
Senin, 23 Maret 2026, jam 05:30, di sebuah mansion. Aku terbangun dari tidurku. Berdiri dari ranjang yang rapi dan terkesan seperti bangsawan. Aku mencari kacamataku dan mengenakannya agar aku bisa melihat sekitar.
Aku mengidap sebuah penyakit yang mempengaruhi penglihatanku. Aku tidak mengerti kenapa aku mengalami kejadian seperti ini. Tapi, aku tidak peduli. Aku sudah mendapatkan kacamata dari Nona Claveriska sebagai hadiah.
“Spinx!” Panggil seseorang itu berada di depan pintu kamarku.
“Iya. Aku akan datang,” sahutku keluar dari kamar dengan mengenakan piyama hitam.
Aku membuka pintu dan menghampiri Spinz-Niichan. Dia mengajakku untuk ke kamar mandi. Aku dengan kesadaran yang kabur terpaksa mengikuti ajakan darinya. Aku tidak keberatan menjalani kehidupan seperti ini.
Aku harap Aura-Neechan tidak masuk ke kamar mandiku.
Setelah mandi, aku mengenakan seragam akademiku. Aku mengenakan seragam putih dan celana panjang hitam serta dasi hitam yang melekat di bajuku. Setelah itu, aku segera menyiapkan semuanya peralatan akademiku.
Aku tidak tahu apa yang terjadi minggu sebelumnya. Aku tidak melihat Rivandy-dono di Kelas I Saintek A. Menurut mereka, dia menjalani skorsing selama dua minggu. Dan ini hari ke-delapan Rivandy-dono diskorsing. Aku menjadi tidak mengerti. Kenapa ada seperti ini? Apakah ada tipu daya dan konspirasi dari semua ini?
Aku tidak tahu. Aku sudah mengabari ini semua kepada Eleva-kun dan Zera-kun. Mereka sudah bersiap untuk melakukan sesuatu yang berisiko. Entah apa itu. Berharap keadaan akademi baik-baik saja. Tanpa halangan sekalipun.
Namun, ketika ingin menuju ke ruang makan, aku tidak melihat Nona Claveriska disini. Aku hanya melihat kedua kakakku berada di meja makan. Oleh karena itu, aku segera duduk dan menikmati hidangan bangsawan.
Aku merasakan hal yang janggal disini. Aku tidak melihat Nona Claveriska di meja makan saat sarapan. Biasanya, kami berempat selalu sarapan dan menikmati masakan dari Nona Claveriska meskipun seorang bangsawan dilarang memasak.
Ingin sekali menanyakan Nona Claveriska pada mereka. Namun, mengurungkan niat itu lebih baik Aku tidak terlalu ingin menanyakan hal itu. Hanya ingin menghabiskan makanan itu dan segera pergi ke akademi.
Setelah sarapan, kami pamit kepada orang tua kami dan pergi ke akademi. Aku masih tidak melihat Nona Claveriska. Aku merasakan hal yang tidak beres dari sini. Mereka sama sekali tidak mengkhawatirkan Nona Claveriska sama sekali. Aku memutuskan untuk menanyakan setelah pulang nanti.
Namun, ketika ingin keluar, aku melihat ada sebuah kotak surat yang menarik perhatianku. Aku menghampirinya dan segera mengambil surat itu. Begitu melihatnya, aku terkejut dengan isi surat itu.
Ini tidak mungkin!
Kau pasti berbohong, iya kan?!
Aku tidak percaya. Aku membaca surat ini dan terlihat ada sebuah ancaman yang tidak kuharapkan. Aku membaca kode dari surat ancaman ini. Aku tidak mengerti. Aku tidak bisa memecahkannya. Ini terlalu sulit. Jadi, aku harus memberitahu seseorang ini sekarang juga.
Tidak ada pilihan lain. Kau harus segera pergi sekarang juga! Aku akan memberitahu Eleva-kun sekarang juga!
“Spinz-Niichan! Aura-Neechan! Aku pergi dulu!” Aku pamit dan segera berlari menuju ke akademi.
“Tunggu! Kamu pergi kemana?” Tanya Aura-Neechan memanggilku.
“Biarkan saja! Mungkin dia sedang sibuk,” jawab Spinz-Niichan dengan santai.
Aku meninggalkan mereka. Terpaksa meninggalkan mereka untuk Nona Claveriska. Aku ingin memberitahukan sesuatu pada Eleva-kun. Aku sudah mengirimkan beberapa pesan. Tapi, dia tidak menjawab sama sekali. Mungkin dia sedang sibuk atau semacamnya.
Aku harap Nona Claveriska baik-baik saja.
[*^*]
Jam 07:37, aku sudah sampai di Kelas I Soshum B. Jarak Kelas Saintek dan Soshum cukup berjauhan. Ini memakan waktu 5 menit untuk mencapai ke kelas itu. Itu pun harus mencari Kelas I, II, dan III serta Kelas A, B, C, D, E, dan F. Aku butuh melalui 18 kelas untuk mendapatkan kelas Eleva-kun.
Tidak ada pilihan lain. Aku berlari kencang meninggalkan tasku dan berlarian menuju ke kelas Eleva-kun. Aku juga sudah menghubungi Zera-kun. Dia akan datang kemari dan datang kemari ke kelas Eleva-kun sekarang juga.
Aku sudah tiba di kelas Eleva-kun. Aku segera masuk sebelum kelas dimulai. Aku butuh beberapa menit untuk bicara dengannya. Ia sedang duduk sambil mengerjakan tugasnya. Entah apa tugas yang memberatkan itu. Ini lebih baik daripada tugas akademi.
“Eleva-kun!” Panggilku dengan terengah-engah.
“Apa?” Tanya Eleva-kun menoleh padaku.
“Aku punya sesuatu yang penting untukmu. Tolong dengarkan aku!”.Aku tergesa-gesa ingin mengutarakan sesuatu.
“Tidak bisa. Aku tidak mau kesini. Aku harus mengerjakan tugasku dulu,” tolak Eleva-kun sambil mencari bahan bacaan.
“Eh?! Benarkan?!” Tanyaku merasa linglung melihat Eleva-kun.
“Elevator!” Panggil Andika menghampiri Eleva-kun.
“Jangan panggil aku begitu! Aku akan membunuhmu!” Ancam Eleva-kun ingin membunuh Andika.
“Jangan gitu, dong! Kita kan teman. Masa main bunuh aja? Emangnya kamu main Among Us apa?” Canda Andika dengan banyolannya.
“Sudah cukup bercandanya! Aku sudah muak denganmu!” Ancam Eleva-kun mengeluarkan pisaunya ke Andika.
“Eleva! Tolong aku nih! Aku tidak bisa mengerjakan tugasku nih. Tolong bantu aku! Aku akan istrimu,” rayu Andela memeluk Eleva-kun dengan rasa cinta dan kasih sayangnya.
“Berisik! Kerjakan sendiri sana!” Eleva-kun menolak dan melepaskan pelukan itu.
Aku mendengar sebuah notifikasi di handphoneku. Aku mengambil ponselku dan melihat layar notifikasi di tengah keributan di kelas Eleva-kun. Aku segera melihat telegram dan ….
[Telegram]
[Zera-kun]
[Maaf. Aku tidak bisa.]
[Lain kali saja.]
Rupanya Zera-kun tidak bisa. Sudahlah! Aku segera kembali ke kelasku. Tidak ada pilihan lain. Aku harus pulang ke kelasku saja. Rasanya percuma kalau kelas akan dimulai. Aku akan dihukum di pelajaran geografi nanti. Jadi, aku pergi dari kelas Eleva-kun.
__ADS_1
“Oi! Megane! Jangan pergi! Mereka selalu mengusikku!” Eleva-kun memanggilku agar tidak pergi. Namun, tidak ada pilihan lain. Aku kembali ke kelas.
Aku segera pergi ke kelasku dan menjalani aktivitas pelajaran di kelasku. Setelah kembali ke kelas, aku segera kembali dan mengikuti pelajaran tanpa Nona Claveriska.
[*^*]
Jam 10:01, pelajaran geografi telah berakhir. Aku merasa lelah karena berurusan dengan peta. Ini lebih membosankan daripada pelajaran matematika dan sejarah peminatan, sejarah Rusia.
Aku ke kantin dan mengumpulkan mereka lagi. Kali ini, aku sudah membuat suatu tongkrongan yang aman di kantin. Biasanya, tongkrongan itu dekat dengan kantin. Ini bisa menjadi bahan obrolan yang serius atau sekedar candaan.
Jam 10:03, aku berkumpul di tongkrongan bersama Eleva-kun dan Zera-kun. Aku merasa asing dengan mereka berdua. Aku tidak mengerti kenapa mereka didekati oleh orang yang tidak ku kenal.
“Zera-kun. Eleva-kun. Ada apa? Sampai kalian merasa seperti ini,” tanyaku dengan perasaan tidak enak.
“Tadi, aku ingin menjauh dari dua orang yang selalu ikut campur. Tapi, sudahlah! Aku menyerah,” pasrah Eleva-kun dengan menghela nafasnya.
“Eleva. Jangan tinggalkan aku! Aku tidak bisa hidup tanpamu,” oceh siswi yang memeluk Eleva-kun.
“Aku iri denganmu, Eleva,” lanjut siswa yang selalu mendekatinya.
“Lalu, Zera-kun?” Tanyaku menoleh ke Zera-kun.
“Dia tidak bisa meninggalkanku,” jelas Zera-kun dengan singkat.
“Zera!” Panggil siswi berambut silver menangis sambil memeluk Zera-kun.
“Diana hilang! Bagaimana ini?!” Lanjutnya menangis terisak.
Aku tidak mengerti dengan Heroin dari mereka. Heroin mereka cukup aneh. Satunya selalu melekat pada Eleva-kun dan satunya lagi memeluk Zera-kun sambil menangis. Tidak ada pilihan lain aku segera melanjutkan saja.
“Tadi pagi, aku melihat surat yang ada di kotak suratku. Isinya berupa kode ancaman yang membuatku tidak enak. Lihatlah baik baik!” Aku segera serius dan menyodorkan surat itu pada mereka.
Siswa itu segera melihat kode itu dan wajahnya menjadi pucat karena ada suatu alasan yang cukup kuat untuk memecahkan sebuah kode yang cukup rumit itu.
“Kode Enigma?! Jangan-jangan ... ? Darimana kamu mengetahui itu?!” Tanya siswa yang berada di hadapanku.
“Biar kucek sebentar! Eleva. Berikan laptopku!” Siswa itu segera memberikan perintah pada Eleva-kun.
“Nih! Aku tidak mau berurusan lagi denganmu, Zhukov,” terima Eleva-kun memberikan sesuatu pada Zhukov.
Zera-kun hanya terdiam sambil memeluk Heroin miliknya. Ia menenangkan gadis yang menangis karena kehilangan seseorang. Aku hanya terdiam sambil menunggu hasil dari program yang dijalankan olehnya. Dia cukup pintar dan bijak.
"Aku sudah memecahkannya." Zhukov berhenti mengetik dan segera menerjemahkannya.
"Eh?! Zhukov-kun bisa memecahkan kode itu dengan mudah?! Hebatnya!" Tanyaku dengan tatapan seperti bintang.
"Aku membacanya," minta Zera-kun mengambil laptop dari Zhukov-kun.
Zera menatap layar laptop dengan sesaat. Ia mengetik beberapa kata untuk meringkas hasil kode itu. Kode Zhukov-kun lebih rumit. Jadi, Zera-kun meringkasnya. Dia meringkas dengan cepat, sehingga tidak ada halangan baginya. Dia memang menyembunyikan sesuatu.
Zera-kun dan Zhukov-kun mengikuti Klub Programmer. Mereka bisa memecahkan kode yang rumit,. bahkan kode Enigma sekali pun.
"Ini." Ia memberikan laptop pada Zhukov.
"Mereka disandera," jawab Zera-kun dengan penuh keyakinan.
"Jadi, mereka tidak ada," lanjutnya.
Aku tidak mengerti. Kenapa Nona Claveriska disandera? Siapa yang melakukan hal yang sejahat itu? Aku tidak mengerti mengapa mereka tidak menyadari Nona Claveriska. Aku tidak tahu karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan rumah mereka.
"Jadi, Nona Claveriska disandera?!" Tanyaku dengan serius menatap Zera-kun.
"Itu benar. Diana juga," lanjut Zera-kun.
Eleva-kun mengabaikan Heroin darinya. Ia menghampiri dan menatapku dengan serius. Aku merasakan aura yang kuat dari Eleva-kun. Aku tidak tahu siapa dia sebenarnya. Matanya berubah menjadi merah untuk sesaat. Ini cukup untuk membuatku tidak enak.
"Oi! Megane! Kau tidak bolos untuk mencari sandera itu, kan?" Tanya Eleva menghampiriku.
"Tentu saja tidak, Eleva-kun! Aku akan memikirkan caranya untuk menyelamatkan Nona," jelasku dengan tekad ksatria.
"Zera-kun. Bagaimana isinya? Aku akan mencarinya sepulang sekolah nanti," suruhku untuk menunjukkan motif dari penyanderaan itu.
Zera-kun segera melancarkan penerjemahan Kode Enigma itu. Aku sudah mengetahui apa isi dari semua ini. Tujuan dari sandera itu aku masih belum mengetahuinya. Pelaku sandera itu mengincar sesuatu yang penting. Ini lebih penting dari kebanyakan orang. Ini cukup membuatku ingin beraksi. Ini untuk Nona Claveriska. Bukan yang lain.
"Baiklah! Kalian bisa pergi ke kelas kalian. Kalau mau ikut denganku, datanglah di taman akademi jam 15:02! Aku akan menunggu kalian selama 15 menit. Kalau tidak ada, aku akan pergi," beberku memberikan rencana untuk berkumpul setelah pelajaran akademi.
"Boleh juga! Aku akan menghajar mereka semuanya. Sudah lama sekali aku ingin menghajar mereka," terima Eleva-kun dengan semangat.
"Eh?! Eleva! Kamu tidak boleh pergi! Bagaimana denganku?!" Tanya Andela ingin menemani Eleva.
"Kau pulang duluan saja! Aku sedang sibuk!" Tolak Eleva-kun mengelak dari Andela.
"Eleva. Dia akan berkeliaran, lho!" Zhukov-kun memberitahu pada Eleva-kun.
"Argh! Aku tidak peduli!! Aku sudah muak dengan gadis mesum sepertinya," keluh Eleva-kun tidak bermaksud untuk menghindari diri dari gadis mesum itu.
"Zera-kun. Bagaimana denganmu?" Tanyaku pada Zera-kun yang masih dipeluk.
__ADS_1
"Aku ikut," jawab Zera-kun menerima ajakanku.
"Zera! Jangan pergi! Aku tidak bisa lagi hidup. Aku membiarkan Diana diculik!" Gadis itu menangis dengan keras.
"Jangan khawatir!" Zera-kun mengelus kepala gadis perak itu.
"Kau akan aman," lanjutnya.
"Zera!"
"Setelah lulus, aku mau hidup bersamamu selamanya," lanjutnya sambil memeluk Zera-kun.
Zera-kun tersenyum tipis dengan pelukan gadis itu. Ia memeluk gadis itu dan tidak sengaja mencium baunya. Dia mengajaknya pulang ke kelas agar dia bisa kembali ke Kelas I Saintek F. Ia harus membeli makanan di kantin terlebih dahulu sebelum kembali ke kelasnya. Ini sudah jam makan siang.
"Aku pergi dulu!" Zera-kun mengucapkan selamat tinggal kepadaku.
"Aku mengantarkan Sinta dulu," lanjutnya.
"Jangan lupa aku katakan tadi yah!" Aku berteriak dengan kencang untuk menyampaikan pesan pada Zera-kun.
Zera-kun mengangguk dengan jelas. Ia meninggalkan kami dan segera menuju ke Kelas I Soshum A. Aku hanya melambaikan tangan kepada Zera-kun. Eleva-kun dan Zhukov-kun menghampiriku dan mengajakku sesuatu.
"Oi! Megane! Ayo! Kita harus ke kantin sebelum kelas dimulai! Kalau tidak, kita bolos dulu," ajak Eleva-kun kepadaku untuk bolos.
"Eleva. Kamu tidak boleh bolos!" Andela tidak boleh membiarkan Eleva-kun untuk bolos.
"Kamu selalu saja dimarahi oleh guru akademi," lanjut Zhukov-kun dengan santai.
"Berisik! Aku hanya mengajak Megane ini!" Eleva-kun selalu mengelak dan memberi alasan.
"Megane?! Namaku bukan Megane!" Aku tidak mengerti apa itu "Megane."
(Megane \= Kacamata)
"Namaku bukan Megane! Aku Spinx Sentinel!" Aku memperkenalkan diri sambil berjalan menuju ke kantin.
Kami ke kantin dan segera membeli makanan untuk mengisi tenaga untuk pelajaran akademi jam terakhir dan untuk melakukan operasi. Operasi ini digunakan agar aku datang kemari untuk menyelamatkan Bangsawan Perancis.
Operasi Penyelamatan Nona Claveriska.
[*^*]
Jam 12:20, di sebuah ruangan. Ada dua gadis yang sudah ditangkap dan disekap oleh seseorang itu. Seseorang itu menghampiri mereka di ruangan gelap dan membuat sebuah ancaman pada seorang rivalitas. Saingan itu adalah sesama bangsawan. Mereka adalah suruhan dari Nyonya Manshery.
Ketika mereka menghampiri kedua gadis itu lalu membuka mulut dan mata yang disandera itu. Gadis bangsawan itu meronta-ronta kesakitan karena diperlakukan dengan buruk.
"Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan padaku?!" Tanya seorang Tuan Putri mencoba untuk memberontak.
"Diamlah, Dasar Murahan! Kalian tidak berhak untuk itu!" Marah seseorang itu dengan tatapan yang seramnya.
"Siapa kau?! Kenapa kamu melakukan hal yang jahat ini?" Tanya seorang gadis bangsawan tangannya diikat.
"Aku tidak tahu. Aku melihat ada yang manis disini," jawabnya dengan sifat mesumnya.
"Dasar binatang! Kau akan menyesalinya!" Gadis itu merasa dihina.
"Diana Ravenrought, Kelas I Soshum A, dan Claveriska Bonaparte, Kelas I Soshum B. Aku merasa aku dapat dua," oceh orang itu dengan tatapan mesum.
Di tengah teriakan dua gadis bangsawan itu, ada seorang bangsawan yang sedang menghampiri seorang sandera itu. Wanita itu berdiri dengan tegak karena berhadapan dengan seorang suruhan.
"Sudah cukup! Aku sudah berada di ruangan yang kotor ini selama beberapa lama. Apakah kau sudah menyandera mereka berdua?!" Tanya Nyonya Manshery merasa ilfill dengan kondisi ruangan yang tidak enak dipandang.
"Tentu saja. Nyonya. Aku sudah menyandera mereka. Jadi, ... bagiamana dengan bayarannya?" Tanya orang itu bermata uang.
"Ini! Aku memberikan uang yang banyak untukmu. Kau harus menjaga tempat ini. Kalau boleh, suruh seorang budak untuk membersihkan ruangan ini!" Suruh Nyonya Manshery menyodorkan tas berisi uang.
"Baiklah! Aku akan melakukannya!" Terima orang itu dan menjaga ruangan itu.
Diana dan Claveriska sangat marah. Mereka sepertinya dijual untuk menjadi budak. Mereka juga tidak mengerti kenapa Nyonya Manshery melakukan hal yang kejam itu.
"Manshery Elizabeth V! Apa yang telah kau lakukan?" Tanya Diana sambil disekap.
"Aku datang kesini untuk menyandera kalian. Kalian sudah menghalangi jalanku untuk menjatuhkan Cherry Spyxtria! Kalau saja dia dihukum, Reinhardt sialan itu dikeluarkan dari akademi!"
"Jadi, dari semua dalang ini, kau rupanya, Manshery Elizabeth V?!" Duga Diana pada niat jahat Nyonya Manshery.
"Tolong! Tolong aku! Aku disekap!" Teriak Nona Claveriska meminta tolong.
"Diamlah! Kalian sudah menjadi milikku, kalau kalian masih memberontak, aku akan menyuruh Ugly Bastard untuk memurahkan tubuh kalian. Jadi, tunggu saja! Aku akan memperbudak kalian dan reputasi kalan akan turun drastis. Bersiaplah menjadi gadis murahan!" Nyonya Manshery meninggalkan kedua gadis yang sedang disandera itu.
Sebelum pergi, Diana mengatakan sesuatu. Ia mengucap, "Kau tidak bisa melakukan itu. Kau akan menyesali semua ini ...."
" ... karena kau akan mendapatkan hal yang buruk yang membuatmu hidup dalam penyesalan!" Nona Claveriska bertekad untuk kabur.
Nyonya Manshery meninggalkan ruangan itu. Diana hanya terdiam sambil mencari sesuatu dan berharap bisa kabur. Ia juga berharap Zera akan menemukannya. Claveriska hanya terdiam sambil mengulurkan waktu untuk berdoa seperti penganut Kristen Katolik di Perancis.
Kedua gadis itu dijaga oleh seorang Ugly Bastard, suruhan Nyonya Manshery untuk memurahkan tubuh mereka.
__ADS_1
Spinx! Datanglah! Hanya kamu yang tidak tahu mengenaiku! Aku perlu bantuanmu karena kamu adalah Ksatria-ku. Diamond Knight ~ Claveriska Bonaparte