
Jam 17:44, pertemuan dimulai dengan cukup santai. Terdapat 5 kursi dan 1 meja bundar yang berukuran sedang untuk mendekatkan diri mereka. Kami duduk di bangku sambil berbicara sedikit mengenai identitas kami.
Aku duduk di samping Spinx dan Spinz. Mereka tidak akan membiarkan Aura mendekatiku. Mereka tahu karena aku adalah korban pelecehan. Tak lama kemudian, ada seorang gadis yang menghampiri pertemuan itu.
Gadis berkepang Perancis dan memiliki bibir lipstik sama seperti Aura. Ia berjalan dengan anggun dan segera menghampiri pertemuan itu. Namun, sebelum ia duduk, ia tiba-tiba berjalan cepat kemudian ia meloncat kepadaku sambil melakukan ciuman padaku.
“Sayang!” Panggil gadis itu sambil menciumku.
“Tunggu sebentar! Apa yang kau lakukan?!” Keluhku menahan ciuman itu namun terlambat.
Kami meneruskan hal yang intim. Aku mencoba untuk melawan ciuman itu. Namun, percuma. Ciumannya terlalu kuat, sehingga aku merasakan kehangatan pada tubuhku dan gadis itu.
“Ehem!” Seru Spinz, Spinx, dan Aura menghentikan Nona Claveriska yang terus menciumku.
“Aduh, maaf! Apa aku berlebihan?” Tanya Nona Claveriska melepaskan ciumannya dan melihatku yang sedang kepanasan.
“Iya. Kamu membuatnya hilang kendali,” balas Spinz melihat perilaku Nona Claveriska.
“Nona. Sebaiknya Nona bertahan sedikit! Rivandy-dono sedang kepanasan. Aku harus membangunkannya,” lanjut Spinx mencoba untuk menyadarkanku.
“Seharusnya aku yang disana,” keluh Aura.
Spinx mencoba membangunkanku dengan menggoyangkan tubuhku. Aku yang sedang kepanasan itu segera sadar. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Tubuhku semakin lama semakin memanas. Kalau sampai di menciumku lebih dari 20 detik, dia pasti mengajakku ke ranjang.
Tidak! Jangan! Aku akan akan terangsang sekarang juga!
“Ada apa?” Aku menahan wajah memerah dan menoleh ke Spinx.
“Kau baik-baik saja, Rivandy-dono?! Kau harus istirahat dulu jika kamu merasa tidak enak badan,” saran Spinx untuk mengistirahatkanku.
“Ti-Tidak perlu. Aku merasa baikan sekarang,” tolakku berbohong.
Setelah itu, pertemuan Nona Claveriska denganku telah dimulai.Ia memulai berbicara, “Sate, aku memanggilmu kesini untuk membahas sesuatu yang penting.”
“Yaitu …”
“... ini dia!” Nona Claveriska menunjukkan sesuatu padaku.
“Aku akan menantangmu untuk Shokugeki dan kalian akan menjadi jurinya,” putusnya dengan antusias.
“Eh?! Shokugeki?!” Aku bingung dengan tingkahnya.
"Iya. Shokugeki. temanya adalah dessert. Kau bisa membuat apapun secara bebas. Kita dapur dengan berduaan. Setelah itu, mereka bertiga menjadi juri dan akan menentukan pemenang dengan cara voting. Waktumu sejam untuk membuat dessert. Jika waktu habis, kau akan kalah," jelasnya sambil menantangku Shokugeki.
Aku hanya terdiam sambil menahan rasa panas yang ada di tubuhku. Aku memahaminya tanpa pikir panjang setelah penjelasan yang dilontarkan oleh Nona Claveriska Itu.
Akhirnya, aku dan Nina Claveriska bertanding di dapur dan menyiapkan bahan makanan untuk membuat dessert.
“Rivandy. Kalau kau kalah Shokugeki, aku akan menciummu,”
Aku hanya mengangguk sambil menahan rasa panas yang membakar. Tubuhku merasakan hal yang aneh setelah aku dicium olehnya. Aku bersiap untuk memikirkan dessert apa yang harus aku sajikan. Namun, aku tidak bisa berpikir lebih lama karena aku kehilangan fokusku.
Sebelum aku menyadarkan diriku, Nona Claveriska mencoba untuk membuat sesuatu yang biasa ia lakukan. Spinz, dan lainnya menjadi juri untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenang. Aura mengambil inisiatif untuk berdiri dari tempat duduknya dan segera memulai Shokugeki.
__ADS_1
“Pertandingan Shokugeki … mulai!” Aura memulai pertandingan Shokugeki.
Nona Claveriska dengan cepat membuat adonan kue dengan cepat dan waspada agar adonan kue yang ia buat tidak kental. Ia keluar dari dapur dan segera memetik strawberry setelah mengaduk adonan.
Aku yang sedang menahan panas segera bergerak untuk mengambil sesuatu. Aku mengambil dua gelas air putih dan meminumnya. Aku melakukan itu secara berulang. Namun, suhu tubuh yang panas tak kunjung hilang. Aku mencoba cari cara lain untuk menghilangkan hawa panas. Namun, masih belum turun juga.
“Sial.Kalau aku kalah, dia akan menciumku dan tubuhku semakin memanas,” umpatku sambil menahan panasnya itu.
Aku segera mendinginkan tubuhku. Aku mengambil air panas dan segera membasahi wajahku. Air panas itu membasahi tubuhku dan seragam akademiku. Aku memang tidak membawa pakaian ganti. Tapi, ini tidak ada pilihan lain.
Akhirnya, dengan air panas yang mengguyur tubuhku, aku bisa kembali fokus dan segera membuat adonan kue.
“Waktunya 45 menit lagi!” Seru Aura sabil memberitahukan kepadaku dan Nona Claveriska.
Apa?! 45 Menit?! Aku harus melakukan sesuatu atau ini akan menjadi situasi yang lebih buruk lagi.
Aku memutuskan untuk membuat adonan yang cukup lebar. Setelah membuat adonan, aku mencampurkan telur dan susu sementara Nona Claveriska memanggang adonannya dan memotong stroberi.
Pertandingan Shokugeki masih berlanjut. Aku yang sedang dalam kondisi prima sedang memanggang adonan sambil membersihkan kacang merah dan coklat. Lalu, aku memasukkan kacang merak itu ke dalam panci yang berisi air panas yang ditumpahkan ke wajahku agar aku tidak kepanasan.
Para juri semakin lama semakin tidak sabar menunggu apa yang mereka buat. Nona Claveriska dan aku sedang bersaing untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Dia menyelesaikan adonan dan sirup coklat. Aku yang sedang ketinggalan segera mengaduk gula, santan, dan garam sambil mencicipi aromanya.
Tinggal 10 menit lagi. Nona Claveriska sudah menyelesaikan masakannya. Ia membawa kue bolu Loyang berbentuk cincin dengan stroberi dan sirup coklat di atasnya. Ia menyajikan semua masakannya di atas meja juri.
Para juri tidak terlalu mengetahui apa yang Nona Claveriska sajikan. Baru pertama kali mereka melihat makanan ini. Spinx bertanya, “Apa ini, Nona?”
“Strawberry Savarin,” jawabnya singkat.
“Aku belum melihat ini. Tapi, sudahlah! Selamat makan,” komentar Spinz mengambil garpu dan pisau kecil untuk memotong makanan.
“Apa ini? Rasanya enak sekali,” puji Spinx dengan mata terkagum
“Wow! Aku tidak membayangkan jika stroberi bercampur dengan sirup coklat akan menjadi seenak ini,” komentar Spinz melihat masakan itu.
“Tidak sia-sia. Kamu berada di dapur selama 7 tahun, Nona,” puji Aura setelah menyantap makanannya.
Nona Claveriska tertawa kecil dengan hasil juri itu. Ia menoleh kepadaku yang sedang menyiapkan sentuhan terakhir. Ia bergumam, “Kau tidak bisa mengalahkanku, Rivandy. Waktunya tinggal 1 menit lagi. Kalau kamu tidak menyelesaikannya segera, kamu akan kehabisan waktu dan aku bersiap untuk menciummu setiap malam,” dengan pikiran liciknya.
Timer menunjukkan tinggal 30 detik lagi. Aku bersusah payah untuk menyajikan dessert kepada juri. Aku yang sudah menyajikan adona itu segera menyajikan ke piring dengan tergesa-gesa.
Tinggal 20 detik lagi. Aku segera memasukkan adonan itu ke piring dan menghiasinya sedikit. Waktu tinggal 15 detik lagi. Nona Claveriska semakin bergembira akan kemenangannya. Ia berharap aku tidak bisa menyelesaikan dalam waktu yang singkat ini.
Namun, aku tidak akan kalah. Ciuman Nona Claveriska sangat berbahaya untuk kesehatanku. Aku tidak ingin dikalahkan oleh tuan putri sepertinya.
Aku akan menang.
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. 0
“Selesai!” Aku berteriak dengan selesainya
Aku menghela nafasku dengan kasar sebagai tanda selesai dengan waktu 0,00023 detik.
Fiuh! Tadi hampir saja. Kalau saja proses dessert-ku hanya 99,99998% saja, aku akan kalah. Lalu, aku akan dicium oleh Nona Claveriska dan akan merasa enak dengan hal itu.
__ADS_1
Aku putuskan untuk menyajikan itu dan segera membuktikan kalau aku akan menang.
Aku menyajikan dessert yang aku buat kepada juri untuk diberikan nilai. Setelah itu, aku mundur beberapa langkah dan menunggu keputusan mereka. Meskipun mereka berpihak kepada Tuan Putri, aku tidak akan takut dengan gertakan itu.
“Rivandy-dono. Apa ini?” Tanya Spinx melihat dessert yang asing baginya.
“Aku juga belum pernah melihat ini sebelumnya,” lanjut Spinz.
“Itu adalah Dorayaki,” jawabku dengan penuh percaya diri.
Ilustrasi Dorayaki
Mereka hanya terdiam dengan sajian itu, tidak terlalu mengetahui apa yang aku buat di atas piring. Mereka memotong beberapa bagian dan memakannya dengan bantuan garpu. Setelah mereka menggigit beberapa kali, mereka merasakan hal yang tidak masuk akal.
Mereka terkejut dengan rasa yang sangat bercampuran.
“Coklat, kacang merah. Apa yang kau lakukan dengan waktu yang sesingkat ini? Padahal, butuh waktu 50 menit untuk membuat masakan ini,” puji Aura tidak percaya denganku.
“Iya. Rivandy-dono. Aku ingin tahu apa yang kamu masak. Habisnya, aku belum pernah merasakan hal yang seenak ini,” lanjut Spinx sambil menyantap Dorayaki.
“Sepertinya kau merencanakan sesuatu. Kau tidak bisa mempelajarinya dengan sekejap,” duga Spinz yang merasakan hal yang aneh dariku.
“Oh itu. Aku belajar sendiri selama setahun. Lalu, aku memodifikasinya. Aku mengaduk kacang merah dan coklat dengan proporsi yang tepat. Lalu, pada saat yang terakhir, aku terburu-buru untuk memeriksa adonan apakah pantas untuk dimakan atau tidak.”
“Lalu, aku berakting seolah-olah aku terburu-buru. Jadi, aku menipu lawanku agar aku bisa menyempurnakan Dorayaki buatanku," jelasku.
Nona Claveriska tidak mengetahui tentang ini. Trik yang digunakan berhasil. Selain itu, aku mengetahui triknya. Aku bukan orang yang bodoh. Aku sudah tahu semua mengenai masakan dessert sejak 2 bulan yang lalu
Dia menciumku dengan erat karena ia akan membuatku panas, sehingga membuatku tidak fokus dan tidak bisa memasak dengan baik. Lalu, jika waktu habis, dia akan mengajakku ke ranjang dan bermalam sampai pagi.
Dengan kata lain, dia akan membalas kekalahannya dengan trik licik seperti itu.
Voting pun dilakukan. Mereka memutuskan masakan siapa yang keluar sebagai pemenang. Setelah berdiskusi, mereka membuat suara di dalam tombol mereka.
Akhirnya, mereka memperlihatkan hasil mereka pada peserta Shokugeki. Da hasilnya adalah sebagai berikut:
[Rivandy vs Claveriska
3 vs 0]
Hasil ini cukup memuaskan. Aku perlu belajar lagi. Ini masih belum cukup. Aku terlalu kasihan kepada Claveriska yang tidak mendapatkan suara.
Nona Claveriska bergerak ke arahku dan memelukku. Setelah itu, ia mengajakku ke ruangan khusus untuk kita berdua, bukan ranjang.
Spinx, dan Spinz merasa lega dengan perasaan Nona Claveriska. Mereka memutuskan untuk istirahat di kamar Aura membereskan dapur itu sendirian.
Jam 21:23, aku dan Nona Claveriska memutuskan untuk tidur bersama. Aku tidak membicarakan dia sendirian. Ia merasa sedikit kesepian. Jadi, aku menemaninya.
Kuharap mansion ini tidak di serang oleh mereka berempat.
Yah … ini cukup romantis baginya. Namun, aku tidak terlalu ingin meninggalkannya.
__ADS_1
Setelah itu, kami tidur dengan bergandengan dan tidur di rembulan yang indah.