
3 Februari 2026, jam 14:17, sebuah mobil bergerak dengan cepat. Mobil itu dengan mudahnya menyalip mobil yang lainnya. Tidak ada yang tahu apakah mobil ini sudah gila atau semacamnya. Mobil itu dihuni oleh Evelyn dan Nyonya Manshery.
Evelyn hanya melihat ke bawah dengan seragam akademinya. Tidak terlalu menikmati kemewahan dari mobil itu. Namun, ia justru takut dengan semua itu. Tidak ada yang menyangka Evelyn akan dipulangkan sebelum mengerjakan tugasnya.
Jam 15:00, mobil pun berhenti pelan dan memasuki sebuah rumah yang mewah dan dipenuhi perhiasan yang mengkilap sebagai hiasan rumah. Rumah itu sangat bersih dan tidak ada yang kotor.
Itu semua adalah .... Evelyn.
Setelah sampai di rumah penuh dengan perhiasan dan pernak-pernik indah, para penjaga berhadapan langsung dan menghormati Nyonya Manshery. Mereka membuatnya terkesan dengan sambutan itu. Evelyn akan menuju ke tempat yang cukup menyakitkan baginya.
Setelah masuk ke rumah dan diisi dengan perabotan rumah yang cukup mengkilap, Nyonya Manshery memberi tahu pada seseorang untuk menjalankan operasinya. Evelyn hanya menatap ruangan mewah dengan tatapan kosong. Ia seperti seorang budak yang selalu mematuhi perintah tuannya.
Setelah sampai di ruangan yang berantakan, Evelyn hanya melihat sebuah program dan tugas yang berada dalam kendali dari seorang wanita bangsawan. Ancamannya tidak membiarkan Evelyn untuk istirahat.
"Bersihkan semua ini! Kalau tidak, aku tidak akan membiarkanmu istirahat!" Ancam Nyonya Manshery pada Evelyn.
Evelyn hanya menerima itu dan segera membersihkan ruangan yang cukup berantakan itu. Nuonya Manshery melihat Evelyn yang sedang membersihkan ruangan itu. Ruangan itu cukup bersih bagi sebagian orang. Namun, Nyonya Manshery menganggap ruangan itu kotor. Ia merasa jijik dengan sebuah debu yang menempel di perabotan rumahnya.
Ketika Nyonya Manshery meninggalkan ruangan itu, ia segera menelpon kepada seseorang. Dia dengan gestur seorang bangsawan duduk dan menelpon sambil menunggu teh yang dibuat oleh seseorang. Karena ini sudah Tea Party, dia duduk tenang di teras dan menunggu pesuruh itu untuk melayaninya.
"Halo. Aku mau bertanya. apakah kamu sudah menyelesaikan apa yang kuminta?" Tanya Nyonya Manshery dengan gaya bangsawan
"Sudah beres, Nyonya. Aku sudah membuat buku dengan nama penulis Mech Lolita (Evelyn Emily). Aku akan mengirimkan buku itu dan Anda bisa menyerahkannya padanya untuk dikumpulkan. Paling lambat 1 hari," jawab penelpon itu.
"Bagus. Aku sudah melarangnya dan membuat guru itu menghilangkan tugas makalah militernya. Dia tidak bisa lari dariku karena aku sudah membuat kontrak seumur hidup dengannya. Kalau dia memberontak, aku akan membawanya ke ruangan penyiksaan biar dia bisa belajar tentang sopan santun."
"Aku juga sudah mempersiapkan dan mengirimkan mata-mata agar menjaga Evelyn dari seseorang. Mereka cukup berguna dan royalti," lanjutnya mengenai mata-mata yang ia pesan.
"Baiklah. Jika ada yang ingin Anda sampaikan, silahkan telpon aku dalam mode Zoom! Kita akan membicarakan ini lain kali!" Penelpon itu ingin menyampaikan dengan sopan.
"Aku tutup telepon ini. Ini sudah Tea Party. Aku akan menghubungimu nanti." Nyonya Manshery ingin menutup telepon.
"Baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa, Nyonya," tutup penelpon itu dan memutuskan hubungan.
Nyonya Manshery menikmati suasana dalam terasnya, ia merasa bahwa kota Moskow itu adalah suatu kota yang cukup memprihatinkan. ia melihat kota yang penuh dengan pembunuhan dan perampokan. Tidak ada yang tahu bahwa Kota Moskow itu adalah pusat negara Federasi Rusia.
"Dasar Kota Kotor! Presiden Rusia tidak bisa mengatur lalu lintas biar tidak macet," gumamnya karena keluhan atas kemacetan.
Ia menunggu cukup lama untuk menunggu pesanan teh dan camilan untuk dimakan. Ia menoleh pada Evelyn membawa sebuah teh padanya.
"Kenapa kamu lama sekali, dasar siput?!" Geram Nyonya Manshery pada Evelyn.
"Habisnya, aku … sudah selesai membersihkan ruangan, desu,"
"Kalau tidak enak, aku tidak akan memberimu makan dan kamu harus tidur di lantai," ancam Nyonya Manshery menatap Evelyn dengan sinis dan membuat teh.
Evelyn sangat takut kepada Nyonya Manshery dan tidak bisa melayani dengan seorang bangsawan. Ia seperti budak oleh seorang bangsawan dengan kontrak seumur hidup. Evelyn tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa meminta tolong pada siapapun untuk membawanya lari. Ini seperti sudah dipenjara dalam sebuah rumah yang mewah.
Maka dari itu, tugas Evelyn sudah selesai dengan campuran tangan orang lain.
Setelah Tea Party selesai, ia segera melihat pekerjaan Evelyn yang sudah siap. Ia memasuki ruangan bersih dan mengkilap. Namun, karena ada satu debu yang membuatnya tidak nyaman, ia pun memanggil Evelyn dengan suara keras.
"Evelyn!" Panggil Nyonya Manshery dengan suara keras.
__ADS_1
Evelyn terpanggil dan menghampiri Nyonya Manshery dengan kaku dan seperti seorang budak.
"Aku menyuruhmu untuk membersihkan ruangan ini! Ini masih ada debunya, kau tahu!"
"Kau selalu tidak berguna dalam urusan ini! Kau tidak bisa membersihkan semua ini kalau kamu hanya tidak tahu cara membersihkan ruangan ini! Kau juga harus membersihkan semua Istana di London! Dan hanya itu kemampuanmu?!" Omel Nyonya Manshery dengan lidah pedas
"Sebagai hukumannya, kamu tidak boleh istirahat dan segera bersihkan semua debu ini! Aku tidak mau melihat debu yang berserakan itu lagi!" Nyonya Manshery meninggalkan Evelyn dan segera istirahat di ruang tamu sambil membaca buku.
Evelyn dengan mata kosong membersihkan debu dengan lap dan tidak membiarkan debu itu melengket pada perabotan rumah. Ia tetap bekerja meskipun hatinya telah hancur oleh seorang bangsawan.
Dia tidak bisa menangis karena terlalu lelah. Ia hanya melaksanakan dengan terpaksa.
[*^*]
Jam 18:27, Evelyn masih mengelap lantai sampai berkilauan. Ia masih tidak istirahat dan selalu mengelap lantai sampai berkilauan. Tidak peduli apakah kehidupannya. Ia masih saja melakukan hal. Yang diperintahkan oleh Nyonya Manshery.
Tidak peduli ia kelaparan dan kedinginan. Ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum istirahat dan tidur nyenyak di karung itu. Ia tidak bisa hidup dengan kondisi yang tidak layak. Ini sudah membuatnya berubah menjadi robot.
"Evelyn!"
"Kenapa kamu selalu mengelap lantai itu?! Ada debu yang menempel di ruangan itu!"
"Kamarku sudah penuh dengan debu kecil yang tidak nyaman itu! Bersihkan kamarku dan bersihkan tempat ini juga!" Suruh Nyonya Manshery dengan nada meninggi.
Evelyn hanya menerima perintah itu dan menuju ke kamar . Lalu, membersihkan kamar milik tuannya itu. Setelah itu, ia menyingkirkan semua debu dan kutu busuk yang ada di ranjang meskipun itu sudah bersih. Evelyn tidak merasa lelah. Hanya ingin menyelesaikan segera.
Setelah selesai, Nyonya Manshery melihat kamar yang Evelyn bersihkan dan sudut pandang yang cukup berbeda karena ia merasa jijik pada sebuah budak yang menghalangi pemandangan.
"Lumayan! Aku sudah bisa tidur tenang sekarang. Sekarang selesaikan pekerjaanmu itu dan jangan pergi ke akademi lagi!"
Ia mengabaikan itu semua dan membersihkan semua perabotan rumah tangga itu.
[*^*]
Jam 07:18, para penjaga masih berada dalam kondisi melelahkan. Mereka berpatroli dalam waktu lama dan tanpa istirahat sekalipun. Menerima semua perintah yang meragukan hanya untuk Nyonya Manshery yang merupakan anak dari Ratu Inggris, Nyonya Manshery sudah mandi dan sarapan. Evelyn masih membersihkan perabotan tanpa henti. Ia ketiduran karena sudah lelah pada jam 4:30.
Para ilmuwan datang ke rumah Nyonya Manshery dan bertemu dengannya. Nyonya Manshery sangat senang dengan kedatangan mereka dan ingin menyambutnya dengan baik. Dengan sukacita, ia segera menemui ilmuan itu mendiskusikan sesuatu.
Nyonya Manshery menyetujuinya mereka segera berdiskusi. Mereka berdiskusi mengenai proyek yang mereka kerjakan. Wanita itu menyetujui demonstrasi yang dilakukan oleh para ilmuwan itu. Jadi, mereka segera meninggalkan ruang tamu dan segera menemukan Evelyn.
Mereka melihat Evelyn yang tertidur lelap karena banyak pekerjaan yang diselesaikan. Dengan niat jahat Nyonya Manshery, mereka membawa Evelyn menuju ke ruangan yang cukup gelap. Nyonya Manshery melihat percobaan itu dengan sebuah teh dan kursi yang penuh dengan kenyamanan.
Evelyn terbangun dan melihat sekitar. Ia tidak bisa mengeluarkan diri dari tempat itu karena ada tekanan yang cukup menghantuinya. Ia merasakan sebuah ingatan yang ada di masa lalunya.
“Dimana ini, desu? Lepaskan aku, desu!” Tanya Evelyn melihat di sekitar ruangan.
“Sekarang, aku akan mengambil semua kecerdasan dan perasaanmu. Karena, kau akan dibawa ke London untuk pada Bulan Maret nanti. Kau sudah tidak perlu lagi dengan kecerdasanmu itu,” jelas Nona Manshery dengan sikap yang jijik pada Evelyn.
“Tidak, desu! Jangan ini lagi, desu! Aku mohon, desu!” Evelyn memohon sambil meronta ingin menangis.
“Berisik! Kau sudah tidak bisa lari dariku! Kau hanyalah budak yang hanya diperuntukan untuk Ratu. Kamu sudah tidak memerlukan itu lagi!” Bantah Nona Manshery dengan gaya duduk bangsawan.
“Aku akan memberikan kecerdasanmu itu padanya nanti,” jawabnya dengan menyembunyikan senyumannya di kipas.
__ADS_1
“Tdaik, desu! Aku tidak ingin dikuras lagi, desu!” Evelyn memohon meskipun itu mustahil.
“Aku akan melakukan apapun, desu!”
Nyonya Manshery jijik dengan permohonan itu. Ia sangat benci dengan permohonan yang tidak sopan dan tidak memenuhi etika bangsawan. Ia ingin Evelyn menjadi budak untuk kerajaan. Entah apa motif Nyonya Manshery untuk mendapatkan kecerdasan Evelyn.
“Nyonya. Aku sudah siap,” sahut salah satu ilmuwan itu pada Nyonya Manshery.
“Aktifkan semuanya! Kita akan melihatnya menderita,” pinta wanita itu dengan tegas memberikan perintah kepada para ilmuan.
Para ilmuwan itu mematuhinya dan menyalakan pemindahan kecerdasan Dengan perintah aktif, semua alat dinyalakan dan akan memindahkan semua kemampuan programmer dan robotik dari Evelyn.
Evelyn berteriak dengan keras karena ia merasakan kesakitan pada kepalanya. Kepalanya merasa ingin bocor dan rusak karena pemindaian itu. Ia tidak bisa memberontak karena tahanan itu sangat keras saking ingin memberontak.
Nyonya Manshery sangat senang dengan pemandangan Evelyn yang tersiksa. Evelyn menjerit kesakitan karena elemen listrik itu memasuki tubuhnya dan memaksakan dirinya untuk mengeluarkan semua data itu.
“jangan ambil semaunya, desu! Aku sudah payah belajar selama 6 bulan untuk ini, desu!” Curahan hati Evelyn takkan tersampaikan.
Evelyn menjerit kesakitan dan memohon agar berhenti. Namun, Nyonya Manshery hanya mengabaikannya dan menunggu hasil semua itu. Ia juga ingin sekali mendapatkan serum untuk mendapatkan suatu tujuan yang penting.
Evelyn berteriak sambil menangis karena rasa sakit yang keras dari kepalanya. Ia tidak bisa melihat jelas karena otaknya diambil paksa. IQ Evelyn dikurangi oleh sebuah alat, sehingga Nyonya Manshery akan menggunakan Evelyn untuk membersihkan semua istana di London.
Setelah isi otak Evelyn dikuras secara parsial Evelyn mengeluarkan darah dari kepalanya. Tidak mengatakan apapun karena semua otaknya sudah diambil mengenai data programmer dan robotik. lalu, ilmuwan itu menggandakan isi otak yang berupa cairan itu menjadi 3 kali lipat dalam beberapa detik.
Nyonya Manshery melihat penemuan itu dan mengeceknya cairan yang sudah disimpan pada sebuah benda. Ia juga melihat dengan seksama mengenai serum yang akan digunakan.
“ini yang aku harapkan,” gumamnya memegang benda itu.
“Apa ada yang bisa dibantu lagi?” Tanya salah satu ilmuwan itu dengan sopan santun.
“Tidak ada. Aku merasa puas dengan lata penemuan kalian,” jawabnya dengan gaya bangsawan.
“Aku harap benda ini cocok untuk alat percobaan Yang Mulai nanti,” harap Nyonya Manshery memegang benda itu dan memasukkannya ke dalam tas miliknya.
Dengan kepuasan yang memuncak, Nyonya Mashery memberikan koper yang berisi uang kepada para ilmuwan yang sudah berusaha untuk mengeksploitasi Evelyn.
Para ilmuan mendapatkan uang meskipun hasilnya tidak menguntungkan karena banyak uang dikeluarkan untuk menguras otak Evelyn.
“Ini. Aku memberikan ini pada kalian. Aku sudah menghitungnya. Ambil saja kembaliannya!” Nyonya Manshery memberikan uang itu pada mereka.
Para ilmuwan itu berterima kasih pada Nyonya dan meninggalkan rumah mewah itu. Nyonya Manshery menyimpannya ke tempat yang aman dan membuat ruangan untuk melepaskan Evelyn.
Nyonya Manshery melepaskan semuanya ikatan dan segera membawa Evelyn ke ruangan gelap dan kotor itu. Evelyn tidak merasakan apapun. Hanya merasakan anggota tubuhnya mati rasa. Ia merasakan gendongan dengan paksaan. Setelah sampai di sebuah ruangan seperti penjara dan terbelakang, Evelyn dilemparkan oleh Nyonya Manshery dengan keras.
“Tidur sana! Setelah kamu bangun, bersihkan semuanya dan jangan sampai ketiduran lagi!” Suruh Nyonya Manshery membuang ke lantai yang cukup terbelakang.
Evelyn terdiam dengan hempasan itu. Ia sangat tidak mengetahui kenapa bisa Evelyn menjadi diperbudak seperti ini. Ia tidak bisa bergerak dan berpikir jernih. Dengan pikirannya, Evelyn hanya menatap kosong.
Nyonya Manshery meninggalkan Evelyn yang sedang sekarat karena penyiksaan itu. Evelyn tidak bisa mengutarakan perasaannya karena semuanya sudah terkuras oleh sebuah penemuan untuk alat yang lainnya.
Ia hanya terkapar di ruangan dingin dan gelap. Ia hanyalah sebuah gadis dieksploitasi oleh seseorang yang terpandang sebagai bangsawan. Tidak ada yang Evelyn lakukan. Hanya berbaring di lantai yang dingin dan tidak layak.
Ia juga mengingat sebuah memori yang tidak bisa ditarik ke sebuah benda yang dipegang oleh Nyonya Manshery.
__ADS_1
Memori itu adalah sebuah ingatan yang membuat Evelyn ingin mati dan melupakan semuanya.
Itu adalah ... masa lalu Evelyn kelam dan berakhir eksploitasi bangsawan.