
Jumat, 24 Januari 2025, jam 07:00, aku berjalan bersama Nina dan Aurora. Sebelum itu, Nina melakukan perdebatan bersama Diana dan Sinta Furumi dan Zaza dipaksa membantu Klub Disiplin untuk sementara waktu. Lisa, Hanna, dan Rima dihukum untuk tidak mengikuti Klub Militer karena sudah membuat kekacauan.
Evelyn dan Aura selalu mengabaikan tugas dari para pembimbing. Maka dari itu, tugas mereka ditambah lagi oleh guru masing-masing. Ini sudah cukup membuat mereka menderita dengan tugas yang banyak .
Shiori dan Bella dihukum oleh Pak Walter, guru militer Kelas I Soshum A. Dengan tegas mereka dilarang mendekatiku selama seharian. Rin, Wulan, dan Saphine segera merawat korban yang terluka. Stephany, Arira, dan Millia berusaha mencariku. Mereka sudah mencariku selama sejam kemudian.
Namun, karena aku tidak bisa ditemukan oleh mereka, mereka merasa kelelahan lalu menunda pencarian dan pulang untuk melatih mereka untuk menjadi istri idaman.
Nona Claveriska masih menunggu kesempatan. Ia tidak mengambil resiko dan terus menunggu Ia tidak mau dihukum seperti Aura. Spinx dan Spinz malah tertawa kecil karena kakak mereka terkena hukuman.
Andela, Farah, dan Dina membawa Akishima dan Sheeran ke suatu tempat. Wulan harus kembali ke Klub PMR untuk mengobati korban yang luka. Mereka juga tidak membiarkan identitas mereka ketahuan. Malah kabur ke rumah mereka dan segera melakukan penyiksaan.
Rivera-senpai dihukum oleh Bu Minerva secara pribadi, Chelsea sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengumpulkan tugas itu kepada Bu Minerva dengan senyuman yang imut, centil, dan manja. Oleh karena itu, Bu Minerva memberikan nilai S+ pada Chelsea.
Rivera merasa ketidakadilan. Karena Chelsea selalu mendapatkan nilai S dalam pelajaran Sastra, Saintek, Militer, bahkan Soshum membuat Chelsea bisa mempertahankan tahtanya sebagai Ace Spyxtria Tahun Ketiga. Karena itu, persaingan antara Rivera dan Chelsea semakin memuncak dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional Akademi Babak Penentuan
Dengan perdebatan yang semakin berlarut lama, akhirnya, Nina memenangkan perdebatan itu. Sinta malah mendukung Nina dan menyebabkan Diana bermusuhan dengan Sinta untuk sementara waktu. Furumi dan Zaza terpaksa setuju dengan Nina. Karena pernyataan Nina yang meyakinkan mereka, membuat mereka menyetujuinya meskipun itu merugikan mereka.
Sejak saat itu, aku bersama Aurora dan Nina. Aurora dihukum dan segera menyelesaikan dengan senang hati. Itu semua karena cinta dan kasih sayang. Aku sudah memohon pada Bu Minerva untuk meringankan hukuman Aurora. Karena Bu Minerva menaruh harapan padaku, ia menyetujuinya. dan bisa bersama dengan Aurora lagi
Jam 07:15, kami memasuki ke kelas dan menunggu sebentar untuk mengikuti pelajaran bersama Pak Stephan tanpa Evelyn. Evelyn tidak diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran karena Pak Stephan memiliki barang bukti agar Evelyn tidak bisa menghindar lagi.
Aktivitas akademi kembali seperti semula meskipun Perang Cinta masih berlanjut.
[*^*]
Jam 10:02, Aurora mengajakku ke perpustakaan untuk meminjam buku. Aku mengikutinya dengan senang hati dan segera mengikuti Aurora. Aku tidak membiarkan Aurora meninggalkanku. Aku bisa jadi sasaran dari gadis lain. Maka dari itu, Aurora memanggilku Papa agar hubungan kami semakin romantis.
Tak lama kemudian, ada dua gadis yang sedang mendekati kami. Aurora dengan bersedia memegang Koch UMP miliknya pada.kedua gadis itu. Kedua gadis itu menjadi aneh karena suatu hal. Sifat kekanak-kanakan mereka menjadi hilang dan berubah menjadi seorang wanita dewasa.
“Ara Ara. Kamu datang juga, Rivandy,” sapa Akishima mendekatiku.
“Suamiku. Ayo ke ranjang nanti sore yuk! Aku sedang luang sekarang,” sambut Sheeran merayuku dan mengelus tubuhku.
“Ada apa dengan kalian?” Tanyaku melihat keanehan Akishima dan Sheeran.
“Tidak ada. Kami hanya diberi pelajaran. Aku harap aku bisa terus bersamamu,” jelas Akishima yang berubah menjadi Oneesan.
“Iya. Aku sudah mendapatkan pelajaran bagaimana menjadi istri yang baik,” lanjut Sheeran merasa menjadi Oneesan.
“Sebenarnya, kami disiksa dengan menonton video Nekopoi dan mendengarkan suara Ara-Ara selama 4 jam non-stop. Jadi, aku merasakan keenakan dengan suara Ara Ara itu,” pikir Akishima dalam hati.
“Menakutkan,” lanjut Sheeran dalam hati.
Aku teringat pada sikap mereka. Dengan suara yang khas seperti Oneesan Ara-Ara membuatku merasakan getaran yang cukup hebat. Ingin rasanya aku menahannya. Karena ada seseorang itu, tubuhku merasakan ingin keluar. Aku ingin sekali … menikmati sensasinya.
“Entah kenapa, aku ingin mendesah. Kalian mengingatkanku pada Neesan.” Wajahku semakin memerah karena kecanduan.
Aurora melihatku yang terangsang karena aku mudah merasakan kehebatan Akishima dan Sheeran dalam menggoda suami orang. Reaksi iru, membuat Aurora menaikkan darahnya. Ia berniat untuk mengubah dirinya menjadi monster. Oleh karena itu, ia membenci Oneesan Ara Ara dan segera menjagaku dengan ketat.
“Kalau kalian menggoda Papaku, aku akan membunuh kalian,” ancam Aurora berniat berubah menjadi Black Night Sky.
__ADS_1
“Ara-Ara. Jangan marah, Aurora!” Akishima menenangkan Aurora yang ingin berubah.
“Itu benar. Aku hanya mengajaknya ke kantin saja," lanjut Sheeran mencoba meyakinkan Aurora meskipun Sheeran sudah menjadi Oneesan.
“Awas saja kalian, dasar Janda Perebut!" Aurora melakukan isyarat mengawasi Akishima dan Sheeran.
“Aurora. Jangan! Aku …." Aku berusaha untuk menghentikan Aurora.
"Ayo, Papa! Aku akan menemanimu di perpustakaan sampai bel masuk," ajak Aurora menyeretku ke perpustakaan.
"Jangan cemas, Suamiku! Aku akan menunggumu di apartemenmu," pamit Sheeran yang memperlakukanku seperti adik kecil.
"Aku akan memandikanmu," lanjut Akishima dengan aura keibuannya.
Aku meninggalkan mereka dan merasakan tidak nyaman pada tubuhku. Rasanya aneh ketika kedua Oneesan itu segera mendekati dan merayuku. Ini seperti Neesan yang selalu merayuku. Aku pergi ke perpustakaan untuk menemani Aurora. Dia tidak mau pergi sendiri. Harus pergi bersamaku.
Sesampainya di perpustakaan, kami segera mencari buku yang kami cari. Aurora mencari sebuah catatan kecil di tengah rak buku. Aku membantunya dan mencari buku yang bisa ku pinjam.
Jam 10:15, Aurora menemukan catatan kecil dan menulisnya di catatan ponselnya. Ia menggunakan Google Keep untuk mengetik catatan kecil. Aku mencari buku romantis yang ada di rak buku. Tidak ada yang bisa ku temukan. Pandanganku hanya tertuju pada buku ilmu pengetahuan.
Sebagian kecil buku yang ada di perpustakaan akademi terdapat buku yang disimpan di perpustakaan rahasia di Vatikan. Tidak sembarangan orang boleh masuk. Karena akademi memiliki otoritas yang cukup meyakinkan pada Paus, mereka mengizinkan sebagian kecil dari buku yang tersimpan di perpustakaan itu di simpan di akademi. Buku itu tidak boleh dipinjam. Harus dibaca di perpustakaan agar buku itu bisa selamat dari tangan orang yang salah.
Aku merasakan kejadian yang terjadi sebelumnya. Ini seperti sebelum aku bertemu dengan Rivera-senpai.
"Aurora. Setelah menulis, temui aku di rak militer. Aku ingin sekali mengatakan sesuatu padamu," pamitku ingin menuju ke tempat yang ingin diperkosa oleh Rivera-senpai.
"Ok. Papa. Aku akan menyelesaikan tugas ini," terima Aurora segera menulis.
Aku berjalan dan menunggu Aurora untuk menahan perasaanku. Aurora menyelesaikan pekerjaannya meskipun tugasnya sudah selesai. Ia hanya fokus dengan monitor ponselnya dan segera menyelesaikannya.
Karena aku tidak bisa menahan hasratku, aku meminta Aurora untuk menciumku. Aurora memelukku dengan hangat dan aku duduk di depan rak buku. Aurora duduk di dekatku dan segera melakukan serangan cintanya padaku.
Aku tidak memberontak. Aku menikmati ciuman itu. Dengan ciuman itu, aku merasa lebih baik.
Sepertinya, aku disesatkan oleh Neesan. Kalau mengembalikan suhu tubuhku, aku harus mencium seorang gadis. Jadi, aku selalu melakukan ini pada Aurora.
“Aurora. Hangat sekali! Aku ingin lagi,” mintaku pada Aurora tidak bisa menahan hasratku.
“Um. Apapun untuk Papa, aku laksanakan,” terima Aurora melepaskan dasinya dan membuka kancing atasnya untuk pernafasan. Setelah itu, dia memegang tubuhku.
Aku semakin tidak terkendali. Aku merasa seperti diperkosa. Dengan teknik yang ia lihat di drama percintaan, aku semakin ingin dicium lagi. Ini dilakukan agar aku tidak kedinginan. Ciuman Aurora lebih menyengat.
Setelah adegan ciuman itu, Aurora merasakan tubuhnya memanas. Ia ingin sekali mengajakku ke ranjang dan melancarkan aksi mesumnya. Berniat meminum alkohol ketika adegan ciuman itu. Namun, tidak boleh karena usia yang belum matang dan membuatku ketakutan.
“Papa. Ada apa?” Tanya Aurora merasa cemas dengan keadaanku.
“Tidak apa-apa. Aku tidak bisa berdiri,” jawabku membuka mulutku dan kesadaranku mulai pudar.
Aurora mengambil dasi miliknya dan memperbaiki seragam akademinya. Ia tidak boleh membuatku ketinggalan pelajaran militer. Ia menyodorkan tangannya padaku dan membuatku berdiri.
Aku ingin tahu … jika Aurora memperkosaku, bukan Rivera-Senpai, bagaimana kelanjutannya.
__ADS_1
“Ayo, Papa! Nanti kita bisa lanjutkan di apartemenku,” ajak Aurora agar kami keluar dari perpustakaan.
“Umu.” Aku mengangguk setuju.
Aurora membawaku ke kelas. Dia memegang tanganku agar bisa berdiri. Ia juga mengurus buku yang kupinjam. Dengan penerimaan administrasi peminjaman buku itu, kami keluar dan segera menuju ke kelas. Kami tidak ke kantin dulu karena Aurora harus menemaniku untuk ke kelas untuk merawatku.
Aurora senang ketika aku merasa kecanduan.
[*^*]
Jam 12:03, aku dititipkan Aurora untuk membeli sesuatu di kantin. Aku bisa membawa makanan kantin itu di kelas. Makanan kantin bisa dibawa kemana saja selama berada di lingkungan akademi, asalkan bukan perpustakaan.
Setelah tiba di kantin, aku mengantri dan menggunakan panggilan darurat pada Aurora. Jika aku diserang, aku akan memanggil Aurora dan dia akan datang. Aku merasa terangsang jika aku bertemu dengan Akishima dan Sheeran. Jika hal itu, terjadi, mereka akan menjadi kakakku.
Setelah membeli Roast ukuran mini, aku pergi ke kantin dan segera menuju ke kelas. Aku menggunakan teknik “Arctic Warfare : Stealth” untuk menghindari para gadis dan tidak mau menjadi target mereka. lagi. Itu akan membebankan Aurora.
Ketika menuju ke kelas, ada sekelompok gadis yang lewat. Aku melihat ada seorang gadis yang membuatku ketakutan karena saking agresif dan mesumnya. Karena itu, aku menghindarinya dan mencari sekitar agar bisa masuk ke dalam ruangan itu.
Setelah menemukan sesuatu pintu, aku berjalan perlahan dan membuka pintu sebelum gadis itu berjalan menuju arahku. Tanpa pikir panjang, aku memasuki ruangan itu tanpa pikir panjang dan berharap bisa bersembunyi dari gadis itu. Kalau ketahuan, aku bisa menjadi budaknya.
Aku merasa terkejut melihat ada gadis yang sedang mengenakan pakaian dalamnya. Aku tidak tahu ruangan apa yang aku masuki. Yang pasti ini akan menjadi malapetaka bagiku. Aku tidak percaya … tubuh Fillia-senpai sangat seksi dan menggoda. Dia seperti Neesan saja.
“Pa-Pangeran! Apakah kamu datang kemari untuk merasakan tubuhku yang perawan ini?” Tanya Fillia-senpai terkejut dengan kehadiranku.
“Ma-Maafkan aku! Aku kira kamu ...” Aku mencoba untuk melanjutkan perkataanku.
“Tidak apa-apa! Karena kamu pangeran, dengan senang hati aku memberikan keperawananku padamu,” potong Fillia-Senpai melepaskan pakaiannya dengan seenaknya.
“Tidak mau! Kalau aku melakukan itu, Aurora akan membunuhku,” tolakku menutup mataku dan berpaling dari Fillia-senpai yang tidak mengenakan pakaian apapun.
“Wah! Kalau begitu, kita selingkuh saja! ini jauh lebih menantang dengan cerita percintaan. Pertama, kita berselingkuh dengan pacar, Kemudian, kamu akan menghamiliku. Setelah itu, kita kawin lari dan hidup bahagia selamanya. Setelah itu, ….” Sifat mesum Fillia-Senpai mulai kambuh.
“Aku pergi.” Aku meninggalkan Fillia-senpai lalu kembali ke kelas.
“Tidak! Jangan pergi, Pangeranku! Aku masih perawan!” Cegah Fillia-Senpai tidak membiarkanku pergi.
“Maafkan aku, Senpai! Aku harus ke kelas dulu, Sampai jumpa,” pamitku segera membuka pintu dan meninggalkan ruang ganti wanita.
“Tidak! Jangan tinggalkan aku! Aku mohon! Pangeranku!” Fillia-senpai menangis keras dengan kepergianku.
Aku merasa ingin menghajar senpai. Dia seenaknya mempermainkan kehormatannya kepadaku. Aku kasihan padanya dengan tingkah mesumnya itu. Aku harap, dia tidak melakukan hal yang aneh.
[*^*]
Sepulang sekolah, Aku dan Aurora pulang dari akademi. Namun, ada sebuah pengumuman yang menyebar di seluruh akademi. Pengumuman itu disebarkan mengenai hal penting.
"Selamat Sore, Semuanya! Aku sebagai Ketua Klub Memasak mengumumkan sesuatu yang penting. Hari ini, Pangeran Akademi, Rivandy melihatku tidak berpakaian. Dia dengan penampilan yang tampan dan kekar itu membuatku jatuh cinta. Dia yang melihat tubuhku yang tanpa sehelai pun memujiku dengan mawar merah."
"Dia mendekatiku seakan-akan mengambil keperawananku. Dengan gaya yang artistik telah, membuatku mendesah dan tidak bisa bangkit lagi. Aku merasa ingin terbang ke surga. Jadi, bagi kalian yang masih muda, segeralah dapatkan Pangeran Rivandy! Dia akan menjadi Pangeran Harem yang akan memecahkan rekor pada hari ini! Aku harap kalian bisa menjadi istrinya suatu saat nanti. Lalu, kalian akan hidup bahagia selamanya. Saya Filliaa Andela undur diri dan selamat mendapatkan pangeran!"
Aku shock karena mendengar pengumuman itu. Aku tidak tahu karena aku memasuki ruangan itu dan melihat Fillia-Senpai tidak mengenakan sehelai pakaian membuat kesialan seperti ini. Aurora yang mendengarkan pengumuman itu menaikkan darahnya karena aku tidak setia padanya.
__ADS_1
Aku sangat cemas kalau Aurora akan mengancamku dan membunuhku lagi. Sudah cukup dengan penderitaan itu. Aku tidak ingin membuat Aurora menderita dengan ketidakpercayaan itu lagi.
"Rivandy! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Dengarkan aku!"