
Masa lalu Hammer yang cukup mengenaskan akan dimulai dari saat ini.
14 Maret 2019.
Suatu Kota di Siberia, Moskow.
Jam 06:00, aktivitas di suatu Kota Siberia yang cukup ramai. Hanya beberapa juta yang menghuni dan menjalani kehidupan sepi itu. Kota yang sudah melalui musim dingin yang hebat dan ekstrem.
Di sana, Hammer sudah siap untuk menjalani aktivitas sekolahnya. Ibu dan ayahnya menjalani kehidupan yang damai itu. Seorang ayah pergi bekerja dan seorang ibu menjaga rumah sendirian. Ia hanya membereskan rumah yang cukup besar itu dalam seharian. Itu bisa menjadi motivasi untuk Hammer menjadi orang yang rajin.
Namun, kedamaian itu hanyalah sesaat. Tidak ada yang menyangka hal ini terjadi pada keluarga yang bahagia ini.
Ibu Hammer mengalami overworked dan dirawat di rumah sakit pada tanggal 1 April 2019. Ayah dan Hammer merasa kasihan atas hal itu. Mereka sering menuju ke rumah sakit setelah menjalani aktivitas mereka sehari-hari
Mereka mengunjungi ke rumah sakit secara rutin dan berharap bahwa ibunya bisa sembuh dari rumah sakit. Mereka juga dapat salam dari tetangga yang baik saat mengunjungi mereka. Setelah itu, mereka menjalani aktivitas mereka dan meninggalkan ibu Hammer yang berada di rumah sakit.
12 April 2019, ibu Hammer dinyatakan menghembuskan nafas terakhirnya karena tidak bisa diobati akibat rumah sakit kota itu tidak mendapatkan lebih lanjut. Mereka sangat terpukul dengan takdir itu. Mereka tidak percaya dengan pesan dari dokter tersebut. Mereka berdua harus menerima kepergian dari seorang ibu.
Kemudian, para jenazah menguburkan ibu Hammer keesokan harinya. Ayah dan Hammer hanya terpaku dengan batu nisan yang tertulis di atas tanah dan bunga untuk kematian. Setelah menatap begitu lama dengan sedikit tangisan, mereka meninggalkan seorang ibu yang beristirahat dan segera menjalani aktivitas seperti biasanya.
12 Mei 2019, Ayah Hammer sudah menjalani kehidupan dengan seorang wanita yang memiliki seorang anak yang cukup tekun dan rajin. Dan sepasang kekasih mulai berhubungan dengan baik
Mereka berhubungan dengan baik dengan ayah, ibu, dan dua anak. Mereka pindah menuju ke kota yang dengan jarak 2000 km dari Moskow.
Awalnya, kehidupan harmonis itu benar-benar berlanjut. Namun, masalah itu berawal pada tanggal 10 Juli 2019, pada saat musim panas. Ibu tiri itu menyuruh Hammer.
"Nak, ambilkan kipas angin dan buka jendela," pinta ibu tiri itu pada Hammer.
Hammer menerima perintah itu sementara anaknya yang lain hanya tertawa jahat dengan suruhan itu. Entah apa yang ia rencanakan pada Hammer. Hammer menerimanya dengan senang hati.
Namun, yang ia pikirkan ternyata salah. Pikiran yang senang hati itu mulai menghilang. Ibu tiri dan anak itu seringkali menyuruh Hammer untuk melakukan hal yang kecil hingga melakukan hal yang besar.
Ayahnya tidak menyadari bahwa itu membuat Hammer merasa tertekan dengan suruhan itu. Hammer menyembunyikan semua itu dan menjalaninya dengan terpaksa walaupun dia sering melakukan untuk mengesankan ibu tirinya dan anak itu.
Dan itulah merupakan awal dari sebuah alasan untuk menjadi malas.
23 Oktober 2019, pada saat musim gugur, Hammer selalu malas ket8ka selalu disuruh oleh ibu tirinya melakukan hal yang menurut ibunya itu sepele dan tidak penting. Jadi, ia malas melakukannya, ia akan dimarahi habis-habisan.
Sejak saat itu, Hammer menyadari bahwa ada yang aneh yang terjadi pada keluarga ini. Ini seperti berat sebelah. Tidak sama rata. Mereka hanya harmonis saat di awal saja, seperti pdkt kepada seorang pacar. Namun, seiring waktu keharmonisan itu berkurang dan akhirnya menghilang juga.
Hammer akhirnya menyadari itu dan segera melapor pada ayahnya bahwa kehidupan saat ini bukan seperti dulu lagi. Namun, ayahnya tertawa dan menolak,"Tenanglah! Itu tidak akan terjadi. Aku tidak melihat apapun yang membuatmu tidak nyaman. Tenang saja!"
Namun, ayah Hammer tidak merasakan apapun. Ia dengan santainya mengatakan semuanya baik-baik saja. Namun, tidak bagi Hammer yang merasakan keanehan dalam keluarga ini.
Ia hanya menjalaninya namun ia malas mengerjakan semua pekerjaan itu, sementara anak lainnya tidak melakukan apapun dan merasa seperti seorang anak CEO atau Mafia. Ibu tirinya akan memarahinya habis-habisan jika Hammer malas melakukannya.
1 November 2019, Hammer semakin tertekan dengan sebuah ocehan itu. Ia tidak menjadi seorang pemalas karena terlalu banyak pekerjaan. Karena itu, ibu tiri itu menamparnya dan membawanya ke ruang bawah tanah dengan paksa.
__ADS_1
Hammer hanya termenung di ruangan yang gelap dan sepi sambil menahan air matanya. Ia tidak bisa membayangkan sesuatu lagi. Semua kehidupan mengenai dia telah hancur seketika Ia tidak bisa membayangkan kehidupan yang bahagia itu.
3 November 2019, Hammer terkurung dan tidak bisa keluar dari ruangan yang gelap itu. Ia tidak bisa membayangkan kesepian yang menghantuinya, hanya memikirkan keluarga yang bahagia itu, meskipun itu sulit dijalankan oleh setiap orang.
“Seandainya, aku bisa lari dari sini,” gumamnya terkurung di ruangan gelap itu.
Ia pun bertekad yang bulat dan mencari cara untuk bisa lolos dari sini. Ia berdiri dari renungannya dan mencari tempat yang bisa membuatnya keluar dari sini.
Namun, ruangan gelap itu cukup menghambatnya dan tidak makan selama 2 hari membuatnya semakin lemas. ia tidak bisa menahan tenaga yang semakin lama semakin lemah.
Namun, ia tidak peduli dengan rintangan itu, hanya berpikir dan bertekad untuk keluar dari sini. Ia mencari benda yang tidak terlihat di matanya. Hanya mencari benda yang menyentuhnya.
Ia melihat ada sebuah benda yang menarik perhatiannya. Ia bergerak ke benda yang menarik itu. Ia mendapatkan ide dan mengumpulkan semua benda yang bisa dinaiki agar ia bisa mencapai sebuah bemda yang cahaya itu. Ia mengumpulkan dan menaiki benda, lalu ia mencoba untuk segera keluar dari ruangan yang gelap itu.
Akhirnya, ia keluar dari ruang bawah tanah dan bergerak menjauhi rumah itu secara diam-diam agar ibu tirinya dan anak itu tidak dapat melihatnya. Mereka hanya bersantai di teras. Maka dari itu, Hammer kabur dari belakang dengan tenaganya yang semakin berkurang.
“Apanya yang bahagia?”
“Apanya yang nyaman?”
“Aku hanya disuruh dan diperlakukan seperti seorang pembantu kecil.”
“Tidak ada yang bahagia dengan keluarga ini.”
“Ini membuatku lari dari mereka.”
5 November 2019, Hammer berjalan di hutan sambil mengelus perutnya yang cukup menipis. Ia sama sekali tidak makan dan minum di hutan itu. Hutan itu hanya berupa pohon yang berguguran dan tidak ada hewan dan tanaman yang bisa dimakan olehnya.
Jadi, ia berjalan menuju tempat yang jauh dari tempatnya semula. Ia berjalan menuju tempat yang sepi dan dingin. Ia hanya menahan rasa kedinginan itu dengan ekstrim. Namun, ia tetap berjalan seperti biasanya walaupun tidak makan dan minum.
Namun, pada jam 16:03, ia terjatuh pada saat berjalan. Ia tidak bisa menahan semua penderitaan yang menimpanya. Karena tidak bisa minum, ia kehilangan cairan yang berada dalam tubuhnya dan mengakibatkan ia tidak bisa bertahan lama.
Ia berpikir hidupnya akan berakhir sampai di sini. Karena ia tidak bisa melanjutkan kehidupannya, ia berniat untuk menunggu ibunya yang sudah berada di alam baka.
Jam 18:12, ada seorang anggota KGB yang sedang menjalankan misi di hutan itu. Ia berjalan menelusuri hutan yang lembab itu. Tak lama kemudian, ia menemukan seorang anak yang terkapar di hutan itu.
Dengan hati perikemanusiaan itu, anggota itu segera membawanya kembali ke Moskow untuk diberi keterangan lebih lanjut setelah menjalankan misinya yang cukup merepotkan itu.
1 Desember 2019, Hammer dibawa ke Moskow dan diadopsi ke Distrik Militer Moskow untuk dititipkan kepada seseorang. Seseorang yang berprofesi sebagai psikiater menerima Hammer dan disitulah Hammer bertemu dengan Zhukov dan Saphine yang sedang bermain demi bawah naungan KGB.
Mereka bermain seperti anak kecil pada umumnya dan hidup bahagia seperti sedia kala. Mereka bernasib sama dan tidak akan khawatir karena mereka adalah sebuah ikatan yang tidak bisa dilepas.
Dan mereka berteman sampai saat ini.
[*^*]
Aku berada dalam ruangan Hammer merasa curiga dengan itu. Aku mendengar sebuah perintah yang hanya tertentu pada Hammer. Wanita itu menyuruh Hammer untuk membeli bahan makanan. Aku juga mendengarkan kata perintah yang cukup samar saat aku pergi meninggalkan apartemen yang Hammer tinggali.
__ADS_1
“Sesuatu yang merah, yah?” Gumamku saat mencari sebuah perintah yang dimaksud.
Sup Borscht!
Hanya itu yang berwarna merah. Aku sudah membuat itu sebelumnya. Aku melirik di suatu ruangan. Aku mengintip dengan teknik “Arctic Warfare : Observation.” Bukan berarti aku mengintipnya mandi. Itu mengerikan.
Dia sedang bersantai menunggu Hammer yang tidak pulang. Ia juga memeriksa pekerjaanku dengan sedikit gerakan.
Dengan itu, aku segera pergi meninggalkan apartemen Hammer dan membeli bahan makanan yang digunakan untuk membuat Sup Borscht. Aku lari menuju ke supermarket yang sudah kami singgahi.
Setelah sampai di supermarket, aku segera berlari menuju ke rak sayur. Kemudian, aku beralih menuju rak daging. Aku mengambil beberapa daging kecil untuk menunjang rasa sup itu.
Setelah itu, aku membayar dan meninggalkan supermarket dan menuju ke apartemen Hammer. Setelah sampai di apartemen Hammer, aku segera menuju ke ruangan wanita gemuk itu. Aku membuka pintu dan membuat perhatian pada wanita gemuk itu.
"Rivandy, apa yang kau lakukan?! Seharusnya Hammer yang melakukan tugasnya!" Wanita itu memarahiku.
"Tolong diam sebentar! Aku akan membuatmu sup Borsch," tekadku sambil membuka bahan makanan untuk membuat sup Borsch.
Aku membuka semua bahannya dan segera memulai memasak. Aku mulai memotong sayuran dan membuat air panas secara bersamaan. Lalu, aku memotong daging kecil menjadi lebih kecil.
Setelah menyiapkan bahan makanan yang telah dipotong, aku segera memasukkan bahan makanan itu ke dalam panci. Aku juga memasukkan bahan-bahan yang lain untuk membuat hidangan itu menjadi lebih enak lagi.
Setelah menyelesaikan masakanku, aku segera menghidangkan kepada wanita itu. Wanita itu menerima masakanku dan segera mencicipinya. beberapa saat kemudian, ia merasakan rasa yang sangat tidak dibayangkan seperti sebelumnya.
“Wah! Aku tidak merasakan hal yang kelezatan ini. Aku merasakan seperti anak muda saja. Duduklah! Kamu juga harus memakannya juga,” ajak wanita itu agar aku bisa makan.
Aku hanya menerima ajakan itu dan segera makanannya juga. Aku melahap masakan yang cukup kurang bagiku. Aku juga mengingat komentar Neesan yang membuatku suram. Aku tidak bisa melupakan itu, hanya perlu meningkatkan kemampuanku.
Apa yang ia pikirkan?
Kenapa dia tidak mengkhawatirkan Hammer. Aku merasakan hal yang tidak enak di sini.
“Nak! Kamu memang pekerja keras. Tidak seperti Hammer yang pemalas itu. Entah kemana dia itu. Dia sangat lambat dan tidak bisa diandalkan. Namun, selama kamu ada disini, aku merasa lega sekarang.” ocehnya duduk berhadapan denganku.
Perkataan itu membuatku tidak enak. Dia seenaknya membuang sesuatu tanpa merasakan akibatnya. Ini seperti masalah yang tidak sepele. Ada yang tidak beres di sini. Aku harus menyelesaikan semua ini dan segera mengakhiri ini semua.
Aku memutuskan sesuatu untuk memperbaiki semua ini. Aku segera beranjak dari duduk dan segera pergi dari ruangan yang hangat itu. Aku segera menuju ke pintu dan tidak memedulikan kehangatan dan memilih untuk berkorban.
Wanita yang melihatku yang sedang beranjak segera menghentikanku, “Tunggu! Kamu mau kemana?”
Aku menoleh pada wanita itu dengan dingin. Aku menjawab, “Masih banyak yang harus aku kerjakan.”
“Tapi, kau ...” Ucapan wanita itu terhenti.
“Aku akan membersihkan ini semua. Jangan hentikan aku! jadi, silahkan santai di sini sampai besok!” Aku segera pergi dari ruangan wanita itu dan segera pergi meninggalkan apartemen Hammer. Wanita itu hanya terdiam kaku dengan itu.
Aku akan membereskan ini semua. Aku akan membereskan semua pekerjaan dan mencari Hammer.
__ADS_1
Aku sudah tahu ini semua. Aku hanya menyelesaikan ini.