
Waktunya penentuan! Skor akhir masih sama. Para juri sudah memberikan vote kepada seorang peserta masing-masing. Hanya Cherry-neesan yang memilih, siapa masakan yang ia pilih untuk memenangkan lomba ini.
Aku dan Bella tidak mengatakan apapun. Aku berharap permainan ini akan berakhir. Kami tidak peduli dengan kemenangan lagi. Kami sudah lelah dengan kritikan itu. Aku sudah mendengarnya beberapa kali. Tapi, ini lebih mengerikan.
[Rivandy Lex vs Anivesta Bella]
[R \= 1 vs A \= 1]
Cherry-neesan memilih sesuatu untuk melakukan voting. Ia memperkirakan sesuatu yang menurutnya buruk. Ia menatap kedua piring itu dengan cukup lama dan melihatnya apakah yang ia pilih untuk sebagai pemenang atau tidak.
Akhirnya, Cherry-neesan memutuskan sesuatu. Ia tidak melakukan voting pada kedua pesta itu dan segera beranjak dari akademi. Ia berdiri di kursinya dan segera meninggalkan akademi tanpa melakukan vote apapun.
“Aku tidak memilih siapapun. Tugasku sangat banyak. Bersenang-senanglah! Aku harap kalian menikmatinya,” pamitnya segera meninggalkan panggung aula.
“Jangan pergi! Ayo selesaikan pertandingan ini! Aku tidak mau mendengarnya lagi,” tekad Bella menyuruh Cherry-neesan untuk memilih.
“Neesan! Jangan pergi! Pilihlah yang mana menurutmu baik!” Lanjutku sambil berteriak.
“Ara. Kalian tidak usah begitu. Aku tidak memilih siapapun. Itu terlalu kejam. Aku harus kembali bekerja, dadah,” pamitnya dengan gaya Oneesan MILF-nya meninggalkan kami.
“Ayo, Pilih! Jangan pergi!” Pinta Bella namun Cherry-neesan cuek.
“Neesan! Setidaknya kau menitipkan vote kepada Filia-Senpai,” lanjutku.
Percuma saja. Cherry-neesan sudah pergi. Kami tidak bisa melakukan apapun. Kami hanya terdiam kaku di depan meja juri. Fillia-Senpai yang melihat itu segera beraksi sebagai komentator. Ia menyalakan microphone dan segera mengomentari apa yang akan terjadi.
“Woah! Kepala sekolah tidak memilih siapapun. Skor tetap sama sampai saat ini. Tidak ada yang berubah. Pangeran dan Loli terpaku dalam nilai seri. Jadi, tidak ada yang dominan dan tidak ada yang resesif.”
“Karena nilai seri, maka aku sebagai komentator memutuskan untuk mengangkat mereka sebagai juara. Ini sudah ditetapkan dalam peraturan lomba. Jika hasil lomba ternyata seri, maka mereka menjadi juara lomba memasak kali ini. ”
“Maka dari itu, aku menetapkan Pangeran Akademi (Academy Prince) dan Red Loli, dari siswa Kelas I Saintek A dan siswi Kelas I Soshum A, Rivandy Lex dan Anivesta Bella menjadi pemenang kali ini!”
“Lalu, pada angkatan 2023, Chelsea Arslan memenangkan ronde final dengan mudahnya. Ia mengalahkan lawannya dengan mudah dengan masakan Perancisnya. Sangat luar biasa.”
Dengan pengumuman itu, para siswa dan siswi bersorak dengan kencang. Semuanya bahagia dengan pengumuman itu. Tidak denganku dan Bella. Kami hanya terdiam di tengah meriahnya lomba itu. Kami tidak menikmatinya, merasakan lomba ini seperti di neraka.
Setelah itu, kami dibawa ke sebuah ruangan untuk melangsingkan sesi pemotretan dan penyerahan pialanya. Lalu, kami menerima piala dan uang sebesar ₽ 100.000 yang sebenarnya tidak kami butuhkan.
Kami menatap kamera dengan pikiran kosong. Kami tidak terlalu memikirkan kemenangan. Kami hanya memikirkan kritikan pedas Cherry-neesan yang pedas itu. Aku tidak bisa melupakannya sampai akhir. Dengan kritikan itu, kami ingin mati saja.
Setelah itu, acara lomba memasak berakhir dengan konser yang dihadiri oleh Klub Musik sebelum acara berakhir. Mereka menikmatinya. Mereka berdansa dan bernyanyi yang sesuai dengan irama.
Mereka menyanyikan lagu barat, dengan judul “Justin Bieber - Never Let You Go” untuk merayakan kemenangan lomba oleh kedua peserta itu.
[Lirik Lagu Justin Bieber - Never Let You Go]
Ooh no, ooh no, ooh.
They say that hate has been sent
So let loose the talk of love
Before they outlaw the kiss
Baby give me one last hug
There's a dream
That I've been chasing
Want so badly for it to be reality
(Reality, reality)
And when you hold my hand
Then I understand
That it's meant to be
Cause baby when you're with me
(It's like you took me to heaven girl)
Cause when I stare in your eyes
It couldn't be better
(Don't want you to go oh no so)
Let the music blast We gon' do our dance
Bring the doubters on
They don't matter at all
Cause this life's to long
And this love's to strong
So baby know for sure
__ADS_1
That I'll never let you go
I got my favorite girl
Not feelin' no pain or fear
(Pain or fear, pain or fear, no pain)
Oh no, don't have a care in the world
Why would I, when you are here
(You are here, you are here)
There's a moment I've been chasin'
And I finally caught it out on this floor
(On this floor, in this floor)
Baby, there's no hesitation,
No reservation by taking a chance and more
Oh no, because
It's like an angel came by, and took me to heaven
(It's like you took me to heaven girl)
Cause when I stare in your eyes
It couldn't be better
(Don't want you to go, oh no so)
Let the music blast
We gon' do our dance
Bring the doubters on
They don't matter at all
Cause this life's too long
And this love's too strong
So baby know for sure
That I'll never let you go
(It's like you took me to heaven girl)
Cause when I stare in your eyes
It couldn't be better
(Don't want you to go, oh, no, so)
Take my hand, lets just dance
Watch my feet, follow me
Don't be scared, girl I'm here If you didn't know, this is love
Oh baby
(Cause this life's to long)
(And it's much to strong)
(So baby no for sure)
That I'll never let you go
(I'll never let you go)
So don't fear, don't you worry 'bout a thing
I am here (right here)
I'll never let you go, ooh
Don't shed a tear, whenever you need me
I'll be near
I'll never let you go,
I'll never let you go
__ADS_1
Ooh no, ooh no,
ooh I'll never let you go
Setelah itu, ada DJ.yang akan memeriahkan acara terakhir ini. DJ itu memainkan suatu musik genre Dubstep yang membuat penonton semakin meriah dan ingin menari.Yah … walaupun ada yang menolaknya dan melihatnya dari belakang.
Ah. Kotori ada disitu. Dia memainkan launchpad dengan handal. Dia bisa memainkannya selama beberapa tahun itu. Dia menikmatinya.
[*^*]
Jam 16:12, setelah melalui hari yang melelahkan itu, aku dan Bella pulang bersama. Kotori, Aurora, dan Evelyn mengikuti mereka dari belakang. Akishima dan Sheeran bertengkar di akademi hanya karena aku. Mereka tidak menyadari bahwa aku sudah tidak ada di akademi.
“Nee. Kotori. Mereka kenapa?” Tanya Aurora menoleh ke Kotori.
“Apa yang terjadi pada mereka, desu?” Lanjut Evelyn.
“Oh, mereka. Mereka sedang murung kali ini. Tidak ada gunanya untuk mengajaknya bicara,” jawab Kotori melihat keadaan mereka.
“Tapi, bagaimana dengan piala dan uang?” Tanya Aurora mengenai hadiah yang kami peroleh.
“Pialanya sudah dititipkan padaku. Soal itu, … ini ambillah!” Jawab Kotori menyodorkan uang kepada Aurora dan Evelyn.
“Kalian bisa menggunakannya sesuka hati kalian. Mereka tidak akan peduli dengan uang dan semacamnya. Mungkin aku akan mengajaknya ke apartemenku. Lalu, aku menyerahkan kepada kalian besok,” jelas Kotori.
“Oh, begitu. Rivandy dan Bella terlihat mirip, yah?” Tanya Aurora sambil melihat kami.
“Mereka seperti kakak beradik, desu,” lanjut Evelyn.
“Yah … mereka cukup mirip,” gumam Kotori.
“Nee. Kotori. Sejak kapan kamu kenal Rivandy, desu?” Tanya Evelyn ingin tahu.
“Sejak kalian berkenalan dengannya,” jawab Kotori dengan singkat.
Setelah itu, aku dan Bella dititipkan ke apartemen milik Kotori untuk melakukan penyembuhan. Aurora dan Evelyn mendapatkan uang ₽ 100.000 dan menyimpannya di apartemen Aurora.
Kami sampai di apartemen Kotori. Shiori sampai tepat pada waktunya. Kemudian, kami memainkan PS5 dengan game Assassin Creed Valhalla dan GTA VI. Aku dan Bella menjadi tak terkendali. Mereka menahan kami dan tidak berbuat hal yang gila.
Karena situasi semakin memanas, Kotori mengajak kami untuk bermain Super Smash Bros Ultimate. Kami menikmatinya. Kami menikmati permainan PS 5 yang cukup menyenangkan. Setelah itu, kami menginap di apartemen Kotori dan melupakan sesuatu yang penting.
Sementara itu, jam 16:23, Akishima dan Sheeran pulang ke apartemen mereka karena mereka tidak bisa mencariku kemana-mana. Mereka pulang ke apartemen dan Akishima mendapatkan hadiah yang diperoleh oleh Aurora dan Evelyn. jadi, mereka menghabiskan uang yang sebenarnya kami tidak peduli.
Jam 16:45, Denis dan Hammer sedang pulang ke apartemen mereka setelah merayakan kemenanganku. Zhukov dan Saphine menikmatinya juga. Mereka merayakannya di restoran. Zhukov yang membayar semuanya. Jadi, yang lainnya merasa aman di dompet mereka.
Sementara itu, di koridor akademi, Reika dan Riana berhadapan dengan Cherry-neesan. mereka sedang berkonfrontasi dan Riana memulai pembicaraan, “Kita bertemu juga, juri BLUE, Cherry Spyxtria.”
“Ara-Ara. Kalian. Bagaimana kesan kalian menjadi juri abal-abal?” Tanya Cherry.
“Jangan mempermainkan kami! Kami disini karena ajakan Fillia, kau tahu,” jawab Reika dengan kesal.
“Mana Asahi?” Tanya Cherry tidak melihat Asahi.
“Asahi sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit,” jawab Reika.
Di tengah konfrontasi mereka, ada seorang gadis tubuh ramping dengan rambut sebahu tosca dan bando merah jambu menghampiri mereka.
“Ahaha. Kalian datang juga, Pecundang,” panggil Chelsea merendahkan Riana dan Reika.
“Kenapa kau disini, Chelsea?” Tanya Riana menatap Chelsea dengan tajam.
“Kau tidak pantas disini, MVP BLUE tahun 2024,” imbuh Reika membenci Chelsea.
“Aku harap Cherry bisa menerima masakanku Perancisku itu,” balas Chelsea berpose seperti seorang putri.
“Ara. Kamu sehat saja, Chelsea. Karena itu, aku memberimu tugas esai 2000 kata besok dikumpulkan."
“Jangan tugas lagi! Aku sudah capek, tahu!” Cocor Chelsea tidak mau mendengar tugas lagi.
Riana dan Reika tertawa dengan tingkah Chelsea yang marah itu. Riana menyindir, “Rasakan itu! Silahkan kerjakan tugasmu sebagai seorang pemenang,”
“Kamu tidak boleh menolaknya, Chelsea,” lanjut Reika menahan tawanya.
“Sial! Aku tidak mau tugas lagi. Aku mau bobo nyenyak sekarang juga. Tapi, sebagai cewek cantik, manis, dan tidak sombong, aku tidak mau bobo dulu,” jawabnya dengan pose seperti seorang Putri.
“Rasanya aku ingin memukulmu,” respon Riana mengepal tangannya.
“Aku juga,” lanjut Reika.
“Selamat kembali ke Swiss! Aku akan memberinya tugas esai 7 halaman padanya. Dia tidak boleh membiarkan prestasinya menurun,” pamit Cherry sambil membawa Chelsea ke ruangannya.
“Tunggu lepaskan aku, Cherry! Aku tidak mau mengerjakan tugas lagi!” Keluh Chelsea sambil melepaskan dirinya.
“Tidak! Jangan bawa aku ke sana! Tidak!” Teriak Chelsea.
Setelah kepergian Chelsea dan Cherry, Riana dan Reika meninggalkan akademi bersama dengan Rian, Iwan, Rei, Lyon, Veigas, dan Feris. Tugas mereka sudah selesai. Mereka harus kembali ke tempat mereka masing-masing.
[*^*]
Jam 20:23, Shiori tidur dengan Bella di ranjang. Aku dengan Kotori sambil berbagi selimut. Kami tidur dengan hangat dan manis di suasana kota Moskow yang dingin
Keesokan harinya, jam 07:12, aku ke akademi bersama mereka. Sesampainya di akademi, kami berpisah dan aku bertemu dengan Aurora dan Evelyn.
__ADS_1
Aku tidak terlalu mengingat apa Neesan katakan. Sudahlah! Aku tidak mau mendengarnya lagi.