
9 September 2025, jam 08:37, latih tanding telah dimulai. Shiori dan Bella melakukan rencana untuk menghadapi garis depan. Mereka menyiapkan senjata mereka untuk menjalankan misi mereka kali ini. Misinya sudah terdapat pada notifikasi di hadapannya.
[Misi Hari Ini : Kalahkan Kelas I Soshum B]
[Cara Memenangkan Pertarungan : Rebut Kubik Kuantum dari Musuh atau Habisi Mereka!]
Bella dan Shiori segera melancarkan misi mereka. Bella bersembunyi di bayang-bayang sementara Shiori berhadapan dengan 10 murid dengan senapannya, Lee-Enfield, senapan yang selalu berada di sisi Shiori.
{Lee-Enfield}
Shiori sudah mengenal Bella ketika mereka bermain Forex bersama-sama. Mereka akrab dengan pertemuan itu. Setelah mereka bermain Forex, mereka puas dengan hasil mereka. Shiori merasa senang karena diajari bermain Forex dengan Bella.
Ketika perbincangan itu, mereka saling memperkenalkan diri sambil mengutarakan senyuman mereka. Senyuman Shiori yang tenang itu membuat Bella ingin tersenyum.
Karena itu mereka sedikit tertawa sebab mereka saling tersenyum dengan tenang. Mereka mengobrol tentang keseharian dan pelajaran sekolah. Mereka mengobrol sampai bel kedua berbunyi.
Shiori yang berhadapan dengan 10 murid mengangkat derajatnya dan menembaknya dengan tepat sembari berlindung di tembok. 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Ada 6 murid yang terkena tembakan di dada atau kepalanya. Shiori segera mengisi peluru dan segera mengarahkan tembakan itu.
Namun, ada siswa yang sedang memegang pedangnya datang kemari untuk menebas Shiori yang sedang membidik. Dengan reflek, Shiori berbalik badan dan menoleh kepada siswa itu. Siswa yang memegang pedangnya itu melaju ke depan untuk menghadapi Shiori sambil memegang senapan miliknya.
Shiori yang sedang menahan serangan pedang itu dengan tenangnya. Ia juga menyerang siswa itu dengan tembakan beruntun Dengan pergerakan cepat, siswa itu menggunakan teknik miliknya untuk menumbangkan Shiori. Namun, Shiori masih belum bisa ditumbangkan.
Senapan milik Shiori selalu saja menangkis serangan itu dan melakukan bidikan dengan perhitungan psikologis siswa itu. Setelah memprediksi, Shiori yang sedang bersembunyi dari pertarungan itu,
Pertarungan semakin memanas. Siswa itu dan Shiori masih berselisih. Bella masih menunggu waktu yang baik untuk menembak. Hanya sekali kesempatan untuk menembak siswa itu. Ia sudah melakukan tembakan kepada lawannya untuk menghadang serangan itu.
Pertarungan semakin memanas. Shiori dengan senapan miliknya itu sedang melakukan aksinya untuk membuat siswa itu terpojok. Bella yang sedang bersembunyi yang tidak jauh dari pertarungan itu.
Setelah melewati pertarungan yang cukup panjang, akhirnya Shiori berhasil menembak senjata siswa itu, sehingga siswa itu tidak bisa menyerang Shiori lagi karena ia harus mengambil senjata itu untuk melawan Shiori.
Naasnya, siswa itu ditembak oleh Bella dari samping. Tembakan itu mengenai dari dada bagian samping siswa itu. Siswa yang terkena tembakan itu terjatuh dan dikeluarkan oleh sistem karena ia sudah tidak bisa bangkit lagi untuk bertarung dengan Shiori.
Shiori bernafas lega itu berucap, “Terima kasih, Bella,” sambil mengacungkan jempolnya.
“Sama-sama.Tapi, kita harus bergegas. Ada pemain terakhir yang harus kita urus,”
Shiori yang hanya mengangguk segera mengikuti Bella untuk melakukan sesuatu. Ia melihat ada lawan terakhir yang harus ia selesaikan. Ada seorang siswi yang sedang melakukan serangan balasan kepada 13 murid.
Bella dan Shiori sudah sampai di tempat Kubik Kuantum berada. Ia melihat ada banyak tembakan dan serangan yang beruntun dilancarkan untuk babak penentuan. Siswi dengan kepang Perancis itu mencoba melindungi Kubik Kuantum atau tidak sama sekali.
Mereka segera menghampiri kejadian itu dengan kecepatan lari mereka. Lalu, mereka bersedia untuk melakukan tembakan pada lawan yang terakhir. Bella mencoba untuk mendekati lawannya. Namun, percobaan itu tidak bisa dilakukan. Jarak tembaknya terlalu jauh. Walaupun jarak tembaknya tercapai, belum tentu efektif.
Tidak ada pilihan lain. Shiori melakukan inisiatif untuk menembak targetnya. Ia juga membuat peluang untuk melepaskan tembakan itu. Hanya 1 : 1.000 Shiori tidak terlalu mengharapkan tembakan itu. Beruntungnya, tembakan itu melesat menuju kepala gadis kepang Perancis tersebut, sehingga permainan berakhir seketika.
Semua pemain yang berada di arena keluar dengan seketika. Bella dan Shiori dikeluarkan oleh sistem dan kembali ke tempat semula sebelum masuk ke arena.
Sebelum itu, Shiori mendapatkan notifikasi khusus untuknya. Ia tidak terlalu tertarik dengan hasil kerja kerasnya itu. Ia mengabaikan itu dan memilih untuk merenungkan hasilnya itu.
[Misi Berhasil!]
__ADS_1
[Selamat!]
[Anda Menjadi MVP pada Ronde Ini]
[Anda Sudah Melakukan Last Kill Kepada Siswa yang Bertahan, Claveriska Bonaparte]
[Shiori von Zuckerberg
Kelas I Soshum A
Preview Score : S
Catatan : Menangkan Pertandingan Selanjutnya dan Jadilah “Ace Spyxtria” Tahun Kelima!]
Bella menghampiri Shiori setelah evaluasi dan strategi pertandingan selanjutnya. Ia ingin mengajak Shiori untuk makan di kantin.
“Shiori, kita ke kantin, yuk! Aku yang traktir,” ajak Bella kepada Shiori untuk ke kantin.
“Danke sier, Bella. Aku menerima tawaran itu." Ia menerima ajakan itu dan segera menuju ke kantin secara bersama.
[*^*]
Setelah mereka memesankan makanan, mereka makan di tempat kelas militer mereka. Shiori dan Bella sedang mengobrol tentang kejadian tadi. Bella memuji tembakan Shiori yang akurat itu. Ia tidak percaya tembakan Shiori dengan jarak 1 km dapat mengenai kepala lawan dengan jitu.
Shiori yang rendah hati itu mencekal, “Semua orang bisa melakukan itu. Contohnya, Rivandy Lex. Dia bisa menembak lawannya dengan jarak 1.000 meter tanpa menggunakan bantuan scope,” mengingat Bella dengan pepatah 'Di atas langit masih ada langit' agar ia tidak sombong.
“Onii-chan?!” Bella sedikit terkejut dengan sebutan nama itu.
Shiori tertawa dengan respon Bella. Ia menjawab, “Onii-chan?! Jangan-jangan kamu kenal dengannya?” Menahan tawa kecilnya dengan tangannya.
“Bagaimana cara ia menghinamu?” Tanya Shiori dengan rasa penasarannya.
“Dia … memanggilku … Shiva,” jawab bella dengan nada terbata-bata.
“Shiva? Um, Siapa itu Shiva?” Shiori berpikir nama panggilan itu.
“Argh! Aku tidak mau dengar lagi. Kita harus bersiap untuk ronde selanjutnya,” pamit Bella dengan nada ketusnya.
Bella meninggalkan Shiori untuk mempersiapkan persenjataannya. Shiori yang masih memakan kue Pretzel segera menghabiskan makanannya untuk menyusul Bella.
[*^*]
Jam 13:00, latih tanding dimulai lagi. Kelas I Saintek A, Kelas I Soshum A, Kelas I Soshum C, Kelas I Saintek E, Kelas I Soshum E, dan Kelas I Soshum F memasuki pada ronde berikutnya. Pada ronde ini, mereka akan menyelamatkan sandera dari sergapan pemberontakan.
Kedua tim harus bersaing siapa yang dapat sandera dan membebaskan dari pemberontak terlebih dahulu untuk menjadi pemenang. Tim yang menang akan masuk ke ronde final.
Shiori, Bella dan murid lainnya sedang melakukan formasi mereka untuk menyelamatkan sandera. Terdapat notifikasi yang muncul di hadapan semua murid Kelas I Soshum A.
[Misi Hari Ini : Kalahkan Kelas I Saintek E]
[Cara Memenangkan Pertarungan : Selamatkan Sandera dari Pemberontakan! Jangan Sampai Musuh dapat Merebutnya!]
__ADS_1
Pertarungan itu dimulai setelah mereka membuat rencana pembebasan sandera. Mereka akan menembus pertahanan pemberontakan itu dan beberapa orang masuk ke pertahanan mereka untuk membuat keributan. Sebagian besar harus mencegah tim lawan untuk mendapatkan sanderanya.
Shiori, Bella, dan siswi lain sedang bergerak untuk mencari sandera. Mereka memasuki ruangan dan ruangan lain. Setelah itu, mereka menemukan pemberontak itu dan segera mengatasinya dengan tembakan Headshot milik Shiori. Bella dan siswi lainnya merasa tertolong karena Shiori menyelamatkan mereka.
Ketika mereka menuruni tangga, Shiori menghentikan langkah mereka agar mereka tidak terlihat oleh orang pemberontakan itu.
Siswi yang bersama Bella bertanya, “Ada apa?”
“Mereka datang,” jawab Shiori aura ketenangannya.
“Aku punya ide,” sahut Bella mengajak Shiori dan siswi itu berdiskusi.
“Begini, …." Bella membeberkan rencananya.
Anggota pemberontakan itu sedang berpatroli dengan sigap. Mereka memegang senjata mereka untuk berjaga-jaga. Mereka berjalan ke sana kemari agar tidak ada seorang pun yang memasuki jalan itu dengan seenaknya.
Tiba-tiba ada, sebuah bom yang membuat mereka terdiam sejenak. Mereka tidak bisa melihat karena flashbang telah membutakan mata mereka untuk sementara. Bella dan siswi itu menembakkan mereka dengan cepat. Shiori memblokade tangga lain agar mempersulit tim lawan untuk menyelamatkan sandera.
Anggota pemberontakan tersebut telah ditangani oleh kedua gadis itu. Ketiga gadis tu langsung bergegas menuju sandera. Setelah sampai di tangan sandera, mereka melihat ada sekelompok penyandera yang sedang menjaga sanderanya.
Karena itu, Bella dan siswi itu sedang berjalan secara bersembunyi sementara Shiori membidik lawannya untuk membebaskan para sandera itu. Pertarungan dimulai dengan tembakan mengenai kepala penjaga sandera itu.
Bella dan gadis itu membuka segel sandera dan memandu sandera itu pergi dari lokasi yang pertarungan itu. Shiori mengisi peluru dan melakukan tembakan untuk membunuh pemberontakan itu. Para pemberontakan itu segera mencari peluang untuk menjatuhkan Shiori.
Shiori memutuskan untuk mundur setelah Bella dan siswi itu mengamankan sanderanya. Melihat itu dari kamera pengawas, pemimpin pemberontakan itu melihat kegagalan yang dibuat oleh anak buahnya. Ia menghadapi kegagalan itu dengan tenang dan penuh dengan perhitungan.
Pemimpin pemberontakan memberi perintah,“Lakukan Rencana B! kita akan menghanguskan mereka.”
[*^*]
Sementara itu, pertarungan antar kelas semakin memanas. Para pemberontakan itu sudah terpojok karena mereka tidak bisa melakukan serangan kepada kedua kelas itu. Mereka memutuskan untuk menunggu mereka tumbang satu persatu. Kemudian, mereka akan membasminya.
Kedua kelas yang sedang konflik itu tidak menyadari bahwa kelompok itu akan merencanakan sesuatu. Mereka sibuk melancarkan serangan dengan kelas lain. Siswa dan siswi Kelas I Soshum A melancarkan serangan secara besar-besaran. Begitu dengan sebaliknya..
Sesuatu yang cukup licik untuk sekelompok remaja.
[*^*]
Saat sandera yang dilindungi oleh Bella dan siswi itu, terdapat sekelompok pemberontakan itu yang mengepung jalan mereka. Jika mereka melarikan diri, mereka akan ditembak oleh pemberontak itu secara membabi buta.
“Sial! Mereka ada dimana-mana,” umpat Bella yang terpojok.
Karena ada sandera yang lari, salah satu pemberontakan itu menembakkan sandera itu, tapi Shiori menahan tembakan itu dengan perutnya. Shiori yang cuek dengan itu membalasnya dengan tembakan yang jitu, sehingga para sandera bisa kabur dengan mudah.
Bella dan siswi itu membantu Shiori untuk berjalan. Mereka tidak ingin Shiori mati begitu saja. Dengan kerjasama yang mereka bangun, mereka berhasil membebaskan sandera dan permainan akan berakhir pada 1 menit lagi.
[*^*]
Pertarungan antar kelas semakin memanas, mereka menyerang satu sama lain untuk membuat kerusakan lebih besar lagi. Para pemberontakan menyiapkan senjata mematikan di dalam markas untuk membasmi mereka dengan sekejap. Banyak tembakan melesat untuk membantai kedua kelas itu.
Namun, ....
__ADS_1
[Misi Selesai]
[Shiori von Zuckerberg membebaskan sandera]