Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Rivandy Lex 2,5


__ADS_3

3 April 2026, jam 05:20, suasana apartemenku sepi. Tidak ada aktivitas yang terlihat di sana. Hanya kesunyian dan kesepian apartemen yang ditinggalkan. Pemiliknya sudah meninggalkan apartemen kemarin.


Tak lama kemudian, seorang gadis membuka pintu dengan keras. Ia dengan ceria memanggil namaku lalu mengajakku untuk mandi bersama.


"Yahoo! Rivandy! Waktunya ke sekolah! Aku sudah siap sekarang juga! Ayo kita mandi bersama!" Panggil Akishima padaku.


"Are?! Kenapa tidak ada jawaban?" Tanya Akishima terheran dengan tiada jawaban.


Akishima memikirkan sesuatu. Ia mencari penyebab kenapa tidak ada keberadaanku. Ia menemukan jawaban itu. Dengan pikiran anak kecil, ia mengira aku bermain petak umpet dengannya.


"Rivandy! Kau pasti bermain petak umpet denganku. Iya kan?" Tebak Akishima mulai mencariku.


"Kalau begitu, aku akan menemukanmu. Sekarang juga!" Tekad Akishima dengan tekad D.


Akishima mulai mencariku. Ia menuju ke ruangan satu ke ruangan yang lainnya agar ditemukan olehnya. Akishima sangat handal dalam permainan petak umpet miliknya. Ia bisa menemukan dengan Kenbunshoku no Haki miliknya.


Ia sudah mencari dari segala tempat. Mulai membuka kulkas, lemari, kamar mandi, dan tempat lainnya. Ia tidak melihat keanehan dalam apartemen ini. Ia hanya sibuk mencari apartemen yang takkan pernah ditinggali lagi.


"Rivandy! Dimana kamu?! Kamu pasti bersembunyi di suatu tempat," tebak Akishima berteriak agar aku segera ditemukan.


Ia sudah mencari semuanya. Bahkan, ia selalu mengaktifkan Kenbunshoku no Haki saat aku bersembunyi. Ia mencari keberadaanku dengan kekuatan Hakinya. Ia menggunakan kekuatan itu agar kemampuan Stealth takkan berfungsi lagi.


Namun, ada keanehan yang terjadi. Akishima terus mencari keberadaanku. Ia menyelidiki kamar yang ku tinggalkan selamanya.


Akishima tidak menemukan senapan yang tersimpan. Dia juga tidak menemukan pisau dan menemukan kotak senapan yang kosong. Ia tidak menemukan pesan yang tertinggal di sana. Ini sudah menandakan aku tidak akan ada.


"Aku tidak melihat senapan. Ia meninggalkan dompet miliknya. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Akishima sangat kesal karena tidak menemukanku.


"Ayolah! Aku tidak bermain-main sekarang! Kamu dimana?!" Tanya Akishima kemudian panik karena aku menghilang.


"Kamu meninggalkan beberapa barang disini!" Lanjut Akishima sambil memegang dompetku.


Akishima semakin panik. Ia menemukan kejanggalan itu. Ia tidak mengerti kenapa aku tidak menunjukkan diri. Padahal, dia selalu berada di sampingku. Dia berusaha keras agar aku ditemukan olehnya.


"Rivandy! Kamu dimana?! Tunjukkan dirimu!" Mohon Akishima agar aku menunjukkan diriku.


"Aku mohon! Jangan buat aku menangis!" Akishima memohon agar aku menunjukkan diri.


"Rivandy!"


Akishima terus memanggil namaku. Namun, percuma saja. Aku sudah tidak ada di apartemen lagi. Akishima tidak akan menyerah. Ia selalu memanggil namaku sambil bersembunyi walaupun tidak mengerti kenapa. Setelah mencari cukup lama, ia tidak menyadari bahwa ada yang akan menghilang.


"Rivandy! Aku mohon! Jangan buat aku seperti anak kecil!" Akishima terus memohon padaku.


"Rivandy! Rivandy!" Panggil Akishima tidak menimbulkan keributan.


"Rivandy! Jangan pergi! Aku tidak bisa hidup tanpamu!" Rengek Akishima menghentikan pencariannya.


Akishima mulai menangis keras. Ia tidak menyangka kehilangan sesuatu. Sesuatu yang penting dan tidak akan dilupakan begitu saja. Ia kehilangan orang yang cukup penting dalam hidupnya sebagai Kareshi/Pacar.


Tak lama kemudian, ada seorang gadis menghampiri Akishima. Gadis twintail itu menghampiri Akishima mengucurkan air matanya. Ia menanyakan keadaan dari Akishima yang malang itu


"Ada apa, Akishima? Kamu menangis seperti anak kecil," tanya Aurora melihat Akishima.


Akishima memeluk Aurora yang terdiam. Ia merasakan kehangatan dari sebuah pelukan itu. Namun, ada dibalik dari kehangatan itu. Akishima memanggil Aurora dan memberitahukannya sesuatu untuknya.


"Aurora! Rivandy menghilang! Dia tidak bisa ditemukan dimana pun. Dia selalu menang dalam permainan petak umpet," panggil Akishima dengan tangisan seperti anak kecil.


Aurora melepaskan pelukan itu dan segera merespon pemberitahuan itu.


"Tunggu, Aurora! Kamu mau pergi kemana? Jangan tinggalkan aku!" Bujuk Akishima sambil menangis kehilanganku.


Aurora segera mengecek kamar yang kosong. Ia tidak melihat ada sebuah masalah yang tidak beres. Tidak melihat senjata milikku yang digunakan untuk kelas militer.


"Rivandy! Kamu pergi kemana?!" Tanya Aurora dalam hati


"Kenapa kamu meninggalkan kami?! Padahal, kami sangat percaya padamu. Kamu tidak meninggalkan kami. Ya kan?" Tanya Aurora sambil memeluk sesuatu.


Akishima menghampiri Aurora yang sedang termenung karena aku meninggalkan mereka. Aku tidak terlalu peduli dengan mereka. Aku hanya ingin membunuh bangsawan lalu pergi dari Moskow seperti Evelyn.


"Aku sudah mencarinya kemana-mana. Namun, dia tetap tidak ada. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Akishima pada Aurora dengan penuh kepanikan.

__ADS_1


Aurora menjawab, "Kita harus mencarinya! Dia meninggalkan dompet dan ponselnya. Tapi, kita harus mencarinya sekarang juga! Aku tidak mau … dia meninggalkan Moskow seperti Evelyn.”


“Ayo! Kita cari dai dan hukum dia!” Lanjut Akishima melancarkan aksinya untuk mencariku.


Aurora dan Akishima mencari keberadaanku dan tidak membiarkanku untuk membunuh bangsawan itu. Mereka sangat cemas karena mereka akan kehilangan orang yang penting dalam hidup mereka.


Mereka mendeteksi semua jejak yang ditinggalkan. Mereka dengan paniknya menemukanku dengan luas kota Moskow 2511 km kuadrat. Luas kota Moskow sangat besar. Dibutuhkan beberapa hari untuk meninggalkan kota Moskow.


Mereka tidak memperdulikan pelajaran akademi mereka karena keberadaanku lebih penting daripada pelajaran akademi. Mereka juga bisa meminjam catatan dari siswa yang sudah belajar.


Aurora dan Akishima sudah mengganti baju mereka sebelum meninggalkan apartemen. Mereka menyimpan pakaian dalam dan seragam akademi di apartemen mereka. Mereka mengenakan pakaian militer mereka dan menghindari kerumunan publik agar mereka tidak dihukum


Aurora sudah mengidentifikasi kapan aku akan meninggalkan kota Moskow. Dia sudah mengetahui rute yang aku tinggalkan. Dia hanya menunggu waktu untuk menemukanku.


Namun, tidak mudah mereka menemukanku. Aku sudah mengantisipasi dengan kemampuanku yang menyala otomatis jika mereka akan menemukanku. Teknik “Arctic Warfare : Stealth” akan menyala otomatis jika mereka sudah mendekatiku dengan jarak 10 meter.


Aku akan menonaktifkan jika sudah sampai di tujuanku Tujuan itu adalah … membunuh bangsawan sialan itu dan segera meninggalkan Moskow.


Aurora dan Akishima mencariku di sebuah gang yang banyak. Jumlah gang di Moskow itu sangat banyak. Ini bisa jadi sarang bagi gelandangan dan preman yang sedang berkembang. Jadi, Polisi Moskow segera menyelidiki sarang dari gang itu.


Mereka juga mencari informasi sambil mencari keberadaanku. Berteriak sambil berjalan itu sangat percuma. Hanya orang amatir yang berjalan sambil memanggil nama pencari itu. Mereka berada di atas atap sambil mencari informasi mengenai keaadanku.


Mereka mencari pesan dari ponsel yang aku sudah dienkripsi kemarin. Mereka mencoba untuk meretas ponselku dengan penglihatan Kenbunshoku Haki milik Akishima yang dapat melihat masa lalu dan masa depan.


Namun, tidak bisa. Karena aku menggunakan keamanan kedua. Yaitu, scan jari. Mata dan suara bisa dimanipulasi dengan foto dan perekam suara. Tapi, sidik jari tidak bisa dimanipulasi.


“Sial! Kenapa dia memasang keamanan seperti ini?” Tanya Akishima merasa kesal.


“Ini cukup sulit. Kita tidak akan bisa mencari informasi dari sini,” respon Aurora menutup ponselku dan menyimpannya.


“Kita harus mencarinya apapun yang terjadi,” tekad Aurora menatap langit Moskow.


Hembusan musim semi dengan kedatangan awan mendung membuat mereka mendapatkan sebuah firasat yang buruk. Mereka akan kehilangan orang yang mereka sayangi kalau mereka tidak bisa menemukanku.


Jika aku meninggalkan mereka, mereka … tidak akan menikah lagi seumur hidup. Karena keberadaanku, mereka masih hidup. Karena aku, mereka bertahan hidup.


Mereka harus menemukanku … atau aku akan menghilang dari kota Moskow dengan penuh darah.


[*^*]


Eleva di kelas lebih lama karena harus belajar kelompok pada Andika. Dia selalu bolos dalam pelajaran. Jadi, dia berada di kelas lebih lama lagi untuk mengumpulkan tugas. Spinx maklum pada Eleva yang memiliki tugas.


Zhukov dan Denis sedang mencari Aurora dan Akishima. Mereka mencari orang yang mencari orang yang hilang. Mereka malah membuang waktu karena Aurora dan Akishima sibuk mencari keberadaanku.


Tak lama kemudian, Spinx mengajak Zera dan Nina untuk pulang ke mansion agar pengejar itu tidak bisa mengejar. Mereka menyetujui ajakan itu dan segera pulang ke mansion. Spinx sudah mengurus beberapa pakaian untuk menginap. Jadi, mereka tidak perlu pulang ke apartemen karena pengejar itu sudah mengetahui alamat apartemen Zera dan Nina.


Jam 6;00, Spinx dan lainnya sudah tiba di mansion. Aura yang menjaga gadis bangsawan itu menghampiri mereka. Ia melihat Spinx yang dielus oleh Nina. Dengan kacamata yang tulen, membuat Spinx malu.


“Are?! Kamu sudah digoda sama gadis yang manis ini? Kalau malu, sama aku saja,” rayu Aura melihat kepala Spinx sedang dielus oleh Nina.


“Aura-Neechan berisik! Aku malu,” cekal Spinx mengelak dari Aura, kakaknya.


“Sudahlah! Kamu memang manis seperti Zera,” sanggah Nina dengan senyumannya.


Dengan senyuman itu, pipi Spinx mulai memerah. Zera hanya melihatnya dari belakang. Spinx diperlakukan hal yang sama oleh Zera sebelumnya. Zera terlalu sering dielus oleh Nina. Itu semua karena Nina sudah menganggap Zera sebagai anak kecil yang malang.


“Sudahlah! Ayo masuk!” Ajak Zera pada yang lainnya.


“Banyak yang harus dibahas,” lanjutnya segera masuk tanpa menoleh pada suasana itu.


“Baiklah!” Terima Nina dan Aura dengan aura iblisnya.


Mereka menoleh pada Spinx yang tulen. Spinx berkacamata terancam karena ada dua wanita akan merayunya.


“Zera-kun! Tolong aku! Aku tidak mau dielus lagi! Mereka akan .... Tidak!” Spinx berteriak kencang.


“Kamu memang lucu, Spinx,” puji Nina memeluk Spinx.


“Benarkan? Ia memang anak terlucu sedunia,” lanjut Aura memeluk Spinx juga.


Zera tidak menyadari Spinx telah dipeluk dua gadis secara bersamaan. Dia menghindari hal yang tidak diinginkan. Tidak ada yang boleh tahu kenapa Spinx menjadi orang yang sangat tulen daripada sebelumnya.

__ADS_1


Setelah masuk ke mansion, banyak orang berkumpul di ruang tengah. Diana, Sinta, Nona Claveriska, Aura, Spinx, Spinz, Zera, dan Nina sedang berkumpul untuk membahas sesuatu yang penting.


“Saat ini, pengejar telah memata-matai kami. Aku dan Zera sudah berhadapan dengan orang yang bertopi dan seragam hitam. Bahkan, ia mengenakan aksesoris yang serba hitam. Yang jadi pertanyaannya, kenapa dia mengetahui identitas siswa akademi?” Tanya Nina menyalakan Google Slide.


“Padahal, aku sudah menyuruh sekumpulan pelanggar aturan yang membuat kekacauan untuk menyalin data siswa dan siswi akademi ke Clouds dan fitur penyimpanan dengan keamanan ekstra. Namun, aku tidak percaya ini bisa diretas dengan mudah.”


“Aku sudah mengidentifikasi dari pengejar itu. Zera sudah memotretnya. Kalau tidak salah, orang itu adalah agen mata-mata."


“Apakah kalian tahu siapa yang menyuruhnya untuk menjalankan misi untuk menangkap Diana dan Sinta?” Tanya Nina berkharisma seperti ketua OSIS.


Tidak ada yang menjawab. Suasana menjadi hening dalam sekejap. Tidak ada tahu ada seorang ikut campur dalam urusan itu. Zera hanya melihat Nina dengan tatapan tajam. Ia mengerti situasinya. Namun, ia tidak menjawab. Memilih diam.


Seorang gadis bangsawan siap untuk menjawab pertanyaan itu. Dia berdiri tegak menjelaskan dengan singkat dan padat. Ia akan menerima resiko yang akan terjadi padanya.


“Jawabannya adalah … bangsawan Inggris. Pada saat aku terbebas dari penculikan itu, Aura dan Spinz menceritakan sesuatu padaku di kantin. Tujuan bangsawan itu adalah untuk melakukan dominasi di Moskow. Kalau sudah, mereka akan membangun kekuasaan yang lebih kuat lagi, sehingga ini terasa seperti penjajahan.”


“Pelakunya tidak lain adalah … Manshery Elizabeth V. Dia akan menegakkan kekuasaan Inggris di Moskow. Ia juga akan mengirimkan mata-mata dari Inggris untuk mengawasi dan membuat Akademi Militer Spyxtria jatuh di tangannya. Jika sudah terjadi, kita harus bekerja untuknya untuk selamanya,” jelas Nona Claveriska serius.


Sudah ada tujuan yang diungkapkan oleh gadis tangguh itu. Semuanya merasa keberatan. Spinz dan Aura sudah tahu konsekuensi yang harus diambil.


“Oh.Seperti itu rencananya. Dia juga mengirim mata-mata untuk melakukan hal yang sejahat itu,” tebakan Nina benar.


“Untuk saat ini, kita harus lebih berhati-hati. Kita harus menyatukan kekuatan kita untuk menghadapi otoritas yang kuat itu. Namun, bukan berarti kita harus selalu bersama. Kita menyatukan kekuatan pada saat yang tepat. Kalau sudah, kita akan segera menentang dia dengan kekuatan kita bersama.”


“Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi. Kalau sampai kita diperlakukan seperti budak, kita tidak akan bisa kembali lagi,” oceh Nina seperti Pak Presiden.


Tidak ada yang menjawab. Nina membuat penyampaian yang logis. Namun, yang lainnya hanya terdiam karena keadaan yang tidak memungkinkan. Tidak ada pilihan lain selain mengakhiri semua ini.


“Itu saja yang aku sampaikan, kalau kalian ingin berbicara denganku, kalian bisa mengikuti langkahku. Zera juga akan mengikutiku. Jadi, … selamat menjalankan aktivitas seperti biasanya,” pamit Nina dengan senyuman sambil meninggalkan ruangan yang hening.


Semuanya masih terdiam dan memilih melanjutkan aktivitas masing-masing. Walaupun Nina serius, ia tetap tersenyum dengan baik. Ia bisa menghadapi dengan senyuman tulus tanpa memikirkan masalah serius. Selama ada Zera, Nina merasa lebih baik.


Meskipun Zera payah dalam melakukan sesuatu, dalam kondisi tertentu Zera akan menjadi pendukung yang baik. Buktinya, ia bisa berada di sisi Nina saat Nina dalam masalah.


Mereka segera melakukan aktivitas seperti biasanya dan melupakan yang tadi. Mereka akan menjalani hidup dengan hati-hati. Jangan sampai mereka lengah dan musuh mata-mata akan mengambil kesempatan untuk menjatuhkan orang yang penting.


Setelah jam menunjukkan pukul 18:12, mereka makan malam di ruang makan. Mereka mengobrol sambil makan dengan masakan yang ada di dapur. Nina dan Nona Claveriska pandai memasak. Jadi, mereka merasa lebih tenang..


Beberapa menit setelah makan, Diana dan Sinta mengenakan pakaian ksatria dengan kaos putih untuk menyembunyikan pakaian dalam yang sudah dilapisi dengan armor yang ringan.


Armor yang ringan dipakai oleh Spinx ketika ke akademi. Armor itu juga dipakai oleh Bilbo Baggins pada saat Perang Lima Pasukan. Jadi, mereka tidak khawatir lagi dengan serangan yang akan mengancam mereka. Mereka meminta izin pada Nona Claveriska untuk membeli barang belanjaan di supermarket.


Setelah itu, mereka pergi dengan langkah yang waspada. Jika mereka dalam bahaya, mereka akan memanggil Nina dan Zera untuk mencari mereka. Ini sudah dilakukan agar tidak menjadi korban kejahatan lagi.


Mereka akan menemukan hal yang tidak terduga.


[*^*]


Jam 19:12, di rumah mewah Nyonya Manshery, para penjaga melakukan patroli untuk menjaga rumah mewah. Para penjaga rumah yang berotot


berpatroli dengan keketatan yang tinggi. Alhasil, tidak mungkin ada seseorang yang menyusup karena ada cctv inframerah yang terpasang.


Di sebuah ruangan mewah dan luas, Nyonya Manshery melakukan pembicaraan pada seseorang yang penting. Ia akan menjadi seorang yang penting untuk menjalankan otoritas di Rusia.


Sudah banyak bangsawan Inggris yang menyebarkan otoritasnya di negara lain meskipun telah dilarang oleh PBB. Hanya menunggu waktu Inggris untuk melanggar ketentuan PBB meskipun membentuk PBB bersama China, Rusia, dan Amerika Serikat.


Nyonya itu berbicara pada seorang yang akan melindunginya dan membuat konflik yang kuat di akademi. Dengan kekuatan mata-mata yang diandalkan, ia bisa saja menjatuhkan Cherry dan membuatnya harus menyetujui kontrak yang dikeluarkan dari Nyonya Manshery.


Nyonya Manshery akan menguasai Akademi militer Spyxtria dan mengangkat para siswa dan siswi menjadi budaknya, kecuali orang tertentu saja. Ia akan menguasai akademi seperti Man Ray..


Tak lama kemudian, jauh dari rumah mewah itu, ada seseorang aan menghantui rumah mewah itu. Ia akan mengacau meskipun ada halangan yang menghalangi jalannya. Tapi, penjaga itu tidak cukup untuk menghadapi seorang monster sepertinya. Dibutuhkan sebuah rencana untuk menghancurkan orang sepertinya.


Sebuah senapan yang mengikat di punggungnya. Pistol dan pisau sudah siap untuk membunuh. Dengan sosok itu, dia akan membunuh seorang bangsawan membuat kehilangan sosok yang ia sayangi. Dia sudah mengalami kejadian yang malang pada saat itu. Dia tidak akan percaya bangsawan itu akan mendapatkan hal yang ia inginkan.


Namun, dia sudah berhadapan dengan sebuah tugas yang harus diselesaikan. Ia tidak akan menunjukkan sosok yang semakin memburuk pada khalayak umum. Ia tidak boleh bangsawan itu lolos begitu saja. Sosok itu akan membunuh dengan tatapan yang penuh dengan kebencian. Sosok yang tidak akan memaafkan orang lain.


Siqlqn itu harus masuk ke neraka terlebih dahulu. Ia tidak boleh dibiarkan hidup begitu saja. Bangsawan itu harus mati sekarang juga.


Maafkan aku, Aurora, Akishima! Kalian pasti mencariku. Kalian sengaja bolos untuk mencari keberadaanku.


Jangan cari aku! Aku akan pergi dan takkan pernah kembali lagi. Seperti Evelyn.

__ADS_1


Aku akan membunuh sialan itu dan meninggalkan Moskow.


__ADS_2