
Masa Lalu Aurora akan dimulai dari … sekarang!
Senin, 26 Juni 2017, Aurora masuk primary school (SD di Inggris). Ia bersama dengan siswa Inggris lainnya sedang berada mengikuti pelajaran. Para guru mengajarkan dengan baik dan berkompeten.
Keseharian yang biasa yang dilakukan oleh siswa Inggris berjalan lancar. Demikian juga dengan Aurora. Aurora, gadis kecil yang lugu dan manis. Orang tuanya berada di luar kota, namun ia tidak memikirkan perasaan yang janggal itu.
Semuanya berjalan lancar seperti gadis pada umumnya. Dia juga memiliki teman yang ia percaya. Pelajaran yang dinilai baik oleh guru dan mendapatkan fasilitas sekolah yang lebih baik.
Namun, semua itu berubah saat ada seorang gadis kecil yang melihat kekurangan Aurora. Gadis berambut silver panjang bahu terurai merupakan gadis kelas atas tidak menerima Aurora sebagai di penglihatannya meskipun mereka berdua adalah Klan Sentinel.
Klan yang berada di bawah ratu dan sejajar dengan seorang bangsawan. Ia melihat Aurora bukan sebagai gadis bangsawan, melainkan gadis rakyat jelata.
Siswa kelas atas (bangsawan, perusahaan, dan kaum elit) dan kelas bawah (orang miskin, sampah, dan rakyat jelata) tidak berhubungan dengan baik. Siswa kelas atas mengejek siswa kelas bawah untuk kesenangan dan dominasi mereka. Mereka merasa jijik kepada rakyat jelata meskipun mereka tinggal di zaman modern.
Mereka menilai rakyat jelata dengan tidak terhormat, busuk, tikus tanah, dan sampah. Mereka juga melakukan diskriminasi dan pembullyan dengan seorang rakyat jelata.
Tidak hanya bangsawan, anak pengusaha sukses dan politisi melakukan hal yang sama. Mereka tidak membiarkan rakyat jelata tentram begitu saja.
[*^*]
1 Agustus 2017, Aurora pulang ke rumahnya dan meninggalkan sekolah dengan perasaan membaik. Namun, sekelompok orang kaum elit menunggu kesempatan untuk melakukan hal yang mereka rencanakan kepada Aurora.
Mereka datang dengan gerombolan dan menghampiri Aurora yang pulang. Mereka membuat Aurora menghentikan langkahnya dan mengajak Aurora untuk pergi ke suatu tempat. Aurora yang polos itu mengikuti mereka.
Sesampainya di suatu tempat, ia melihat ada seorang gadis yang sedarah dengannya. Dia dengan sebuah aura kebangsawanan itu menghampiri Aurora di tengah gerombolan siswa kaum elit itu.
Gadis itu menyapa, “Halo. Rakyat jelata,” dengan ejekan
“Halo. Aku Aurora. Apa kabar?” Sahut Aurora.
“Aku baik-baik saja. Lebih baik aku ingin melakukan sesuatu padamu,” jawab gadis itu dengan senyuman palsunya.
“Eh? Apa itu?” Tanya Aurora bingung dengan jawaban gadis itu.
“Hei! Kalian semua! Aku punya ide bagus. Ambil tasnya dan buang ke kolam,” suruh gadis itu kepada teman kaum elitnya.
“Laksanakan!” Terima siswa kaum elit itu segera melancarkan aksinya.
Mereka mengambil tas Aurora dengan paksa dan segera berlari menuju ke dekat kolam ikan dan membuangnya ke kolam. Aurora yang menyadari itu segera berlari menuju ke kolam untuk mengambil tasnya dan segera mengeluarkannya dari kolam.
“Tunggu! Apa yang kau lakukan?” Tanya Aurora cemas dengan semua isi tasnya yang sudah tercebur kolam.
Mereka semua tertawa. Gadis itu segera menghampiri Aurora dan segera membisik, “Orang jelata sepertimu pantas diperlakukan seperti ini,” sambil mendorong Aurora ke kolam.
Aurora terdorong oleh gadis itu dan tercebur ke kolam. Orang bangsawan itu menertawai Aurora dengan tawa mereka.
“Rasakan itu, rakyat jelata!” Seru siswa berambut coklat rapi.
“Silahkan mandi kalau uangmu tidak cukup!” Lanjut siswa berpakaian rapi.
“Jangan khawatir! Aku akan menyewa keamanan untuk mengusirmu,” sambung siswa yang berpakaian seperti pangeran.
Mereka tertawa dengan jahatnya. Melihat Aurora basah kuyup akibat dorongan gadis itu. Aurora merasa pengalaman yang pahit dan diperlakukan dengan keras. Para kaum elit sangat senang dengan kesialan Aurora. Karena sudah puas, mereka memutuskan untuk meninggalkan taman itu dan pulang ke rumah.
“Alvera, Malam ini kita apakan dia nantinya?” Tanya siswa berpakaian rapi.
“Jangan khawatir! Aku akan merencanakan sesuatu besok,” jawab Alvera dengan santai.
Mereka meninggalkan Aurora dengan kepuasan hati mereka. Mereka ingin melakukan sesuatu padanya dengan perundungan kepada siswa dan siswi jelata yang lainnya.
Aurora melihat pakaiannya yang basah kuyup itu. Dari tampang yang polos dan lugu itu menjadi sedikit gelap. Ia tidak berpikiran bahwa pengalaman ini akan menjadi kesialan baginya.
Setelah mengambil tasnya dengan air mata yang membengkak di matanya dan segera pulang ke rumah.
[*^*]
23 Agustus 2017, jam 08:45, Aurora sampai di akademi dengan suram dan murung. Ia bersama dengan siswa dan siswi lainnya di London. Dia dijauhi oleh teman-temannya yang duduk bersamanya.
Ketika masuk ke sekolah dan mengganti sepatu sekolah yang tersimpan di rak depan pintu. Ia membukanya dan melihat ada sampah makanan yang tercampur di dalam sepatu Aurora Aurora yang merasa sedih terpaksa mengenakan sepatu kotor itu dan berjalan menuju ke kelas.
Pada saat olahraga selesai, para siswa dan siswi SD segera mengganti bajunya di ruangan pakaian. Aurora segera memasuki ke ruangan pakaian wanita dan membuka lemarinya. Di sana, tidak ada seragam yang ada di dalamnya. Ia memaksa tidak menggunakan pakaian olahraga itu dan dimarahi gurunya.
__ADS_1
Setiap pulang sekolah Aurora dibawa ke kamar mandi pria oleh kaum elit yang merundungnya. Sesampainya di toilet pria, mereka membuka pintu kamar mandi yang kosong dan memasukkan kepala Aurora sambil tertawa secara lepas. Alvera merekam kesialan Aurora dengan perekam khusus.
Mereka tertawa dengan Aurora yang kepalanya dimasukkan ke dalam toilet. Aurora sangat sedih dengan kejadian itu. Rasanya ingin sekali menangis karena diperlakukan seperti itu. Namun, tidak bisa melakukannya. Ia tidak punya kekuatan apapun untuk melawan mereka.
“Sepertinya dia sudah dilumuri dengan air toilet. Ayo. Kita pergi! Kita harus pulang sebelum Tea Party!” Ajak Alvera kepada teman elitnya.
Mereka mengunci toilet pria dan membiarkan Aurora untuk dikurung di sana. Mereka bersenang-senang tanpa merasakan perasaan Aurora. Aurora hanya berdiam diri di tengah kegelapan toilet pria.
Sepertinya Aurora terbiasa dengan itu.
Dengan diperlakukan oleh kaum elit yang selalu merundungnya, Aurora hanya menangis dan tanpa harapan apapun itu. Ia akan diperlakukan seperti ini sampai akhir hayat.
[*^*]
2 Oktober 2017, ada seorang siswa pangeran yang melihat Aurora terkapar di gang dan kumpulan uang yang bertebaran di atasnya. Siswa itu menghampiri Aurora dan memberikan perhatian sedikit padanya.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Pangeran itu
Aurora takut kepada siswa itu. Dengan tampang pangeran yang merupakan darah Ratu Inggris, ia menjadi terhormat di kalangan bangsawan Ia sudah menjadi seorang yang sangat dibanggakan bagi Ratu Inggris.
Aurora membuka matanya dan mendengar kata siswa itu terlebih dahulu Aurora melihat wajah pangeran yang terdapat pada cerita rakyat Inggris. Merasa takut kalau siswa itu akan menyakitinya. Dengan terpaksa, Aurora menolak tawaran siswa pangeran itu.
“Um.” Aurora menggeleng kepala sebagai tanda tidak baik-baik saja.
Dengan jawaban itu, siswa pangeran itu mengajak Aurora untuk menuju ke rumahnya untuk mengobatinya. Ia membawanya ke mansion dan bermalam di sana.
Dia juga menyuruh seorang pelayan untuk merawatnya. Setelah itu, ia menemani Aurora di kamarnya. Awalnya, Aurora merasa ketakutan. Namun, siswa pangeran memperlakukan Aurora dengan baik.
Aurora nyaman sedikit demi sedikit. Ia menjaga Aurora dari siswa dan siswi yang menyakitinya. tak lama kemudian, Aurora merasa nyaman jika dia berada di sampingnya. Dia menyimpan suatu perasaannya kepada siswa pangeran itu.
Sejak saat itu, Aurora selalu lengket pada siswa itu.
[*^*]
24 Desember 2019, hari Natal di Inggris segera tiba. Aurora berada dalam kondisi biasanya.Mmengenakan gaun warna biru langit dan memegang sebuah surat pernyataan kepada siswa pangeran itu.
Ia juga sudah menyiapkan sesuatu pada siswa pangeran itu. ia berharap siswa pangeran itu terus melindunginya dari semua ancaman yang berada di sisinya.
"Hati-hati di jalan!“” Sahut Ibunya yang menyiapkan hiasan Natal.
Aurora meninggalkan rumahnya dan segera menuju pesta Natal yang sudah diundang oleh siswa pangeran itu. Ia juga sudah mendapatkan surat izin untuk masuk dengan izin.
Ia berjalan dengan lampu yang berkilauan di hari Natal. Para penduduk London segera menghias Natal untuk kedatangan Santa Claus. Hiasan Natal bertebaran di restoran, mal, cafe, taman bermain, toko peralatan, dan rumah mereka.
Aurora berada dalam buku Fantasi yang pernah diceritakan oleh ibunya. Dia juga merasa seperti seorang Tuan Putri di kerajaan. Ingin sekali berada di dalam pemandangan yang mengkilap untuk selama-lamanya.
Sesampai di mansion, Aurora diperbolehkan masuk oleh penjaga dan segera memasuki pesta Natal yang sudah berada di dalam mansion itu. Sesampainya di sana, dia melihat banyak orang yang sedang berpesta, menari dan berkumpul bersama.
Di tengah kebahagiaan itu, ia melihat siswa pangeran yang menghampirinya. Dia mengajaknya ke suatu tempat. Aurora merasa dia memasuki drama sinetron. Setelah sampai di teras lantai 4, siswa pangeran itu mengatakan sesuatu pada Aurora.
“Tunggu saja disini! Aku akan kembali,” pamitnya kepada Aurora dengan hormatnya.
Aurora hanya mengangguk dengan polosnya. Setelah siswa pangeran itu pergi, ia memandang mansion siswa pangeran yang cukup menakjubkan. Ia melihat suasana Natal yang hanya akan berlangsung pada setahun sekali.
Beberapa saat kemudian, ia merasa bosan dengan pemandangan itu. Ia berniat meninggalkan teras itu dan segera bergerak menuju ke tempat pesta. Dengan kondisi senang, ia mencari sesuatu untuk menyenangkan hatinya.
Namun, ketika menuju ke ruangan pesta, ia melihat ada seorang pasangan yang sangat romantis. Aurora ingin mengetahui itu dan menyelidikinya. Pada saat ia mengidentifikasi sesuatu, ia melihat momen yang sangat membuatnya sakit hati.
Ia terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia melihat siswa pangeran dan Alvera sedang berciuman secara romantis. Mereka melihat Aurora yang sedang kecewa. Aurora merasa ia dikhianati oleh orang lain
Aurora mencoba untuk bergerak ke depan dan mencari alasan mengenai ini. Seketika itu ada 3 siswa kaum elit yang menunggu Aurora ditikung. Hati Aurora hancur karena melihat perselingkuhan itu.
“Wah! Wah! Kita lihat ada apa ini,” sapa Alvera memeluk siswa pangeran dengan romantis.
“A-Apa yang kalian lakukan?” Tanya Aurora merasa dikhianati.
“Dia melakukan hal yang romantis pada gadis yang ia sukai.” jawab salah satu siswa elit.
“Tapi, bukankah aku ….” Aurora mencoba untuk mencari kebenaran.
“Sudah kubilang, tunggu saja di teras!” Bentak siswa itu.
__ADS_1
“Dasar anak nakal!” Alvera tertawa dengan kehancuran hati Aurora.
“Rakyat jelata tidak mau mendengarkan perkataan bangsawan,” ujar salah satu kaum elit itu.
“Maka dari itu, dia disebut sampah,” lanjut siswa kaum elit lainnya.
“Aku dan sayangku sudah berhubungan sebagai pasangan. Kau hanya seorang pengganggu kecil yang akan merusak hubungan kami,” papar Alvera dengan tawa jahatnya.
“Dia memang sangat polos,” lanjut siswa pangeran itu memeluk Alvera.
“Kalian ….” Aurora merasa sakit di dalam hatinya.
Dia merasakan hati yang hancur lebur. Ia ingin melakukan hal yang dekat pada siswa pangeran itu. Namun, sudah terlambat. Ia ditikung oleh siswi yang merundungnya. Siswa kaum elit lainnya merasa senang dengan lugunya Aurora yang polos selalu saja ditipu oleh mereka.
“Ayo! Kita berpesta kali ini!” Alvera berseru untuk melakukan hal yang buruk.
“Tolong, yah! Aku ingin melihat hiburan ini. Benarkan, Richard Sayangku?” Tanya Alvera menggoda siswa pangeran.
“Iya. Aurora memang bodoh,” jawab siswa pangeran dengan senyuman jahatnya.
“Tolong habisi dia!” Perintah Alvera dengan aura jahatnya itu menjentikkan jarinya sebagai isyarat.
Mereka menerima perintah dengan senang hati segera memegang tangan Aurora dan menahannya agar tidak kabur. Mereka merobek gaun Aurora dan membuangnya di lantai. Aurora merasa ketakutan melihat dirinya dilucutkan.
“Tidak! Jangan!” Teriak Aurora memberontak mencegah gaunnya dirobek.
Namun, ia tidak bisa melawan mereka. Mereka terlalu kuat secara otoritas. Richard dan Alvera menikmati lucutinya pakaian Aurora. Aurora menjerit dan ingin menangis karena diperlakukan seperti itu.
Akhirnya, Aurora tidak mengenakan pakaian apapun. Pakaian dalamnya disita oleh ketiga siswa elit itu dan gaun yang terkoyak itu tergeletak di lantai.
"Tidak! Jangan! Apa salahku?" Tanya Aurora dengan menahan perasaannya yang rusak itu.
"Kau terlahir sebagai bangsawan dan kau hidup seperti rakyat jelata. Aku sebagai bangsawan. Lebih baik, kau menghancurkan hidupmu dengan alkohol," saran Alvera membusuk hati Aurora.
Aurora yang tertusuk dengan perkataan itu. Dengan pengkhianat dan ketidaksetiaan,membuat Aurora ingin menangis dengan keras.
"Penjaga!" Panggil Alvera dengan keras.
Penjaga itu muncul di hadapan Alvera beberapa detik kemudian, mereka menyahut, "Ada apa, Nona?"
"Usir Pencundang ini keluar. Kalau boleh, antarkan dia ke tempat sampah!" Perintah Alvera ke penjaga itu dengan niat jahatnya.
Dnegan perintah itu, Aurora dibawa keluar tanpa mengenakan pakaian apapun. Mereka membawa Aurora keluar mansion dan segera membuka pintu gerbang mansion untuk melemparkan Aurora ke sana
"Keluar! Jangan pernah kembali kesini!" Usir penjaga itu membuang Aurora ke jalan dan segera menutup gerbang mansion.
Aurora hanya terdiam dengan itu. Air matanya dan perasaan yang menyebabkan hancurnya Aurora. Berjalan dengan tangisan di tengah hari Natal.
Ia pulang dengan tangisan air matanya dan dihina habis-habisan oleh penduduk setempat.
"Dasar wanita hina!"
"Pergilah, dasar tidak sopan!"
"Hiduplah bersama Ugly Bastard!"
Setelah masuk ke rumahnya, Aurora mengabaikan pesta Natal dan kembali ke kamarnya. Di saat itu, ia mulai menggila di kamarnya.
Aurora berteriak dengan keras sambil memukul tangannya ke ranjangnya. Barang yang ada di sekitanya dan merusaknya dengan keras. Dia juga melemparkan bantalnya ke sembarang arah dan mencoba untuk memecahkan jendelanya.
Setelah menghancurkan kamar tidurnya, ia bersembunyi di dalam selimut dan mulai menangis keras. Ia tidak percaya lagi dengan Pangeran Playboy yang telah merusaknya.
Aurora merasakan kehancuran yang ada di hatinya karena perasaan cinta dipermainkan dengan selingkuh.
Namun, karena kekecewaan itu, ia merasakan hal yang aneh pada dirinya. Tinggi badannya meningkat sampai 170 cm, tubuhnya semakin menuju kedewasaan, matanya menjadi menyala karena air mata dan perasaan, dan warna rambutnya berangsur-angsur berubah menjadi hitam.
Ia menghentikan tangisan itu. Banya merasakan kebohongan, ketidaksetiaan, dan kecurangan. Ia tidak bisa mengendalikan sosok yang diciptakan itu. Terdiam di tengah malam Natal yang indah itu. Ia tidak peduli dengan kebahagiaan di malam Natal yang mengkilap itu.
Sosok itu membuat Aurora menadi monster. Monster yang akan menghancurkan Aurora dan menghasutnya untuk membunuh semua hal yang berbau romantis yang curang itu. Ia mendengar dan mematuhi sosok itu.
End all betrayal! Don't let them get away ~ Black Night Sky.
__ADS_1
Cerita masa kelam Aurora berakhir dan kembali ke Zaman Modern, 17 Januari 2026