Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Perang Makanan : Seleksi


__ADS_3

15 November 2025, jam 08:00, di ruangan seleksi yang berada di ruangan Klub Memasak sebanyak 50 orang yang telah berkumpul di depan para juri sekalian. Hati mereka deg-degan melihat itu dan menunggu komentator dari ketua klub. 3 angkatan berkumpul dengan juri yang sama. Tidak banyak penonton yang menonton. Mereka hanya berasal dari teman mereka.


Ada 3 orang juri yang sedang menunggu untuk melahap masakan. Mereka dari orang yang terpandang, yakni 1 orang komandan KGB, 1 orang komandan tentara Rusia, dan 1 dewan PBB dari Rusia. Tak lama kemudian, ketua Klub Memasak, Fillia Andela muncul dengan headphone mic yang ada di kepalanya.


"Yosh! Selamat datang di tahap seleksi! Kalian yang sudah dalam kondisi prima siap untuk mendapatkan gelar juara pada acara nanti?"


"Siap!" Sahut semua peserta.


"Bagus! Aku suka sikap kalian. Sebagai komentator, aku akan mengomentari apa yang kalian lakukan. Jadi, tetap fokus dan jangan menyerah!"


"Sekarang, aku akan menjelaskan peraturan dari tahap ini. Jadi, waktu seleksi ini selesai pada jam 12:00. Jadi pada waktu yang banyak ini, kalian harus memikirkan temanya sendiri. Kalian mengambil bahan makanan di belakang kalian Kemudian, kalian memasak dengan intensif dan harus mengumpulkan masakan kalian paling lambat jam 10:15. Selagi juri menilai, kalian bisa bernafas lega. Dan jangan harap kalian keluar dengan selamat!"


"Yang lolos akan berkesempatan untuk melanjutkan babak penyisihan. Tapi, sayangnya babak penyisihan hanya ada 20 kursi untuk angkatan 2925, 15 untuk angkatan 2024, dan 10 untuk angkatan 2023. Jika kalian lolos menjadi juara, kalian akan berkesempatan untuk mengikuti Kompetisi BLUE tahun depan dan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan."


"Untuk komentator ada 1 setiap angkatan. Aku adalah komentator untuk siswa siswi angkatan 2025. Jadi, aku yang banyak bicara disini."


"Sekarang, tidak ada pertanyaan lagi?"


" …." Semuanya terdiam.


"Yosh! Kalau begitu, babak seleksi dimulai dari sekarang!" Serunya sambil menembak pistol ke atas.


"Kita lihat banyak peserta yang sedang berbondong-bondong untuk mengambil bahan makanan. Kemudian, mereka kembali ke dapur peserta untuk memulai masak mereka."


"Owh! Ada seorang siswa yang mulai memasak pada saat yang lainnya masih mengambil bahan untuk masakan. Ia sudah mengambilnya dengan cepat dan tidak ada kecurangan sekalipun."


"Gadis berambut orange sudah mengambil bahan yang sederhana. Kemudian, siswi Kelas I Soshum A, Shiori von Zuckerberg sudah memikirkan sesuatu apa yang ia masak. Tampaknya ada persaingan ketat disini."


"Kemudian, ada seorang gadis yang seksi yang sudah mengambil bahan mentahnya. Lalu, ada tuan putri berambut kepang Perancis yang bersemangat dan mulai memotong sayur. Lalu, ada orang bertubuh besar sudah mengambil bahan makanan dan mulai memasak."


"Lalu,.siswa Kelas I Saintek C, Zhukov Rekovic memulai aktivitas memasaknya dengan cepat. Ia menggiling adonan dan melakukan trik sulapnya."


"Whoah! Ada persaingan yang terjadi disini. Ada dua orang yang memotong daging secara kasar dan memasukkannya ke dalam panci. Mereka beradu dalam kecepatan dan ketepatan dalam memasak."


"Lalu, ada siswi yang berasal dari Klub Disiplin, Nina Alpenliebe meletakkan bahan makanannya dan segera memulai aktivitas memasaknya. Ia mengupas kentang dan segera memotongnya dengan cepat. Kemudian, dia memotong bahan lainnya dan lainnya."


"Setelah itu, aku melihat peserta yang cukup teliti dalam meracik bumbu. Ia mengambil beberapa bahan dan meramunya dengan perlahan. Ia juga memotong daging ayam dengan perlahan dan mengukurnya. Benar-benar anak Sains!"


"Buset! Denis Spyxtria melakukan dua teknik sekaligus. ia memotong bawang sambil mengupas jamur. Orang yang melihatnya akan semakin berusaha keras agar menyelesaikan masakannya. Ini masih jam 08:23, namun, ini belum waktunya santai."


"Lalu, ada seorang gadis yang sedang menggiling adonan dengan santai dan penuh cinta. Dia yang sudah menghafal teknik itu segera menjalankan tekniknya dengan hati-hati. Lalu, dia memasukkan adonan itu dengan bahan lainnya."


"Whoah! Ada persaingan ketat yang menggebu. Mereka membuat bumbu dan menatap peserta lain dengan tajam. Mereka tidak akan membiarkan peserta lain yang mendahuluinya."


"Ada seorang pasangan kekasih yang saling membantu. Aku yang yang jomblo iri dengannya. Wah! Mereka salah tingkah dan membuat kecerobohan yang tidak terduga. Mereka harus mengulang dari awal."

__ADS_1


"Lalu, ada yang bekerja sama. Mereka mencicipi bumbu terlebih dahulu untuk memasukkannya ke dalam panci. Mereka akan mengalahkan lawannya dengan kerja tim yang kompak."


"Karmila dari Rwanda, bersiap untuk memasukkan bahannya ke dalam panci dan segera mengaduknya."


"Elaviana. Siswi dari Indonesia, khususnya di pulau Papua membuat sesuatu dari daerahnya. Aku ingin tahu apa yang ia masak. Yang pasti, dia memiliki peluang untuk lolos menuju babak penyisihan."


"Buset! Ada seorang siswa menggunakan teknik seperti seorang profesional. Ia bertingkah seperti Tsukasa Eishi di Anime Shokugeki no Souma. Wajah pangeran dari jauh memasak dengan elegan. Aku sangat terpukau dengan sosoknya. Ini membuat tubuhku menjadi hangat.*


"Denis dan Hammer memasukkan bahan makanan mereka dan segera menaburkan bumbu, sehingga bahan bumbu meluas sampai ke arah penonton."


"Lalu, mereka yang membuat masakan harus hati-hati. Karena persaingan yang ketat akan membuat pertandingan semakin seru. Banyak penonton yang mendukung idolanya. Tidak sedikitpun mendukung pangeran untuk menjadi pemenang. Beberapa yang pesimis segera menyelesaikan masakan dengan buruk."


"Zhukov menyelesaikan adonannya. Ia akan membuat spaghetti yang berasal dari Italia. Ia juga membuat bumbunya seperti saus tomat dan bahan lainnya. Jangan mencoba untuk membuat pengawet buatan! Kalian akan membuat juri keracunan."


"Lalu, ada sebuah bau yang tidak sedap telah menghantui dapur turnamen. Banyak yang memilih untuk menjauh dari bau busuk itu. Bau dengan unsur warna ungu telah membuat seisi dapur menjadi horor. Siswa Pangeran menahan nafasnya sambil memasak."


"Lalu, Shiori yang sedang mencium bau tidak sedang memilih untuk menggunakan masker yang ia bawa pada saat Covid-19 menyerang."


"Para peserta mendapatkan tantangan baru untuk menghadapi rintangan bau busuk."


"Setelah diteliti, ternyata aku busuk itu berasal dari gadis yang seksi itu. Ia menggunakan alkohol untuk menunjang keterampilan memasaknya, sehingga membuat siswa pangeran menjadi merinding ketakutan."


Eleva menepuk dahinya dan menggerutu, "Tch! Jangan ikutan lomba kalau kau membuat mereka tersiksa! Kau akan membunuh mereka,"


"Wah! Ada yang protes dengan arena dapur yang busuk. Ia ingin sekali menyingkirkan bau busuk itu. Tapi, tidak bisa. Lomba ini tidak dapat diganggu gugat meskipun, ada Pemerintah Rusia, datang kemari."


"Karmila menunggu masakannya matang sementara Elaviana memanggang udang dan menunggu hingga matang. Lalu, mereka menambahkan merica dan bahan dapur lainnya."


"Waktu tinggal 30 menit. Waktu tidak terasa berjalan dengan cepat. Banyak peserta yang sudah menyelesaikan masakan dan segera membuat persediaan untuk menghiasi makanan mereka. Bau busuk masih mewarnai arena dapur."


"Jika mereka melupakan sesuatu mereka akan dinyatakan gagal oleh juri. Jadi, persiapkan mental kalian juga untuk mendapatkan kritik dari para juri yang terpandang. Ini sama seperti dimarahi ibu tercinta."


"Denis dan Hammer menunggu masakan mereka sambil mengaduk saking tidak ada hal yang mereka lakukan. Mereka juga memastikan bahwa masakan mereka tidak buruk, mencicipi masakan sambil menambah beberapa bumbu.*


"Oh! Saphine Vera sedang menunggu masakannya dan segera membuatkan sesuatu. Ia membuat jus lemon agar membuat juri menikmatinya pada saat menunggu masakannya tiba."


"Shiori menunggu masakan aman membaca buku. Dia sangat santai di tengah kompetisi yang semakin memanas."


"Nina dan Claveriska saling menatap sambil memanggang masakan mereka. Bella dan siswi lainnya sedang bersaing untuk menjadi masakan yang lebih baik. Ini semakin memanas.*


"Tunggu dulu. Aku melihat ada orang yang telah menyelesaikan masakan disaat mereka masih menunggu Itu adalah siswa Kelas I Saintek A, Rivandy Lex. Dia akan menyerahkan masakannya kepada juri."


Dengan mendengar pengumuman itu, seisi kerumunan penonton menjadi ribut. Banyak gadis yang mendukung pangeran. Terutama mereka dari Klub Pangeran.


"Kyaa! Pangeranku!" Seru siswi mendukungku.

__ADS_1


"Pangeran. Ayo menangkan! Kamu boleh membuatku terangsang!" Lanjut siswi yang lain.


"Pangeran. Aku ingin sekali bertemu denganmu!" Seru siswi berkerudung dengan tatapan bintangnya.


"Tch! Aku kalah cepat, ya?" Umpat Bella melihatku sudah selesai dan mengumpulkannya ke juri terpandang.


"Aku harus memeriksa semuanya sebelum diserahkan ke juri," lanjutnya sambil berpikir.


"Sate sate sate. Sekarang kita kembali kepada yang lain. Takutnya, semuanya pada ramai acara hanya karena pangeran. Aku ingin tahu apa yang dimasak oleh pangeran itu, sehingga membuat semua penonton menjadi histeris. Kita nantikan saja di sesi penilaian."


"Sekarang, dengan pangeran yang sudah selesai, semua peserta mulai memanas. Mereka mulai melengkapi masakan mereka dan menyelesaikannya untuk dikumpulkan kepada juri. Shiori masih menunggu masakan tiba. Yang lainnya sedang menaburkan berbagai macam bumbu dengan antusias."


"Saphine dengan santainya menjadi lebih semangat melihat pangeran menyelesaikan hidangannya. Ia menyelesaikan masakannya. Masakan yang ia hidangkan adalah Pelmeni dengan jus lemon yang dihidangkan oleh para juri."


"Whoah! 2 menit kemudian, Elaviana menyelesaikan hidangannya dan segera mengumpulkan masakannya. Ia menutup makanannya dan menyerahkannya pada juri."


"Aku tidak tahu apa yang ia hidangkan. Ia menghidangkan udang yang sedang selingkuh. Oh. Ia menghidangkan Udang Selingkuh. Dengan hidangan ini membuat para gadis menjadi was-was jika pangeran berselingkuh."


"Aku khawatir jika pangeran berselingkuh dengan wanita lain. Aku akan menangis sekeras-kerasnya. Kemudian, aku menjadi janda dan hidup melarat selamanya," komentarnya sambil menangis.


"Kembali lagi dengan Shiori dan Bella. Mereka menyelesaikan masakan mereka. Mereka menghidangkan Soto Banjar dan Coto Makassar. Aku ingin sekali mencicipi masakan dari Indonesia. Negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun, penduduknya yang sengklek menghalangi Indonesia untuk maju."


"Mereka mengumpulkan hidangan itu pada juri yang sedang menunggu. Aku tidak tahu bagaimana mereka menghabiskan makanan ini."


"Zhukov menyelesaikan masakannya dan menghidangkan spaghetti. Spaghetti untuk dinilai lebih lanjut. Sudah beberapa orang yang sudah mengumpulkan masakannya. Masih ada kesempatan lagi untuk menyelesaikan lomba ini. Lomba aka berakhir sekitar 20 menit lagi."


"Karmila, Denis dan Hammer menyelesaikan hidangan mereka. Makanan yang mereka hidangkan adalah sup Rassolnik. Entah kenapa mereka menghidangkan makanan yang sama. Yang pasti, mereka akan merasakan rasa yang berbeda dari juri."


"Kemudian, Nina menyelesaikan masakan mereka. Ia sudah menghidangkan burger dan minuman yang misterius. Aku tidak tahu lagi harus berkomentar apa."


"Claveriska menyelesaikan hidangannya. Ia menghidangkan Foie Gras. Aku ingin sekali mencicipinya. Tapi, aku harus diet dulu untuk masa depan. Aku harus mencari suami seperti seorang pangeran."


"Maaf saja jika aku mencintai pangeran. Tehe."


"Satu persatu peserta lomba mengumpulkan hidangan yang mereka buat. Kemudian, mereka yang sudah buat segera menunggu kritikan dari melalui kiriman aplikasi Gmail. Jaman sudah modern. Jadi, tidak perlu menulis kertas. Ada beberapa yang menulis kertas untuk mempertahankan zaman dahulu."


"Kemudian, ada gadis seksi yang menghidangkan masakan warna ungu. Rasanya ingin muntah. Namun, belum tentu masakannya tidak enak. Aku yakin dia melakukan kejutan yang hangat bagi juri."


"Jam 10:14, semua peserta sudah menyelesaikan lomba. Mereka istirahat terlebih dahulu karena mereka sudah berusaha payah untuk memasak hari ini."


"Mereka pun membersihkan dapur yang mereka gunakan untuk memasak tadi. Mereka mengelap, mencuci panci, dan beromantis ria. Aku iri pada mereka. Pangeran selalu didekati dengan mudah."


"Setelah membereskan dapur mereka, mereka duduk di ruang tunggu sambil menunggu kritikan dan hasil dari juri lontarkan pada saat juri mencicipi masakan mereka satu per satu."


"Hohoho. Aku menantikan penilaian ini. Aku tidak tahu siapa yang lolos siapa yang tidak. Aku bukan peramal. Aku hanya gadis biasa yang selalu berkomentar pada acara ini."

__ADS_1


"Dan penilaian akan dimulai dari sekarang."


__ADS_2