
Di ruangan sepi, Kotori melepaskan masker dan tudung jaketnya. Ia juga membuka jaketnya dan membuangnya di lantai. hanya celana panjang dan lingerie yang dia pasang. Ia dengan murahnya melancarkan aksi mesumnya padaku.
Kotori memojokku ke tembok dan mendekatkan bibirnya padaku lalu menciumku sambil memegang tubuhku. Aku tidak bisa memberontak. Ciuman Kotori memang hangat. Maka dari itu, aku ingin sekali mendesah karena Kotori mencium leherku.
“Kotori. Apa .... yang .... kau … lakukan?” Aku mendesah keras karena rasanya sakit sekali.
“Ini perintah Aurora. Agar aku sembuh dari penyakit Oneesan. Aku akan melayanimu.” Kotori melepaskan ciumanku.
“Tapi, ….”
“Tidak apa-apa. Aurora mengizinkanku untuk selingkuh, Dia memang gadis yang baik,” Kotori melepaskan pakaiannya dan menyerangku.
Kotori memelukku dengan hangat dan menciumku. Aku tidak bisa melakukan apapun dan menikmatinya dengan terpaksa. Aku tidak mengeluh karena ini terasa hangat. Aku merasa guncangan Kotori itu sangat cepat dan kuat.
“Kotori. Jangan! Pelan-pelan saja!” Rintihku karena Kotori berpengalaman.
Kotori tidak peduli dengan desahanku. Dia terus menerus membuatku menjadi lebih baik dan memberikan pengobatan padaku meskipun itu tidak benar dan menyesatkan.
“Kau hebat juga. Bahkan, dia saja tidak mampu,” puji Kotori menghisap cairanku di tubuhnya.
Aku merasakan tubuh Kotori yang loli itu. Dia dengan cepat memberi dorongan yang kuat di tubuhku. Aku ingin sekali berteriak. Kalau ia melakukan ini untuk Aurora, tidak ada pilihan lain.
Ternyata loli tidak buruk juga.
“Kotori! Jangan berhenti!” Rintihku ingin teriak.
“Aku akan memberikan cairan padamu. Bersiaplah! Aku akan ….” Kotori mempersiapkan rencana mesumnya padaku.
“Kotori. Apakah itu kau?” Tanya sebuah suara melihat Kotori.
Kotori mendengar suara itu dengan jelas. Dengan sigap, ia segera melepaskanku dan segera mengenakan pakaian dengan cepat. Ia mengenakan masker hitam dengan tersembunyi dan segera menghilangkan buktinya.
“Iya. Itu aku,‘ jawab Kotori berusaha membantuku berdiri.
“Ara-Ara. Kamu sedang apa Kotori?” Tanya Shiori melihat keanehan Kotori.
“Tidak ada. Aku hanya memberikan pelayanan khusus untuknya,” jawab Kotori menutup buktinya.
“Shiori. Jangan harap aku membantumu lagi!" Harap Bella tidak ingin membantu Shiori.
“Eh. Maafkan aku anak kecil!” Rayu Shiori merasa jahil pada Bella.
“Sudah kubilang aku bukan anak kecil!” Protes Bella kepada Shiori.
“Lalu, aku melihat Onii-chan sedang terkapar. Ada apa?” Tanya Bella melihatku sedang melemah.
“Tidak ada. Aku sedang memberinya perawatan,” jawabnya berbohong agar tidak curiga.
“Perawatan apa? Perawatan tubuh?” Tanya Shiori merayu Kotori.
“Yah … Bisa dibilang begitu.” jawab Kotori.
“Kalau begitu, serahkan saja padaku! Aku akan menghisap cairannya,” bujuk Shiori mendekati Kotori.
“Tidak boleh! Aurora melarangku menyerahkan semua pada Oneesan sepertimu." Kotori melarang Shiori.
“Apa? Kamu menolak? Aku mencium bau klorin di tubuh kalian,” duga Shiori mencium bau yang aneh.
“Itu … “
“Jangan berbohong padaku! Kau selingkuh padaku, iya kan?” Tebak Shiori tidak bisa dibohongi.
Kotori semakin panik karena dia tidak bisa berbohong. Dia tidak bisa berbohong dengan temannya sendiri. Jika aku sampai di tangan Shiori, aku tidak bisa disembuhkan dan mengecewakan Aurora.
[*^*]
__ADS_1
Pertarungan Aurora dan Diana berlangsung cepat. Aurora bergerak dengan cepat untuk menghindari tebasan dan segera menendang perisainya. Aurora menggunakan P90 untuk memberi celah dengan perisai itu. Diana yang mengetahui serangan Aurora melancarkan tebasan pedangnya dan menghabisi musuh mereka.
Aurora menembak Diana sambil menggunakan P90. Diana dengan tak terhentikan segera mengeluarkan tekniknya untuk menebas Aurora meskipun meleset. Aurora mundur beberapa langkah dan menghajar serangan Diana dan memukulnya.
Evelyn dan Nona Claveriska berpindah tempat dan melakukan tembakan terus. Evelyn bergerak dengan mudah sambil membawa minigun miliknya dan Nona Claveriska melakukan tembakan yang jitu dengan senapan miliknya.
Evelyn tidak akan kalah dari Oneesan Ojou-sama yang meremehkannya. Mereka bergerak dengan cepat dan melakukan tembakan minigun untuk mengenai sasaran. Namun, Nona Claveriska bisa menghindari serangan minigun dan melakukan tembakan dengan akurat.
Sementara itu, Akishima dan Sheeran diserang oleh Andela dan menggunakan teknik Power Ranger untuk membalas dendam.
“Power Ranger : Gomu-Gomu No Rifle!”
Akishima menembak Andela dengan tembakan balas dendam. Sheeran menggunakan Five Seven untuk menjatuhkan Andela. Namun, Andela tidak bisa dikalahkan dengan mudah. Dengan kekuatan cinta dan kasih sayang, membuat mereka menjadi terpojok.
Sheeran terus bergerak dengan lincah. kemudian, menembak dari belakang. Namun, Andela memegang kaki Sheeran dan melemparkannya ke bawah. Sheeran dengan sigap melakukan tembakan lagi ke Andela meskipun begitu tenang ketika diserang terus.
Pertarungan dengan Oneesan Ara Ara masih berlanjut dengan sengit.
[*^*]
“Kau apakah suamiku, Kotori?” Tanya Shiori mulai mencurigai Kotori.
“Shiori, dengarkan aku! Setidaknya tunggu beberapa saat sebelum kamu menikmatinya,” tegur Kotori memohon kepada Shiori untuk melepaskannya.
“Aku siap merekam. Kalau Onii-chan sudah di tangan Shiori, aku akan merekamnya,” cetus Bella dengan senyuman jahatnya.
“Aku ....”
“Aku tidak percaya kamu mengkhianati temanmu itu.”
“Iya. Aku menganggapmu teman. Tapi, kalau kamu memperkosanya, ini sama seperti seorang penjahat."
“Tidak peduli. Aku ingin sekali melahap tubuhnya. Aku tidak tahan lagi,”
“Tahan libidomu! Aku akan pergi kalau kau ingin mengambilnya." Kotori memegangku dengan kondisi lemah.
“Tidak ada pilihan lain!” Kotori tidak memiliki pilihan dan segera melakukan pilihan terakhir.
“Electro Dubstep : Unstoppable!”
“Teminite : Unstoppable : Play!”
Kotori kabur dari Shiori dan membawaku ke tempat aman. Shiori merasa kesal karena aku dibawa lari oleh Kotori. Bella mematikan kamera di ponselnya dengan kesal. Ia tidak bisa merekamku yang sedang diperkosa.
“Bella. Kita kejar dia! Kita harus tangkap pengkhianat kecil itu,” bujuk Shiori segera mengambil senapan di belahan dadanya.
“Apapun untukmu,” terima Bella mengeluarkan pistolnya dan segera mengejar Kotori.
Bella mengikuti Shiori dan mengikuti jejak Kotori. Mereka akan menangkapku dan segera menikmati cairanku. Kotori tidak membiarkan Shiori dan Bella untuk membuatku lebih menderita lagi. Dengan kesadaranku yang kabur, membuatku tidak bisa merasakan rayuan Oneesan Ara Ara lagi.
Aku hanya ingin meneruskan bersama Kotori.
[*^*]
Pertarungan Aurora dan Diana semakin sengit. Mereka mengabaikan aktivitas Moskow yang dingin. Aurora menembak Diana dengan peluru FN P90 yang melesat ke dadanya. Diana dengan sekuat tenaga mengarahkan perisainya ke lintasan tembakan. Dia tidak membiarkan Aurora menang dengan mudah.
Sebagai Klub Disiplin, ia harus menegakkan keadilan dengan membawaku ke ranjang agar bisa mendapatkan tunangan. Aurora tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ia tidak akan membiarkannya mengambil cairanku lagi.
Di suatu taman, Evelyn dan Nona Claveriska melakukan baku tembak. Nona Claveriska bersembunyi dibalik pohon sebelum menembak Evelyn. Dia menunggu kesempatan yang besar untuk melakukan bidikan kepada tubuh yang kecil itu.
Evelyn menembak pohon secara membabi buta. Nona Claveriska tidak akan menyerah. Ia menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia juga menunggu kesempatan yang tepat untuk menyudutkan Evelyn yang tidak memiliki celah untuk menyerang.
Dan itu adalah sekarang.
Pertarungan Akishima, Sheeran dan Andela kembali berlanjut. Andela dengan kekuatan cinta dan kasih sayang menyerang dengan Lightsaber. Akishima dan Sheeran merasa kelelahan karena tidak bisa melakukan balas dendam.
__ADS_1
“Lightsaber itu … membuat kita tidak bisa menyerangnya,” keluh Sheeran tidak bisa balas dendam.
“Kita tidak bisa begini. Kita satukan kekuatan kita,” usul Akishima melakukan teknik Power Ranger yang baru.
“Lupakan balas dendam! Hajar saja! Hiya!” Mereka melakukan teriakan Power Ranger untuk mengalahkan Andela.
Mereka berdua melakukan serangan gabungan. Mereka bergerak secara bersamaan dengan rotasi yang berbeda. Melakukan sliding dan menembak ****** ***** Andela. Andela terangsang karena peluru cepat itu memasuki tubuhnya.
Andela merasa terkejut dan terangsang dengan serangan gabungan itu. Bukan berarti Andela akan kalah. Dengan kekuatan mesumnya, kekuatannya semakin kuat. Dia menggagalkan rencana dengan menjebak Akishima dan Sheeran dengan kekuatan Lightsaber miliknya dan menangkap mereka.
Setelah menangkap mereka, Andela membuka handphone miliknya dan segera mengajak tawanannya untuk menonton video porno. Mereka masih memberontak dengan jaring listrik yang dilengkapi dengan silikon.
“Are? Apakah kalian masih belum kalah juga? Aku punya video porno, lho. Apakah kalian mau menonton juga?” Ajak Andela menyodorkan videonya kepada mereka.
“Tidak mau! Aku tidak mau menjadi Ara-Ara lagi. Itu membuatku ingin muntah,” tolak Akishima tidak mau menonton video porno lagi.
“Aku tidak mau menjadi Oneesan lagi,” tekad Sheeran yang resmi menjadi suamiku.
“Kalau begitu, aku akan mencari Rivandy dan mengajaknya ke hotel," cetus Andela dengan aura keibuan.
"Tidak boleh! Kau tidak akan mendapatkan Rivandy. Karena dia adalah punyaku," larang Akishima mencegah Andela bermesum ria.
"Kau akan menjadi janda setelah hamil oleh suamiku. Lalu, dia akan kawin denganku dan memiliki anak yang lucu dan menggemaskan. Kau akan menjadi kupu-kupu malam," lanjut Sheeran menghina Andela.
"Kalau begitu, silahkan nikmati film dewasanya! Aku pergi dulu!" Pamit Andela pergi dari sini.
"Jangan pergi! Aku belum selesai denganmu!" Teriak Akishima.
"Aku akan membawamu ke pasar malam sekarang juga," tekad Sheeran mencoba melepaskan ikatan itu.
Andela tidak mendengar. Dia pergi dari sini dan mencari keberadaanku. Ia meninggalkan ponsel miliknya dan memutarkan video porno secara otomatis. Akishima dan Sheeran merasa tertekan dengan video itu. Mereka terus memberontak dari video porno itu. Namun, tidak bisa. Video itu menghasut mereka menjadi Oneesan. dan saat itu, mereka menjadi terhipnotis dan menjadi Oneesan Ara Ara.
Tidak ada yang tahu bahwa mereka akan menjadi Oneesan Ara Ara lagi.
[*^*]
Pertarungan Evelyn dan Nona Claveriska berlangsung cukup lama. Nona Claveriska bergerak ke depan dan menyerang Evelyn dengan tembakan Perang Napoleon. Evelyn mengetahui koordinat lawan dan melancarkan tembakan dengan sembarang arah pada Nona Claveriska. nona Claveriska menghindari tembakan itu dengan mudah dan menarik pelatuk agar peluru itu mengarah langsung ke Evelyn.
Evelyn yang siap segera melancarkan serangannya. Ia mencoba untuk mencari cara agar peluru itu dapat ditangkis dengan peluru Evelyn. Namun, peluru itu melesat dengan cepat dan segera menuju ke tubuh Evelyn. Evelyn terkejut dengan peluru yang bersarang di tubuhnya. Dengan itu, Evelyn jatuh sekarat dan melepaskan senjatanya karena tidak bisa bergerak lalu tersungkur ke lantai taman.
Dengan jatuhnya Evelyn, Nona Claveriska memenangkan pertandingan dengan mudah. Ia pun meninggalkan taman dan bergegas mencari keberadaanku.
Aurora dan Diana sedang melakukan serangan mereka secara tubi-tubi. Aurora segera melakukan tembakan FN P90 miliknya. di menebas Aurora yang bergerak lincah. Tidak ada yang bisa bergerak lebih cepat dari Aurora.
Meski Aurora lebih cepat, Diana menggunakan peluang untuk menonjok Aurora. Ia melihat kantung mata yang ada di bawah matanya dan melancarkan aksinya untuk mengalahkan Aurora. Dengan tenaga Aurora yang semakin melemah, Diana melakukan timing pada pedangnya dan menunggu kesempatan untuk menyerang Aurora lagi.
Karena Aurora kurang tidur, Diana menebas Aurora dengan kuat dan vertikal. Diana tidak membiarkan Aurora menjagaku. Dia ingin aku berada di sampingnya.
Pada saat yang sama, Shiori dan Kotori sedang saling mengejar. Mereka tidak membiarkan mereka untuk mendapatkan cairanku. Jika mereka berada di genggamanku, mereka tidak boleh membiarkan libido mereka hilang begitu saja. Mereka ingin hasrat mereka terpuaskan dengan tubuhku.
Bella juga membantu Shiori dan mengejar Kotori. Kotori tidak bisa konsentrasi karena tembakan Shiori dan Bella selalu menghampiri Kotori Kotori tidak bisa membalas serangan mereka karena ia memegangku yang mendesah karena ciuman Kotori.
Ingin sekali aku mengeluarkan cairanku. Kalau itu untuk Aurora, aku terima kalau direkam untuk Aurora. Itu karena aku ingin sekali mendesah hanya untuk Aurora.
Ketika menuju ke tempat mall yang ramai, Shiori dan Kotori terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mereka melihat ada sekumpulan gadis yang berasal dari Klub Pangeran bersiaga untuk mendapatkanku. Mereka ingin menyerahkan keperawanan mereka padaku.
Mereka bersiap siaga untuk menghancurkan lawan yang membawaku dan berhubungan intim denganku. Kotori tidak akan membiarkan gadis itu merebutku. Ia harus menghadapi rintangan dengan sekuat tenaga meskipun dia tidak bisa memegang senjata mereka.
Shiori dan Bella harus bersiap dengan kekuatan mereka. Mereka akan menghadapi peperangan yang akan terjadi di mall. Gadis memegang perisai sedang memegang megaphone dan memperingatkan Kotori untuk memberikanku pada mereka agar mereka bisa mengajakku kencan dan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang padaku.
"Lepaskan Pangeran Rivandy sekarang juga!" Aria memperingatkan Kotori dengan menggunakan megaphone.
"Kalau tidak, bersiaplah untuk mati!" Lanjut Stephany melihat Kotori membawa tubuhku.
"Aku akan memberikan pilihan pada kalian, Loli Janda!" Lanjut Millia mengarahkan senapannya ke arah Kotori.
__ADS_1
"Serahkan Pangeran dengan damai dan kalian akan bebas, atau kalian akan tertembak disini!" Seru Aria memerintahkan Kotori dengan tegas.