
3 April 2026, jam 19:21. Ada sebuah sosok yang menghampiri rumah mewah orang itu. Ia adalah sosok yang akan melakukan balas dendam karena telah kehilangan seseorang yang penting. Saking pentingnya, sosok itu sangat depresi dengan kehilangan gadis yang berubah menjadi robot.
Sosok itu adalah aku. Reinhardt Elizabeth V. Aku kehilangan Evelyn karena wanita sialan itu. Aku segera menghabisinya sebelum meninggalkan kota Moskow dan menuju ke kota Siberia agar bisa aman dari orang yang akan mengincarku.
Aku berdiri dengan tegak menghadapi pengawas yang ketat itu. Mungkin mereka akan menang. Namun, aku tidak akan lengah dan menggunakan senjata yang berbahaya. Dengan itu, aku tidak akan memberi mereka pilihan lagi. Aku akan menghabisi mereka semua.
"Arctic Warfare : Apocalypse!"
Teknik yang digunakan adalah teknik pamungkas. Teknik pamungkas sendiri adalah sebuah teknik yang digunakan untuk meningkatkan semua kemampuanku. Jika aku menggunakan kekuatan yang ini, kemungkinan besar 10 Batalyon Inggris takkan bisa mengalahkanku. Aku terlalu kuat, sehingga disamakan oleh seorang monster seperti Agen PBB berbasis militer seperti Neesan dan Karma.
Dengan kemampuan Apocalypse, aku membayar diri pada monster itu untuk menghabiskan dan mengorbankan darahku pada monster. Sebagai gantinya, monster itu memberikan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan musuh. Musuh yang kuat sekalipun.
Karena darahku cukup langka di dunia kedokteran, tidak mungkin ada yang bisa menyelamatkanku. Darahku sama dengan Saphine. Namun, jika menggunakan terus, aku menghabiskan darahku dengan kekuatan yang abadi dan mati setelah membunuh semua orang.
Selain itu, tembakan dan tebasan yang aku lakukan sekarang berbasis Apocalypse. Peluru Apocalypse pada kedua senjataku sudah diganti secara otomatis. Sedangkan, pisauku berubah menjadi pisau yang sudah dimantrai dengan darah.
Ini sangat berbahaya karena mengancam keselamatan seseorang. Jadi, aku tidak mau memakainya ketika masih melatih diri. Aku merahasiakan dari siapapun. Aku pernah membocorkannya pada Neesan. Tapi, aku takkan memberitahu pada yang lainnya.
Teknik ini bisa bertahan tidak menentu. Bisa lebih cepat. Bisa lebih lama. Tergantung berapa banyak musuh yang harus dihabisi. Jika lebih kuat dariku, ini sangat efektif. Jika lebih lemah dariku, ini takkan efektif. Ini berakhir dengan kehancuran.
Setelah mengaktifkan teknik pamungkas, kau segera berjalan dengan penuh amarah dan mimpi buruk. Aku melupakan semua keseharianku. Aku akan menjadi monster setelah meninggalkan tempat ini. Tidak perlu menjadi orang yang kuat untuk mengalahkan musuh yang lebih hebat. Dengan teknik ini, tidak ada yang lebih kuat daripada monster yang mengambil darahku.
Aku sudah sampai di tempat yang pernah dikunjungi sebelumnya. Namun, tujuanku berbeda. Aku akan menghancurkan tempat ini. Aku melihat ada seorang penjaga yang sedang berpatroli. Mereka sangat sigap dengan penjagaan ketat di gerbang.
Aku segera menghampiri mereka dan melancarkan serangan pisauku pada mereka. Tebasan pisauku mampu menembus gerbang dan memotong kepala mereka. Jadi, kepala mereka terjatuh di lantai sedangkan tubuh lainnya masih berdiri tegak.
Semuanya langsung terjatuh. Aku menebas mereka dengan cepat. Saat mereka menghampiriku, aku segera memotong kepala mereka. Kalau perlu, aku menembak matanya dengan sniper untuk menembus otak lalu mati seketika. Aku menggunakan Desert Eagle milikku untuk menembak jantungnya.
Ini seperti pembantaian. Aku melakukannya untuk mengurangi volume darahku. Aku melakukan ini untuk menebus kesalahanku.
Setelah membunuh mereka, aku masuk dengan tumpukan mayat yang tertidur untuk selamanya. Mereka tidak akan bangun lagi karena terkena efek Apocalypse. Jadi, mereka akan mati.
Aku masuk untuk membunuh bangsawan sialan itu. Aku melakukan ini agar Evelyn hidup tenang. Aku tidak akan membiarkan Evelyn menangis karena belenggu bangsawan itu.
Aku akan menebus kesalahanku karena kelemahanku meskipun aku akan mati. Aku akan menebus untuk seseorang yang sudah dianggap sebagai teman sendiri ~ Rivandy Lex.
[*^*]
Di sebuah ruangan mewah dan berkelas, bangsawan itu melakukan transaksi dengan mata-mata lainnya. Ia sedang menunggu seseorang untuk menyuruhnya untuk melakukan pengaruh yang kuat.
Ia mengobrol dengan seorang mata-mata yang tidak akan ditunjukkan wajahnya. Ia adalah seorang mata-mata yang sudah meretas Cloud dengan mudah. Jadi, tidak heran data akademi langsung bocor.
Itu adalah Mech 12.
"Nyonya Manshery. Aku menerima perintahku. Tapi, aku harus berhadapan dengan lawan yang cukup kuat. Kami bersama anggota yang lainnya sudah berhadapan dengan agen ABG cukup tangguh."
"Dia memiliki topeng seperti burung gagak. Tangan mekanik seperti robot, dia adalah lawan yang tidak bisa diremehkan begitu saja."
"Dia adalah Quartet. Agen Penjahat yang ingin ku incar. dia sudah diincar oleh siswa sebelumnya. Siswa pembunuh itu sudah mengalahkannya. Tapi, Quartet akan kembali lagi. Jika ia kembali ke Moskow, kami akan ke Moskow."
"Maaf telah menyebut nama itu lagi," pesan minta maaf dari Mech 12.
"Tidak apa. Aku senang kamu datang ke sini. Kamu juga sudah berjasa untuk meretas semua data di akademi. Aku sangat tidak percaya keamanan yang kuat itu akan roboh dengan robot alien sepertimu," puji Nyonya Manshery pada Mech 12.
"Jangan khawatir! Selama ada Oneesan, aku selalu siap menjalankan tugas," jawab Mech 12 penuh dengan kesigapan.
"Baguslah. Kapan kamu datang kesini?" Tanya Nyonya Manshery pada Mech 12.
"Perkiraan 18 April paling cepat. Paling lama sekitar 1 Mei. Ini cukup lama. Tapi, kami harus menyelesaikannya segera," jelas Mech 12.
"Aku paham apa yang kamu katakan padaku. Jadi, kau sudah tahu dimana keberadaan budak yang berharga itu?" Tanya Nyonya Manshery.
"Aku tidak tahu. Tapi, aku harus mengelilingi Siberia selama 10 Hari tanpa henti. Kalau sudah ditemukan, aku akan mengembalikan padamu," jawab Mech 12 dengan optimis.
"Bagus. Dipastikan kau bisa membunuh percobaan yang gagal itu. Kau mengerti?!" Tanya Nyonya Manshery meyakinkan Mech 12.
"Aku sudah siap untuk melawan siswa itu. Aku perlu mengirimkan beberapa perintah sementara pada agen lainnya untuk melindungimu. Setelah aku datang, mereka boleh pergi. Begitu yang aku rencanakan," jelas Mech 12 melalui presentasi Jarvis.
"Baiklah! Selamat menjalankan misimu! Aku harus tidur dulu untuk memulai hari," puji Nyonya Manshery memberikan semangat pada Mech 12.
"Siap! Aku akan mematikan ini secara otomatis. Jadi, kamu bisa tidur nyenyak di kasur mewah," lanjut Mech 12 memberikan gombalan.
"Bilang saja kamu mau tidur denganku," canda Nyonya Manshery.
"Ah! Aku mau tidur bersama Oneesan. Karena Oneesan adalah wanita paling seksi," jelas Mech 12 tergila-gila dengan Oneesan.
"Baiklah, setelah bertemu, aku akan merayumu. Selamat tinggal," terima Nyonya Manshery meninggalkan transaksi.
"Selamat tinggal," pesan terakhir Mech 12.
Mereka menutup transaksi hubungan. Nyonya Manshery pergi ke kamar mandi untuk berendam sebentar. Ia harus segar untuk tidur terlebih dahulu. Ia ingin sekali tidur dengan nyenyak. Tanpa halangan apapun.
Ia tidak menyadari bahwa ada penyusup yang akan membunuhnya.
[*^*]
Di sebuah ruangan yang lain, sekelompok mata-mata yang melindungi Nyonya Manshery sedang mengalami pojokan yang keras. Ia melihat seorang iblis yang penuh dengan darah.
Sudah banyak korban yang berjatuhan. Para mata-mata sudah mengantisipasi dan menyerangku. Tapi, mereka kewalahan karena aku adalah monster.
__ADS_1
"Sial! Dia terlalu kuat!" Umpat mata-mata yang sedang bersembunyi dariku.
"Aku sudah menembaknya berkali-kali. Tapi, dia tidak bisa dibunuh dengan mudah," lapor mata-mata yang lainnya.
"Dia adalah senjata yang seharusnya dipakai untuk Kerajaan Inggris. Bukan seorang penghancur,* harap mata-mata yang terluka itu.
"Sial! Kita harus memiliki rencana untuk …." Mata-mata terluka terkena tembakan keras.
"Sial! Dia menemukan kita! Kabur! Sebelum …." Mata-mata yang bersembunyi terkena bagian kepala.
"Tidak! Jangan mati! Aku akan …." Mata-mata yang lainnya ditebas olehku.
Aku menghabisi lawan itu membakar mereka hidup-hidup. Aku melihat mereka yang mati sia-sia. Ini lebih bagus untuk membawa mereka ke neraka. Ini sudah saatnya untuk melakukan eksekusi yang bagus untuk melakukan pembunuhan bangsawan sialan itu.
"Aku akan membunuhmu. Dasar sialan!"
[*^*]
Setelah mandi, Nyonya Manshery mengenakan handuknya untuk dipakai di kamarnya. Ia berjalan santai meskipun nyawanya akan terancam. Setelah itu, dia akan masuk ke kamar dan mengenakan piyama yang dikenakan.
Ia akan tidur di kasur yang empuk tanpa gangguan sekalipun. Ketika sudah selesai mengenakan piyamanya, ada seorang yang membuka pintu dengan serakah. Tidak hanya satu, ada 12 penjaga yang akan melindungi Nyonya Manshery.
Mereka masuk melalui dobrakan pintu, dan memecahkan kaca jendela untuk masuk. ini.membuat Nyonya Manshery sangat marah karena pecahan kaca menjadi tempat yang kotor sekaligus merusak estetika ruangan.
"Apa yang kalian lakukan?! Kenapa kalian melakukan hal ini?!" Tanya Nyonya Manshery sangat marah.
"Kalian sudah memecahkan kaca yang mahal itu. Lalu, kalian masuk ke tempat tanpa membuka pintu dengan pelan. Dasar tidak tahu sopan santun! Kalian harusnya malu pada diri kalian sendiri!" Omel Nyonya Manshery kepada 12 penjaga itu.
"Nyawa Nyonya lebih penting. Saat ini, ada seseorang yang mengincar nyawa Anda, Nyonya," jawab salah satu penjaga meminta maaf.
"Siapa yang berani mengancam nyawaku?! Berani sekali dia! Akan aku perlihatkan padanya. Dengan bangsawan sepertiku, aku hukum dia!" Gertak Nyonya Manshery dengan otoritas bangsawannya.
"Iya. Tapi, kita harus pergi dari sini sebelum …." Ucapan penjaga itu terhenti.
Ada seorang penjaga yang lari ketakutan karena melihat darah dan mimpi buruk. Ia takut untuk menghadapi iblis yang takkan dikendalikan.
"Tolong aku! Aku sedang …." Penjaga itu mati tertembak oleh pistol Desert Eagle versi Apocalypse.
Penjaga itu langsung mati ditembak di bagian jantungnya. Virusnya menyebar ke seluruh tubuh. Orang yang melihatnya terkejut dengan efek itu.
Tak lama kemudian, ada seorang remaja yang penuh dengan luka. Peluru yang bersarang di tubuhnya dan dipenuhi dengan luka dan penderitaan. Ia dipenuhi dengan dendam dan sebuah ketakutan. Ia berhadapan dengan mimpi buruk sekali lagi.
Itu adalah … aku.
"Kutemukan kau, Sialan!" Aku menatap dengan kedua bola mataku.
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup, dasar sialan!" Aku berteriak sambil mengutarakan amarahku.
"Ini semua salahmu! Karena kau, Evelyn sudah pergi. Aku tidak bisa melakukan apapun. Kau harus membayar dengan kematianmu di neraka!" Aku meneriaki dan menyalahkan sialan itu
"Huh?! Karena kau, kau membuatnya meninggalkan Moskow dan takkan pernah ditemukan lagi! Kau akan kuhabisi kau, Reinhardt!" Tekad Nyonya Manshery.
"Penjaga, habisi dia sekarang juga! Ini perintahku," pinta Nyonya Manshery untuk membunuhku.
"Baik!" Tidak ada keraguan dari penjaga itu.
Penjaga itu menyerangku dengan pisau mereka. Aku menerima tusukan itu dan membalasnya dengan lebih menyakitkan. Mereka melakukan tembakan yang merajalela padaku. Mereka mengisi ulang senjata mereka dan kembali membunuhku.
Aku hanya terdiam dengan berbagai tembakan. Penjaga yang menusukku segera ke belakangku dan menebasku dengan pisau.
"Lihatlah dirimu! Kau adalah anak haram yang menjadi alat untuk kerajaan! Kau adalah barang yang gagal. Seharusnya kau lebih berguna sekarang,"
Nyonya Manshery tertawa jahat. Aku hanya terdiam dengan tusukan pisau dari belakang dan tembakan bertubi-tubi. Aku ingin sekali membenci. Peluru yang berserakan di tubuhku. Aku akan menghancurkan bangsawan sialan itu dan membawanya ke neraka.
"Alat? Haram? Kegagalan?"
"Apa itu?!"
"Tidak berguna! Harusnya kau masuk neraka atas perbuatanmu, dasar sialan!" Aku berteriak di tengah tembakan itu.
Semua orang terkejut dengan pernyataanku. Dengan kebencianku, mereka semakin ingin mengharapkanku mati. Biarkan saja! Pada akhirnya, mereka akan mati. Aku akan menghabisi mereka semua. Ada penjaga yang akan membunuhku dari belakang.
"Jangan banyak omong! Matilah kau!" Penjaga itu segera menusukku dari belakang.
Namun, aku berbalik dan menembaknya dengan pistol. Aku melakukan hal yang sama pada penjaga lainnya. Alhasil, mereka mati. Tinggal 9 lagi. Mereka menembakku dengan cepat agar aku akan mati. Aku hanya santai terkena tembakan sambil melakukan tembakan jitu.
Alhasil, satu per satu mereka terjatuh dengan peluru Apocalypse bersarang di tubuh mereka. Nyonya Manshery merasa ketakutan karena tidak ada yang bisa melindunginya. Setelah semuanya mati, hanya aku dan dia. Aku akan mengeksekusinya dan membawanya ke neraka.
"Dasar tidak berguna!" Nyonya Manshery segera mengambil pistol dari mayat yang penuh dengan darah dan melancarkan serangannya padaku.
"Aku akan menghabisimu, Reinhardt!" Nyonya Manshery melepaskan tembakan dan mengarah ke jantungku. Namun, aku masih berdiri tegak.
Itu tidak mungkin terjadi. Aku akan membuatnya mati dengan mimpi buruk. Nyonya Manshery terus menerus menembakku. Namun, aku masih tidak bisa dihentikan. Percuma saja. Dia akan mati.
"Pergilah ke Jahanam, Reinhardt!"
Dengan gertakan itu, aku tidak bisa menggerakkan apapun. Aku bergerak kembali beberapa saat kemudian. Aku menyimpan semua senjataku untuk membunuhnya..
"Aku akan menghancurkanmu, dasar Lajang!" Aku memukul dada Nyonya Manshery dan dia terjatuh di lantai.
__ADS_1
Aku mendekatinya dan memegang pisau di kedua tanganku. Aku sudah tahu kemana pisau ini menusuk. Itu adalah perutnya. Perut adalah sasaran yang tepat untuk ditusuk. Tidak ada tulang yang melindunginya. Hanya ada sekumpulan yang dapat ditembus.
"Rasakan ini!"
Aku menusuk perutnya. Aku menusuknya saat ia akan mati. Aku mengulangi semua tusukan itu dan berharap dia tidak akan hidup lagi. Aku seperti orang gila yang akan merenggut nyawa orang yang melakukan kesalahan fatal.
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!"
"Mati!!!"
Aku melakukan tusukan terakhir kalinya. Dia tidak hidup lagi. Tidak akan bergerak dan melakukan rencana lagi. Aku sudah memastikan tidak sudah berada di neraka. Semuanya sudah berakhir. Tidak ada yang hidup di sini. Meskipun ada, aku akan membunuhnya dengan api neraka.
Tinggal satu lagi yang harus kulakukan. Itu adalah membakar rumah terkutuk ini.
Aku mengambil minyak di dapur dan segera menumpahkannya di ruang tamu. Aku menumpahkannya di ruangan yang lainnya agar bisa menyebar dan menghanguskan ruangan itu.
Setelah itu, aku menyalakan korek modern ku dan meninggalkannya di lantai. Dengan itu, api akan menyala. Aku sudah meretas sistem keamanan. Tidak ada yang berfungsi. Semuanya cacat. Jadi, rumah ini akan terbakar dengan cepat.
Tinggal menunggu waktu saja rumah ini hangus. Kalau ingin lebih cepat hangus, aku tambahkan api menyala di kompor dan dibiarkan terbakar. Dengan itu, rumah ini tidak akan tertolong lagi.
Aku segera keluar dan menghilangkan diri. Aku menggunakan teknik "Arctic Warden : Stealth" untuk menghilangkan diri dari kerumunan. Aku sudah menghitung semua perhitungan ini. Ini sudah tidak tertolong. Kebakaran akan terus berlangsung dan tidak ada yang tahu.
Aku sudah puas membunuh mereka semua. Hanya tinggal menunggu waktu saja.
Aku akan meninggalkan tempat ini meskipun aku akan mati. Aku tidak boleh ditemukan oleh Aurora dan lainnya. Aku harus bersembunyi atau meninggalkan kota ini.
Aku berjalan di trotoar yang akan sepi dan sunyi. Aku tidak terlalu mengerti kenapa saat ini kota Moskow menjadi sepi. Ini kesempatanku untuk meninggalkan kota tanpa jejak seperti Evelyn. Aku sudah tidak punya tempat lagi untuk lari. Yang ku pikirkan adalah melarikan diri menuju Siberia. Aku menunggu musim dingin berikutnya agar aku akan mati.
Aku tidak membiarkan diriku ditemukan begitu saja oleh seseorang. Aku sudah menghilangkan diri ku agar mereka takkan menemukanku. Meskipun Kenbunshoku no Haki Akishima bisa melihat orang menghilang. Dia tidak bisa menemukanku di kota Moskow yang luas. Ini jauh lebih melelahkan.
Aku berjalan untuk menemukan perbatasan Moskow dan bergerak ke Timur Rusia. Aku berjalan dengan darah yang jatuh ke arahku. Aku tidak peduli darahku akan habis atau apa. Yang penting, bisa keluar dari sini dan membiarkan monster itu memakan darahku. Aku ingin keluar dari kota Moskow secepatnya.
Namun, aku tidak bisa bergerak lebih lama lagi. Pergerakanku mulai melambat. Saking lambatnya, aku tidak akan mau berjalan lagi. Tubuhku merasa berat sekarang. Mengalami mengalami beban yang berat itu, sehingga tidak mudah aku bisa keluar dari situasi yang buruk itu.
Akhirnya, aku terjatuh dan kehilangan kesadaran. Malah jatuh ke tempat yang sunyi dan sepi. Tidak ada kendaraan yang lewat. Hanya ada pejalan kaki saja.
Setidaknya, aku akan mati dan menghilang untuk selamanya
[*^*]
Ada dua gadis yang pulang dari supermarket. Mereka sudah membawa sesuatu untuk memenuhi keseharian mereka. Mereka harus segera pulang untuk menjaga keamanan mereka. Mereka sudah aman. Namun, mereka harus waspada dari seseorang yang akan mengincar nyawa mereka.
Pada saat di tengah perjalanan, mereka terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mereka melihatku yang sedang terkapar di trotoar yang sepi. Tidak ada orang. Jadi, mereka menemukanku.
"Diana. lihat ada Rivandy!" Seru Sinta terkejut melihatku.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Sinta khawatir.
Diana sedang berpikir kenapa aku ada disini. Dengan keputusan yang bijak, dia akan membawaku ke suatu tempat.
"Lebih baik bawa dia ke mansion! Kita harus merawatnya. Kita tidak boleh membiarkannya tergeletak begitu saja," putus Diana menghampiriku dan menggendongku susah payah.
"Ok. Aku akan membantumu. Bersiaplah untuk tandu!" Sinta mengeluarkan tandu dari belahan dadanya.
Mereka membawaku ke mansion. Mereka segera masuk dan merawatku yang terluka. Sinta mengeluarkan peluru di tubuhku. Diana mendiskusikannya pada yang lain. Ini membuat yang lainnya terkejut, sehingga mereka membiarkanku untuk dirawat untuk sementara'.
Ini adalah kesempatan yang salah.
Kau melakukan kesalahan yang besar.
__ADS_1