Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Kotori Andromeda : Flashback Kotori


__ADS_3

Flashback Kotori akan dimulai pada tahun 2021. Ketika COVID 19 masih menyerang Amerika Serikat.


>>>>>


[*^*]


Kotori Andromeda Point of View.


Di sebuah kamar yang sepi, tidak ada yang menarik. Hanya ruangan biasa dan bukan mewah. Datanglah seorang perempuan masuk ke dalam kamar dan membangunkan gadis cilik yang mengenakan masker.


"Kotori, bangunlah! Ayo, bantu Rhenium dan Lithium setelah mandi dan sarapan."


Aku terbangun oleh suara lembut itu, membuka mata dan menggerakkan semua tubuhku. Perempuan berambut ungu dan bermata biru tersenyum tipis, sama seperti seorang ibu.


"Eh? Freya. Aku akan bangun."


"Oh iya. Siren ingin mengajakmu main PS5. Jangan bertengkar lagi karena kau membencinya." Ia memberikan pesan sekaligus mengusapkan wajah kepalaku.


"Baiklah." aku menerima pesan itu dan bergegas keluar dari kamarku.


Aku bergegas keluar dan mengusapkan tubuhku di kamar mandi. 


[*^*]


Di sebuah kamar mandi, disediakan  bathub dan shower yang bisa mengeluarkan air panas dan air dingin. Secara pribadi, aku lebih  menyukai air panas karena itu sangat melegakan. 


Aku tidak mengenakan pakaian apapun. Masker dan jaketku kutinggalkan di mesin cuci agar Kak Freya bisa mencucinya. Mulut yang dibalik masker itu adalah mulut manusia namun sebenarnya itu adalah mulut Alien ketika sedang terancam.


Maka dari itu, aku tidak mau menunjukkan mulutku pada siapapun. 


Namun, ...


"Kotori!" Orang bodoh langsung masuk kamar mandi tanpa mengetuk pintu.


"Akhirnya bangun juga. Ini. Aku berikan shampo untukmu. Sekalian kau ingin mengusap rambutmu agar lebih ...." Siren memberikan shampo dengan wajah mesum kepada seorang loli.


"Keluar!" Aku melemparkan alat kamar mandi sambil berteriak keras.


"Kau sensitif sekali." 


"Kau yang bodoh! Selalu masuk seenaknya." 


"Peluk loli manis!" Tanpa peringatan, dia langsung  memelukku dengan mesum.


"Kyaa!" Teriakanku semakin menjadi. Alhasil,  sebuah tamparan keras mengarah pada pipi Siren. 


[*^*]


Di ruang tengah, sebuah tamparan mengenai wajah Siren, terdiam kaku karena kejadian dari pagi. Hanya Kak Freya, aku dan Siren di ruangan tersebut. 


"Siren! Jangan membuat Kotori marah. Lihat! Dia tidak mau mengobrol." Freya memarahi Siren, tapi masih senyumannya masih terlihat. 


"Maafkan aku! Aku memang bodoh."Menyesal, Siren tertunduk lesu dan menghela nafasnya.


Meksipun minta maaf, aku tidak mau memaafkannmya, masih memalingkan wajah dari orang mesum itu.   


"Baiklah. Bagaimana dengan PS5? F1 2021? MotoGP 21? Atau Battlefield 2042?" Siren mendekat dan mengajakku untuk bermain.


"Super Mario Bros?" Suara dibalik maskerku memberikan pertanyaan mengenai game di PS5.


"Yep. Game itu kita akan mainkan. Jadi,  ..." Sebelum mengajak main, seorang maid datang menghampiri Siren dengan aura hitam pekat.


"Serin!" Lithium, seorang maid mendatangi Siren dengan ekspresi sinis.


"Eh? Lithi?" Siren menoleh pada seorang maid tersebut dan 


"Bukankah kau harus membantuku untuk mengurusi rumah tangga, kau malah main PS5 bersama loli terkutuk itu!" Lithium menyalurkan amara melalui tangan yang menuju ke rambut Siren.

__ADS_1


"Maafkan aku! Aku hanya ingin mengajak Kotori bermain." Siren menjerit kesakitan sambil membela diri.


"Tidak boleh! Biarkan Freya-sama yang bermain bersamanya. Kalau kau masih bermain seperti anak kecil, aku akan menyita PS5 yang kau curi!" Tanpa ampun, Lithium bergegas untuk menyeret Siren keluar.  


"Jangan pergi loliku! Aku akan terus bersamamu." Siren meninggalkan ruang tengah dengan  seretan.


Akhirnya ruangan menjadi sepi. Terpaksa menemani Kak Freya untuk menjemur baju. Biasanya , Siren selalu mengajakku bermain PS5. Meskipun  menyenangkan, dia selalu membuatku marah.


Jadi, aku harus menjalani kehidupan seperti anak kecil. 


[*^*]


Beberapa hari kemudian, malam yang indah dengan bintang yang banyak melukiskan pemandangan malam. Aku hanya duduk di teras sambil memandangi malam seperti lukisan.


Namun, si tengah malam yang  sunyi dan tanpa suara, dia datang di tengah malam tanpa tidur dan istirahat. Dia tidak bisa tenang dengan keberadaanku.


Ekspresi Siren tidak sama dengan orang bodoh pada umumnya, berlagak seperti seorang ksatria yang melindungi para loli dari seorang pedo. Sebenarnya dia sendiri adalah seorang pedo.


"Kau tidak tidur?" Siren mulai bertanya dengan suara lembut. 


Aku hanya mengangguk pelan. Namun, pandanganku tidak menoleh pada Siren. Hanya fokus dengan pemandangan malam.


"Ayo masuk! Kau akan terkena flu jika berada di sini terus." 


"Tidak mau. Aku sebenarnya alien. Tidak mungkin akrab dengan manusia." Terus menolak dan tidka ingin mendengarkan lolicon itu.


"itu tidak benar. Aku tidak ingin ada pemikiran seperti itu."


"Tapi, ...."


"Tidak peduli kau alien, elf, maupun monster. Selama kau ingin hidup bahagia,  kau tidak perlu lari dari mereka. Aku tidak ingin membuatmu tertekan. Terus bersamaku dan kau akan selamat. Aku berjanji." Siren tidak main-main, ekspresi wajahku berubah.


"Demi loli yang tercinta, aku tidak akan meninggalkanmu sampai kamu bahagia. Bagaimana denganmu?"  Siren memberikan kepercayaan padaku, tidak ingin mengecewakan lagi.


Sikapnya membuatku tertawa.  Dia memang bodoh, namun aku menyukai sikap humorisnya. Tidak kusangka orang ini cukup baik dan merelakan semua waktunya untukku.


"Siren! Bukannya tidur denganku, kau malah selingkuh dengan loli yang lain. Kebiasaan kamu yah!" Lily menjadi kesal dan tidak percaya perselingkuhan loli itu.


"Lity Sayang! Bukankah kau harus tidur?" Siren panik, mencoba menjelaskan perselingkuhan itu.


"Karena kau meninggalkanku, aku terbangun dan mencarimu kemana-mana." Lily kembali menjelaskan secara rinci.


"Eh?  Jangan khawatir! Setelah  itu, aku akan tidur bersamamu." Siren mengeles, sama seperti biasanya. 


"Sudah. Jangan banyak alasan! Ayo pergi!" Lily memaksaku memasuki ruangan dan meniggalkan teras. 


"Tidak! Kotori! Tolong aku!" Siren  meminta pertolonganku agar dibebaskan dari Lily namun percuma.


Siren dan Lily meninggalkanku sendirian. Tapi, ekspresiku berubah total. Tidak ada kekhawatiran lagi. 


"Dasar bodoh!"  Senyumanku berada dibalik masker dan menghina Siren bodoh


[*^*]


Di sebuah insiden yang kacau, kami dikejar oleh sebuah kelompok FBI. Mobil  yang dikendalikan Siren  melaju cepat, menghindari kejaran FBI karena dikira menculik loli.


Siren tetap memberikan sebuah motivasi meskipun berada dalam masalah.   Dia tidak pernah menyalahkanku atas semua ini.


Rhenium, Lithium dan Lily masih remas dan berharap Siren untuk mengendarai mobil dnegan benar.


"Kotori cepat! Gunakan musikmu untuk menjauh dari monster itu!" Siren memberikan perintah sambil mengendarai mobil di tengah kekacauan.


"Baiklah! Electro Dubstep : Shockwave!" Kotori memberikan serangan pada kejaran FBI tersebut.


Alhasil, kami bisa menjauh dari kejaran FBI itu. Ini cukup melelahkan karena ketua FBI itu memiliki kekuatan supernatural yang lebih kuat daripada kami.


Kami mencoba bertarung meskipun kami akan kalah. Namun, Siren tidak mau menyerah dan menyerang ketua FBI tersebut. 

__ADS_1


Setelah semuanya berakhir,  FBI berhenti mencari kami, tidak berguna karena Siren pantang menyerah.  Jadi, divisi mereka harus fokus pada panggilan EG, sebuah perusahaan yang besar yang dirumorkan bisa melampaui kekayaan VOC sekitar USD 7,9 triliun hanya dengan sebuah teknologi. 


"Kerja bagus, Kotori!" Siren memujiku sekaligus memberikan acuan jempol padaku.


"Thanks, Siren." Aku membalasnya, membuka masker dan memberikan senyuman agar dia terlihat bahagia.


Sejak saat itu, .... hubunganku dengan Siren menjadi erat.


[*^*]


"Siren. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


Siren tidak mau tidur seperti biasanya. Jika seorang loli memanggilnya, dia akan menerimanya dengan senang hati.


"Ada apa, Kotori? Kau malu seperti kucing."


Aku tidak ingin membahas lebih lama. Perasaanku tidak mau berbohong alien sepertiku. "Sebenarnya, aku ingin tidur denganmu. Belakangan ini, aku menjadi akrab dengan manusia. Lalu, aku ...."


"Sudah kubilang apa. Alien dan manusia bisa hidup bersama. Aku tidak membiarkanmu sendirian." Siren menjelaskan dengan penuh kepercayaan diri.


Siren menyadari sesuatu. Sepertinya ada yang salah.  Dibalik pengakuan seorang loli, dia akan menduga semua itu.


"Tadi, kau bilang ingin tidur bersamaku?" Siren bertanya, mendengar selipan dibalik semua pengakuan tersebut.


"Lu-Lupakan! Aku tidak ingin menakutkan itu. Hanya saja, kau ..."


"Boleh. Kau boleh tidur denganku. Sekarang, Lily tidak bisa dibangunkan begitu menyogoknya dengan boneka. Jadi, aku bisa tidur denganmu." Siren menjelaskan enteng, berurusan dengan loli perempuan adalah hal yang biasa baginya. 


"Baiklah. Ini pertama kalinya aku tidur dengan seorang manusia." Kedua mataku menoleh ke Siren, tapi berusaha menghindarinya meskipun percuma.


"Ayo! Kita tidur! Sudah malam." Permintaan SIren membuatku ingin tidur lebih cepat. 


Akhirnya, kami tidur bersama dengan sebuah pelukan. Meskipun ruangannya cukup kecil untuk kami berdua, dengan keberadaan Siren sudah cukup bagiku. 


[*^*}


21 Januari 2022, sebuah insiden yang menyakitiku telah terjadi. Setelah Siren mengalahkan Superman buatan Near, kami semakin tidak diuntungkan. Melawan CIA sekaligus Manajer EG adalah hal yang tidak bisa dilakukan meskipun Siren 


Creator Near adalah mimpi buruk seorang alien bagiku. 


Alhasil, Siren ditangkap oleh CIA untuk sebuah proyek. Kami memutuskan untuk melarikan karena tidak bisa melindunginya.   


Kami tidak bisa bertemu dengannya setelah itu.


[*^*]


Seorang CEO menghampiriku dengan sebuah jas CEO, tinggi badannya mencapai 200 cm, dia adalah orang yang mengurusi besar dengan teknologi canggih selama 22 tahun.


"Kotori Andromeda. Seorang alien dari Galaksi Andromeda.  Tidak hanya itu, kau adalah seorang alien dari Klan Andromeda. Sama seperti Frexa dan Opera."


Aku tidak melihat wajahnya.  Bukannya tidak mau, aku tidak sanggup. Semua tubuhku tidak bisa digerakkan begitu  identitasku diungkapkan.


"Rupanya kamu sama sepertinya.  Fashionnya sama persis. Hanya saja, dia lebih gelap dan seorang pria."


Dia menyamakanku seperti seorang yang penting baginya. Namun, karena insiden tertentu, dia meninggalkan EG dan dianggap pengkhianat.


"Aku akan memberimu sebuah kesempatan." Entah kenapa, CEO itu memberiku sebuah kesempatan. Kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.


"Aku merekomendasimu untuk sekolah di Akademi Militer Spyxtria. Kau akan bersekolah di sana dan menempuh pendidikan militer selama tiga tahun. Setelah lulus, aku akan merekrutmu lalu memperlihatkanmu seorang Lolicon. Dia masih hidup jika kau ingin mengikuti apa yang kuucapkan."


"Oh iya. Aku hanya membuat sampel agar bisa pergi ke Purgatory dan mengeksplorasinya. Kau mengambil Siren dan hidup bahagia bersamanya. Jika tidak, kau tidak akan bisa bertemu dengannya selamanya."


"Bagaimana? Apakah kau setuju? Atau tidak?"


Secara tidak sadar, aku menerima tawaran CEO itu.


FLASBACK KOTORI ANDROMEDA SELESAI 

__ADS_1


__ADS_2