Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Perang Makanan : Seleksi 1,3


__ADS_3

15 November 2025, jam 15:15, terjadi situasi yang tegang  Banyak peserta memutuskan untuk mengecek hasil mereka.


Aku pikir itu kesalahan sistem. Namun, prediksiku salah. Aku terlalu lengah untum menyadari sistem di sekolah ini. Pada saat mereka tertidur, notifikasi di hadapan mereka akan tertunda. 


[Peserta Pertama yang Lolos


 Nama: Rivandy Lex


 Kelas : I Saintek A


 Masakan : Venison Roast


 Rating : A+


 Skor : 90/99]


[Review :Masakan yang sangat menakjubkan. Para juri senang dengan masakanmu. Saking lezatnya, mereka ingin melihatnya sekali lagi. Namun, kamu harus mengatur ketepatan waktu. Jangan terlalu cepat!]


Bella terkejut dengan hasil yang diperoleh dariku. Ia memprotes, “Onii-chan. Kenapa kamu lulus duluan?” Melihat hasil notifikasi yang ada di depannya.


“Aku tidak tahu. Mungkin masakanku adalah selera mereka,” jawabku dengan menebak kemungkinan.


“Jangan sok tahu! Kamu pasti melakukan sesuatu,” protes Bella sambil melepaskan pelukannya.


“Owh! Si Pangeran Akademi, Rivandy Lex,lolos dengan peringkat pertama,” komentar Fillia-Senpai melihat hasilnya.


Semua peserta sibuk dengan ponsel mereka. Mereka melihat hasil kritikan dan perolehan skor mereka. Ada yang menangis bahagia dan ada yang menangis sedih. Air mata membanjiri semua ruangan.


Bella dan Shiori melihat notifikasi Gmail secara bersamaan. Lalu, mereka mendapatkan notifikasi yang di depan mereka dengan seksama. Shiori menjadi murung dengan hasil yang terpampang di notifikasi itu, sementara Bella hanya biasa saja.


[Peserta Keempat yang Lolos


 Nama: Anivesta Bella


 Kelas : I Soshum A


 Masakan : Soto Banjar


 Rating : A


 Skor : 86/99]


[Review :Dari segi penampilan cukup memuaskan. Saat kami mencicipinya, kami merasakan kenikmatan dari Soto Banjar itu. Namun, dari sisi negatifnya, kamu tidak terlalu berniat untuk menjadi juara, sehingga makanan yang kamu hidangkan menjadi sedikit kurang berkualitas. Coba lagi!]


[Peserta Keempat yang Gagal


 Nama: Shiori von Zuckerberg


 Kelas : I Soshum A


 Masakan : Coto Makassar


 Rating : B


 Skor : 70/99]


[Review :Masakannya cukup memuaskan. Hanya saja, kamu hanya yang belum teraduk dengan baik dan persiapan yang kurang matang membuat masakan menjadi sedikit lebih buruk. Latihan lagi!]


“Ah. Aku gagal,” keluh Shiori sambil menghela nafasnya.


“Tidak apa-apa. Aku akan memenangkan Shokugeki ini,” nasehat Bella dengan sedikit keibuan. 


“Aku harap Rivandy tidak dinikahkan oleh gadis Papua itu. Mereka akan kawin lari setelah ini,” harap Shiori sambil mematikan ponsel miliknya. 


[*^*]


Sementara mereka melihat hasil lomba itu, Nona Claveriska sedikit lesu dengan hasil yang ia capai. Ia sudah begadang di dapur selama 3 hari, namun, masih belum mendapatkan hasil yang baik.


[Peserta Ketiga yang Lolos.


 Nama: Claveriska Bonaparte


 Kelas : I Soshum B

__ADS_1


 Masakan : Foie Gras


 Rating : A


 Skor : 87/99]


[Review :Masakannya begitu elegan. Tidak disangka seorang putri dari Perancis yang membuat masakan ini. Kami begitu bangga dengan seorang putri yang aktif sepertimu. Namun, kami melihatmu dalam kondisi yang melelahkan itu. Kamu harus istirahat setelah latihan memasakan. Jangan mengurung di dapur, ya!]


“Sial! Malah peringkat 3,” umpatnya melihat notifikasi Gmail-nya.


Nona Claveriska sedikit sudah menunggu siapa yang berada di atasnya agar ia bisa mencari rival yang dengan baik dan mengalahkannya dengan kesempatannya. Pada saat tu, Fillia-Senpai mulai mengangkat suaranya.


“Sate sate sate. Sekarang, hasilnya mulai bermunculan walaupun hari sudah mau sore. Aku tidak tahu siapa yang melakukan hal yang membuat jadwal menjadi berantakan.”


“Itu semua karena ceritamu dari zaman batu menuju zaman modern, kamu tahu!” Semua peserta meneriaki Fillia-Senpai yang tidak tahu apapun.


"Ok. Semuanya aku akan mengumumkan siapa yang menjadi peserta yang akan lolos menuju ke babak penyisihan kali ini."


"Aku akan menampilkan siapa yang menjadi pemenang pada saat ini. Peringkat pertama yang diduduki oleh Rivandy Lex. Kemudian, ada Nina Alpenliebe yang menempati peringkat kedua dengan kelas yang sama. Lalu, pada peringkat ketiga ada Claveriska Bonaparte dan yang terakhir adalah Anivesta Bella."


[1st | Rivandy Lex | A+ | 90/99]


[2nd | Nina Alpenliebe | A | 89/99]


[3rd | Claveriska Bonaparte | A  | 87/99]


[4th | Anivesta Bella  | A  | 86/99]


[5th | -------------------- | A- | 84/99]


"Kita masih belum melihat peringkat berapa selanjutnya dan siapakah yang lolos menuju babak penyisihan kita lihat saja apa yang akan terjadi nantinya."


"Lalu, aku punya sesuatu untuk kalian. Bagi kalian yang ingin segera pulang silahkan pulang! Aku tidak memaksa kalian untuk tetap disini sambil malam. Semoga harimu menyenangkan dan sampai bertemu di hari Senin!"


Mendengar pengumuman itu, mereka langsung mengemas barang mereka dan bersiap untuk pulang. Sebagian dari mereka memutuskan untuk tinggal beberapa saat. Mereka melihat peringkat berapakah mereka dan akan bersiap diri untuk bertanding di babak penyisihan nanti. Fillia-Senpai mengumumkan dengan cepat dan tepat agar mempersingkat waktu. 


"Ok, pada peringkat ke 6-10 akan diumumkan dalam 1 menit lagi. Kalian boleh tetap disini jika kalian perlu melihat pengumumanku yang tidak terlalu penting itu. Kalian juga boleh pulang setelah pengumuman ini.*


“Sate sate sate. Sekarang, aku melihat banyak orang yang menangis histeris karena gagal dan lolos. Aku tidak tahu siapa. Namun, aku akan membeberkan ungkapan itu."


[6th | Elaviana Frimala | A- | 82/99]


[7th | Zhukov Rekovic | A- | 82/99]


[8th | Karmila Ryuzu | A- | 81/99]


[9th | Hammer Rizka | A- | 81/99]


[10th | Denis Spyxtria | A- | 81/99]


“Wah! Benar-benar ketat! Seandainya saja tahun lalu menjadi seperti ini, jantungku  menjadi berdetak dengan cepat."


“Lalu, peringkat selanjutnya akan diumumkan 1 menit lagi. Komentar yang para juri utarakan pada peringkat 6-10 cukup bagus. Hanya saja, mereka harus bersaing lebih ketat lagi agar pertarungan menjadi menarik.”


“Owh! Aku melihat komentar yang lebih baik disini. Aku melihat ada sebuah komentar yang sangat menarik disini. Entah siapa yang komentar, yang pasti komentar ini akan membuat motivasi untuk menjadi istri idaman.”


“Dari peringkat kesebelas. Ada sebuah komentar yang baik tapi kurang bersaing. Kalau aku merespon komentar ini, aku akan menerimanya dengan senang hati. Semoga saja komentarnya bukan yang aneh-aneh.”


“Aku bacakan, ya! ‘Wah! Aku tidak pernah memakan pelmeni seenak ini. Masakan ini bisa digunakan untuk seorang suami yang tercinta. Kamu pantas menjadi seorang istri idaman. Lalu, jika kamu melatih diri lebih keras dari sekarang, kamu banyak laki-laki akan meminangmu.”


Mendengar itu, raut wajah Saphine menjadi memerah. Ia tidak bisa menahan perasaannya. Zhukov tertawa mendengar itu. Ia menyembunyikan tawanya, namun percuma.  Denis dan Hammer ikut tertawa karena ungkapan Fillia-Senpai yang berlebihan itu.


“Jangan tertawa!” Teriak Saphine kepada Zhukov yang tidak bisa tertawa.


“Kalian juga!” Lanjut Saphine menegur Denis dan Hammer. 


Hal ini membuat Karmila dan Eleaviana sedikit tersinggung  Mereka merasa mereka tersaingi oleh Saphine karena komentar yang dikira mereka membuat Saphine menjadi semangat. Mereka merasa disaingi oleh Saphine mengenai istri idaman.


“Saya akan menjadi istri yang baik untuk Pangeran,” tekad Elaviana meninggalkan Saphine.


“Aku juga,” lanjut Karmila meninggalkan Saphine dengan perasaan yang disaingi.


Saphine mencoba untuk menghentikan mereka dan menjelaskan apa yang terjadi. Lalu, ia berjalan menghampiri kedua gadis itu dan melihat ada seorang gadis yang dihadapinya. Lalu, mereka terjatuh secara bersamaan. 

__ADS_1


“Ma-Maafkan aku!” Sesal Saphine berdiri dengan panik dan membungkukkan badannya.


“Santai saja. Aku tidak apa-apa, kok,”responnya dengan santai dan tenang.


Gadis itu berdiri dengan baik dan mematikan ponsel yang digenggam dan berdiri sambil menatap Saphine dengan mata sayunya. Saphine melihatnya sebelumnya. Ia membuat Saphine kebingungan dengan sikap personal dari Shiori.


“Anu. Apakah kamu Shiori von Zuckerberg?” Tanya Saphine dengan keingintahuannya.


“Iya. Kenapa kamu bisa mengetahui namaku?” Tanya balik Shiori mendengar namanya.


“Soalnya, aku mendengar namamu di arena tadi. Jadi, ….” Ucapan Saphine terhenti.


“Oh. Begitu. Aku senang sekali bertemu denganmu, Saphine,” respon Shiori berbalik badan dan segera pulang.


“Shi-Shiori. Aku merasakan auramu yang menderita,” desah Saphine merasakan kepedihan di hati Shiori.


“Aku tidak apa-apa. Kalau begitu, aku pergi dulu,” pamit Shiori menahan kesedihannya dan melambaikan tangan kepada Saphine.


Saphine hanya terdiam seribu bahasa dengan lambaikan tangan itu. Ia ingin sekali menyembuhkan kepedihan itu. Hanya saja, Shiori sudah pergi dan tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan Shiori melakukan itu. 


“Kenapa kamu menyiksa dirimu, MVP?”


{*^*]


Pengumuman demi pengumuman telah dibeberkan. Fillia-Senpai memperlihatkan skor yang sangat ketat dengan nilai itu. Kami yang lolos pada babak seleksi akan segera mempersiapkan diri untuk bertanding di babak penyisihan nanti. kKu harap penyisihan itu cukup menegangkan.


Dari peringkat 6-20 merupakan peringkat yang sangat menegangkan. Aku tidak habis pikir ada apa dengan penilaian ini. Apa yang mereka diskusikan? Atau hanya perasaanku saja? Aku melihat skor tersebut dengan tatapan kosong. Disana, aku melihat skor yang berada di depanku.


[ 1st | Venison Roast | A+ | 90/99 ]


[ 2nd | Chicken Spicy | A | 89/99 ]


[ 3rd | Foie Gras | A | 87/99 ]


[ 4th | Soto Banjar | A | 86/99 ]


[ 5th | Sup Kacang Merah  | A- | 84/99 ]


[ 6th | Udang Selingkuh | A- | 82/99 ]


[ 7th | Spaghetti La Fonte | A- | 82/99 ]


[ 8th | Sup Rassolnik | A- | 81/99 ]


[ 9th | Sup Rassolnik | A- | 81/99 ]


[ 10th | Sup Rassolnik | A- | 81/99 ]


Sebelum pulang dari akademi karena hari semakin sore gara-gara Fillia-Senpai bercerita sampai selesai, kami harus mendengar pengumuman sesuatu darinya. Aku harap pengumuman ini cukup berguna untuk lomba lusa.


“Sate sate sate. Yosh! Aku ucapkan selamat kepada kalian yang sudah berada di sini detik terakhir ini. Aku mengharapkan kalian bisa bersaing dengan sehat dan menyenangkan. Sekarang, aku ingin mengungkapkan sesuatu pada kalian untuk memenangkan lomba ini.”


Inilah kesempatanku. Aku membuka ponselku dan segera membuka aplikasi Google Keep dan segera menulisnya. Aku tidak terlalu mengharapkan aku menang. Aku hanya mengasah kemampuanku saja. 


Semoga Fillia-Senpai tidak menyeretku ke kompetisi BLUE (Bishoku Leading Under-25 Entrance). Ini akan merepotkanku.


“Pertama, kalian harus bisa memuaskan para juri dengan masakan kalian. Dengan tema yang diberikan, kalian mengikuti tema itu dan hajar mereka! Jangan beri kendor! Kedua, pada babak semifinal, kalain tidak boleh tegang. Kalian boleh santai. Hanya saja, kalian harus menyelesaikannya terlebih dahulu.”


“Terakhir, pada saat final, kalian harus waspada karena ada suatu hal yang akan membuat kalian gagal dalam kompetisi ini. Jadi, dengarkanlah nasehatku, ya!”


“Waspada, yah? Aku akan memegang kata itu,” gumamku sambil mengetik di handphoneku.


“Yosh! Itu saja yang saya sampaikan. Mudah-mudahan kalian mendapatkan hikmah dari seleksi ini. Meskipun hari sudah malam, kalian akan tetap menjadi seorang juara. Saya, Fillia Andela, mengundurkan diri dan sampai jumpa. Aku akan malam minggu di rumah saja. Dadah!”


Dengan pengumuman yang singkat itu, membuat kami segera membubarkan diri. Aku, Denis dan Hammer pulang bersama. Aku harus menjaga Saphine agar Saphine tidak bisa mengalami kejadian yang sama terulang kembali.


Karmila dan Elaviana berkumpul dan berdiskusi untuk merencanakan sesuatu. rencana yang membuat Perang Cinta meletus. Mereka membuat rencana mereka dan berniat untuk masuk ke Klub Pangeran yang akan berkumpul pada hari Rabu.


Mereka tertawa dengan jahat dan membubarkan diri untuk istirahat. Mereka akan menjalankan operasinya nanti.


“Sekarang, kau menjadi milikku, Pangeran,” gumam Karmila sambil tersenyum sendiri.


Sementara itu, Bella pulang sendiri karena Shiori sudah pulang terlebih dahulu. Ia mendapatkan pesan dari Shiori bahwa Shiori pulang dan menjalankan aktivitasnya 

__ADS_1


“Apa yang kau pikirkan, Shiori?” Tanya Bella pada hatinya melihat pesan Shiori di aplikasi Telegramnya.


Bella membuang pikirannya yang gusar itu dan segera menuju ke apartemennya sambil mematikan ponselnya. Ia akan mendatangi temannya yang sedang menunggu kepulangan itu.


__ADS_2