Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Evelyn Emily 1,2


__ADS_3

3 Februari 2026, jam 07:00, aku, dan Aurora berangkat dari apartemen kami menuju akademi. Akishima demam dan berbaring di ranjang karena tugas matematika yang cukup memusingkan. Ia sudah mengirimkan surat sakit kepada Zhukov dan segera menuju ke ruang guru untuk meminta izin.


Kami berjalan di trotoar pada suasana musim dingin yang cukup suram. Karena tidak ada Evelyn yang manja, membuat suasana menjadi hening. Sheeran juga tidak ada. Maka dari itu, kami hanya berdua saja. Hanya sepasang kekasih yang indah.


Ketika kami ingin masuk ke gerbang, aku melihat Evelyn yang diantar dengan mobil. Aurora mencoba untuk menyapanya dan menghampirinya. Evelyn membalasnya. Namun, tidak seperti biasanya. Aku juga ingin menanyakan kepadanya. Namun, dia mengalihkan pembicaraannya.


Tidak ada pilihan lain.


Aku memutuskan untuk membiarkan begitu saja dan mengirimkan pesan kepada Hanna untuk segera kemari. Aku memintanya untuk menemui kami karena Evelyn sudah masuk sekolah. Dia menerimanya dengan baik dan segera menuju ke kelas.


Pelajaran dimulai. Kami masuk ke kelas dan segera mengikuti pelajaran militer. Pak Stephan menjelaskan mengenai tugas akhir semester. Tugas Semester pada Bulan Desember mencakup tugas dan ujian. Tugas Awal Februari mengenai pembuatan buku pelajaran.


Buku pelajaran yang mencakup satu kelas dan semua mata pelajaran. Ini bisa digunakan sebelum ujian akhir kelas dan Turnamen Spyxtria. Buku itu tidak seperti pada umumnya. Ini seperti buku kreativitas. Jadi, mereka harus memikirkan berulang kali dan perlu mendapatkan referensi.


Setelah selesai mengumpulkan tugas pembuatan buku, buku mereka mendapatkan ISBN dan akan diterbitkan secara internasional. Dengan hasil itu, semua penghasilan itu diserahkan ke pihak akademi dan diumumkan buku siapa yang populer.


Tugas pembuatan buku harus dikumpulkan paling lambat 14 Februari 2026. Yang terlambat mengumpulkan tugas, akan dihukum dengan tugas yang lebih berat lagi. Tugas yang akan menyita waktu libur mereka.


Ini cukup sulit bagi remaja pada umumnya. Mereka harus menulis 10000 kata dalam sehari jika ingin menyelesaikan tugas mereka. Mereka harus membuat draft mereka sebelum mengerjakan tugas itu.


Jam 09:57, Pak Stephan memberikan tugas pada kami untuk menyelesaikan makalah militer. Ini cukup membuang waktu. Karena sudah menulis setengah buku, aku segera menyelesaikannya.


Aku juga sudah membuat buku dalam proses 40%. Jadi, aku harus menyelesaikannya secepat dan sebagus mungkin agar mendapatkan nilai yang memuaskan.


Aurora dan Nina harus menyelesaikan tugas mereka sebelum deadline yang akan membuat siswa dan siswi stres akan tugas makalah dan tugas pembuatan buku untuk mendapatkan ISBN.


Aku tidak tahu apakah Evelyn membuat tugasnya. Aku juga tidak pernah melihatnya dalam mengerjakan tugas meresahkan ini Aku ingin tahu apakah Evelyn mengerjakan tugasnya atau tidak.


Jam 10:01, kami meninggalkan kelas dan pergi ke kantin untuk makan lalu kami menuju ke kelas untuk mengerjakan tugas lagi. Aku bersama Aurora dan Evelyn untuk mengistirahatkan diri dari tugas.


Setiba di kantin, kami memesan kantin dan duduk tenang. Kami bertemu dengan Hanna yang mencari tempat duduk. Kemudian, aku dan Hanna bersebelahan karena dia merasa dekat denganku. Aurora memberikan ruang yang baik dan rindu dengan Evelyn.


“Rivandy. Aku sudah punya item dan skin yang bagus. Kita bisa bermain untuk menaikan level,” tunjuk Hanna mengenai status permainan Fortress Arena.


“Kerjakan tugas dulu! Kalau sudah,,.kita bisa bermain game Online,” usulku untuk menyelesaikan tugas.


“Eh? Padahal, tugasnya terlalu banyak. Aku tidak mampu menyelesaikan semuanya,” keluh Hanna berbaring di meja kantin.


“Aku akan membantumu kalau kamu kesulitan. Jangan sampai tugasmu terlambat!” Aku memberikan pertolongan pada Hanna.


“Terima kasih! Kalau begitu, aku ….”


Aurora menatap Hanna dengan tajam. Ia masih tidak percaya dan beranggapan bahwa Hanna akan merebutku dan membuatku menghamilinya. Ini sering terjadi pada drama percintaan. Tapi, tidak ada pilihan lain. Aurora sudah kecanduan film drama.


“Menakutkan,” gumam Hanna menahan ketakutannya.


“Rivandy. Tidak boleh. Kamu harus menyimpan tenagamu dulu!” Tegur Aurora mengenai tenagaku.


“Tapi, tidak apa-apa. Aku masih punya tenaga sedikit untuk membantunya,”.sanggahku mengaku memiliki tenaga yang cukup besar.


“Kalau kamu sakit, aku akan membiarkanmu mati atau aku akan membuangmu di hamparan salju,” ancam Aurora dengan tatapan psikopatnya.


“Oh iya. Evelyn. Aku ingin bertanya padamu,” sodorku pada Evelyn.


Evelyn tidak menjawab. Hanya terdiam dengan makanan yang sudah siap saji di hadapannya. Ia tidak memakan sedikit pun. Kami cemas dengan Evelyn yang sekarang. Tidak biasanya Evelyn menjadi seperti ini.


“Evelyn,” panggil Aurora segera membuat Evelyn sadar.


“Eh? Kenapa, desu?” Tanya Evelyn kesadarannya pulih.


“Evelyn. Aku cemas kepadamu.” ungkap Hanna merasa khawatir dengan Evelyn.


“Evelyn. Apakah kamu tahu siapa wanita yang mengantarmu?” Tanyaku pada Evelyn.


“Tidak ada, desu. Dia hanya bibiku, desu,” jawab Evelyn singkat.

__ADS_1


“Tapi, dia sepertinya bukan orang yang baik,” komentar Aurora melihat kejadian kemarin.


“Aku juga melihat sesuatu yang cukup sinis. Dia sepertinya terkesan merendahkan,” lanjutku memakan hidangan sambil memikirkan sesuatu.


“Sepertinya kenapa dia begitu dingin kepada kita?” Tanya Aurora mengenai tatapan wanita itu tempo hari.


“Tidak. Dia cukup … entahlah. Aku tidak bisa menceritakannya, desu,” tolak Evelyn segera menghabiskan makanannya.


“Baiklah. Aku akan mengurungkan niat itu. Tapi, kamu harus mengerjakan tugasmu,” saranku segera menghabiskan makananku.


Setelah itu, kami menghabiskan makanan kami dan bergegas mengerjakan tugas kami. Kami tidak boleh bersantai begitu saja dan harus menyelesaikan tugas kami sebelum deadline. Kami tidak ingin sakit dan merepotkan orang lain.


Sebelum meninggalkan kantin, tubuh Evelyn merasa terdiam kaku. Ia tidak bisa menggerakkan kaki dan anggota tubuh lainnya. Tubuhnya tidak bisa bergerak lagi. Aurora menolehnya dan merasa cemas kepadanya.


“Evelyn?!” Panggil Aurora melihat Evelyn yang terdiam kaku.


“Evelyn. Kamu kenapa?” Tanya Hanna menghampiri Evelyn.


“Kamu baik-baik saja?” Tanyaku merasa tidak enak pada Evelyn.


Evelyn tidak menjawab. Panggilan itu adalah sebuah halusinasi di oral Evelyn. Ia tidak berpikiran tenang. Akhirnya, ia pingsan dan membuat suara bising di kantin. Kami cemas dengan kondisinya, menghampiri Evelyn dan Aurora memeriksa tubuhnya.


“Evelyn. Bangunlah!” Aurora mencoba untuk membangunkan Evelyn.


“Evelyn!”


“Evelyn!”


Tidak ada gunanya. Evelyn terbaring kaku di lantai kantin. Dengan itu, Aurora memeriksa tubuh Evelyn yang tidak sadarkan diri dengan kemampuan dokternya. Aurora lebih mahir daripada Saphine. Lebih baik mereka berdua bekerja sama.


“Bawa dia ke unit kesehatan!” Pinta Aurora segera membawa Evelyn ke unit kesehatan.


“Aku akan membawanya,” tekadku menggendong Evelyn ke unit kesehatan.


Kami, Aurora, aku, dan Hanna membawanya ke unit kesehatan dan melihat kondisi tubuhnya yang memprihatinkan. Kami cemas dengan keadaan Evelyn. Aku tidak tahu kenapa Evelyn menjadi seperti ini. Aku tidak melihatnya mengerjakan tugas makalah di manapun.


Setelah sampai di unit kesehatan, kami segera menemui dokter dan menyerahkan Evelyn secepatnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Aku tidak bisa berpikiran Evelyn menjadi seperti ini. Apakah ada hubungannya dengan wanita itu?


Dokter menerima itu dan segera memeriksa tubuh Evelyn yang sedang terkulai lemah. Dokter membawanya ke ranjang dan memeriksa tubuhnya dengan pengalaman sebagai dokter.


Setelah memeriksa tubuh Evelyn, dokter menghampiri kami yang menunggu dengan kondisi Evelyn. Dokter melakukan pendekatan kepada kami. Ia melihat kami dengan iba karena kami mencemaskan Evelyn sebagai teman kami. Dia pun menjelaskan mengenai Evelyn.


“Sebenarnya, Evelyn itu menderita Overworked Dari bekerja terlalu keras yang menyebabkan dia tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Aku juga mendapatkan pasien yang sama dengannya. Disarankan dia pulang dan segera beristirahat di rumah.”


“Aku beranggapan tugas itu cukup banyak. Tapi, kalian jangan lupa istirahat agar tidak mengalami kejadian yang sama lagi!” Saran dokter agar tidak memaksakan diri.


Aku semakin tidak mengerti dengan kondisi Evelyn yang cukup memprihatinkan. Apakah Evelyn mengerjakan tugasnya menyebabkan kelelahan. Aku harus menyelidikinya. Namun, aku tidak tahu dimana rumah Evelyn. Apakah apartemen atau tidak?


Setelah penjelasan dari dokter, kami mengerti dan meninggalkan unit kesehatan. Aurora masih menetap dan mengancamku kalau aku selingkuh lagi. Aku tidak melakukan itu. Aku selalu melakukan apa yang harus kulakukan.


Yaitu, meninggalkan unit kesehatan dan belajar di kelas. Aurora menetap beberapa saat sebelum meninggalkan unit kesehatan dan menuju ke kelas sebelum pelajaran dimulai. Kalau terlambat di kelas, dia akan dihukum berdiri di lorong.


[*^*]


Jam 12:12, EVelyn terbangun dari ranjang pasien. Ia melihat di sekitar sebelum bangkit dari tidurnya. Melihat tangan dan kakinya sedikit tidak bisa digerakkan untuk sementara.


“Evelyn. Jangan bergerak dulu!” Pinta Aurora untuk menghentikan Evelyn.


“Eh?! Aurora?! Kamu disini, desu?” Tanya Evelyn kepada Aurora yang sedang memeriksa tubuhnya.


“Kamu masih sakit. Aku melihatmu pingsan di kantin,” jelas Aurora mengenai kondisi Evelyn pada saat Evelyn di kantin.


“Lalu, Rivandy dan Hanna dimana, desu?” Tanya Evelyn menoleh pada Aurora.


“Mereka sedang mengerjakan tugas. Aku masih belum selesai. Tapi, kamu lebih penting,” resah Aurora mencemaskan Evelyn.

__ADS_1


“Oo, begitu. desu. Aku tidak menyangka bahwa aku seperti ini, desu,” gumam Evelyn melihat tangannya tidak bisa digerakkan secara penuh.


“Kamu masih belum boleh pulang. Nanti, kamu tetap disini! Aku akan segera kembali ke apartemenku untuk membawa tugas. Nanti kita kerjakan bersama-sama,” ajak Aurora untuk membantu Evelyn.


Tapi, ….“


“Aku akan mengajak Rivandy dan lainnya. Itu agar kamu tidak kesepian lagi,” ajak Aurora berniat untuk memanggilku dan lainnya.


“Pokoknya, kamu istirahat dulu! Aku akan menyuapimu kalau kamu ingin makan. Ini masih istirahat. Setelah makan, aku segera membuat buku. Soalnya, 10000 kata per hari itu memang sangat sulit ” keluh Aurora membasahi dirinya dengan air putih.


Evelyn hanya terdiam dengan seragam Aurora yang basah. Aurora membuat kepala menjadi lebih dingin berkat siraman air putihnya. Ia membuka kancing lehernya agar udaranya masuk ke dalam tubuhnya.


Evelyn hanya berbaring di ranjang pasien dengan suasana musim dingin. Sepertinya Agak cemas dengan kondisi Aurora yang cukup terbuka itu. Dengan lepasnya kancing seragam atas pada seragam Aurora, membuat Aurora menjadi lebih seksi.


“Apakah kamu tidak kedinginan, desu?” Tanya Evelyn melihat Aurora dengan seragam yang kancing lepas satu.


“Sebentar dihangatkan oleh Papa. Dia suka mencium leher dan bahuku. Jadi, dia tidak bisa membiarkanmu tidur,” jelas Aurora dengan sedikit lebih baik.


“Kalau mau, aku akan mengajak Rivandy untuk mencium lehermu biar kamu merasakan sensasinya,” jawab Aurora mesumnya mulai beraksi.


“Tidak perlu, desu! Aku tidak mau dibantu oleh kamu yang mesum, desu,” tolak Evelyn mentah-mentah.


“Eh?! Apakah aku mesum?” Tanya Aurora pura-pura polos.


“Tentu saja, desu. Kamu sama seperti Sheeran, desu,”


“Ok. Aku sudah membuatkan makan untukmu. Silahkan dimakan! Tapi, kamu harus istirahat dan jangan kemana-mana!” Aurora meminta kepada Evelyn agar Evelyn sembuh.


“Umu, desu,” terima Evelyn menganggukkan kepalanya.


Aurora mengobati Evelyn sebelum pergi ke kelas dan mengikuti pelajaran militer. Setelah itu, mengerjakan tugas makalah militer. Aurora segera membuat obat untuk Evelyn karena Aurora lebih pengalaman daripada Saphine.


Setelah Aurora meninggalkan unit kesehatan, Evelyn segera berbaring id kamar pasien dan segera membaut sesuatu jika hal terulang lagi. Ia juga membuat pesan darurat pada Aurora atau aku sebelum mengalami hal yang buruk.


Itu adalah terjadi sekarang.


[*^*]


Seorang wanita menghampiri Evelyn dan memegang tas Evelyn agar tidak kabur. Evelyn menoleh pada seseorang itu. Ia merasa tidak terkejut dengan kemunculan wanita itu. Dengan status yang cukup tinggi membuat Evelyn tidak dapat melakukan apapun.


“Dasar pemalas! Kamu selalu mengabaikan tugasmu! Aku tidak mau melihatmu berbaring di ranjang seperti Kupu-Kupu Malam!” Wanita itu marah pada Evelyn yang sedang berbaring.


“Tapi, aku ….”


“Kita pulang! Banyak yang harus kamu kerjakan. Karena kemalasanmu, banyak perabotan rumah yang dipenuhi dengan kotoran.” Paksa wanita itu segera membuat Evelyn ketakutan.


“Kenapa kamu lambat sekali? Aku akan membawamu ke kandang kotor itu lagi jika kamu berjalan lambat,” bentak Nyonya Manshery melihat geram.u


“Permisi, Manshery Elizabeth V,” panggil siswi yang menoleh pada wanita itu.


“Iya. Ada apa?” Tanya Nyonya Manshery menatap siswi itu dengan sinis.


“Kamu yakin dengan ini?”


“Sangat yakin! Aku sudah memberikan dokumen yang tepat untuknya,” jelasnya seakan-akan mengancam.


“Iya,” jawab siswi itu menundukkan kepalanya.


Dengan dokumen yang meyakinkan, Nyonya Manshery segera meninggalkan ruang unit kesehatan bersama Evelyn yang memaksakan diri lalu mereka meninggalkan akademi. Pihak keamanan akademi hanya bisa menerima karena ada sebuah surat pernyataan mengenai orang yang lebih tinggi daripadanya.


Dengan perginya Evelyn, unit kesehatan menjadi lebih hening. Dokter tidak bisa melakukan apapun karena masalah status yang begitu mengancam. Mereka tidak bisa menentang status yang begitu absolut, sehingga mereka terpaksa menerimanya. Sama seperti kejadian seorang bangsawan pada masa lalu.


Tidak ada yang mengetahui bahwa tugas Evelyn akan ditiadakan atas perintah Ratu Inggris. Entah apa yang membuat situasi ini semakin seenaknya.


Tidak ada yang bisa menolaknya. Mereka hanya bisa menerimanya dengan tekanan dan paksaan. Neesan tidak terlalu mengetahui karena dia masih sibuk dengan Pertemuan Februari PBB Di Afrika Selatan. Dia masih berurusan dengan agen PBB yang lainnya.

__ADS_1


Masalah akan dimulai dengan mengenaskan.


__ADS_2