
6 April 2026, di sebuah apartemen yang cukup sepi, ada sebuah kamar yang sepi dan gelap karena tidak terurus oleh seorang gadis yang menahan semua kesedihan yang ia alami Ia merasa dikecewakan karena seorang remaja yang ia percaya berakhir sebagai ungkapan masa lalu yang mengerikan.
Gadis yang merupakan siswi akademi hanya mengurung diri dari kamarnya. Ia takut jika ada pembunuh yang akan menghabisinya. Jadi, gadis itu menghajarnya di apartemen remaja itu dan membuat tangisan yang mengerikan.
Ia hanya berbaring sambil menyembunyikan air mata yang ia keluarkan. Karena itu, membuat Bella semakin sakit hati. Ia bangun sambil menghabiskan air matanya dan menjalani kehidupan seperti biasanya karena dia tidak akan memikirkan seseorang itu lagi.
Anivesta Bella. Gadis yang berasal dari Indonesia. Masalah Psikologi akan dimulai dari sekarang.
[*^*]
Anivesta Bella Point of View
[*^*]
Jam 07:00, aku berangkat ke akademi sendirian. Aku sudah memberi pesan pada Shiori dan teman lainnya untuk berangkat duluan. Shiori dan lainnya menunggu kedatanganku di kelas karena aku memang sedang tidak mood.
Aku merasakan perubahan yang buruk. Tidak seperti sebelumnya yang sudah berdekatan dengan seorang teman. Apalagi, teman seperti Shiori. Aku malah mengecewakan karena sebuah masalah yang mengakibatkan sebuah regangan.
Aku tidak bisa berhenti lagi.
Aku berjalan di tengah kerumunan kota Moskow. Pada hari Senin seperti biasanya, para pekerja segera ke kantor meskipun mereka membencinya. Yah, karena Moskow adalah kota yang penuh dengan sedikit tekanan akibat pekerjaan yang penuh dengan deadline.
Aku semakin terdiam dengan hiruk pikuk kota yang sudah muncul pad musim semi. Seharusnya, Musim Semi adalah musim yang penuh dengan kebahagiaan karena melewati semua ini. Namun, ini berbeda denganku.
Aku terkena dampak dari sebuah insiden yang membuatnya muak. Amarah dan kebencian telah dihampiri olehku karena aku tidak bisa mempercayai itu semua. Akibat dari itu semua, aku membenci orang Atheis sepertinya.
Aku juga sudah membenci orang yang aku seharusnya aku percaya. Karena ia seorang pembunuh, aku tidak memaafkannya. Aku malah ingin menjauhi Indonesia tentangnya.
Karena aku tidak melihat dia melakukan hal religi, sudah pasti dia Atheis. Aku tidak mau ingin membuat kesalahan yang fatal karena aku terlibat dengannya. Aku sudah menduga berita BBC di Inggris.
Sekarang, aku tidak akan mengulang hal yang serupa lagi.
Aku tidak akan berurusan dengannya selamanya.
Bella berjalan ke arah pertigaan setelah sampai ke sekolah. Aku sendirian dan tidak ada yang tahu kenapa aku merasa seperti ditinggalkan.
Iya. Itu benar. Aku hanyalah anak kecil yang dipaksa untuk menjadi orang dewasa. Padahal, aku tidak bisa melakukannya. Aku seperti boneka yang siap dipakai jika keadaan menjadi genting. Aku memang bodoh.
Selalu saja mematuhi perkataan orang dewasa. Bahkan, aku tidak punya jalanku sendiri.
Di sebuah jalan untuk menuju ke akademi, ada sebuah mobil yang mengintai sesuatu. Mobil itu berwarna hitam, berkaca hitam, dan bermerek terkenal. Selain itu, mobil itu dikendarai oleh sopir profesional.
Di bagian belakang, ada seseorang yang berada di balik kaca. Orang yang berjas setelan hitam, keperawakan muda berusia 20-30 tahun, dan berkacamata hitam sambil memegang sebuah data yang tertera di sebuah virtual.
Mobil itu selalu mengikutiku dari belakang. Tanpa ada berisik sekalipun atau aku tidak memedulikan mereka.
Tak lama kemudian, mobil itu semakin maju ke depan dan menghantamku dari belakang. Aku merasa tertabrak oleh mobil itu. Aku tidak menyadari tabrakan itu dan merasa seperti terjatuh ke dalam jurang kesengsaraan.
Aku terhempas ke bawah dan mendapatkan keluhan berupa lenganku yang mungil. Aku juga mendapatkan masalah lagi.
Aku kehilangan kesadaranku karena belum pernah ditabrak mobil sebelumnya. Memori yang cukup gelap teringat kembali. Aku tidak bisa mengingatnya lagi.
Ada seorang penjaga yang menghampiriku yang terjatuh ke tanah. Mereka memegang tubuhku yang penuh dengan depresi dan keputusasaan.
Aku disekap dan dimasukkan ke dalam mobil warna hitam itu. Tidak bisa dimengerti apa tujuan di balik semua ini.
Ini seperti sudah direncanakan oleh seseorang yang berada di kalangan yang atas.
CEO, Pejabat, atau yang lainnya.
__ADS_1
[*^*]
Sesampainya di sebuah gedung, mobil itu parkir. Orang yang setelan jas hitam menyuruh ana buahnya untuk membawaku ke tempat yang tidak ku ketahui.
Setelah dibawa ke tempat yang tidak aku ketahui, dia membiarkanku dalam kondisi yang buruk itu. Di mendudukkan aku di kursi interogasi.
Setelah itu, ruangan digelapkan. Lampu dimatikan, dan anak buah atau pesuruh keluar dari ruangan itu
Orang yang berada di kalangan teratas menghampiri dan berhadapan denganku. Dia menembakkan suntik siluman dan aku terbangun dengan kesadaranku.
Aku melihat orang itu sangat jelas. Aku sedikit takut karena mendapatkan mimpi buruk yang seharusnya tidak aku lihat sebelumnya.
Aku tidak menyangka dia sudah berhadapan denganku.
"Anivesta Bella. Kau tidak terkejut denganku. Apa kabarmu? Bagaimana dengan kehidupan sekolahmu?"
Aku tidak bisa menjawabnya. Mata yang melebar, kulit yang dibasahi oleh keringat, dan tidak ada yang bisa dikatakan lagi.
"Ayolah! Anak yang menjadi harapan orang dewasa sudah kembali kesini. Bahkan, ada anak yang bisa menebak saham dengan sangat tepat, sehingga menjadi incaran dari perusahaan yang terkenal."
"Itu adalah di depanku."
Orang itu menatapku dengan tatapan yang licik dan keuntungan. Dia datang jauh-jauh dari Indonesia untuk menangkapku.
"Kau ... Kenapa? Kenapa kau ada disini, Andy?" Tanyaku mencoba menghilangkan kontak mata dengannya.
"Bella. Kau pikir kamu menghilangkan diri dari hadapan kami karena kamu dilindungi dengan keamanan yang cukup ketat."
"Sudahlah! Aku tidak terlalu memikirkan hal itu."
Andy menghampiriku dan merayuku. Dia memegang tubuhku yang mungil seperti anak kecil. Aku risih kepadanya karena ia sangat menjijikkan.
"Apa yang kau inginkan?" Tanyaku diselimuti dengan ketakutan.
"Satunya, di Seoul, Korea Selatan dan yang lainnya di Moskow, Rusia."
"Memang ini gak ada apa-apanya dengan perusahaan yang lain. Tapi, jika kau berkenan, bantulah perusahaan ini! Jika kau menerima, aku akan memberimu beberapa keuntungan yang tidak kau sadari sebelumnya."
"Tapi, jika kau menolak, kau tidak punya keamanan yang bisa menjamin. Kau akan ditangkap oleh anggota BIN (Badan Intelijen Nasional)."
"Yang kau butuhkan adalah kekuatan supernatural milikmu. Stock Manipulation, Stock Forecasters, and Saham Pengganda."
"Tidak ada yang bisa menebak saham dengan benar selain kamu sendiri. Dan kamu adalah aset yang berharga. Kuharap kamu bisa bekerja sama dengan perusahaan ini."
Aku semakin tertekan. Aku tidak mau diperkerjakan oleh orang sebusuk olehnya. Dia ingin menguras kemampuanku sampai aku tidak bisa melakukannya.
"Tidak mau! Aku bukan alat bagimu. Kenapa kamu datang kemari hanya karena aku?"
Aku menentang Andy yang seperti Ugly Bastard.
"Sekarang, kau tidak bisa lari dariku, Anak Kecil!"
Dia berani menghinaku. Aku menjauh darinya. Dia malah mendekatiku. Aku tidak bisa menolaknya.
"Aku tidak mau kamu menolak hal ini. Kamu memang Loli Murahan karena membangkang seperti anak nakal."
"Tapi, untuk sekarang kau pergi dari sini dan beraktivitas seperti Gadis pada umumnya. Tapi, kaau kamu tidak kemari pada saat pulang sekolah, aku akan memaksamu kemari dan memperkosamu."
Dia menyuruh anak buahnya untuk melepaskanku. Aku sedikit bersalah karena membiarkan diriku menderita.
__ADS_1
Aku diantar ke akademi dengan menggunakan mobil dengan penjagaan sedikit ketat.
Tidak lupa mereka memasang chip di punggungku. Aku hanya berjalan meninggalkan orang pesuruh itu.
Hanya kesepian yang aku rasakan saat ini.
[*^*]
Jam istirahat telah tiba. Pelajaran yang melelahkan ini membunuhku. Siswa dan Siswi Kelas 1 Soshum A pergi ke kantin dan perpustakaan.
Shiori menghampiriku dengan rasa penasarannya. Ia bertanya mengenai keadaanku.
"Bella. Aku tidak melihatmu di kelas. Tumben sekali kamu hampir terlambat. Ada apa?"
Aku ingin menghindari kontak dari Shiori.
"Tidak ada. Aku hanya ingin sesuatu."
"Oh iya. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Aku juga ingin ajak Rivandy agar dia ....."
"Tidak perlu ajak aku! Aku ingin pulang saja."
Aku meninggalkan Shiori dan menghindari pembunuh sialan itu. Aku sudah menyakitinya dan dia tidak bisa mendekatiku karena ketakutan yang dia rasakan akibat yang aku lakukan.
Aku tidak ingin mereka mencari urusanku yang kompleks ini.
Namun, lagi-lagi mereka bertemu denganku. Aku menghindar mereka dan menyendiri di taman. Aku menghela nafas dan memikirkan ancaman yang barusan terjadi.
CEO itu memaksaku agar ia mendapatkan keuntungan. Kalau tidak, aku akan dilecehkan dan membuat harga tubuhku menjadi murah.
Aku memang perawan. Tapi, aku tidak mau diperlakukan kasar seperti itu. Aku tidak bisa minta bantuan pada mereka.
Setelah bel berbunyi masuk, aku segera kembali ke kelasku dan mengikuti pelajaran tanpa pembahasan apapun.
[*^*]
Sepulang sekolah, Shiori menutupi pelajaran Sejarah. Dia juga sudah mengecek ponsel miliknya untuk membalas pesan di Telegram.
Aku hanya membereskan meja agar aku segera pergi dari sini.
"Bella. Kamu ....."
Aku pergi darinya. Aku mengabaikan sebuah kata dari Shiori. Dia hanya terdiam sambil memikirkan apa yang aku lakukan.
Aku berjalan dengan cepat agar tidak ada yang mengikutiku. Aku tidak mau Andika dan lainnya ikut campur lagi. Aku memang seperti ini.
Setelah sampai di gerbang akademi, aku dijemput oleh mobil yang menculikku tadi.
Dia mengantarku ke tempat yang dijanjikan oleh Andy dan aku mulai bekerja untuk keselamatanku.
Ini mungkin seperti penjara. Penjara orang sepertiku berbeda seperti pekerja yang ada di Indonesia.
Mereka bisa bersenang-senang meskipun mereka berada di sel.
Ini berbeda denganku.
Aku hanya harus bekerja tanpa waktu yang ditentukan.
Aku tidak boleh seperti terus. Aku harus bertahan hidup.
__ADS_1
Setelah bekerja seperti orang kapital, Andy memperbolehkanku untuk pulang. Tapi, aku tidak boleh memberitahukan pada orang lain mengenai ini.
Aku meninggalkan perusahaan itu pada jam 19:00 untuk istirahat di apartemenku.