Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Musim Dingin Moskow : Perawatan Intensif


__ADS_3

4 Desember 2025, di rumah sakit, para dokter dan perawat sudah membersihkan kekacauan yang dibuat oleh para siswa dan siswi akademi. Para kontraktor bangunan renovasi ledakan yang dibuat oleh seseorang. Dr. Cherry sudah membuat klarifikasi kepada pihak rumah sakit dan membawaku ke rumahnya. 


5 Desember 2025, jam 18:00, pemindahan pasien hipotermia dimulai. Mereka membawa pasien ke rumah Dr. Cherry. Kemudian, dokter pilihan Dr. Cherry akan merawat pasien itu agar tidak mengulang kejadian yang sama.


Rumah Dr. Cherry yang seperti mansion. Penjagaan laser yang ketat dan beruang peliharaan Dr. Cherry sedang berpatroli. Cherry memberi salam kepada penjaga itu dan segera menuju ke kamarnya untuk merawatku.


Tak lama kemudian, ada seorang gadis yang mengunjungi pada malam hari. Ia diterima oleh petugas itu dan segera memasuki ke ruang tamu. Dr. Cherry menerima kedatangan gadis itu dan diperbolehkan untuk merawat pasien itu. 


Gadis itu masuk ke kamar dan segera menghampiri pasien itu setelah dokter pilihan yang mendekati seseorang yang sudah diperiksa. Ia melakukan sesuatu yang diniatkan dari beberapa saat yang lalu.


Sesuatu yang mesum dengan tubuhnya yang hina itu. 


[*^*]


6 Desember 2025, jam 05:13, aku membuka mataku pada tempat yang tidak diketahui. Aku merasakan ketenangan dan kehangatan dari dalam tubuhku. Dengan tubuh yang hangat ini, suhu tubuhku akan kembali seperti semula.


“Hmm?”


“Aku dimana?”


“Kenapa aku semakin melemah sekarang?”


“Dan lagi … aku merasakan sebuah pelukan dan bau klorin?” 


Aku bertanya pada diri sendiri, menoleh ke sekitar di ruangan yang tidak biasa. Ruangan modern dan artistik. Aku melihat jendela yang tertutup embun pagi. 


Aku menemukan sesuatu yang mengejutkan. Aku melihat gadis yang sedang memelukku. Dia mengenakan selimutnya agar tubuhnya tidak terlihat. Hanya aku yang melihatnya. Aku tidak mengerti kenapa dia melakukan itu?


Yang ingin kuketahui apa motif dari semua ini? 


“Rin? Kenapa dia disini? Dia melakukan itu untukku?”  


Apa yang terjadi?


Aku tidak terlalu tahu. Aku masih harus beristirahat. 


Aku membangunkannya. Aku menggerakkan tubuhnya yang ditutupi selimut. Namun, ia tidak bangun,.selalu tertidur dengan lelap dan cairan yang hangat. Aku tidak bisa membangunkannya, tenagaku masih lemah dan konsentrasi masih belum membaik.


“Rin. bangunlah! Aku sudah bangun nih,” panggilku dengan nada pelan.


Rin hanya mengangguk pelan. Ia membuka mata dengan pelan dan melihat tubuhnya yang dilumuri oleh cairan putih. 


“Rivandy. Aku … masih mau bermain denganmu. Tapi, … apakah kamu masih kedinginan?” Tanya Rin dadanya menyentuh badanku.


“Um. Aku sudah membaik. Suhu tubuhku sedikit lebih panas,” jawabku merasakan suhu tubuhku.


Cukup menarik. Ia bernafas lega saat aku tidak mengetahui apa yang ia lakukan padaku. Ia mendekat padaku dan merayuku, lalu mengajak, “Aku akan membawamu ke kamar mandi. Aku akan menceritakan ini semuanya."


Aku hanya mengangguk pelan dan dibantu oleh Rin untuk ke kamar mandi.  Rin tidak peduli dengan dirinya sendiri. Ia hanya memikirkanku yang melemah ini. 


Lorong mansion yang mewah. Banyak patung dan lukisan terpampang di dinding sebagai hiasan. Bahkan, ada sebuah patung Liberty yang terdapat di taman mansion itu, Aku tidak tahu aku dimana. Yang jelas, aku akan mengetahui itu semua.


Sesampainya di kamar mandi, kami berada di bathtub yang sama. Aku merasakan kehangatan di dalam air panas itu. Rin mendekatiku dengan wajahnya yang memerah itu. Aku hanya tersipu malu dengan pelayanan Rin.


“Rin. Tolong cium aku! Aku ingin lebih hangat lagi,” titahku menahan rasa malu.


“Lagipula. aku masih kedinginan. Tidak ada pilihan lain,” lanjutku.


“Baiklah! Sesuai dengan perintah Pan Yue (潘岳), aku terima. Asalkan kau menerimaku, aku akan menjadi seorang permaisuri untukmu,” jawab Rin mendekat dan memelukku.


Rin mendekatiku dan segera melakukan adegan ciuman. Aku merasakan kehangatan dari sebuah ciuman itu. Entah kenapa Neesan mengatakan ini padaku. Entah fakta atau mitos. Yang pasti, aku ku hanya melakukannya dan menjalaninya.

__ADS_1


“Rin. Tidak! Terlalu hangat,” keluhku dengan wajahku semakin memerah.


Aku terlanjur menikmatinya. Aku malah melakukannya bersama Rin di dalam bathtub. Aku ingin sekali melakukan yang tidak seharusnya dilakukan. Aku harap Neesan tidak melihatku.


Setelah mandi, Rin membopongku ke kamar dan segera mengenakan sesuatu di kamar. Rin mengenakan pakaian kimono China. Kimono warna merah benderang itu membuatku menarik perhatianku padanya. 


Aku mengenakan pakaian kaos warna abu-abu berlengan panjang serta celana hitam yang panjang agar aku bisa merasakan kehangatan itu. Setelah berpakaian, kami menghampiri ke ruang tamu dari sebuah mansion ini. Rin seperti biasanya cukup menawan walaupun merupakan bekas dari orang lain.


Rasanya tidak mungkin Rin tinggal di rumah ini. Aku sudah mencarikan apartemen untuknya. Lalu, ini siapa?


Setelah sampai di ruang tamu yang cukup luas itu, kami duduk bersebelahan dan dekat. Lalu, kami mendekatkan diri dan segera menunggu siapa dalang ini. Tak lama kemudian, ada seorang pemilik rumah yang menghampiri kami yang sedang beromantis saat menunggu kedatangannya.


“Ara ara. Kamu bercinta lagi dengannya?” Tanya seseorang itu.


Aku menoleh dan segera menyahut, “Neesan. Aku dimana? Kenapa Rin ada disini?” dengan nada pelan.


Neesan menjawab, “Eh? Dia membantumu, lho. Dia anggota Klub PMR. Aku yang memanggilnya kemarin. Jadi, dia akan memperlakukanmu seperti seorang dinasti dan melakukan penetrasi setiap malam,” dengan aura Oneesan dan mesumnya itu.


“Aku tidak mengerti lagi. Entah otaknya mesum atau aku yang bodoh,” lirihku melihat wajah mesum Neesan.


Aku menyerah, segera bertanya kembali, “Aku dimana sekarang?”


“Rivandy. Aku mau lagi. Aku tidak tahan lagi,” protes Rin dengan libidonya semakin meningkat.


“Ah! Apa yang kamu lakukan? Kamu bisa saja menghamilinya,” protes Neesan melihat Rin yang sedang memanas.


“Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya … ,menciumnya.” Wajahku memerah karena aku selalu mencium para gadis.


“Sama saja. Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu menghamilinya,” ancam Neesan dengan wajah seramnya.


“Tidak ada pilihan lagi! Neesan menasehatiku agar aku mencium setiap gadis agar aku bisa bertahan hidup di musim dingin ini."


“Rivandy. Jangan memaksakan diri! Kamu masih melemah. Kau akan pingsan lagi,”  tegur Rin mengelus tubuhku.


“Anak pintar,” puji Rin mengelus kepalaku.


“Ayo! Aku akan mengantarmu ke ruang makan. Kamu juga boleh mengajaknya.” Neesan pergi ke ruang makan. Kami mengikutinya untuk menuju ke ruangan dapur.


[*^*]


Setelah sampai di ruangan dapur, aku dan Rin duduk bersamaan. Kami melihat ada makanan yang ada di atas meja. Aku melihat satu porsi kecil untukku dan porsi sedang untuk Rin. 


Kami mengambil sendok kami dan mencicipi sarapan itu. Aku melahap makanan itu dengan cepat dan mencoba mengunyah agar aku tidak bisa merasakan kenikmatan dari masakan ini.


“Rivandy. Makan yang pelan!” Tegur Neesan sambil mengambil beberapa potongan. 


“Tidak ada pilihan lain. Aku tidak mau mendesah hanya karena masakan Neesan."


“Sudah tiga kali aku mendesah dan  ….” Ucapanku terhenti.


Aku hanya terdiam dengan sebuah sendok di tanganku, merasakan sebuah tekanan di dalam tubuhku. Aku merasakan tubuhku semakin memanas. Ini seperti ciuman para gadis di depan mataku. Tapi, aroma ini membuatku mendesah.


“Neasan. Rasanya aku ingin mendesah. Terlalu hangat,” pujiku mengeluarkan lidah dan pipiku memerah.


“Ara-Ara. Kau tidak bisa melakukan apapun untuk menghindari masakanku. Rin juga seperti itu,“ jelas Neesan sambil mengambil daging rusa dan melahapnya.


“Rin?” Aku menoleh pada Rin.


“Rivandy. Aku merasa hangat. Hangatin aku!” Rin ingin memelukku.


“Waduh! Sepertinya mereka ingin menuju ke kamar. Panggil aku kalau kamu membutuhkanku! Aku akan melayanimu jika kamu belum puas dengan Rin."

__ADS_1


Aku tidak menjawab apapun. Aku bergegas menghabiskan semua hidangan ini. Setelah menghabiskan hidangan itu, aku segera menuju ke kamar bersama Rin. Lalu, kami melanjutkan ritual kami.


[*^*]


Jam 09:02, aku dan Rin berada dalam ranjang yang sama. Pakaian kami berserakan di ranjang. Aku melihat semua pemandangan yang cukup biasa. aku juga merasakan dengan Rin, tidak menyadari dengan masakan Neesan membuatku ingin berhubungan badan. 


Kalau aku yang memasak, aku akan diberi komentar yang pedas. Aku tidak ingin mengulangi kejadian yang sama ketika aku dan Bella mendapatkan komentar yang cukup pedas ketika Lomba Memasak di ronde final.


Tidak ada pilihan lain. biarkan Neesan yang memasak! Namun, aku harus menahan diri lagi, tidak bisa terus-terusan melakukan hal yang sama. Aku merasa kasihan pada Rin yang sudah melemah itu. 


Aku memutuskan untuk berjalan bersamanya mengelilingi mansion ini dan mengetahui situasi apa yang cukup asing bagiku. Kemudian, kami bangun dari tempat tidur dan mengenakan pakaian kami lagi. 


Kami keluar dari kamar dan segera berkeliling mansion yang besar dan modern. Kami sangat dekat dan akrab karena sudah memahami satu sama lain Kami juga saling berdekatan satu sama lain dan segera untuk mencari Neesan secara bersamaan. 


Kami sampai di taman dan melihat Neesan yang bersantai di teras dekat mansion. Kami duduk dengannya dan membahas sesuatu dengan serius tanpa ada suatu kejanggalan sekalipun.


“Ara-Ara. Apakah kalian sudah menikmatinya? Nanti lain kali, aku akan membuatmu menjadi gigolo,” canda Neesan menahan tawanya.


“Karena masakan Neesan, aku dan Rin harus ke ranjang dan meluapkan nafsu birahi kami. Selain itu, aku harus mendesah setiap kali makan."


“Maafkan aku! Aku membuatmu terangsang. Nanti aku akan meluapkan nafsu birahi padamu," lanjut Neesan dengan pose Tehe.


“Neesan. Aku ingin bertanya. Aku tidak tahan dengan suhu dingin.” ocehku dengan nada rendah mengalihkan pembicaraan.


“Apa itu?” Tanya Neesan sedang minum teh. 


“Anone. Neesan. Aku ....aku tidak tahu ini  tempat apa. Lalu, aku tidak tahu kalau aku berada disini. Aku ketinggalan kelas militer dan akademi. Jadi, apakah aku harus disini sampai kapan?” Tanyaku dengan tingkah laku sebagai adik.


Neesan menjawab, “Kamu dan Rin akan menginap di sini. Rin akan merawatmu bersama dengan dokter pilihanku selama 8 jam ke depan," jawab Neesan.


“Kouchou-Sensei. Bolehkah aku menginap disini sebentar? Aku ingin  bersama dengannya cukup lama. Bolehkah?” Tanya Rin.


"Boleh saja. Cuman kamu harus menahan diri dulu. Kamu tidak boleh hamil! Nanti kamu akan dikeluarkan otomatis," tegur Neesan


Rin malu dengan itu. Ia menjawab, "Ma-Mana mungkin aku melakukan itu! Aku akan menahan diri sebaik mungkin. Jadi, … kalau sudah lulus, tolong restui pernikahan kami!" Rin meminta restu dari Neesan.


"Rin? Kenapa?" Tanyaku melihat Rin yang mengobrol sembarangan.


"Karena aku percaya padamu. Jadi, aku akan menemanimu," jawab Rin dengan nada percaya diri.


"Oh iya. Kamu tidak boleh ke sekolah sampai Tahun Baru," lanjut Neesan menoleh padaku.


Aku mendengar pernyataan Neesan segera merespon,"Tapi, aku akan ketinggalan pelajaran. Aku tidak bisa ujian di mansion ini."


"Jangan khawatir! Semua mengenai aktivitasmu akan dipindahkan ke sini. Kamu juga tidak boleh keluar dari mansion ini sampai liburan Natal. Kamu bisa kembali ke apartemenmu setelah liburan akademi," jelas Neesan dengan panjang lebar.


Aku terpaksa menerima itu. Aku tidak bisa keluar dari sini. Mansion ini asing bagiku. Aku tidak bisa karena aku tidak tahu arah dari tempat ini.


"Oh. Iya. Rin akan memberikan tugas padamu. Jadi, jangan khawatir!"


"Dari tadi kamu mengatakan jangan khawatir!" Lanjutku.


"Rivandy. Aku akan memberikan peta padamu. Kamu tidak akan tersesat," respon Rin mengenai sesuatu yang penting.


"Iya. Aku ingin tahu peta itu," balasku ingin tahu.


Akhirnya kami pergi dari Neesan yang sedang bersantai dan segera mengelilingi mansion. Aku ditemani oleh Rin karena dokter pilihan Neesan akan datang 3 jam lagi. Ini cukup luas. Namun, Rin dengan mudahnya memberikan arah yang tepat untukku agar aku tidak tersesat. Aku juga menikmati jalan bersamanya di mansion. Ini seperti kencan di musim dingin.


Aku merasakan suatu kehangatan yang ada di sekitarku. Ini lebih baik karena para gadis akan mengincarku karena suhu tubuhku menurun drastis. Aktivitas akademi langsing turun drastis. Aku tidak bisa melakukan apapun. Aku merasa di-nerf oleh seseorang.


Tubuhku semakin lemah oleh musim dingin. Ini bukan suatu kutukan. Aku tidak bisa bertahan di luar selama 1 menit. Menurut keterangan dokter yang telah kudengar, aku tidak boleh berada terkena paparan udara dingin selama 1 menit. 3 jam kemudian aku akan mati secara permanen.

__ADS_1


Meskipun aku lemah di musim dingin, Rin tetap merawatku dengan baik. Aku tidak menyangka bahwa ada pertumbuhan dalam perasaan kami selama musim dingin di mansion.


Perasan yang membuat Rin semakin jatuh cinta padaku.


__ADS_2