
Cerita masa kelam Evelyn Emily akan dimulai dari … sekarang.
24 Februari 2018
Liverpool, Britania Raya.
Sebuah taman bermain untuk anak-anak. Sekumpulan anak sedang berkumpul dan bermain dengan bimbingan para guru di TK. Para orang tua sedang menikmati anak mereka yang sedang bermain.
Pada saat itu, Evelyn yang mengenakan seragam dan gaun yang cukup cantik. Ia menoleh ke ibunya yang berdiri di sekitar Evelyn. Evelyn dengan berada dalam suasana yang cukup ceria.
"Evelyn. Kamu harus jadi anak yang baik! Berteman dengan lainnya supaya kamu bisa bersosialisasi dengan mereka," saran ibunya sambil mengelus-elus rambut Evelyn.
"Iya, Mama. Aku sudah bawa Optimus Prime, Bumblebee, Gundam Exia, dan Gundam 00, desu," jawab Evelyn memegang robot miliknya.
"Baiklah. Selamat senang-senang!" Pamit ibunya melambaikan tangan kepada Evelyn.
Evelyn pergi dan berkumpul menuju ke perkumpulan yang lainnya. Ia menuju ke perkumpulan yang lain dan menikmati taman bermain yang dibimbing oleh guru TK. Setelah berkumpul dengan yang lain, dia mengikuti arahan dari guru TK itu.
Guru itu memberikan arahan pada anak murid untuk bermain dan menaati aturan yang ada. Tidak ada yang boleh membuat keributan dan pertengkaran. Selain itu, dia berpesan agar membuat taman bermain menjadi lebih baik dan aman. Tidak ada yang membantah. Mereka mematuhinya dengan senang hati sambil tersenyum dengan lebar.
Pada saat yang lainnya sedang bermain, Evelyn membuat sesuatu yang menarik perhatian orang dewasa. Mereka melihat ada seorang anak yang berbakat dalam membuat robot. Tidak ada seorangpun yang bisa membuat robot seperti Evelyn.
Setelah membuat robot, ia membuat percobaan yang bisa dilakukan oleh robot itu. Robot yang ia ciptakan adalah Robot Gundam versi Master Grade ukuran kecil. Evelyn memasang headphone miliknya dan segera melancarkan perintah pada robot itu untuk menembak balok.
"Tembak, desu!" Evelyn memerintahkan robot melalui headphone miliknya.
Robot itu mengeluarkan senapan berupa bola Dodgeball dan Lego mengenai balok dan menjatuhkannya.
Semua orang tak terkecuali guru TK membuat terkesan dengan kepintaran Evelyn. Para Orang tua dari anak lain menganggap Evelyn adalah gadis yang berbakat dalam membuat robot. Ibu Evelyn sangat bangga dengan anaknya. dia mengelus Evelyn dan membuat hubungan antara orang lain menjadi lebih baik.
Tapi, dengan memberi perhatian itu, membuat seseorang yang misterius sangat terpukau dengan bakat Evelyn. Dia berada di belakang bayang-bayang segera melapor pada seseorang yang cukup penting. Dia melihat dari pandangan yang cukup tajam mengenai itu.
Dia dengan seragam mata-mata melihat kemampuan Evelyn dari jauh. Dengan kumis seperti bangsawan dan dengan sikap yang licik melaporkan hal ini pada seseorang yang penting. Ia menyalakan ponsel di balik bajunya dan segera menyambungkan pada seseorang.
"Disini, Code 10. Sir Manner Acquiro. Kita mendapatkan masa depan," lapor mata-mata itu pada seseorang.
"Masa depan yang bagus untuk Percobaan Apocalypse."
[*^*]
Mei 2019, Evelyn pergi ke TK untuk belajar. Ibunya menyiapkan bekal untuknya dan segera mencium pipinya. Evelyn sangat menyukainya dan memeluk ibunya sebelum pergi dari rumah untuk mengikuti pelajaran.
Evelyn pergi sendiri dan tanpa bantuan orang lain. Ia sudah tahu arah jalan dari sebuah rute ke sekolah. Evelyn berjalan dengan gaya robotnya. Ia dengan senang tidak sabar dengan mengikuti pelajaran yang ia inginkan.
Namun, ada sebuah mobil warna hitam menepi dan menghalangi jalan Evelyn. Mobil itu tidak membiarkan Evelyn untuk jalan taman kanak-kanak. Tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari mobil dan segera menculik Evelyn dan membawanya ke mobil.
Evelyn terkejut dengan orang yang mengambilnya dan menyeretnya ke dalam mobil. Dia berusaha melepaskan orang yang menculiknya. Namun, tidak bisa. Orang itu sangat kuat, sehingga Evelyn tidak memiliki peluang untuk lari.
"Lepaskan aku, desu!" Evelyn memberontak dan mencoba untuk melepaskan diri.
"Diamlah! Kau harus ikut denganku!" Pinta mata-mata itu dengan tatapan sinisnya.
"Tidak mau, desu! Aku tidak mau ikut, desu," tolak Evelyn sambil meronta-ronta.
"Oi! Setrum dia! Dia harus diserahkan hidup-hidup," pinta mata-mata sambil memegang kumisnya membuat orang itu memenuhi perintahnya
Evelyn berteriak menahan setruman listrik itu. Mata-mata itu sangat senang dengan sandera yang pingsan. Ia akan mendapatkan jatah yang cukup baik untuk seseorang yang sangat penting. Mereka juga berniat untuk meninggalkan Liverpool dan segera melesat jauh ke London.
__ADS_1
"Kita akan apakan dia, Bos?" Tanya orang yang menahan Evelyn.
"Kita akan bawa dia ke London dan segera hadapkan dia pada Nyonya Manshery. Dia akan senang dengan kita dan membayarnya dengan £ 5500," ocehnya dengan senyuman yang jahat.
Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan seperti F1. Tidak ada yang tahu apa yang mereka lakukan. Tidak ada yang tahu apa tujuan mereka dalam menghadapi masalah yang cukup serius dan hanya untuk eksklusif.
Setelah sampai di London beberapa hari kemudian, mobil itu segera ke London.dan menuju ke Mansion. Mobil itu segera masuk dan menghentikan mobilnya dan mata-mata itu segera berhadapan dengan Nyonya Manshery Elizabeth V, yang merupakan hubungan sedarah dengan Elizabeth V.
Nyonya itu berhadapan dengan mata-mata sambil menghabiskan tehnya. Mereka dengan senang hati dan loyalitas segera menghormati Nyonya itu seperti seorang ksatria.
"Selamat datang di mansion ku! Apakah kalian sudah mendapatkan apa yang aku suruh, Sir Manner?" Tanya Nyonya itu berdiri dan menghampiri mata-mata itu.
"Sudah, Nyonya. Aku sudah mendapatkan gadis yang berbakat. Anda bisa menggunakannya sesuka hatimu," jawab Sir Manner menyerahkan Evelyn pada Nyonya Manshery.
"Aku menghargai apa yang kamu kerjakan. Sekarang, Kembali ke Liverpool dan menunggu perintahku!" Suruh Nyonya itu dengan nada yang sangat membanggakan.
"Siap, Nyonya. Aku juga sudah memberi peringatan kepada Lucy untuk merayu ayah dari anak ini dan membuat keluarga yang baru," lanjut Sir Manner segera pergi dari hadapan Nyonya Manshery setelah menghormati bangsawan itu.
Nyonya itu sangat senang dengan perintah mata-mata yang sangat terhormat dan patuh. Setelah itu, ia menyuruh pelayan untuk membangunkan Evelyn dengan guyuran air. Setelah air itu mengenai Evelyn, Evelyn terbangun dan segera melihat di sekitar. Ia harap itu hanyalah mimpi. Tapi, ternyata tidak. Itu kenyataan yang pahit.
"Kau sudah bangun, yah?" Tanya Nyonya Manshery dengan tatapan sinis dan senyuman.
"Ini … dimana, desu?!"
"Kamu siapa, desu?!" Tanya Evelyn menjauh darinya
"Aku adalah seorang bangsawan. Mulai hari ini, kamu ada di tanganku. Kau tidak akan lari dariku!"
"Tidak, desu! Aku harus kembali dan sekolah, desu!" Evelyn berniat untuk keluar dari ruangan itu.
"Kau … tidak bisa kemana lagi," sambungnya membuat Evelyn ketakutan.
Evelyn tidak sadar apa yang terjadi. Ia tidak menyangka bahwa ia dibawa ke tempat yang suram.
"Penjaga! Bawa dia ke ruanganku! Dia harus diajar sopan santun pada seorang bangsawan sepertiku," suruh Nyonya Manshery kepada penjaga itu untuk membawa Evelyn ke ruangannya
Penjaga itu menerimanya dan segera membawa Evelyn dengan paksa. Evelyn merasa tertekan dengan suasana yang baru. Rasanya tidak nyaman karena ia dibawa secara paksa. Penjaga itu lebih kuat daripada anak kecil seperti Evelyn.
"Lepaskan aku, desu! Aku akan menghajar kalian, desu!" Evelyn berusaha memberontak dan segere melepaskan diri.
"Tasmu sudah aku sita contoh percobaan. Sekarang, diamlah!" Nyonya Manshery membuat Evelyn terdiam kaku.
Evelyn yang tidak pernah dimarahi hanya terdiam dengan wajah gelap. Penjaga itu mulai bisa menawan Evelyn dan membawanya menuju ruangan yang cukup sempit.
Setelah tiba di ruangan yang sempit. Nyonya Manshery segera memerintahkan penjaganya untuk mendudukkan Evelyn berhadapan dengannya. Kemudian, Evelyn diborgol agar tidak kabur. Nyonya itu segera menyerahkan kertas yang penuh dengan kontrak itu pada Evelyn.
"Tanda tangan disini! Dengan begitu, kamu sudah berada di tanganku. Kamu harus bekerja untukku selamanya," ucap Nyonya Manshery memaksa Evelyn untuk menulis kontrak.
"Tapi, bagaimana dengan kehidupanku, desu? Aku tidak mau bekerja untukmu, desu!" Tolak Evelyn dengan mentah-mentah.
"Huh?! Silahkan saja duduk manis dan segera nikmati penderitaanmu! Besok, kau tidak akan bisa kembali ke ruang tuamu!" Nyonya Manshery berpaling dari Evelyn.
"Argh! Aku tidak takut padamu, desu! Aku akan laporkan polisi dan 911, desu. Lalu, kau akan ditangkap dan …." Ucapan Evelyn mengoceh dan merendahkan Nyonya Manshery
"Diamlah kau, dasar sampah!" Nyonya Manshery memarahi Evelyn yang berusaha memberontak.
"Kau anak kecil yang tidak punya etika lebih baik jadi budak untukku!" Lanjutnya membuat Evelyn terdiam dengan amarah Nyonya Manshery.
__ADS_1
Evelyn hanya terdiam. Dia merasa kemarahan itu membuatnya terdiam dan tidak melakukan apapun. Dengan Evelyn terdiam membuat Nyonya Manshery memutuskan sesuatu. Keputusan yang membuat mimpi buruk pada Evelyn.
"Silahkan duduk manis disini dan lihatlah besok! Kau akan menangis dengan keras dan menerima kontrak dariku. Aku harus menyibukkan diri dengan kecantikan," pamit Nyonya Manshery meninggalkan Evelyn yang sedang dikurung dan diborgol.
Nyonya Manshery meninggalkan Evelyn beserta dengan penjaga. Mereka meninggalkan Evelyn tanpa memberinya makan dan minuman.
"Tunggu aku, desu! Aku mau keluar dari sini, desu!" Evelyn mencoba berteriak dan segera mencari cara untuk segera keluar dari sini. Namun, percuma saja. tidak ada yang mendengarkan Evelyn.
Evelyn terdiam dan mencari cara untuk lolos meskipun dia masih kecil. Dia mencari cara untuk keluar dari sini. Dia memanggil semua robot yang ia ciptakan untuk membebaskan dan pergi dari sini. Namun, dia tidak bisa bebas dari borgol itu. Ia berusaha sekuat tenaga dan mengingat film apa yang bisa mengeluarkan Evelyn dari tempat yang lebih dengan mimpi buruk.
Ia mengingat setiap adegan yang muncul di film. Film yang ia nonton sudah berada di otaknya. Evelyn harus mengingat semua kejadian dalam film itu agar bisa membebaskan borgol dari sini. Bahkan, harus mencari peluang untuk kabur dengan adegan kartun yang ia nonton. Transformers, Dora The Explorer, dan film lainnya
Sudah banyak adegan film dan kartun yang ia coba untuk keluar dari sini. Namun, tidak ada peluang untuk bisa lolos. Ia tidak bisa meraih kunci yang berlubang itu dan melepaskan dirinya. Tidak ada pilihan lain. Ia harus menunggu kesempatan untuk kabur besok.
[*^*]
Keesokan harinya, Evelyn bangun dengan menahan laparnya. Nyonya itu menghampiri Evelyn dengan penjaga di luar. Jika Evelyn memberontak, para penjaga itu segera menyetrumnya lagi. Evelyn hanya menatap dan menyambutnya dengan dingin.
"Sudah bangun?!" Tanya Nyonya Manshery dengan tatapan merendahkan.
" …." Evelyn hanya terdiam.
"Sepertinya tidak. Aku anggap kamu berusaha untuk lolos dari sini!" Respon Nyonya Manshery dengan melihat Evelyn yang sedang dingin.
"Silahkan lihat ini! Aku harap kamu tidak akan kembali lagi ke Liverpool untuk menonton Liga Inggris (Premier League)," harap Nyonya Manshery menyuruh Evelyn untuk melihat video.
Video itu diputarkan dengan layar lebar. Nyonya Manshery segera pergi dari sini dan melihat reaksi Evelyn yang akan trauma akibat kehilangan orang tuanya. Video diputarkan 19 menit. Video itu diputarkan dengan isi kematian ibunya. Selain itu, video itu berisi ayahnya yang sedang dirayu oleh wanita lain dan mengajaknya ke ranjang dengan asas saling mencintai.
"Tidak! Tidak! Tidak! Mama! Mama! Mama! Jangan mati, desu! Aku takut, desu!"
"Mama! Mama! Mama! Siapa yang melakukan ini, desu?!"
"Eh?! Papa, sedang apa dia disitu, desu? Papa. Jangàn dengarkan dia! Ingat Mama, Desy! Papa! Papa! Papa!"
"Mama, Papa! Jangan tinggalkan aku, desu! Kalau kalian meninggalkanku, siapa yang akan merawatku, desu?!"
Tangisan Evelyn pecah. Ia tidak percaya ayah dan ibunya mengalami musibah. Ibunya yang meninggal akibat tabrak lari dan rumah Evelyn menjadi milik mata-mata. Evelyn tidak punya tempat tinggal dan keluarga lagi. Ia hanya sendirian dengan gadis yang masih berumur 4 tahun.
Setelah tangisan Evelyn pecah selama beberapa menit kemudian, Nyonya itu segera menghampirinya Evelyn dengan jijik dan segera membuat kontrak dengan Evelyn agar Evelyn bisa menjadi miliknya. Percuma polisi mencari keberadaan Evelyn. Tidak ada yang tahu identitas mengenai dirinya.
"Sekarang, kamu sudah paham dengan ini. Sekarang isi kontrak ini dan bersiaplah untuk bekerja besok! Aku tidak mau menunggu lama lagi!" Keluh Nyonya Manshery menyodorkan kertas kontrak itu pada Evelyn.
"Baiklah, desu!" Evelyn menerima dengan anggukan kepalanya.
Setelah mengisi kontrak itu, Evelyn dibawa ke kamar yang sama seperti penjara dan kurungan pada Abad Pertengahan. Ia tidur di sana dan berdiam diri dengan harapan yang pupus.
Nyonya Manshery sangat senang dalam hatinya dengan kertas kontrak yang ada di tangannya. Ia bisa memperlakukan Evelyn sesuka hatinya.
Keesokan harinya , Evelyn membersihkan semua mansion sendirian. Tidak ada yang membantu. Setelah bersih dan mengkilap, Nyonya Manshery menyeretnya ke ruangan yang penuh dengan ilmuwan. Evelyn disiksa dan memaksa bakat mengenai robotik keluar dari otaknya dan segera diambil oleh Nyonya Manshery.
Ia sangat senang dengan serum yang ada di tangannya. Setelah eksplorasi itu selesai, dia menyuruh penjaga itu agar Evelyn dibawa ke kamar penjaranya.
Mereka menerimanya dan mengirimkan Evelyn ke kamar penjara. Evelyn dihempaskan ke dalam penjara dan terdiam tanpa bergerak sedikitpun.
Ini sudah berakhir.
Masa lalu berakhir dan beralih ke masa sekarang.
__ADS_1