Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Musim Dingin Moskow : Penyakit Hipotermia


__ADS_3

Jam 06:59, musim dingin telah tiba. Banyak orang Moskow yang sedang mempersiapkan sesuatu. Namun, itu sekedar wacana saja. Mereka hanya menunggu kesempatan setelah tahun baru nanti. 


Aku pergi ke akademi bersama keempat sadis yang sedang mengobrol. Aku hanya terdiam dengan obrolan mereka. Aurora dan Evelyn sedang mengobrol tentang Natal. Akishima dan Sheeran seperti biasanya sedang bertengkar. Aku hanya terdiam dan menahan serangan udara dingin ini. 


Aku tidak bisa menahan ini lebih dari 5 menit. Padahal, jarakku ke akademi masih jauh. Aku masih belum mengerti kenapa langkah mereka semakin cepat? Atau aku yang semakin melambat?


Ini dingin sekali. Meskipun aku mengenakan syalku. Udara dingin dan salju masih menghantuiku. 


Karena tidak bisa menahan lagi, langkah kakiku terhenti dan terdiam untuk sementara. Lalu, mencoba untuk memanggil mereka. Namun, suaraku tidak sampai pada mereka. Hasilnya, aku tidak bisa berkata apapun.


Ketika mereka sedang asyik mengobrol, mereka lupa jika aku ditinggalkan oleh mereka. Mereka tidak melihatku terdiam dengan suhu dingin yang menyerangku. 


Rasanya, aku seperti seorang prajurit yang kedinginan. Aku tidak akan bertahan lama.


"Bagaimana menurutmu, Rivandy?" Tanya Aurora menoleh padaku. 


"Rivandy?!" Panggil Aurora mendekatiku yang terdiam.


Akishima, Evelyn, dan Sheeran memberikan perhatian yang sama seperti Aurora yang sedang menghampiriku. Mereka menunda aktivitas dan menoleh padaku, memandangku dengan rasa penasaran mereka. 


"Ayolah! Jangan diam saja! Akademi masih jauh, lho," bujuk Akishima mendekatiku. 


"Ayo jalan, desu! Kalau tidak jalan, aku akan memasang roda tank di kakimu, desu," lanjut Evelyn sambil memegang alat cetak biru itu.


"Sayang. Ayo kita jalan! Aku akan mengajakmu ke ranjang kalau kamu mau," lanjut Sheeran memanggilku sambil mengelus tubuhku.


Tapi, aku tidak menjawab apapun. Aku tidak bisa mendengar mereka. Penglihatanku yang semakin lama semakin samar. Tatapan yang semakin kabur tidak akan bisa melihat mereka dan merasakan tubuh mereka. Aku hanya berfokus untuk menahan suhu dingin itu.


Maka dari itu, aku menjatuhkan diriku ke tumpukan salju yang dingin itu. Aurora dan gadis lainnya terkejut dengan aku yang pingsan itu. Mereka melihatku terbujur kaku lalu menghampiriku dan mendekati wajahku untuk memeriksa kondisi tubuhku.


Aurora memeriksa kondisi tubuhku..Ia melihat ada isyarat bibirku yang sudah kusampaikan padanya. Aku tidak tahu apakah aku bisa menyampaikannya dengan baik atau tidak.


Siapa saja … tolong cium aku!


Aku rasa aku akan mati. Tidak akan bisa menahannya lebih lama lagi. Aku ingin sekali mati rasanya. Musim dingin itu menyeramkan. Mereka akan cemas dengan keadaanku. 


Benar saja, mereka semakin cemas dengan aku sekarat di tumpukan salju. Mereka tidak mengetahui bahwa aku memiliki suatu gejala yang tidak biasanya. Maka dari itu, aku tidak bisa menjalani lika-liku seperti biasanya.


"Rivandy? Kamu kenapa, desu?" Tanya Evelyn mendekatiku.


"Ayo bangun! Jangan berbaring di tumpukan salju!" Lanjut Akishima memegang tanganku.


"Sayang! Kamu kenapa? Kau baik-baik saja? Jawab aku!" Tanya Sheeran melihatku yang kedinginan. 


Situasi semakin mengkhawatirkan. Akishima, Evelyn, Sheeran berusaha untuk menyadarkanku. Namun, aku kedinginan tidak akan bergerak satu centimeter pun. Dengan keadaanku yang sedang kritis, mereka semakin panik dan tidak tahu harus bagaimana lagi.


"Rivandy! Jangan mati, desu! Aku tidak bisa hidup tanpamu, desu." Tangisan Evelyn semakin mengeras.


"Sayang. Bangunlah! Kalau kamu tidak bangun siapa yang mengambil keperawananku?" Tanya Sheeran sambil menahan tangisannya. 


"Tentu saja Ugly Bastard, bukan Rivandy," jawab Akishima sambil menangis.


"Awas kamu ya! Aku akan memukulmu," tekad Sheeran menangis memegang tubuhku.


"Coba saja kalau bisa!"  Lontar Akishima memelukku sambil menangis 


Di tengah kecemasan itu, Aurora sedang membuat tandu yang dilatih oleh Klub PMR. Aurora sudah bisa membuat tandu dari internet. Jadi, tidak perlu mengikuti anggota Klub PMR untuk membuat tandu.


"Semuanya! Aku sudah buat tandu dari perak! Akishima. Kamu angkat Rivandy! Kita tidak akan membiarkannya mati!" Pinta Aurora memegang tandu.


"Ryoukai!" Akishima menerima perintah itu dan segera mengangkatku yang sedang kedinginan. 

__ADS_1


"Sheeran, Evelyn. Kamu jaga dia dari segala arah. Kalian juga bisa membantu mengangkat Pangeran yang kedinginan. Aku akan Akishima akan membawanya ke akademi," lanjut Aurora melihatku yang sudah berada di atas tandu.


"Apapun buat sayangku pasti ku kabulkan," terima Sheeran dengan mata cintanya.


"Umu, desu," terima Evelyn mengangguk pelan.


Akhirnya, mereka membawaku dengan tandu untuk menuju ke akademi. Akishima, Aurora, Evelyn, dan Sheeran memegang tandu yang dibuat oleh Aurora. Mereka membawaku di udara yang dingin itu. 


"Kalau sampai terlambat, Rivandy akan mati, lho," lanjut Aurora serius.


""Kita harus cepat!" Tekad Akishima dengan kekuatan Vegeta.


"Kita harus sampai satu menit kemudian. Tidak boleh terlambat!" Lanjut Sheeran dengan kekuatan Goku.


"Aku tidak mau berurusan dengan gadis yang stres, desu," komentar Evelyn dengan datar.


Sesampainya di akademi, mereka membawaku dengan diam-diam. Karena ada seorang mata-mata dari Klub Pangeran, mereka melaporkan sesuatu pada anggota lainnya. Mereka melihatku yang sedang kedinginan. Aku tidak tahu akan dibawa kemana. Rasanya seperti dibawa ke luar angkasa.


Para gadis melihat mereka yang memanduku menggosipkan sesuatu dengan suram. Mereka juga tidak membiarkan para gadis itu mendekatiku. Dengan konflik itu, akademi menjadi medan perang. Namun, beberapa saat kemudian, Klub Disiplin membubarkan perseteruan itu.


Alhasil, aku dibawa ke unit kesehatan oleh keempat gadis itu. Lalu, ruanganku dijaga lekat oleh anggota Klub Disiplin yang ditugaskan oleh Sinta dan Diana. Entah kenapa mereka menerima tugas ini dengan senang hati. Aku tidak menyadari apa yang terjadi, hanya berbaring di unit kesehatan dengan sekarat. 


Aktivitas akademi menjadi suram tanpa keberadaanku.


[*^*] 


Jam 10:01, Pak Stephan meninggalkan kelas dan segera mendiskusikan sesuatu kepada Dr. Cherry mengenai ketidakhadiranku. Aurora dan Evelyn sedang pergi menuju ke tongkrongan yang diberikan lokasi oleh Zhukov. Akishima dan Sheeran menuju ke sana. Denis dan Hammer berurusan lagi dengan Eleva. Ini mengenai sepak bola. Saphine ikut juga. Alhasil, terdapat suatu tongkrongan yang cukup penting. 


Setelah berkumpul, mereka duduk seperti biasanya dan segera mendiskusikan mengenai maksud dari perkumpulan itu. 


"Apa apa Aurora? Kamu sepertinya pucat," tanya Saphine perhatian pada Aurora yang sedang berpikir.


"Aku mencoba untuk membangunkannya, desu. Tapi, dia tidak mau bangun, desu," lanjut Evelyn.


"Dia kedinginan pada saat musim dingin. Kalau musim gugur, dia tidak apa-apa,* lontar Akishima dengan jelas.


"Sayangku. Dia sedang sekarat. Aku harus bagaimana?" Tanya Sheeran khawatir dengan kondisiku. 


"Oo. Begitu. Aku sudah tahu jawabannya." Saphine mengerti dengan keluhan itu.


"Begini, Rivandy mengidap penyakit Hipotermia di musim dingin. Karena suhu tubuh di Moskow mencapai 0 derajat, dia menjadi lemah pada saat musim dingin tiba."


"Kalau Hipotermia sendiri adalah sebuah penyakit.saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal. Biasanya suhu normal itu adalah 35 derajat."


"Penyebab Hipotermia sendiri pada umumnya disebabkan oleh paparan suhu dingin atau air dingin dalam waktu lama. Itu berlaku jika kalian tercebur di sungai es yang dingin. Itu bisa membuat kalian mengidap penyakit itu."


"Diagnosanya sendiri dengan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik dengan termometer khusus. Tidak boleh sembarangan. Pemeriksaan itu dapat dilakukan untuk mendeteksi masalah pada organ vital. Contohnya, elektrokardiografi, pemeriksaan laboratorium, dan sinar X."


"Komplikasi yang dialami oleh penderita Hipotermia adalah radang beku, beberapa jaringan tubuh membusuk akibat terhambatnya aliran darah, bahkan kematian."


"Pengobatannya sendiri ada beberapa kategori. Cara yang dilakukan Aurora itu sudah benar. Membawa pasien ke akademi segera dengan menggunakan selimut dengan tandu itu adalah pilihan terbaik."


"Pada saat pasien mendapatkan pertolongan medis, dokter harus menghangatkan saluran pernafasan dengan oksigen melalui masker dan selang. Lalu, memberikan infus  berisi larutan salin. Setelah itu, mengalirkan larutan untuk melewati dan menghangatkan beberapa organ tubuh penderita."


"Dan terakhir, medis harus mengeluarkan dan menghangatkan darah pengidap, lalu kembali mengalirkan darah yang hangat itu  ke dalam tubuhnya, dengan menggunakan CPB (Cardiopulmonary Bypass) atau mesin hemodialisis."


"Kalian bisa mencegahnya dengan cara mengonsumsi kalori dan cairan yang cukup, melakukan pengawasan lebih pada pengidap, dan jangan membiarkannya di tempat dingin dalam waktu lama."


"Mendengar penjelasan Aurora tadi, Rivandy terkena penyakit Hipotermia tingkat parah. Jika dia tidak mendapatkan pengobatan selama 3 jam, … dia akan meninggal," jelas Saphine mengenai penyakit Hipotermia dengan wajah yang sadis.


"Tidak! Aku tidak mau membiarkan Rivandy meninggal!" Akishima berteriak merasakan aura kematian itu.

__ADS_1


"Kalau Sayangku mati, aku akan menjual tubuhku," lanjut Sheeran memainkan tubuhnya.


"Kalau begini, aku tidak akan membiarkannya mati," tekad Akishima mengeluarkan kekuatan Goku.


"Kau benar! Aku juga tidak membiarkannya kedinginan. Aku akan tidur bersamanya di ranjang kalau perlu," lanjut Sheeran menggunakan kekuatan Vegeta.


"Kita kerja sama untuk menyembuhkan Rivandy. Dengan begitu, dia akan selamat," usul Akishima malah menjadi Naruto.


"Singkirkan perbedaan dan selamatkan dia!" Sheeran menjadi Sasuke.


Akishima dan Sheeran menjadi sekutu. Aurora dan Evelyn malah menertawakan mereka. Zhukov dan Saphine merasakan kekompakan dan kekocakan mereka. Baru kali ini Akishima dan Sheeran bekerja sama. Mereka berkelahi hanya karena keberadaan Rivandy. Jadi, jika Rivandy dirawat di rumah sakit, barulah mereka untuk bekerja sama.


Ini sama seperti Goku yang bekerja sama dengan Vegeta. Lalu, mereka seperti Naruto dan Sasuke setelah mereka berseteru cukup lama.


"Biasanya mereka bertengkar, desu. Kebetulan mereka bekerja sama, desu," komentar Evelyn menertawakan Akishima dan Sheeran yang kekanakan itu.


"Mereka seperti anak-anak," lanjut Aurora menahan tawanya memandang kedua gadis yang tidak biasanya.


"Saphine. Kapan kita bisa menjenguknya besok? Aku ingin memberikan sesuatu yang hangat untuknya," tanya Zhukov dengan santai. 


"Paling cepat … besok. Tapi, kamu hanya bisa mengajak setidaknya 1 sampai 4 orang. Itu akan mengganggu dokter," jawab Saphine.


"Kalau tidak pertanyaan, aku akan mengakhirinya sekarang juga," lontar Saphine sebelum mengakhiri pembicaraan. 


"Aku punya pertanyaan, desu." Evelyn membuka suara.


"Bolehkah aku menjenguknya sekarang, desu? Aku dan Aurora akan merawatnya sedikit sebelum diantarkan ke rumah sakit, desu. Jadi, aku akan menjaganya biar dia sedikit lebih baik, desu," usul Evelyn dengan menggosokkan tubuhnya dengan malu.


"Evelyn. Biar aku yang mengatasi hal itu. Kalian kembali ke kelas. Kalian hanya akan menghambatnya. Klub Pangeran dan gadis lainnya akan mengincar Rivandy. Mereka tidak akan membiarkan Rivandy dibawa ke rumah sakit dan memutuskan untuk merawatnya," usul Zhukov. 


"Kalian bisa menjenguknya besok. Aku akan menemani kalian. Denis dan Hammer akan mengunjunginya lusa nanti," lanjut Saphine dengan aura malaikatnya.


"Ya sudah! Aku ingin membuat sesuatu untuk menyembuhkannya. Aku ke kantin dulu. Ayo, Evelyn!" Ajak Aurora untuk ke kantin.


"Umu, deau," terima Evelyn dan segera mengikuti Aurora.


Zhukov dan Saphine segera bergegas menuju ke kelasnya dan bertemu dengan Eleva yang serius. Akishima dan Sheeran melakukan rencana untuk menyelamatkanku dari Hipotermia. 


Eleva sedikit tertekan dengan obrolan Zhukov dan Saphine. Mereka menjelaskan sesuatu ada Eleva. Eleva hanya terdiam dan segera membuka suara setelah Zhukov selesai bicara.


"Oi! Zhukov. Aku akan melakukan apa yang kau mau. Aku tidak mau gadis amatiran akan menjenguknya," protes Eleva dengan tenang.


"Aku serahkan semua itu padamu. Kau pasti bisa menghalangi mereka semuanya," ujar Zhukov mempercayai Eleva sebagai rekan.


"Tch! Jangan harap aku bisa melakukan itu untukmu! Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Rivandy sudah cukup membantu. Aku akan membalasnya,* pamit Eleva segera meninggalkan Zhukov dan Saphine. 


Zhukov dan Saphine memutuskan untuk kembali ke kelas mereka. Mereka melakukan rencana untuk mencegah para gadis lain untuk menjengukku.


[*^*]


Setelah pelajaran militer selesai, Aurora dan Evelyn pulang ke apartemen dan Evelyn menginap di apartemenku. Akishima dan Sheeran ikut juga. Mereka memesan makanan mereka melalui Uber Food dan segera melakukan rencana backup mereka.


Setelah itu, mereka segera tidur karena malam di musim dingin lebih panjang daripada musim panas.


Keesokan harinya, sepulang sekolah, mereka berkumpul bersama dan segera menjengukku di rumah sakit setelah dipindahkan kemarin.


Sesampainya di rumah sakit, mereka ke rumah sakit dengan tenang dan damai, tanpa keributan. Namun, sebuah ledakan yang sangat dahsyat terjadi di dalam rumah sakit itu. mereka panik melihat ledakan besar itu.


"Apa itu?" Tanya Sheeran melihat ledakan itu.


"Aku tidak tahu, desu. Itu adalah ..."

__ADS_1


__ADS_2