Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
[Mei Dina & Mei Lisa] 1,2


__ADS_3

11 September 2025, jam 15:45, Lisa berjalan ke stan Klub Militer memisahkan diri dari Dina.  Ia berjalan menuju stan dengan penuh keadilan.


“Selamat datang, silahkan isi biodatanya!” Sambut petugas administrasi itu kepada Lisa.


Lisa mengisi namanya beserta identitas yang ia gunakan.


[Nama :Mei Lisa


 Tanggal Lahir : 6 Mei 2011


 Negara : Shanghai, China


 Kelas :I Saintek E


 Senjata : MA41]


Setelah itu, Lisa dipersilakan masuk dan menunggu instruksi dari ketua klub dan segera bergabung dengan anggota klub lainnya. Terdapat barisan putra dan putri yang dipisahkan untuk membedakan status mereka. Lisa berbaris di bagian depan dengan rapi.


Tak lama kemudian, ada seorang ketua klub menghampiri barisan dan memberikan hormat kepada anggota baru.


“Selamat sore, Prajurit sekalian! Aku ucapkan selamat datang kepada klub ini, yakni Klub Militer. Sekarang kalian memperkenalkan nama kalian sebelum dijelaskan jadwal ini,” jelasnya.


Satu per satu anggota diperkenalkan. Anggota itu berasal dari berbagai negara, mulai dari AS, Jerman, Indonesia, hingga China. Ketua klub itu mengingat wajah dan nama yang disebutkan anggota itu.


Setelah memperkenalkan diri, mereka berbaris dengan tegak dan menjelaskan apa yang ketua klub itu katakan. Ketua klub itu merencanakan bahwa mereka akan dilatih untuk menjadi prajurit yang terlatih dan terampil.


Mereka akan direkrut oleh kontingen seusai menjalani 3 tahun. Padahal, dari 288 murid angkatan, hanya 86 orang yang lulus. Entah apa yang menyebabkan 202 murid yang tidak lulus  Ini masih menjadi misteri mengapa hanya 30% murid saja yang bisa lulus.


Lisa memahami penjelasan itu hanya dengan melalui mata kanan yang dilengkapi dengan monokel. Banyak yang mengira bahwa Lisa merupakan orang kaya atau keturunan militer. Ketua klub yang melihat Lisa bangga dengan itu.


Setelah jam menunjukkan jam 17:56, anggota Klub Militer membubarkan diri dan akan berkumpul lagi sepulang sekolah. Lisa dipanggil sebentar oleh ketua klub dan berbicara sebentar. Setelah itu, Lisa diperbolehkan pulang dan menunggu Dina untuk pulang bersama.


{*^*}


Keesokan harinya, Jam 04:56, Lisa yang sudah mengenakan handuk segera menuju ke ruang ganti dan mengambil beberapa seragam akademi. Ia tidak lupa memasang monokel miliknya secara hati-hati untuk menjaga keselamatannya. Tiba-tiba, ada seorang gadis yang sudah mengeluarkan bom suara di belakang Lisa.


“Lisa!” Bom suara Dina mengagetkan Lisa yang sedang mengenakan monokel.


“Dina! Kalau monokelku rusak, hidupku akan terancam, kau tahu,” gerutu Lisa segera memperbaiki kacamata monokelnya.


“Maaf, maaf. Cepatlah ganti baju! Kalau tidak kita akan terlambat, lho,” bujuk Dina dengan penuh perhatian sedang mengenakan pakaian dalamnya.


“Pergilah, dasar cabul! Aku mau menyelesaikannya sekarang juga,” keluh Lisa yang mengancingi baju akademi.


[*^*]


Jam 07:10, mereka tiba di akademi. Banyak siswa dan siswi dari berbagai macam negara sedang berjalan menuju ke kelas. Lisa dan Dina kembali ke kelas sambil mengobrol tentang keseharian mereka yang sedikit menggelikan. Lisa hanya mendengarkan kejadian itu.


Namun, saat mereka menuju ke pelatihan militer, mereka mendapatkan pesan dari klub mereka masing-masing. Dina mendapatkan tugas dari aplikasi Telegram milik Dina.


[Telegram]


[Klub Pangeran Akademi Militer Spyxtria]


[Tangkap Pangeran Rivandy! Dia akan menuju ke kelas]

__ADS_1


Dina yang melihat itu melancarkan aksinya secara bersama-sama dan segera mendapatkan Rivandy untuk menjadikan mereka pacar. Lisa yang sedang melihat Dina bergegas menuju ke pelatihan militer. Setibanya di pelatihan militer, Lisa mendapatkan notifikasi yang penting


[Telegram]


[Klub Militer Akademi Militer Spyxtria]


[Perhatian! Pangeran Rivandy sudah berada di ruang ganti. Kejar dia dan ajak dia ke Klub Militer!]


Lisa segera menuju ke tempat kejadian tanpa pikir panjang. Ia berlari menuju lorong sambil mencari Rivandy  yang sedang berlari. Lisa dengan M4A1 miliknya itu sedang mencari rombongan Klub Militer. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan apakah ia menemukan anggota dengan klub yang sama.


Tapi, ia tidak sengaja menabrak siswa yang sedang berjalan dengan senjata miliknya. Ia berambut rapi warna kuning dengan warna mata biru laut. Gaya berpakaian seperti seorang bangsawan.


“Hati-hati, dasar gadis cacat! Kau hampir menjatuhkanku,” umpat siswa itu terjatuh.


“Maafkan aku, Tuan! Aku tidak sengaja,” sesal Lisa membungkukkan badannya.


“Tch! Kau sudah merusak baju elegan milikku, dasar tikus tanah!” Siswa itu berdiri dan membereskan pakaiannya lalu meninggalkan Lisa dengan perasaan jijik.


Lisa terdiam sambil menahan rasa cemasnya. Setelah menghela nafasnya dengan sebentar, Ia berlari di koridor akademi sambil mencari Rivandy agar ia bisa mengajaknya ke Klub Militer. Padahal, dia tidak mau karena itu sedikit merepotkan.


“Itu dia, kejar!” Terdengar suara dari Klub Pangeran yang dari kejauhan.


Lisa yang mendengar itu segera beraksi dan melancarkan beberapa tembakan untuk mengenai kaki Pangeran Rivandy agar ia tidak bisa berlari.


Naasnya, Rivandy bisa menghindar dari tembakan itu dan segera melakukan “Arctic Warfare : Stealth” miliknya agar ia tidak terlihat. Namun, karena ia tidak bisa memusatkan pikirannya, ia tidak bisa melakukannya.


Lisa yang tidak akan menyerah itu segera memasukkan peredam suara di senjatanya. Kemudian, ia mengarahkan tembakan kepada tubuh Rivandy.


“Burst Silent : Tertiarty Bullet!”


Sembilan tembakan dengan 3 kali jeda melesat menuju Rivandy .Namun, ia mengatasinya dengan gerakan gesit dan melakukan satu tembakan untuk menangkis peluru yang mengarahkan kepadanya. Satu tembakan sniper menangkis 4 tembakan dengan perhitungan fisika yang mantap.


[*^*]


Dina yang sedang mencari pangeran itu melakukan pencarian bersama rombongan lainnya. Mereka melakukan rencana untuk menangkap Rivandy agar mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau meskipun permintaan yang ekstrim, misalnya melakukan kawin lari, dan lainnya.


Dina yang bersama dengan gadis Kelas I Soshum B, Farah Fadillah, bergerak secara bersama untuk menangkap Rivandy agar mereka bisa swafoto dengannya setiap hari.


Mereka tidak sengaja melihat ada sebuah tembakan yang mengarah padanya. Mereka mencari seseorang yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Jika Pangeran Rivandy terluka parah, dia harus dikeluarkan dari sekolah.


Dina dan Farah melakukan teknik mereka untuk membuat Rivandy berhenti berlari. Namun, percuma. Ia masih bisa berlari. Satu per satu gadis yang mengejar Rivandy melakukan teknik miliknya untuk membuat Rivandy berhenti.


Sebanyak > 100 gadis yang berusaha untuk mengejar Rivandy. Rivandy masih dikejar oleh banyak gadis. Sudah banyak tembakan yang mereka lakukan. Namun, Rivandy hanya menghindari serangan itu dan melakukan belokan yang tiada artinya itu.


Akhirnya, langkahnya berakhir.dengan seorang wanita yang memeluknya. Wanita itu memeluknya dan mengeluskan kepalanya dengan lembut. Bunga Rose yang tertera pada dirinya menyebar ke hidung para gadis yang sedang mengejarnya.


Wanita dengan ikat cepol pirang dengan warna mata merah bercampur dengan ungu, setinggi Rivandy, dan seksi. Ia yang dengan mudah merayu pangeran itu segera melancarkan bom asapnya beraroma Rose agar ia bisa melarikan diri bersama Rivandy agar ia bisa menyantap cairannya yang masih suci.


Itu adalah “Ace Spyxtria” Tahun Pertama, Cherry Spyxtria.


Gadis yang mengejarnya itu terdiam dengan menutup hidungnya karena merasa geli dengan bau bunga Rose. Ada yang sampai terangsang dengan aroma itu dan ada yang sampai ingin bercinta dengan pasangannya.


“Perhatian! Misi gagal! Kita akan mendapatkannya lain waktu!” Seru anggota Klub Militer untuk membubarkan diri


Anggota Klub Militer harus berkumpul sebentar di koridor yang sudah diberi lokasi untuk mengadakan rapat sebelum melakukan pelatihan militer di kelas masing-masing.

__ADS_1


Lisa yang sedang membidiknya itu harus menelan pil pahitnya karena misi yang dijalankan itu gagal total. Ia harus melaporkan sesuatu kepada atasan mengenai hal itu. Ia juga membereskan M4A1 miliknya untuk disimpan di genggamannya.


Farah dan Dina yang sedang kecewa harus memenuhi panggilan dari ketua Klub Pangeran untuk melaporkan hasilnya sementara anggota lainnya harus kembali ke kelas mereka agar mereka tidak terlambat.


Ketua Klub Pangeran sudah memberikan izin kepada guru pembimbing agar mereka tidak mengikuti pelajaran militer nanti. Mereka mengobrol sedikit sebelum mereka menghadap ke ketua.


[*^*]


Di suatu ruangan yang rapi dengan suasana pagi, terdapat seorang siswi yang sedang duduk di kursi modern miliknya dan sedang mengurusi sesuatu yang ada di hadapannya. Ia adalah siswi Kelas III Saintek A, ketua Klub Pangeran.


Gadis dengan tubuh ramping dan gaya rambut sebahu tosca dan warna mata hitam pekat dengan bando merah jambu di kepalanya. Dia perawakan gadis yang manis dan ramah, tapi ia manja dan centil.


Suara pintu diketuk. gadis yang mendengar ketukan itu berucap, “Masuklah!”


Kedua gadis itu memasuki ruangan yang penuh dengan nuansa merah jambu.


“Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan Pangeran Rivandy?” Tanya gadis itu.sedang menatap kedua gadis itu.


“Ketua. Misi gagal. Ada wanita yang telah menangkapnya,” lapor Farah yang berdiri dengan panjang lebar.


“Oh, begitu. Kepala sekolah menculik Pangeran, yah?” Duga gadis itu yang sedang duduk.


“Kami sudah berusaha menangkapnya. Tapi, dia bisa menghindari serangan kami."


“Tunggu, bukankah kemarin kalian menangkapnya?” Tanya gadis itu.


“Sudah tangkap sih. Cuman belum bilang, Ketua,” jawab Farah.


“Kenapa kamu gak manggil aku sih? Aku juga mau pangeran di sampingku,” marah Chelsea mendengar laporan itu.


“Lagipula, aku benci dipanggil ketua. Panggil aku Chelsea-chan! Itu nama yang imut,”  Rengek Chelsea tidak mau dipanggil ketua.


“Chelsea-chan. Anggota lain sedang memanggilmu. Tapi, jaringan tidak tersambung,” jawab Farah dengan santai.


“Oh iya. Banyak tugas,” keluh Chelsea ingin menangis.


“Kenapa banyak tugas?” Tanya Dina ingin tertawa dengan sifat manja Chelsea.


“Sebagai ‘Ace Spyxtria’ Tahun Ketiga, aku harus meningkatkan prestasiku untuk dikirimkan ke Kontingen Garuda 10 bulan lagi,” jawabnya sambil memakan permen.


“Sudah! Kalau Pangeran Rivandy berada di tangan Cherry, dia akan melampiaskan hasrat birahinya kepada Rivandy. Sebagai ketua Klub Pangeran, aku akan menyelamatkannya dari nafsunya lalu aku akan memberi kesempatan kalian untuk melampiaskan hasrat kalian,” paparnya dengan gestur centilnya.


“Oh, iya.Chelsea-chan. Aku mau nanya. Kalau Pangeran Rivandy tidak bisa diselamatkan apa yang akan terjadi?” Tanya Farah ingin tahu apa yang terjadi pada klub itu jika Rivandy berada di tangan kepala sekolah.


“Aku akan menangis sekeras-kerasnya meninggalkan pangeran yang kucintai itu. Lalu, aku tidak bisa bertemu lagi dengannya,“ jawab Chelsea dengan akting yang berlebihan.


“Tapi, kalau pangeran di tangan kami, aku akan berkencan dengannya terakhir kali dan aku akan meninggalkan kelas ini. Lalu, kalian bisa menggunakannya sesuka hati kalian,” pungkasnya dengan raut wajah yang manis.


“Mau eksploitasi dia sampai kering juga boleh, kok,” lanjutnya.


“Tapi, kalau dia berada di pihak musuh, bagaimana?”


“Kalian dekati dia secara sembunyi dan berikan padaku! Dia tidak akan lama lagi,” celetuknya tersenyum jahat.


“Baik!”

__ADS_1


Setelah diskusi 30 menit, Dina dan Farah pamit undur diri dan segera melancarkan rencana mereka.


Rencana untuk merebut Pangeran Rivandy.


__ADS_2