masa Kelam Shiori akan dimulai dari saat ini.


Munich, Jerman.


Tanggal 3 Februari 2021, hari Rabu, jam 07:34, seorang gadis yang tidak memiliki teman. pergi ke sekolah dengan jalan kaki dan tidak memperdulikan sekitar. Ia hanya cuek dengan suasana kota Munich yang ramai dan bersih.


Setibanya di sekolah ia memasuki ke sekolah lalu melepaskan sepatu miliknya dan menggunakan sepatu sekolah. Kemudian, memasuki kelas tanpa menyadari sesuatu. Ketika masuk ke kelas, ada sebuah ember berisi air kotor mendarat ke kepala Shiori.


Mereka tertawa karena Shiori tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Maka dari itu, mereka bisa melakukan semena-mena dan menganggap Shiori sebagai pecundang. Shiori diperlakukan dengan buruk untuk memuaskan hasrat mereka. 


Tak lama kemudian, pelajaran dimulai dengan seorang guru datang ke kelas. ia seakan-akan tidak peduli dengan Shiori yang sudah basah kuyup. Mereka kembali duduk dan segera memulai pembelajaran ini..


“Baiklah, anak-anak! Mari kita memulai pelajaran kita,” lontar guru itu memulai pembelajaran.


“Baik!” Respon murid itu dengan gembira. 


Shiori tidak bereaksi manapun. Ia hanya menahan sebuah tusukan yang berada di atas kursi. Shiori merasa tidak nyaman dengan kondisi itu. adalah korban dari perundungan.


[*^*]


6 hari kemudian, Shiori dibawa oleh murid lain dan membawanya ke sebuah tempat yang di luar sekolah. Mereka merundung Shiori dengan membuka seragamnya dan segera memukulnya.


“Ayo! Jangan menangis! Biarkan kami memukulmu!” Pinta seorang siswa yang sedang memukul Shiori.


“Aku harap aku bisa menjualmu di klub malam,” lanjut siswa yang lain.


“Ayo! Menangislah seperti anak bayi!” Hina siswa bertopi itu.


Shiori hanya menahan pukulan tersebut. Ia sudah merasakan diperlakukan seperti ini sejak pertama kali masuk sekolah.


Setelah memukul Shiori, mereka membawanya ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air lalu meninggalkannya. Shiori hanya bisa menahan air matanya., tidak bisa melakukan apapun dengan seragam sekolah yang sudah basah dan menyisakan pakaian dalam.


Dia pulang meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah dengan situasi yang lebih buruk lagi. 


[*^*]


Jam 17:23, di ruang tengah, Shiori datang kepada orang tua yang sedang bersantai dan memberanikan diri untuk memperlihatkan hasil ujiannya kepada mereka. 


“Ibu. Ayah. Aku mendapatkan nilai ini,” ungkap Shiori memberikan secarik kertas kepada orang tuanya.


Orang tuanya melihat kertas diberikan Shiori dengan seksama. Wajah mereka menjadi memerah dan tidak menahan emosinya lagi. Mereka mulai memarahi Shiori walaupun nilai cukup membaik. 


“Bahasa Jermanmu hanya mendapatkan nilai A-?!” Tanya Ibunya melihat perkembangan Shiori yang tidak begitu baik.


“Iya,” jawabnya dengan singkat sambil menundukkan kepalanya.


“Kamu masih saja mendapatkan nilai yang kecil ini,” tegur ayahnya pada Shiori.


“Lihat kakakmu, itu! Dia sudah mendapatkan Goethe-Zertifikat A dengan nilai sempurna. Kamu tidak ada apa-apanya,” tegur ibunya membandingkan Shiori dengan kakaknya.


“Sudah wajar, bukan? Dia tidak apa-apanya denganku."


“Oh, Albert sayang! Kamu adalah anak emas kami,” puji ibunya sambil mengeluskan kepala Albert, kakak Shiori. 


“Dengan kepintaranmu ini, kamu bisa masuk ke Universitas Harvard dengan mudah.” puji ayahnya segan kepada Albert.


“Iya. Aku akan belajar lagi untuk meningkatkan prestasiku. Jadi, ....” ia pergi dari Shiori.


“Jangan memaksakan dirimu!” Pinta ibunya dengan perhatian.


“Kami akan membawamu ke mall untuk merayakan sesuatu untukmu,” bujuk ibunya dengan wajah membaiknya.


“Kami juga sudah menyiapkan McDonald sebelum kamu belajar.” lanjut ayahnya.


“Wah! Aku tidak sabar menantinya,” balas Albert sambil tertawa meninggalkan ruang tengah.

__ADS_1


Mereka meninggalkan Shiori yang hanya berdiri kaku. Ia merasa ada sebuah garis yang tidak seimbang. Karena itu, ia menuju kamar yang kecil dan segera ke ranjang untuk meluapkan tangisannya.


Setelah itu, ia kembali ke ruang makan dan melihat sebuah pesan dan ada sebuah hidangan yang sudah diberi plastik di atas meja. a mengambil pesan itu dan segera membacanya.


[Makan ini! Jika sudah, bersihkan dapur dan kembali ke kamarmu! - Ibu Shiori]


Shiori mematuhi perintah itu dan segera memakannya sambil duduk. Lalu, ia menghabiskan makanan dengan cepat sebelum membersihkan dapur dan segera menuju ke kamarnya. 


[*^*]


6 Agustus 2021, keluarga Zuckerberg mendapatkan musibah. Mereka harus membayar hutang sebesar € 100.000 (Rp, 168.384.158,20) karena Shiori melanggar peraturan sekolah dengan skor 100 poin. Entah apa pelanggaran yang Shiori lakukan, sehingga menjadi pihak sekolah memberi penalti pada kedua orang tuanya. 


“Ini semua salahmu! Kau yang membuat kami Harus membayar  € 100.000!" Marah ibunya pada Shiori. 


Shiori mengelak, "Aku tidak melakukan apapun," memohon.


"Kamu memang membuat kami beban. Percuma aku menyekolahkan kamu." Marah ayahnya dengan tatapan sinisnya.


"Tolong percayalah padaku! Aku tidak berperilaku seperti itu," cekal Shiori sambil menahan tangisannya. 


Pada saat itu, Albert pun datang menghampiri kedua orang tuanya dan memberi saran pada mereka untuk Shiori. Ia mendekati telinga mereka dan segera mengusulkan sesuatu pada mereka.


"Ayah. Ibu. Bawa saja dia ke Iron Maiden. Dia akan mendapatkan hukuman buang pantas. Soal € 100.000, serahkan saja padaku!" Bisik Albert ada kedua orang tuanya.


Ide ini membuat orang tuanya setuju. Mereka mengangguk seperti biasanya, mengandalkan Albert seperti anak emas. Di dalam hatinya, Albert merencanakan sendiri agar bisa melihat Shiori menderita.


"Aku sudah menjebaknya, membuat berita palsu mengenai Shiori. Padahal, pihak sekolah tidak pernah memberikan pemberitahuan pada mereka untuk membayar hutangnya. Aku juga sudah memberikan bukti yang kuat agar berita ini tidak palsu," batinnya dengan penuh kemenangan.


Akhirnya mereka membawa Shiori di sebuah tempat yang cukup gelap dan sempit. Ibunya dan Albert mengikutinya. 


"Ayah! Kamu membawamu kemana?" Shiori menahan tangisannya. 


"Kau akan tahu nantinya," jawab ayahnya dengan singkat.


Setelah sampai menuju ke ruangan bawah tanah, mereka melihat ruangan kecil dengan sebuah alat yang berdiri kokoh. Lalu, ibunya menyalakan lampu dan lampu itu terang benderang.


Sekarang, Iron Maiden di depan Shiori bukanlah sebuah hiasan. Ini adalah sebuah alat yang akan dia gunakan seumur hidupnya. 


Dengan itu, ayahnya memasukkan Shiori ke dalam Iron Maiden dan menutup pintu itu, sehingga Shiori tidak bisa keluar.


Dengan itu, duri itu mulai menusuknya dan membuat Shiori menjerit kesakitan. Darah yang mengalir pada tubuhnya dan membuat anggota keluarga yang lainnya menjadi senang. 


"Inilah akibatnya kamu membuat beban kami meningkat!" Seru Ibunya dengan tawa. 


"Lepaskan aku! Aku tidak melakukan kesalahan apapun! Tolong keluarkan aku dari sini!" Shiori terus berteriak sambil menangis.


"Tidak akan setelah kami puas sekarang," lanjut ayahnya.


"Tidak! Hentikan! Aku akan melakukan apa yang kamu mau." Shiori terus berteriak. 


"Teruslah menangis! Hanya itu yang bisa kau lakukan," respon ibunya mendengar Shiori yang menangis itu.


Dengan kesenangan orang tua itu membuat Shiori pasrah dengan hal itu. Kedua orang tuanya dan anak emas itu membiarkan Shiori setelah gadis itu keluar dari Iron Maiden. 


Mereka meninggalkannya dan pergi ke McDonald untuk merayakan sesuatu. Shiori yang berlumuran darah segera menuju ke kamarnya dan segera mengucurkan air matanya.


[*^*] 


7 Hari kemudian, Shiori berjalan ke sekolah dengan wajah yang suram dan penuh dengan bekas luka. Ia sudah mengalami bekas luka yang cukup parah.


Sesampainya di sana, dia dikelilingi oleh beberapa siswa lalu mereka memasukkannya ke dalam loker yang berisi dengan paku.


Shiori mengalami kejadian yang sama. Dia masuk kedalam ruangan yang sama. Namun, tidak berpikiran bahwa penderitaannya yang semakin meningkat.


Teriakan Shiori semakin menjadi-jadi. Namun, tidak ada yang mendengarnya. Para siswa dan siswi hanya sibuk dengan aktivitas mereka. Oleh karena itu, mereka mengunci secara otomatis dan dibuka beberapa jam kemudian. 

__ADS_1


Ketika Shiori disiksa dengan Iron Maiden, ada sebuah suara yang entah darimana sumber itu. Suara itu menggema dan membuat Shiori semakin ketakutan. Dengan itu, suara itu terdengar pada saat penyiksaan Shiori berlangsung, Itu adalah Valhalla. 


[Terkutuklah bagi orang yang tidak berguna! Kau tidak bisa melakukan apapun lagi! Kau tidak memiliki teman dan sahabat! Kau seorang gadis yang penyendiri! Aku tidak akan memaafkanku! - Valhalla]


Dengan suara itu, tangisan Shiori semakin menjadi-jadi. Shiori dikurung selama beberapa bulan segera mengeluarkan darahnya. Ia berpikiran akan mati beberapa jam kemudian, namun, tidak. Ia masih hidup. Ia sudah terikat dengan seseorang yang tidak diketahui itu. Dengan ikatan itu, Shiori bisa bertahan hidup dengan rasa sakitnya selama 3-6 jam lamanya. 


Kontrak itu membuatnya hidup lebih lama. Namun, itu tidak membuat Shiori semakin menderita karena iri tidak bisa melakukan apapun untuk melepaskan kontrak ini. 


Maka dari itu, tanpa suruhan orang tua dan temannya, ia melakukannya sendiri. Ia memasuki ruang bawah tanah dan menyiksa diri karena ia merasa tidak dihargai.


Setelah itu, dia melakukan itu untuk meluapkan kesedihannya yang begitu mendalam.


[*^*] 


Tahun 2022, Shiori tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena ia sakit. Padahal, ia memaksakan diri untuk ke sekolah. Namun, dengan kondisi tubuhnya yang sudah memprihatinkan membuat Shiori diberhentikan semua aktivitas pendidikannya.


Maka dari itu, orang tuanya memindahkan Shiori ke Moskow dan membuang Shiori ke jalanan. Sementara itu, Albert diterima di Universitas Harvard dengan usianya 13 tahun. Orang tuanya pindah ke Amerika dan tidak akan bertemu dengan Shiori lagi selamanya. 


Namun, saat Shiori kehilangan harapan dan duduk di jalanan. Tidak ada yang bisa ia tinggali. Ia juga sedih karena sendirian. Tidak punya teman dan. Maka dari itu, ia menjadi incaran preman dan geng karena ia masih perawan. Ia juga menjadi korban pelecehan setiap hari.


Namun, ketika kegelapan dan Valhalla itu menghantuinya, ada seorang yang membuatnya hidupnya berubah. Shiori dipungut oleh seseorang yang bekerja sebagai pengurus apartemen yang ditinggali oleh pekerja kantoran jabatan menengah ke atas.


Sejak saat itu, ia menjadi asisten pengurus apartemen yang modern, membantu orang itu dengan senang hati. Ia mengurus apartemen orang lain dan menagih pembayaran penghuni apartemen itu. Mereka menerimanya dengan senang hati dan memberikan uang yang lebih padanya. 


Karena Shiori yang baik itu, orang itu mengajaknya liburan ke Sankt Petersburg dan membuat Shiori menjadi lebih baik lagi.


Dengan pengajaran yang diajarkan oleh orang itu, Shiori menjadi memahami dengan mudah dan bisa mengerjakan soal tingkat menengah ke atas. Lalu, orang itu mengajarinya olahraga dan aktivitas lainnya.


Shiori menjadi bahagia dengan sekarang. Ia lebih akrab dengan orang itu. Orang itu membuatnya lebih nyaman daripada keluarga yang dulu.


Maka dari itu, Shiori mendaftarkan diri menuju ke sebuah akademi yang dibawah naungan PBB atas saran dari orang itu. Itu adalah Akademi Militer Spyxtria. Jika kamu lulus 3 tahun, kamu akan dipromosikan oleh PBB dan bergabung dengan organisasi untuk perdamaian dunia.


Shiori lulus dengan nilai sempurna setelah menjalani ujian yang cukup ketat.


[Akademi Militer Spyxtria 


Shiori von Zuckerberg


Ujian Peringkat 3


Peringkat 1 : Rivandy Lex


Peringkat 2 : Nina Alpenliebe


Peringkat 3 : Shiori von Zuckerberg.


Nilai Akademi : A+ (93,44/100)


Kelas akan diumumkan pada tanggal 1 September 2025]


Tidak peduli jika seorang peserta tidak lulus SD. Yang penting bisa menjalani ujian dengan baik dan kondusif saja sudah cukup. Sistem kelulusan akademi itu sangat misterius.  Namun, Shiori malah bersyukur dan berharap mendapatkan teman.


Pada tanggal 1 Mei 2025, Shiori dan orang itu berpisah. Orang itu akan pergi ke Cambridge untuk mengajar untuk sementara waktu yang lama. Shiori menyetujuinya dan mengantarkannya ke sebuah bandara internasional.


Shiori mengucapkan terima kasih kepada orang itu. Orang itu membuat kehidupannya berubah drastis. Ia juga akan memegang amanat dengan baik dan mengurus apartemen sampai orang itu kembali.


Orang itu adalah Elinia Rozalsky, dosen matematika di Moscow University.


Meskipun sudah menjalani kehidupan bahagia itu, Shiori merasakan tekanan batin yang cukup kuat. Ia tidak bisa merasakan sesuatu yang cukup familiar. Iya. Itu dia. Valhalla.


Aku mungkin bahagia, bukan berarti masa lalu menghantuiku ~ Shiori von Zuckerberg.


Valhalla kembali menghantuinya. Dia menyuruh Shiori untuk menyiksa diri lagi. Ia juga mengingat Iron Maiden yang tersimpan di ruangan khusus.  Dengan itu, Shiori menggunakannya sebagai penyiksaan dirinya. Ia mengingat orang tuanya yang dulu dan teman sekolahnya yang tertawa. Shiori mengingat lagi dan lagi.


Maka dari itu, ia melakukannya setiap hari selama 3 jam. Kadang 5 jam.

__ADS_1


Cerita ini berakhir dan menuju ke masa kini. 25 November 2025.


__ADS_2