Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Kotori Andromeda : Sergapan CIA


__ADS_3

Senin, 4 Mei 2026, sebuah ruangan yang tertutup. Terdapat seorang Programmer yang tengah bekerja keras, mendapatkan sebuah data yang penting untuk meningkatkan kemampuannya.


30 menit kemudian, ia bergegas memindahkan semua data ke flashdisk lalu mematikan laptop miliknya. Setelah menyimpan flashdisk di saku celana, dia merapikan ruangan tersebut meskipun sudah kehilangan tenaga.


Lelah karena mengurus semua kode yang salah dan program yang tidak berjalan dengan mulus. Dia keluar dari ruangan itu dan bergegas mendapatkan sinar matahari yang cukup.


Jam 14:24, sebuah apartemen yang mewah dihuni oleh seorang CIA sekaligus manajer EG, Near Elsworth. Programmer tersebut masuk dengan izin Near lalu melaporkan hasil pemrograman yang ia lakukan.


"Tuan Near. Aku sudah mendapatkan sebuah alamat. Kita bis menyerang besok. Sekaligus, aku sudah mendapatkan kontak nomor rekannya. Terbukti sebanyak 10 kontak telepon bisa kita retas sekaligus."


Near sangat tersenyum, sudah mendapatkan informasi dan data yang sesuai dengan harapannya. Dengan flashdisk yang diberikan Rodri, pujian Near terasa surga dan menghasilkan perjanjian yang meyakinkan.


"Bagus sekali. Aku suka pekerjaanmu, Rodri. Sekarang, aku bisa menjalankan rencana yang bagus untu menangkap dua target sekaligus."


"Bagaimana cara Anda menangkap dia target sekaligus?" Rodri sedikit bertanya pada Near mengenai rencana.


"Mudah saja. Aku menyerang Target K lalu memaksa Target R untuk datang menyelamatkan Target K meskipun percuma. Aku sudah mengetahui semua kemampuan mereka. Kita tinggal memanfaatkan kelemahan mereka dan mereka sudah di tanganku."


"Creatorku, Hulk, Wolverine, dan Deadpool akan menjalani operasi dan penjagaan yang ketat. Black Widow sebagai cadangan."


Rodri memahami semuanya. Lupakan soal rencana. Programmer itu memutuskan untuk membahas tentang pembayaran yang ia dapatkan.


"Baiklah. Aku sudah paham. Bisakah kita langsung ke transaksinya?"


"Baiklah. Karena pekerjaan dan pengalamanmu, aku memberikan $1000 untukmu. Kau bisa mengambil koper di samping pintu apartemen dan pulang. Aku akan mengurus sisanya." Near menjelaskan tanpa meninggalkan kursi yang diduduki.


"Baiklah. Aku akan pergi secepatnya. Terima kasih atas uangnya." Tanpa basa-basi, Rodri meninggalkan Near dan membawa koper berisi uang.


Sekarang, Near sendirian, harus duduk di kursi sambil mengerjakan berbagai tugas yang memberatkan. Meskipun begitu, rencananya selalu berhasil.


"Sekarang, Rivandy dan Kotori. Kau akan menjadi milikku."


[*^*]


Jam 17:12, matahari mulai tenggelam. Para pekerja kantoran di Moskow bergegas pulang untuk istirahat di rumah. Pada saat bersamaan, aku berencana untuk keluar dari apartemen untuk membeli sebuah barang di supermarket.


Namun, Aurora keluar saat bersamaan. Dia sedikit cemas dengan keadaanku. Maka dari itu, ia lebih perhatian dari biasanya.


"Rivandy. Kamu mau pergi kemana?"


"Ke supermarket. Aku ingin membeli sesuatu."


Aurora mengangguk mengerti. Tidak jarang aku begadang mengerjakan pekerjaanku sehingga kekhawatirannya menjadi lebih jelas.


.


"Kalau kamu pergi ke supermarket, kamu harus membawa payung. Kamu bisa terkena tetesan air hujan." Ia sudah meramal bahwa malam ini akan hujan.


Aku memutar mataku. Dia terlalu waspada. Dia bisa pergi keluar jika dia mau. Aku bisa keluar sendiri, harus menunggu beberapa saat sambil mengharapkan sesuatu.


Bel pintu berdering tepat ketika saya menemukannya, menunjukkan bahwa itu adalah orang yang tepat. Aurora membukakan pintu dan memberinya payung.


"Hati-hati, sayang!" Aurora tersenyum hangat padaku sebelum berjalan kembali ke apartemen dan istirahat sejenak.


Aku memahaminya, namun tidak bisa membalas senyumannya. Lupakan. Aku bergegas ke supermarket dengan payung pemberian Aurora.


[*^*]


Di waktu yang sama, Kotori hanya menunggu beberapa saat. Semua barang sudah ia kemas. Ia juga sudah mengosongkan apartemen miliknya, bisa jadi ia akan menjualnya.

__ADS_1


Namun, ...


Sebuah ledakan dahsyat yang memojokkan Kotori. Hulk, Wolverine, dan Deadpool sudah siap untuk mengincar Kotori. Serangan mereka memaksa Kotori untuk meninggalkan apartemen.


"Sial! Mereka sudah tahu keberadaanku."


Tidak ada pilihan lain, Kotori harus memainkan musik untuk melawan mereka. Cakar Wolverine cukup mematikan, jadi dia harus berhati-hati.


Serangan Deadpool cukup mematikan. Hanya sebuah senjata yang menyudutkan Kotori dengan mudah.


Di tengah pertempuran dan kekacauan, Near Elsworth, seorang manajer EG yang mengawasinya dari kejauhan. Senyumnya tampak seperti sedang mengendalikan Deadpool, Hulk, dan Wolverine untuk mengejar Kotori.


"Menyerahlah, Kotori! Kau tidak bisa lari dariku."


Near dibantu oleh seorang Creator yang bernama Black Widow. Ia membawa Near untuk mendekati Kotori.


"Tidak mau. Aku tidak mau ke Amerika lagi. Aku akan lari sampai ke Siberia agar kau tidak perlu mencariku."


"Electro Dubstep : Colorblind!"


Kotori mengeluarkan kekuatan supernatural. Namun, Deadpool mampu menahan serangan Kotori. Dia melemparkan berbagai senjata ke arah punggung Kotori.


"Electro Dubstep : Shockwave!"


Percuma saja. Mereka tidak bisa terluka. Serangan mereka lebih kuat dan pertahanan mereka tidak bisa ditembus. Kotori tidak bisa menyerang mereka secara sembarangan. Tidak ada yang tahu cara mengalahkan superhero seperti Film Marvel.


"Mereka sebenarnya siapa? "Dalam hati, Kotori berpikiran sesuatu.


Kotori menaiki bangunan dan loncat dengan lincah, seperti anak kecil. Selain itu, dia membuat teknik agar bisa menjauhkan mereka darinya. Ketahanan Fisik Hulk memang luar biasa, sampai mengalahkan Loki di Film Avengers.


Black Widow mengawasi Kotori dan mencegahnya keluar. Mereka tidak boleh membiarkan Kotori kabur. Near menganalisis semua titik yang bergerak melalui tabloidnya.


"Apa perintah anda, Near?" Black Widow buatan Near bertanya.


"Arahkan Kotori ke titik tertentu. Hulk. Incar target R." Near mulai memasang sebuah headphone dan mengarahkan target ke gang sepi, agar kedua target bisa ditangkap secara bersamaan.


Hulk menerima perintah dan memisahkan diri. Sekarang, hanya 2 Creator tersisa yang mengejar Kotori. Namun, mereka masih mampu menangkap Kotori jika saja Kotori melawan.


Mereka mengejar Kotori dan mengarahkan titik yang ditujukan Near, yakni ... sebuah gang dimana Kotori tidak bisa kabur.


[*^*]


"Terima kasih atas kunjungannya." Seorang kasir mengucapkan terima kasih dan kembali melayani pelanggan antrian yang lain.


Aku keluar dari supermarket, bergegas pulang karena sudah malam. Ini masih jam 18:56. Jalanan Moskow masih ramai, tidak ada yang perlu diperhatikan lagi.


Hujan deras tiba-tiba menghantam kota Moskow, padahal masih bulan April. Sepertinya, ini musim semi. Hujan dibutuhkan agar tanaman mendapatkan air.


"Sepertinya, akan hujan. Untung saja Aurora memberikanku payung."


Aku menggunakan payung dan bergegas pulang, berlari kecil dan menerjang hujan. Mungkin ini tidak terlalu santai karena sudah malam hari.


Tiba-tiba, seseorang berlari secepat kilat dan mengeluarkan tinjuannya kepadaku. Pukulan itu sangat keras, sampai membuat irang lain terlempar ke udara.


Aku sama seperti korban pukulan Hulk. Dia mendorongku dan meninggalkan kantong belanjaanku di tengah jalan.


Setelah terhempas beberapa saat, tubuhku menghantam tembok dan menimbulkan beberapa retakan.


Hulk maju dan menghampiriku, lalu memberikan sebuah pukulan yang keras agar memberikan kerusakan yang lebih parah.

__ADS_1


Aku tidak tinggal diam, tinggal merogoh Desert Eagle milikku dan menembak ke arah dadanya meskipun percuma.


Hulk tidak bisa dibunuh dengan mudah. Butuh beberapa kekuatan agar bisa mengalahkannya.


Tidak ada pilihan lain, gerakan kakiku bergerak sambil menahan luka di bagian punggung dan badan.


Tidak bisa dihindarkan. Gerakan Hulk terlalu cepat, sampai aku harus sembunyi. Gestur bertarung dengan auman yang keras menyebabkan kehilangan konsentrasi bagi lawannya.


Sniperku tidak bisa digunakan, meskipun mengenai kepalanya, belum tentu dia akan mati. Dia masih memiliki stamina yang besar.


Tidak ada yang bisa kulakukan. Hanya lari dan pulang ke apartemen.


[*^*]


Kotori sudah sampai di gang sempit, dimana dia akan terperangkap di dalamnya dan tidak bisa bebas lagi. Wolverine dan Deadpool sudah bersedia, tinggal memberikan sentuhan terakhir untuk melumpuhkannya.


Cakar Wolverine cukup mematikan, sampai Kotori kehilangan kesempatan untuk menyerang balik. Tusukan itu sampai melukai jaket hoodie merah yang dikenakan Kotori.


Begitu juga dengan Deadpool. Dia adalah monster yang sangat mengerikan sampai merenggut nyawa orang lain.


Di tengah pertarungan, Near dan Black Widow sudah di depan mata Kotori, senyuman sekaligus harapan yang akan terwujud. Harapan Near yang kejam dan tamak.


"Wah! Sedang bertarung yah? Tidak habis pikir bagaimana caramu untuk mengalahkan superhero buatanku." Near memberikan salam yang tidak biasa, kesombongannya sampai tidak dibatasi lagi.


Kotori hanya terdiam, pikirannya kosong karena panggilan itu. Itu membuat kesempatan yang besar bagi lawan untuk menundukkan Kotori.


Karena itu, Wolverine menendang Kotori ke arah tembok.


"Damn you!" Kotori mulai mengumpat di balik maskernya.


Near tertawa seperti seorang penjahat, menghampiri lawan yang kalah di Medan pertempuran satu lawan satu.


"Kenapa? Kau lari lagi? Kau tidak bisa lari dariku!" Dengan arogan, Near memberikan pertanyaan.


"Kau apakan Siren?" Amarah Kotori tersalurkan di balik masker.


"Ah. Lolicon itu. Aku sudah mengambil gen dengan rakus dan membuangnya. "


"Kau!" Kotori menyerang Near dengan mengaktifkan piring hitam dan menargetkan pada kepala Near.


Namun, Deadpool bergerak dan membungkam Kotori lalu menahannya seperti seorang penjahat. Near mendekati Kotori, memberikan kesombongannya.


"Sudah kubilang, kau tidak bisa mengalahkan Creator milikku." Near menyeringai, seakan-akan ia telah menang.


"Kau tidak boleh mengincarnya. Tidak boleh ada yang memperalatnya. Dia sudah menderita lebih jauh." Kotori tidak membiarkan Near melakukan hal yang seenaknya.


"Dari wajahmu, masker yang kau kenakan, bahkan hoodie, itu membuatku naik darah." Near menahan amarah, tidak ingin dikeluarkan demi harga dirinya.


"Kau akan bertemu dengannya sebentar lagi. Dia akan senang bertemu denganmu."


"Tidak akan kubiarkan. Kau akan menyesal karena kau membuatku marah." Tidak bisa dikontrol, Kotori memilih untuk menggunakan kekuatan secara penuh .


Tubuh Kotori menjadi terang, berwarna-warni secara mendadak. Tidak ingin CIA menang. Ini sudah saatnya Kotori bertarung penuh untuk ... merepotkan Near.


"Electro Dubstep : Highscore!"


[Electro Dubstep : Highscore adalah kekuatan pamungkas Kotori. Kekuatan ini meningkatkan kekuatan, kecepatan, kecerdasan, dan kemampuan lainnya secara penuh. Kekurangan adalah kemampuan ini dapat membuat pengguna lemas luar biasa dan harus dirawat ke rumah sakit selama 2 minggu]


Kotori akhirnya bebas dan bersiap untuk bertarung sampai darah titik penghabisan.

__ADS_1


"Aku tidak akan membuatmu tersenyum lagi!"


__ADS_2