
16 Februari 2026, jam 07:00, aku dan Aurora bergegas ke akademi. Aku juga ingin sekali menceritakan semua kejadian ini. Aku tidak membiarkan berdiam diri saja. Banyak yang harus dilakukan untuk mengisi alasan dan penyebab mengenai Evelyn. Ini sudah cukup untuk kami yang merasa tidak mampu.
Tidak ada yang lain. Ini sudah lebih dari cukup.
Jam 07:23, kami sampai di akademi dan bertemu dengan Akishima dan Sheeran. Mereka berbondong-bondong dengan perasaan mereka tersampaikan. Itu adalah coklat dan buket bunga. Sheeran seenaknya mencoba untuk memberiku cokelat. Aku takut kalau buket bunga yang diberikan Sheeran itu akan membunuhku. Ini sudah terjadi beberapa bulan yang lalu.
Tapi, aku merasa lebih tenang. Buket Sheeran sudah ganjil. Tidak perlu khawatir aku akan mati.
"Sayangku. Happy Valentine!" Sheeran menawarkan bunga dan coklat padaku.
"Terima kasih. Tapi, …." Aku menerimanya.
"Tidak bisa! Aku duluan! Aku yang ingin memberinya coklat putih padanya!" Akishima melarangku dan memprotes.
"Huh?! Aku yang dapat duluan. Aku yang akan memberikan ini pada suamiku!" Cela Sheeran bertengkar hebat.
"Tidak bisa! Aku akan memberikannya duluan dan punyamu tidak berharga!" Akishima mengoceh seperti anak kecil.
"Boleh juga! Aku akan menghajarmu!" Serang Sheeran dengan kekuatan gunting kertas batu.
Di tengah pertengkaran gunting kertas batu, aku hanya melihat dari jauh. Akishima sudah berlatih selama 2 tahun untuk menjadi tak terkalahkan. Jadi, Sheeran tidak punya peluang kemenangan sekalipun. Di tengah perdebatan, Aurora mengajakku ke kelas karena takut terlambat.
"Ayo! Pergi! Tinggalkan mereka!" Aurora mengajakku untuk pergi dari mereka.
Aku menerimanya. Meninggalkan mereka bersama Aurora dan menuju ke kelas. Aku sudah tidak sabar untuk libur. Aku ingin sekali istirahat dan berniat untuk melakukannya lagi.
Aku tidak peduli dengan coklat dan lainnya. Aurora saja sudah cukup. Dia juga mengawasiku agar para gadis tidak bisa memberikan cokelat padaku. Nina sudah memberikannya pada Zera. Jadi, dia tidak cemas lagi. Bukan berarti dia sudah bebas. Masih, ada Shiori dan Klub Pangeran. Tidak ada yang tahu berapa banyak gadis yang akan memberi cokelat padaku.
Begitu kami sampai di kelas, aku terkejut dan heran. Ada banyak buket bunga dan coklat Valentine yang memenuhi mejaku. Aku ingin muntah karena tidak bisa memakan ini semua. Aurora merasa berpikiran bahwa banyak gadis akan memburuk. Ia sudah muak dengan semua itu. Ia hanya ingin melindungiku. Menyita coklat itu dan membiarkannya membusuk.
Kalau Neesan, sudah pasti dia melumuri dirinya dengan coklat dan membuatku tergoda dengan rayuan itu dan aku akan menjadi remaja yang murahan untuk Neesan.
Jam 08:00, tidak ada pelajaran. Hanya ada perbincangan antara guru dan murid. Pak Stephan memasuki kelas dan menanyakan mengenai kondisi Evelyn yang sudah seminggu lebih tidak masuk sekolah.
"Adakah ada yang tahu mengenai kondisi Evelyn? Dia memang sudah mengerjakan tugas. Tapi, aku ingin tahu keberadaannya. Aku sangat cemas kalau dia mengalami hal yang buruk," tanya Pak Stephan pada siswa Kelas I Saintek A.
Tidak ada yang menjawab, termasuk aku dan Aurora. Kami sudah tahu apa yang terjadi pada Evelyn. Hanya saja, kami tidak akan mau mengetahuinya.
"Ok. Tidak ada yang mengaku. Kalau begitu, aku akan mengirim seseorang untuk mencari Evelyn. Untuk pengumuman kali ini, aku akan membagikan skor pada tugas kali ini. Aku bangga dengan kalian mengenai tugas ini. Aku akan menunjukkan ini pada kalian semua."
Pak Stephan memperlihatkan skor pengumuman pada kami melalui virtual di depan mata murid Kelas I Saintek A. Kami melihat skor itu dan merasakan usaha kami tidak sia-sia. Aku dan Aurora merasa terbiasa dengan skor ini. Ini sama seperti yang tidak diharapkan sebelumnya. Ini adalah pengumuman peringkat 5 ke atas.
[Peringkat Tugas Pembuatan Buku.
Nama Siswa | Karya | Peringkat Pengumpulan | Peringkat Nilai | Nilai - Skor
Rivandy Lex - Eiric Scorvyaka : Fight for University - 1st - 1st - A+ - 9,8/10
Aurora Sentinel - World of Knowledge - 2nd - 2nd - A+ - 9,78/10
Anivesta Bella - Money is Everything - 7th - 3rd - A+ - 9,756/10
Evelyn Emily - Science Development in Liverpool - 3rd - 4th - A+ - 9,707/10
Shiori von Zuckerberg - Waffen SS and Science in World War 2- 5th - 5th - 9,7/10]
Kami ingin membeli buku Evelyn dan membacanya nanti. Aku akan menulis laporan mengenai keluarnya Evelyn dalam akademi ini. Tidak ada yang bisa menolongnya. Ini bisa memberi sedikit petunjuk mengenai suatu alasan dan misteri. Tapi, percuma saja. Tidak ada yang bisa memecahkannya. Bahkan, Shinichi Kudo tidak bisa memecahkan kasus Evelyn.
Ini cukup beresiko. Kami harus mengamankan nyawa kami dulu.
Aku sudah membuat laporan mengenai absennya Evelyn. Aku hanya tinggal mengumpulkannya pada Neesan. Aku harap Neesan menerima laporan itu.
[*^*]
Jam 10:09, Nyonya Manshery didatangi oleh seorang penjaga yang gagal. Ia melaporkan sesuatu mengenai keadaan yang akan mengintai mereka. Dia cukup sulit dikalahkan. Namun, dia sudah dikalahkan oleh seseorang. Seseorang yang cukup kuat untuk membunuh semua penjaga.
"Apa?! Evelyn meninggalkan Moskow?!" Nyonya Manshery sangat terkejut dengan itu.
"Iya. Nyonya. Aku sudah berusaha melacak keberadaannya, namun seseorang itu membunuh dengan pisau dan meninggalkan jejak yang misterius," jawabnya dengan keringat dingin.
"Dasar tidak berguna! Evelyn adalah aset yang berharga untuk Ratu Inggris. Kalian mengecewakan Yang Mulia," marah Nyonya Manshery karena kegagalan penjaga yang merupakan SAS.
"Soal itu, aku berhadapan dengan …."
"Sudah cukup! Aku sebagai Bangsawan Inggris sangat kecewa padamu. Aku akan mengutukmu sebagai ….* Nyonya Manshery berniat untuk memarahi pengawalnya.
"Maaf mengganggu, Nyonya." Orang itu menundukkan kepalanya sebagai penghormatan.
__ADS_1
"Ehem. Lama tidak berjumpa denganmu, Richard!" Sahut Nyonya Manshery dengan hormat.
"Aku beranggapan bahwa ada seorang yang membuat perhatian akademi. Aku rasa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Dia seenaknya menggunakan kesempatan itu untuk menarik perhatian para gadis. Padahal, aku Pangeran Inggris Terhormat dikalahkan boleh Pangeran Haram itu," sindir Richard dengan ocehannya.
"Oh. Begitu. Jadi, apa yang ingin kau bicarakan padaku?" Tanya Nyonya Manshery kembali duduk dan menikmati pertemuan virtual.
"Sederhana saja. Serahkan semua ini padaku! Aku akan melakukan ini untuk Anda," mohon Richard agar bisa menjalankan tugas sebagai bangsawan.
"Boleh juga. Tapi, apakah kamu sudah tahu apa identitas mengenai Pangeran Haram itu?" Tanya Nyonya Manshery dengan bijak.
"Sudah. Aku tidak percaya dia kembali dengan mimpi buruk. Aku tidak akan memaafkannya sampai mati sekalipun," tekadnya dengan warna mata biru bangsawan.
Nyonya Manshery sangat senang dengan tekad seorang bangsawan. Ia bertekad untuk menghancurkan seseorang dan mengambil alih sebuah tempat yang penting.
"Aku akan memberikanmu waktu. Aku akan menunda mata-mata yang ku kirimkan. Waktumu sampai 1 April. Aku mengharapkan kamu bisa membawa kepalanya agar aku bisa meletakkannya di perapianku. Aku sangat bangat dengan Pangeran Haram sudah dipenggal," putus Nyonya Manshery menaikkan kepala seakan akan memberi perintah.
"Apa hadiah yang ku peroleh? Aku harap aku mendapat hadiah yang sepantasnya," tantang Richard.
"Tenang saja! Aku akan memberikanmu lencana dan reputasimu terhadap akademi. Kamu bisa menjadi Pangeran Akademi dan para gadis akan mengejarmu dan kamu akan hidup bahagia," cetus Nyonya Manshery sambil mencari sesuatu.
"Aku sudah menyiapkan dokumen untuknya. Aku tidak perlu melakukan kesalahan apapun. Tolong sebutkan namanya! Aku akan pulang ke London dan mencari informasi mengenainya," putus Nyonya Manshery berlagak seperti seorang ratu.
"Dia adalah … Reinhardt Elizabeth V," jawab Richard dengan tatapan gelapnya.
"Aku ingin sekali membunuh Rival Sialan itu! Namun, dia sudah di tangan PBB, CEO dari Enchanted Geniuses merekrutnya. Kita tidak bisa berbuat apapun lagi. Kita juga tidak bisa memohon pada PBB dari Inggris," jelas Richard dengan penuh kebencian.
"Jangan paksakan dirimu! Kita lakukan ini dengan perlahan. Setelah membunuhnya, kau akan menjadi pahlawan di akademi. Sebentar lagi! Kau akan menjadi sepupu yang terhormat," rayu Nyonya Manshery.
"Aku hargai itu sebagai pujian, " terima Richard dengan senyuman.
Mereka pun mematikan kontak itu dan untuk mencari keberadaanku. Dengan penuh dendam, mereka mencari keberadaan orang itu. Itu adalah … seorang yang menghancurkan ikatan bangsawan.
[*^*]
Jam 12:00, waktunya pulang. Hari libur telah tiba. Tidak ada yang tahu bagaimana penderitaan siswa dan siswi akademi. Karena tugasnya memberatkan, maka ada yang jatuh sakit. Mereka disarankan untuk istirahat biar cepat sembuh.
Aku sudah memberikan laporan pada Neesan dan menyiapkan bukti sejak kemarin. Tidak ada yang tahu siapa aku. Aku hanya siswa remaja yang menuntut ilmu militer dan mata-mata. Ini bertujuan agar aku bisa menjadi orang yang berani menghadapi resiko apapun.
Aku ingin sekali berterima kasih pada Neesan pada saat yang terakhir ini. Aku akan membuat perjanjian siapa yang menang, dia akan berada di sampingku. Neesan sudah melindungiku dengan maksimal. Hanya satu lagi yang aku lakukan. Belajar dan lulus agar bisa bersama dengan gadis yang kusukai.
Itu adalah … seorang gadis yang cukup penting dalam hidupku.
Mereka sudah membaca situs **** yang tidak akan hamil. Mereka lebih cerdik daripada seorang gadis pada umumnya.
Walaupun Aurora menang, bukan berarti dia lengah. Masih banyak perjalanan yang akan menghampiri kita.
Jam 12:43, kami berada di restoran dan merayakan tugas yang sudah selesai. Kami bersantai di restoran milik Zhukov dan ingin bertemu dengan mereka setelah sekian lama. Namun, ada sebuah mobil yang mengawasi kami dari jauh. Dari dalam, ada seorang wanita yang sedang mengawasiku. Dia adalah seorang bangsawan.
"Akan kubalas perbuatanmu! Aku akan membuatmu menangis dalam penyesalan karena kamu telah lahir di dunia ini. Lihat saja kau! Richard akan membunuhmu," tekad wanita itu dalam hatinya dengan keadaan marah dan balas dendam.
Dia segera lari dan pulang ke London untuk mencari berkas di dalam istana. Dengan enteng, Nyonya Manshery memegang dokumen yang cukup untuk penjaga. Pihak bandara menyetujuinya dan segera menyiapkan layanan VIP miliknya.
[*^*]
Jam 13:02, kami merayakan pesta kecil karena tugas telah selesai. Denis dan Hammer sudah tenang dengan tugas dan bisa bermain game inline lagi. Saphine segera mengistirahatkan diri dan berencana untuk mengajakku ke bioskop. Aurora menerimanya dengan syarat tidak melakukan hal yang mesum padaku.
Aurora sudah seperti istriku saja. Dia sudah percaya pada Saphine agak tidak melakukan hal yang aneh padaku. Dia tidak membiarkan gadis yang akan merebutku, terutama pada Shiori.
Zhukov membersihkan cafe dan menggunakan cafe itu sebagai tempat wisata. Akishima dan Sheeran selalu bertengkar dengan hebatnya. Mereka masih melakukan kompetisi yang tiada habisnya. Aku hanya duduk dekat Saphine ambil mencari film yang bagus pada bioskop akhir pekan.
"Aku pasti menantikannya Rivandy," ucap Saphine dengan senyumannya.
"Aku harap filmnya bagus untuk dikonsumsi secara visual dan plot."
"Aku harap buku buatanmu bisa diadaptasi menjadi film," garap Zhukov masih membersihkan cafe.
"Ini berkat Akishima. Dia membantuku," lontarku pada Akishima sekaligus memujinya.
"Benar! Karena aku, kamu bisa mendapatkan peringkat pertama. Dengan konsep seperti Anime Bokutachi wa Benkyou Dekinai, siswa kelas 3 SMA akan membaca bukumu dan akan dijadikan best seller di berbagai negara," ocehnya dengan arogan anak kecil.
"Aku harap novelmu bisa diadaptasi menjadi Anime. Aku sudah memotong beberapa bagian dan menjadikan Light Novel. Lalu, aku akan mengirimnya ke Kyoto Animation. Mereka akan senang dengan plot itu,"
"Akishima berada di peringkat 200 dengan skor 8,67/10. Jangan besar kepala dulu!" Lontar Zhukov memeriksa hasil akhir tugas Akishima.
"Aku tidak bisa memasukan matematika pada LN punyaku. Itu terlalu sulit menulis tema Isekai dengan pelajaran," keluh Akishima mengelak.
"Payah! Aku sudah berada di peringkat 123. Aku harap aku bisa menjadi suamiku," ejek Sheeran dengan aura iblisnya.
__ADS_1
"Hah?! Kau pikir kau bisa merebut Rivandy?!"
"Tentu saja iya! Aku dan suamiku dan hidup bahagia dan kamu akan menjadi janda."
Begitulah mereka! Mereka bertengkar hanya ingin merebutku. Aurora tidak akan meladeni anak kecil lagi. Dia sudah berada di sampingku. Tinggal beberapa langkah lagi Aurora akan menjadi kekasihku. Dia menunggu beberapa saat untuk melepaskan keperawanannya. Dia bukan gadis yang bodoh. Dia sudah tahu semuanya dengan situasi Perang Cinta.
Aku diajak Denis dan Hammer untuk bermain game VR LoL. Zhukov ingin main juga, sehingga kami menjadi team yang kompak. Aku juga mengajak Hanna untuk bermain dan memperkenalkan mereka. Eleva masih sibuk dengan pertemuan penting dengan Nina dan lainnya. Andika dan Yudha sedang membicarakan sesuatu pada Bella dan Shiori. Jadi, aku mengajak Hanna. Kami menjadi tim yang bagus.
Setelah bermain cukup lama, kami mematikannya dan kembali ke dunia nyata. Namun, seketika itu menjadi Horor. Ketiga gadis telah terkapar dengan cairan bening. Aku tidak melihat Aurora. Jadi, aku merasa ketakutan karena takut, ada hantu yang akan memperkosaku, bukan menakutiku.
Aku tidak tahu apakah Denis dan Hammer juga melakukan prank. Zhukov terasa serius. Jadi, ini bukan prank. Tak lama kemudian, Denis dan Hammer ditarik. Aku dan Zhukov merasa ketakutan dengan itu. Dengan aura menakutkan itu, kami segera pergi dari sini.
Tak lama kemudian, ada Aurora yang memegang botol alkohol dengan mata cinta. Aku merasa ketakutan sedari awal. Zhukov memilih pingsan dan membuatku semakin ketakutan. Aurora mendekatiku dengan cinta. Aku semakin ketakutan karena dia akan memperkosaku. Aku tidak ingin lagi. Aku akan mati.
Lebih baik aku menjual tubuhku pada wanita malam daripada diperkosa oleh Aurora yang meminum alkohol ~ Rivandy Lex.
Ternyata, itu hanya prank saja. Mereka mengerjaiku lagi. Dengan film dari kamera Iphone 14 membuat suasana menjadi realita. Mereka membuat video untuk kontes horor. Aku merasa lega dan ingin menghajar mereka ternyata mereka mengerjaiku. Aku harap ini tidak beneran.
Kami mengedit video agar video itu terasa menakutkan. Itu hanyalah video pendek. Video untuk kenangan.
Kenangan untuk … kita semua.
[*^*]
Tengah malam, ada seseorang yang sedang membuka komputer virtual miliknya. Dia segera membuka laman penyamaran dan membuka (https://spyxtria.ac.ru). Dia mencari identitas seseorang dengan perasaan membunuhnya.
Dengan perasaan dendam, membuat orang itu ingin sekali mencari tahu apa kelebihan dan kelemahan mengenai siswa yang dicari. Setelah meretas data keamanan, ia mencari kata kunci yang ia cari agar ia bisa mendapatkan apa yang diinginkan.
Ia segera melancarkan aksinya agar bisa mencari identitas yang ingin dibunuh. Ia menyimpan data itu sambil mengecek semua kesehatan dan data lainnya. Ia memanfaatkan semua fasilitas akademi untuk melacak seseorang.
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh kau!"
"Kubunuh Kau!"
Dia mengatakan itu berulang kali. Entah kenapa dia sangat benci kepada foto yang terpampang di monitor. Dengan mengetahui semua itu, ia akan melakukan rencana yang menggetarkan akademi. Ia berniat menjadi pahlawan dan para gadis dari Klub Pangeran itu berbondong-bondong mendekatinya.
Dia dengan ambisi itu akan membuat kejadian yang tak terlupakan. Dia mengingat semua masa lalu yang membuatnya trauma dan ingin membunuh. Dia dengan haus darah kekuasaan dan ketenaran membuatnya lupa akan sesuatu hal penting.
Dia lupa kalau rencana itu menjadi bumerang untuknya. Sebuah karma yang akan menghancurkannya.
Dia mendapatkan fotoku dengan seragam akademi. Dia menghasut orang lain agar bisa merebut semuanya. Karena itu, dia akan menjadi sebuah julukan yang pantas.
Entah apa yang merasukinya. Dengan hasutan balas dendam membuatnya menjadi lebih buruk. Padahal, dia akan menjadi orang akan membunuh seorang yang paling penting.
Paling penting di akademi.
Dia sudah membaca semuanya. Ia sudah mengetahui hubunganku dengan siswi di akademi. Dengan meretas VR dari Neesan, dia menjadi mengetahui apa yang aku lakukan selama satu semester. Dia juga melihat gadis yang menarik perhatiannya. Dengan senyuman itu, dia akan merebut semuanya.
Waktunya, beraksi!
Dengan rencana yang harus dipersiapkan, tidak ada yang bisa merebutnya. Ia tidak bisa dihentikan oleh siapapun. Dia tidak mengalami kejadian yang sama seperti sebelumnya. Dia akan datang untuk membunuhku.
"Kutemukan kau!"
"Aku akan membalas perbuatanmu!"
"Ingatlah aku! Aku akan mencarimu dan membunuhmu!"
"Aku akan membuat reputasi terhadap akademi hancur seketika."
"Aku akan rebut semuanya. Bahkan, gadis yang kau sukai, akan aku perkosa."
__ADS_1
"Aku akan memenggal kepalamu!"
"Bersiaplah kau, Rivandy Lex