Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Perang Cinta : Pertarungan Sengit 1,3


__ADS_3

Pertarungan di mal berlangsung ricuh. Anggota Klub Pangeran menyudutkan Klub Militer dengan baik. Robot yang dikendalikan oleh Hanna mengalami kerusakan kritis. Lalu, tank yang dikendarai tidak bisa beroperasi lagi. 


Kotori dan Shiori segera melakukan kerjasama untuk mengalahkan Lisa. Lisa dengan mudah menghindar dan tembakan dari jarak jauh. Itu membuatnya lebih terlatih daripada sebelumnya. Dengan latihan yang keras dari pelajaran militer dan Klub Militer, kemampuan Lisa menjadi lebih baik.


Kotori melakukan tebasan dengan teknik yang dipelajari dari akademi. Dengan senyuman jahat Lisa, membuat pertarungan semakin berlarut panjang. Shiori melakukan tembakan yang cepat walaupun Lisa bisa menghindari dan menangkis peluru dengan pelurunya. Dengan itu, tenaga dari kedua pihak akan terkuras dengan perlahan.


Namun, belum ada yang bisa memenangkan pertarungan itu.


Tak lama kemudian, ada sekelompok gadis yang muncul dari belakang layar dan mengobati korban yang terluka. Rin juga membawa Hanna keluar dari robot yang.sudah rusak dan segera diobati. Saphine dan lainnya membawa korban ke tempat yang sepi untuk merawat korban yang terkena tembakan. 


"Semuanya! Obati korban yang terluka. Aku akan mencari korban yang penting," pinta Rin pada anggota Klub PMR. 


Rin pergi ke suatu tempat untuk mencari seseorang yang harus diobati. Ia sudah tahu apa yang menyebabkan dari semua ini. Ia melihat banyak gadis yang bertempur hanya karena suatu tujuan yang sangat penting.


Itu karena aku. 


Shiori dan Kotori merasa kelelahan karena mereka berhadapan dengan gadis tangguh dalam militer. Lisa menggenggam MA41 di tangannya tersenyum kemenangan atas lelahnya lawan. Dia akan memberi peluang untuk menghabisi lawannya secara penuh.. 


"Ara-Ara. Kau memang tidak bisa dijatuhkan," keluh Shiori menahan nafasnya karena hampir kehabisan peluru.


"Shiori. Kita mundur dulu. Dia tidak bisa dihentikan," usul Kotori untuk meninggalkan pertempuran.


"Ayo. Setidaknya, kita bisa menahannya," terima Shiori dengan menganggukan kepalanya dan segera pergi dari sini. 


Kotori dan Shiori memutuskan untuk meninggalkan pertempuran. Lisa diremehkan karena ada yang lari dari pertempuran. Dengan itu, Lisa melakukan bidikan untuk menghabisi lawan mereka. Tidak peduli mereka lari dari pertempuran. Ia ingin bertarung sampai titik darah penghabisan.


"Kau pikir kau akan kemana? Tidak akan kubiarkan kalian lolos kali ini," lontar Lisa segera mengarahkan senapannya kepada lawan sebelum menarik pelatuknya.


Ketika ia ingin menembak, ada sebuah panggilan yang membuat Lisa tidak bisa menembak. Panggilan itu merupakan panggilan yang berasal dari Klub Militer. Dia adalah seorang dengan pangkat yang cukup kuat, yakni Ketua Klub Militer.


"Kadet Lisa. Kita mundur. Kita tidak punya peluang lagi untuk melakukan pertempuran lebih lanjut," panggil Ketua Klub Militer untuk mundur.


"Baiklah kalau Ketua mengatakan itu. Aku akan mundur," respon Lisa mengerti dengan perintah Ketua.


Lisa kecewa karena tidak bisa melanjutkan pertempuran itu. Banyak anggota Klub Militer yang sudah berjatuhan akibat peluru dan tebasan pisau. Lisa juga melihat robot dan tank yang hancur lebur akibat serangan yang kuat dari anggota Klub Pangeran.


[Misi Gagal. Pangeran Rivandy Tidak Ditemukan.]


[*^*]


Rin sedang mencari seseorang. Ia mencium bau klorin yang menyengat di hidungnya. Dia tidak terlalu mengetahui apa yang terjadi padaku. Ia ingin mencari dan membawaku pergi dari sini. Ia jijik karena bau yang ia cium sangat menyengat dan membuatnya ingin muntah. 


"Jangan-jangan. Ini?" 


Rin mengetahui bau yang menyengat itu. Ia segera berlari cepat untuk menemukan keberadaanku. Ia berlari seperti seorang serigala dan melakukan pencarian yang meluas. Ia pergi dengan langkah kakinya di tengah kekacauan di mal. Ia berlari di lorong akademi dengan cepat.


Setelah sampai di tujuan, ia melihat sesuatu yang mengejutkan. Menemukanku yang lemas tidak terkulai dengan pelukan kedua wanita itu. Ia merasa cemas karena cairanku bertebaran dimana-mana. Ia juga melihatku tidak berpakaian apapun dan kedua wanita itu tidak mengenakan apapun.


Maka dari itu, dengan perhatian, Rin membawaku ke tempat aman dan segera merawatku di perkumpulan di Klub PMR. Rin tidak memperdulikan kedua wanita itu karena dia kira aku diperkosa dan dihisap cairanku kepada mereka. Mereka sama seperti seorang murahan yang tergantung dengan hasratnya. Mereka tidak dibayar selama sejam dan melakukan itu hanya karena cinta.


Kalau kamu bangun, aku akan melayanimu, Rivandy ~ Sima Rinko.


[*^*]


Jam 10:12, Shiori dan Kotori sudah bebas dari cengkeraman Lisa. Mereka mengobati diri sebelum mencari Bella. Karena Bella rentan diincar, dia harus lari dari pertempuran dan membawaku ke tempat yang aman. Mereka berharap bahwa Bella bisa diandalkan.

__ADS_1


Sesampainya di sana, mereka sangat tercengang dengan penglihatan mereka. Mereka melihat Bella yang terkapar dengan pakaian yang telah robek. Mereka juga heran ada apa dengan Bella yang menjadi korban pemerkosaan. Mereka akan membangunkan Bella agar bisa keluar dari sini.


"Bella. Bangunlah. Apa yang terjadi?" Tanya Kotori mendekati Bella.


Bella menoleh ke samping dengan sekuat tenaga. Dengan kesadaran yang belum penuh merasa paranoid ketika ada kedua wanita yang sedang meraba tubuhnya.


"Jangan mendekat! Aku masih ingin hidup," tegur Bella melindungi tubuhnya.


"Ada apa denganmu? Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Shiori merasa aneh pada Bella.


"Jangan mendekat padaku! Kau pasti meraba dadaku. Kemudian, kau mencium tubuhku yang mungil ini dan memasukkan ke dalam tubuhku. Lalu, Oneesan seperti kalian akan menikmati tubuhku yang mungil ini dan meraba tubuhku agar dadaku tumbuh dengan pesat. Saat aku mengeluarkan carianku, kalian meminumnya dan memaksaku meminum susu kalian. Aku merasa gila karena Para Oneesan meremas tubuhku."


"Aku muak dengan hubungan Yuri kalian. Kalian para Oneesan jangan main-main denganku! Aku akan …." Ucapan Bela terhenti karena aliran listrik masuk ke dalam tubuh Bella.


Kotori menyetrum Bella karena ingin Bella baik-baik saja. Shiori sengaja merekam Bella agar menjadi koleksinya. Ia tertawa kecil hanya karena Bella menjadi korban hubungan Yuri dengan Oneesan Ara Ara. 


"Shiori. Ayo kita lari. Kita tidak bisa mencarinya lagi. Aku akan antarkan kalian,"  ajak Kotori pada Shiori untuk membawa Bella.


Shiori dengan paham membawa Bella yang tidak mengenakan pakaian apapun dan segera pergi dari mal. Mereka tidak ingin mengganti rugi kerusakan yang disebabkan oleh siswi Akademi Militer Spyxtria. Mereka tidak bisa menyelamatkanku dari ancaman. Sudah tidak ingat lagi dengan pertengkaran mereka.


[*^*]


Aurora bergerak dengan cepat dan mencari keberadaanku. Ia ingin menyembunyikan ku dari Oneesan Ara-Ara. Ia sudah memberikan serum Anti Ara-Ara padaku. Hanya menunggu waktu sebelum serum itu bekerja dengan baik. itu tidak akan bekerja jika ada Oneesan Ara Ara yang mendekati penderita itu. 


Ketika berjalan ke suatu lorong mal, dia menghampiri seorang wanita yang sedang tidur di lorong. Ia juga melihat mereka melepaskan pakaian mereka dan tertidur pulas.


Aurora melihat itu membawa mereka dan melemparkan kedua wanita itu menuju ke jalanan mal. Aurora dengan amarah segera melakukan tembakan yang cukup keras di tubuh mereka.


Akishima dan Sheeran terbangun dari tidurnya dan merasakan sesuatu yang aneh  Mereka Mendengar suara tembakan yang mengganggu  Seperti wanita murahan dan segera melancarkan sesuatu padaku.


Akishima memprotes,“Ara Ara. Jangan bangunkan aku saat aku tidur, Sayang!”


Aurora tidak merespon. Ia menyerang tanpa ampun Ialu menyerang kedua wanita itu dengan senapannya. Mereka tidak bisa menyerang. Hanya  menghindar dari tembakan itu dan segera menyadarkan diri mereka.


Namun, pada saat Aurora melakukan tembakan P90, ada seorang gadis yang sedang menebas Aurora dengan senjata pedang nya. Lalu, ada gadis lain yang melakukan tembakan Perang Napoleon, sehingga Aurora dengan lincah segera menghindar dari mereka dan segera salto ke belakang.


Kedua gadis itu segera menahan serangan Aurora yang sulit dilukai itu. kemudian, Sinta datang dan segera memberikan pakaian dan senjata untuk mereka. Kedua wanita itu berterima kasih dan segera mengenakan seragam Power Ranger mereka meskipun mereka tidak mengenakan pakaian dalam.


Lalu, ada kedua gadis dari anggota Klub Saintek yang datang untuk menghampiri keberadaan mereka. Merek dengan senjata mereka segera membantu Diana dan Nona Claveriska untuk menghadapi monster seperti Aurora.


Sekarang Aurora berhadapan dengan 7 gadis yang mempersiapkan formasi mereka untuk menghabisi monster.


[*^*]


Jam 11:45, pertarungan di mal telah berakhir. Klub Pangeran memenangkan pertarungan ini meskipun mereka harus mengganti kerusakan yang mereka hadapi. Karena mereka tidak ingin melakukan itu, mereka memilih untuk mundur dan segera mencariku di tempat lain.


Rin yang sedang merawatku dihampiri oleh 2 orang yang seda


“Rin. bolehkan aku membantumu? Aku ingin menyembuhkannya,”


“Silahkan. Tapi, kalian harus hati-hati! Kita harus membuatnya terbangun dan merawatnya. Kita tidak punya waktu lagi,” pinta Rin mengambil beberapa bahan untuk membangunkanku.


“Siap! Rin!” Terima Saphine dengan baik.


“Aku akan merawatnya dengan sesuka hatiku,” lanjut Wulan dengan senang hati.

__ADS_1


Mereka segera merawatku dan memberiku selimut yang hangat. Mereka juga tidak membiarkanku mati kedinginan karena mereka juga telah didukung olehku. Mereka mencari cara untuk membangunkanku.


Namun, ada sebuah senjata tombak yang melesat ke udara dan segera mendarat ke Rin. Tapi, Rin dengan cekatan membuka cakar naga di tangannya dan segera mematahkan senjata tombak itu. 


Saphine dan Wulan terkejut karena ada sebuah potongan tombak yang tergeletak di lantai. Rin dengan cekatan segera memerintahkan pada mereka untuk membawaku ke tempat yang aman dengan selimut dan lain sebagainya.


“Semuanya. Bawa dia ke tempat yang aman! Aku akan hadapi mereka semua,” pinta RIn menghalangi jalan tombak itu.


“Ok. Aku akan keluar dari sini,” terima Saphine membawaku ke tempat yang jauh. 


Mereka pergi dari Rin dan segera membawaku dengan cepat dan tanpa ketahuan. Rin berhadapan dengan dua gadis yang siap memburunya. 


“Kenapa kamu menghalangi jalan kami?”Tanya Elaviana memegang tombaknya.


“Dia masih sakit. Butuh perawatan spesial untuk menyembuhkannya,” jawab Rin dengan tatapan dingin.


“Ayolah! Aku akan membantumu. Aku akan menyembuhkannya dengan penuh hati,” bujuk Karmila dengan tatapan cintanya.


“Tatapan itu membuatku jijik. Kalian tidak bisa memahami perasaan Rivandy.” Rin memperingatkan dengan mata tajamnya.


“Kita bertarung untuk kehormatan orang Papua,” sodor Elaviana dengan tombak miliknya.


“Aku sudah siap. Aku akan membuat kalian pergi dari sini.” Rin sudah siap dengan cakar serigala miliknya.


“Hiya!” Serang kedua gadis itu di hadapan Rin.


Rin mulai mengayunkan cakarnya dan segera membuat mereka mundur ke belakang. Mereka keras kepala dan melancarkan teknik mereka untuk membuat Rin menguras tenaga miliknya. 


Rin dengan sigap mengayunkan cakarnya sambil memberikan kerusakan pada tubuh mereka. Namun, Elaviana menahan dengan tombak miliknya dan segera membalas serangan miliknya.


"Ulele Pante : Wakanda Anda!"


Elaviana memutarkan tombaknya dan segera melemparkannya kepada Rin. RIn menghindarinya dengan mudah dan segera membalas serangan itu. Ia tidak peduli dengan serangan itu menyerangnya dengan mudah. Ia hanya ingin mengalahkan kedua gadis itu dan segera menyusulku.


“Wolverhampton : Legalium Strike!”


RIn bergerak maju dan segera menebas dada Karmila yang lengah. Elaviana mencoba menahan serangan Rin. namun, terlambat. Karmila sudah ditebas duluan, sehingga Elaviana harus mundur dari Rin.


Rin dengan kekuatan yang sudah ia latih untuk kekasih dan orang terpercaya membuat semakin lebih kuat. Rin tidak terlalu ingin membunuh musuh. Hanya mengalahkannya dan meninggalkannya. Elaviana sangat kelelahan karena berhadapan dengan siswi yang cukup kat.


“Siapa kamu sebenarnya?” Tanya Elaviana mengalami kekalahan yang pahit karena berhadapan dengan Rin.


“Bukan siapa-siapa. Aku hanya gadis murahan yang hanya ingin menolong Rivandy,” jawab Rin dengan menarik cakarnya.


“Hah? Jangan bercanda! Kamu tidak seperti yang saya bayangkan,” keluh Elaviana merasa diremehkan karena kalah dari gadis murahan seperti Rin.


“Kalau begitu, kita berpisah dari sini,” pamit RIn berbalik badan dan segera berjalan meninggalkan Elaviana.


“Oh iya. Aku sudah berhubungan badan dengan Rivandy. Dia memang Pangeran yang cukup kuat. Kita akan bertanding di ranjang nanti,” lanjut Rin membohongi kedua gadis berkulit hitam.


“Siapa takut? Aku akan buktikan bahwa aku yang akan menjadi istri Pangeran,” tekad Elaviana dengan bulat.


Rin hanya mendengar itu. Ia tidak peduli dengan tekad itu. Hanya ingin menunggu beberapa saat sebelum hal itu terjadi. Dan itu akan dimulai dari .... sekarang.


Di lorong mal, ada dua gadis yang tergeletak di lantai mal. Lalu, ada seorang gadis dengan pakaian Spartan segera menghampiriku dan melancarkan aksinya. Dengan mata cintanya segera menikmati tubuhku yang cukup kuat dan dibutuhkan Berjam-jam untuk menghisap cairanku.

__ADS_1


"Aku sudah mendapatkanmu. Pangeran."


"Selamat menikmati!" Fillia-senpai mulai melancarkan aksi untuk menguras kehidupanku.


__ADS_2