
21 April 2026, sebuah taksi sedang melaju cepat. Taksi yang istimewa dengan bayaran yang mahal. Membuat supir taksi bekerja dengan senang hati.
Di dalam taksi, ada tiga orang mata-mata yang duduk rapi sambil memandang kota Moskow dengan perasaan lesu.
Seorang wanita yang gemuk hobi makan snack. Dengan rakus, ia mengambil kudapan itu dan melahapnya dengan sekejap mata. Shao, agen mata-mata Cina.
Pendekar pedang dengan seni kultivasi yang mantap. Seni Kungfu yang telah dipelajari dalam waktu singkat. Yasuo, agen mata-mata Cina dengan gaya rambut panjang ponitail coklat.
Li Yuan. Seorang wanita yang menggunakan panah, tombak dan lain sebagainya. Menjadi pengguna senjata yang terbanyak. Bahkan, ia memasukkan pistol dalam daftar senjatanya.
Mereka hening dan tidak berkata apapun. Masih terdiam dengan perintah dari bos MSS. Mereka adalah komplotan penjahat yang menjalankan misi tertentu.
Seorang sosok muncul tiba-tiba dan memberikan misi pada ketiga agen itu. Mereka semua membencinya karena selalu dipekerjakan dengan jam terbang yang tinggi. Tanpa mempertimbangkan kondisi yang terjadi.
"Misi kali ini adalah Mewawancarai Dr. Cherry. Dapatkan Informasi tentang Kasus Veltron dan dapatkan sebuah nama! Nama yang berpotensi untuk mendapatkan kecerdasan!"
[Misi : Dapatkan Informasi Tentang Veltron Chase dan Incar Sebuah Nama!]
[Kasus Veltron adalah kasus seorang Monster yang mengamuk di kota Shanghai, Cina. Sudah menyebabkan korban 10 Juta. Seluruh Agen PBB, Sebagian Besar MSS, dan Sebagian Besar Pasukan Khusus Cina Tewas]
Tidak ada bedanya. Hanya pemandangan yang menyedihkan. Mereka protes karena mengikuti misi yang bodoh itu.
"Misi yang menyedihkan! Kenapa aku harus mendapatkan misi ini?" Yasuo protes, wajahnya ditahan oleh tangan.
"Sangat bodoh! Kita malah mendapatkan misi yang payah itu lagi." Li Yuan mengeluh karena mendapatkan misi payah begitu tiba di Moskow.
"Hei! Bagaimana dengan ideku?" Tanya Shao di tengah santapan keripik.
"Tidak, Gendut! Kita tidak bisa menjalankan idemu. Kekuatan kungfu ku masih belum lancar jika menjalankan rencanamu." Yasuo menolak dan memilih diam.
"Lupakan saja! Kita harus istirahat dengan tenang setelah misi ini." Li Yuan melanjutkan.
Setelah sampai di akademi, mereka berterima kasih pada supir itu dan memberikan uang dengan lebih. Setelah supir taksi itu puas mendapatkan uang, ketiga bayangan itu ditinggalkan.
"Kita akan menghadapi Cherry sialan itu!" Yasuo menghela nafas panjang.
"Aku akan memakanmu hidup-hidup." Shao bertekad dengan tubuh yang gendut.
Seorang pendekar, cewek gemuk, dan seorang pengguna senjata panah. Satu lelaki dan dua gadis akan bertemu dengan kepala sekolah Akademi Militer Spyxtria.
[*^*]
Di ruangan kepala sekolah, Dr. Cherry telah menyelesaikan pekerjaannya. Semua dokumen PBB telah diselesaikan. Meja kepala sekolah sudah bersih.
"Akhirnya, aku sudah selesai. Aku ingin istirahat sekarang juga. Aku ingin memperkosa Rivandy dan membuatnya nikmat. Tapi, dia sedang sibuk. Pekerjaan akademi telah menyita waktunya."
"Sudahlah. Aku berpatroli saja. Siapa tahu, ada yang menarik."
Ia memilih untuk menggunakan drone akademi untuk melihat kondisi akademi. Semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang berbahaya.
Namun, ketika ia melirik drone akademi sejenak, ia menemukan ketiga sosok yang cukup menarik perhatian Cherry.
"MSS? Apa yang mereka lakukan disini? Sepertinya, mereka ingin bertemu denganku dan akan mencuri sesuatu dariku. Tidak bisa dibiarkan! Aku akan meladeni mereka."
Ia membiarkan mereka. Lebih memilih untuk membereskan pekerjaan. Masih mempertimbangkan apa yang dibahas. Mereka akan membahas sesuatu yang sensitif.
Beberapa menit kemudian, ketiga agen itu sudah berada di depan pintu ruangan Kepala sekolah. Cherry sudah siap untuk bertemu mereka bertiga.
"Silahkan masuk." Tanpa ketukan pintu, Cherry mempersilahkan masuk.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk. Setelah itu, pintu ditutup dengan otomatis.
"Kita bertemu lagi, Cherry Spyxtria!" Li Yuan memberikan salam dengan dingin.
"Ara-Ara. Lama tidak berjumpa, Li Yuan." Dr. Cherry masih menyapa, membalikkan telapak tangannya sebagai penghinaan.
"Sialan! Kita malah berhadapan dengan lajang ini." Yasuo mengejek Cherry dengan sebutan ******.
"Rasanya aku ingin memakanmu hidup-hidup." Shao menghembuskan nafas berat, seakan-akan ingin memakan Cherry.
"Kau tidak bisa melakukan itu. Kalian masih dibawahku." Cherry dengan santai menilai mereka berdua. "Ada apa kalian datang kemari?"
"Seperti biasa. Kami ingin melaporkan sesuatu yang penting. Anda tidak boleh mengabaikan yang ini." Li Yuan menjawab sambil membuka laporan.
"Tidak. Aku sudah mengetahui semuanya. Tidak ada siswa dan siswi yang lulus. Semuanya gagal." Cherry menghasut mereka, menjebak mereka dalam perangkap.
"Kau susah diajak bicara. Apa yang kau pikirkan?" Limpah Yasuo menahan emosi.
"Tidak bisa dibiarkan! ****** ini harus diberi pelajaran." Shao mengajak mereka sambil memukul tangannya.
"Heh? Apa yang kalian inginkan? Aku tidak mengerti." Tanya Dr. Cherry menghela nafas panjang.
"Aku mendapatkan laporan bahwa seorang remaja membunuh bangsawan. Tidak hanya itu, seorang bangsawan Inggris, Manshery Elizabeth V, tewas bersama dengan rumahnya." Yasuo menunjukkan video pembunuhan siswa akademi dan bangsawan Inggris.
"Sepertinya informasi ini sudah diketahui oleh berbagai kalangan." Cherry terdiam beberapa saat.
Kedua belah pihak masih memanas. Memandang lawan dengan tatapan tajam mereka. Mereka masih menahan tangan agar tidak memegang senjata dan menyerang satu sama lain.
"Kami menemukan laporan bahwa MI6 mengincar orang ini. Bahkan, BND akan merekrutnya ketika sudah lulus."
"KGB mulai merencanakan sesuatu agar murid itu terlindungi. Bisa menjaga aset lebih mudah daripada sebelumnya."
"Anda tahu sendiri, kan? Jika anda mengabaikan kami, kau akan kena akibatnya."
Penjelasan dari Li Yuan selesai. Meski pendek, sudah diberikan bukti yang valid. Tidak bisa dibantahkan kecuali seseorang.
"Sekarang aku ingin bertanya padamu. Kau tahu sesuatu dan tidak menyembunyikan apapun atau kau menyembunyikan sesuatu dan tidak memberitahu kami kan?"
"Setelah Perlombaan BLUE di Shanghai, terjadi ledakan dahsyat dan sebuah monster yang menghantam sebagian besar kota. Alhasil, banyak korban berjatuhan."
"Karena Karma, semua Agen PBB Cina yang berkumpul untuk rapat penting perusahaan dibunuh sia-sia. Sebagian besar MSS tidak bisa berbuat apapun karena Karma."
"Dan sialnya, orang itu! Dia malah menyalahkan kami karena penduduk dan satelit. Bahkan, dia membawa nama COVID-19, sehingga China pantas diperlakukan seperti serangga."
"Gendut sialan itu! Dia membunuh hakim dan saksi di pengadilan usai kasus Karma. Tidak hanya itu, aku melihat seorang wanita yang bersama dengannya."
"Di dalam pembantaian itu, kungfu, kultivasi, dan pendekar semuanya musnah di hadapan gendut dan wanita itu."
"Kau pasti pelakunya. Iya kan?"
Li Yuan mengarahkan tongkat pada Cherry yang terdiam. Mereka masih belum terima perlakuan seperti seorang itu.
"Kalau aku mengungkapkan semua ini, kau akan berakhir dan akan menjalani kehidupan dengan buruk di penjara."
"Aku akan ...."
"Cukup, Nak! Aku akan memberitahu selanjutnya." Yasuo meremas dada Li Yuan dan memutarnya dengan perlahan.
"Apa yang kau lakukan? Kau memperlakukanku seperti pelacur!" Protes Li Yuan memberontak remasan itu.
__ADS_1
"Tenang saja. Kalau kau menuruti permintaanku, kau akan selamat." Yasuo merayu Li Yuan agar diam.
Di tengah rayuan, Cherry tertawa kecil. Melihat tubuh dan dada Li Yuan yang kecil menyebabkan Cherry ingin mengejeknya, sekaligus menghinanya.
"Kau tidak ada bedanya, Li Yuan. Emangnya sehari dapat berapa orang? Oh iya. Apakah tubuhmu masih bersih? Kau harus bermain ranjang setiap hari." Cherry penasaran dengan isi tubuh Li Yuan.
"Diam! Aku masih perawan!" Li Yuan mengangkat tangan dan memarahi Cherry.
"Kau sudah melecehkan wanita China, Cherry. Aku tidak akan memaafkanmu." Shao mengepal tangannya dan ingin memukul Cherry.
"Sudah cukup para gadis! Aku yang berikutnya." Yasuo menenangkan mereka dengan sentuhan mesumnya.
"Jangan sentuh aku!" Shao menatap Yasuo dengan tajam, seakan-akan ingin membunuhnya.
"Aku akan membunuhmu!" Lanjut Li Yuan melindungi tubuhnya.
"Sudahlah. Sepertinya, aku ingin memerkosa para gadis akademi." Menyerah, Yasuo berbalik badan.
"Bercanda. Kau terlalu bawa perasaan." Yasuo menyeringai kecil.
"Oh iya. Aku dengar dia sudah mendapatkan Harem yang lebih banyak. Apakah kau ingin menunjukkan mereka?"
"Tidak akan. Ini privasi akademi. Mata-mata seperti kalian tidak perlu tahu."
Yasuo mendekati Cherry, memberikan kesepakatan agar menyetujui perkataan Yasuo. Meskipun terkesan memaksa, Dr. Cherry hanya diam saja. Tidak mendapatkan reaksi lebih lanjut.
"Ayolah! Mudah saja. Sebutkan nama siswa itu dan kau akan tenang."
"Tenang saja. Kami hanya memakai orang itu dengan sebentar lalu kembali padamu." Gestur tangan Yasuo memberikan penawaran terbaik.
"Bercanda, aku akan mengirimnya ke prostitusi. Dia akan dijual oleh para pelacur dan mendapatkan keuntungan yang mutlak."
"Tapi, kalau kau menolaknya, Turnamen Spyxtria, kami akan menculiknya dan memperkosa para gadis yang disana. Rasanya menyenangkan."
"Ini hanyalah sementara. Kau tidak akan menolak ya, ya kan?"
Yasuo memberikan tekanan pada Cherry. Wanita itu masih duduk denan tenang. Cherry malah memberi sesuatu yang buruk pada mereka.
"Rasanya sulit menerima maupun menolak. Sama-sama memberikan hal yang buruk. Tapi, aku akan menghubungi Karma dan mengincar kalian."
"O. Bukan. Aku mengadukan ini pada Karma ketika menahan kalian di gudang. Setelah itu, Karma boleh membantai kalian sampai puas. Mudah, kok."
Senyuman Cherry memberikan ancaman. Tidak hanya itu, mereka bertiga tidak bisa membayangkan mengenai pembantaian agen PBB dari Korea Selatan, Karma.
Reaksi ini menyebabkan Yasuo harus meneriaki Cherry. Teknik kultivasi harus ditahan agar tidak menimbulkan kekacauan.
"Tch! Pilih saja satu! Berikan nama atau kami akan mengacaukan Turnamen Spyxtria!"
Cherry tidak akan kalah dari mereka. Mereka masih amatir soal agen rahasia. Cherry lebih pengalaman daripada mereka bertiga.
"Baiklah. Kalian keras kepala. Kalian tidak mau memberikan pilihan padaku."
"Berikan nama atau kami akan mengacaukan Turnamen Spyxtria! Rasanya tidak adil bagiku."
"Aku pilih ketiganya. Aku akan menanyakan sesuatu pada kalian. Jika kalian menjawab jawaban yang tidak tepat, kalian boleh mengacaukan Turnamen Spyxtria. Tapi, kalau kalian sampai membuatnya menangis, aku akan menghubungi seseorang dan hidup kalian akan berakhir."
"Jadi, aku bertanya pada kalian dengan cermat."
"Untuk apa kalian menculik siswa itu di akademi?"
__ADS_1