
Jam 14:56, jam pelajaran akademi telah berakhir. Aku mengerjakan tugas terlebih dahulu agar aku bisa berfokus untuk menyelamatkan Shiori. Saphine berkata padaku bahwa Self-Injury bisa membuat kausalitas yang tidak diinginkan. Aku juga mendengarnya bahwa penderita Self-Injury bisa membunuh penderitanya dengan pelan. Sudah banyak kasus yang terjadi di dunia nyata.
Setelah menyelesaikan tugas sekolah, aku bergerak meninggalkan akademi dan sudah bersama Kotori. Aku juga sudah menyerahkan semua tugasnya kepada Kotori. Aku berharap aku bisa menyelesaikan rencanaku ini. Jika gagal, Shiori akan mati. Aku sudah mengetahuinya dari kekuatan supernatural dari Kotori. Entah apa kekuatan yang ia miliki. Yang pasti aku akan menyelamatkan Shiori sekarang juga.
Aku segera berangkat ke apartemenku bersama Kotori. Kami menggunakan taksi karena kebiasaan orang Indonesia. Aku bermaksud untuk berjalan kaki, namun malas. Eh … bukan! Kami menggunakan itu untuk memperpendek waktuku. Kotori hanya terdiam di tempat duduknya. Kami segera menuju ke apartemen Shiori untuk membicarakan sesuatu secara intim. Tanpa paksaan.
Aku melihat kota Moskow dan pernah kulihat sebelumnya. Aku belum pernah melihat suasana yang akan semakin indah itu. Santo Basil dan Kremlin menjadi tempat wisata yang cukup bagus untuk ditinggali. Aku ingin sekali liburan di musim dingin. Namun, aku mengurungkan niat itu dan segera menyelesaikan tugas semester sebelum mendapatkan liburan.
Namun, pada saat ketenangan itu, Kotori segera membunyikan suaranya agar tidak terjadi kesenian yang lebih lanjut.
“Bella. Aku ingin bertanya padamu,” sahut Kotori memanggil Bella sambil melihat Kota Moskow.
“Silahkan!” Aku menerima dan segera mengantarkan sesuatu.
“Kamu datang kesini dengan siapa?” Tanya Kotori.
“Aku dan keempat temanku,” jawabku dengan singkat sambil menatap luar kaca taksi.
“Aku hanya anak kecil yang membutuhkan perlindungan. Aku bukan remaja. Aku kesepian karena tidak ada seorang pun yang melindungiku . Sejak Andika dan lainnya berada di sampingku, aku tidak kesepian lagi. Kau dan Shiori juga berada di sampingku,” cerita Bella dengan panjang lebar.
“Seperti itu yah?” Kotori memahami cerita Bella.
“Hm.” Bella mengangguk pelan.
“Sudahlah! Aku akan menemanimu. Tidak usah cemas. Kalau perlu, aku meminta Rivandy untuk menemanimu. Aurora dan Evelyn tidak keberatan,” usul Kotori menoleh kepada Bella.
“Tidak boleh! Dia memanggilku Shiva, tahu!” Bella meneriaki Kotori.
“Shiva? Siapa itu?” Tanya Kotori tidak tahu dengan karakter Shiva.
“itu … Argh! Aku tidak mau memikirkannya lagi.” Aku mengusap kepala dan berusaha mengosongkan pikiranku.
“Aku tidak ingin membebankan mereka lagi,” lanjutku dengan perasaan murung.
“Baiklah, kalau begitu, aku akan membantumu. Kalau masih ragu, silahkan hubungi aku! Aku akan datang,” tekad Kotori memberikan nomor ponselnya kepadaku.
Aku melihat ponselnya yang berisi dengan kode nomor +1. Aku hanya menggunakan kode nomor +62 mengisi nomor Kotori di Telegram dan memberikan nama yang bagus. Aku mengetik di layar monitor dan segera menunjukkan kepada Kotori.
“Kotori. Bagaimana dengan ini?” Tanyaku menunjukan sesuatu pada Kotori.
Kotori yang terpanggil membalikkan pandangan suasana kota Moskow yang berjalan sendiri. ia melihat sebuah nomor kontak di aplikasi Telegram-nya. ia melihat ada suatu nomor dan profil yang cukup sering ia lihat.
[Andromeda-chan]
[+1 XXX XXXX XXXX]
Wajah Kotori menjadi memerah karena aku membuat nama yang cukup aneh bagi seorang gadis. Ia menjadi anak kecil seperti aku. Aku tidak tahu umurnya berapa. Yang pasti dia cukup manis.
“Jangan yang itu! Aku malu,” pinta Kotori dengan wajah yang memerah karena malu.
Aku tertawa dengan itu. Aku merespon, “Sudah! Aku hanya bercanda. Aku akan ganti sekarang,”
Aku mengetik lagi. Kali ini, aku tidak akan membuat Kotori menjadi baper lagi. Aku mengubah nomor kontak itu lalu memberikan sesuatu padanya. ia melihat nomor kontak yang terpampang di layar ponselku.
__ADS_1
Aku memperlihatkan sesuatu pada Kotori lagi. Kali ini, Kotori melihat nomor kontak yang sudah sesuai dengannya. Ia merasa lega dengan nomor telepon yang masih normal.
[Kotori Manis]
[+1 XXX XXXX XXXX]
Syukurlah kalau begitu. Aku tidak terlalu membuatnya malu lagi. Aku memastikan bahwa dia tidak akan membiarkanku melakukan hal yang aneh.
Setelah candaan itu, kami segera bersiap untuk menuju ke ruangan pengurus apartemen, Shiori von Zuckerberg. Kami berharap kami tidak terlambat. Menurut kekuatan Kotori, Shiori akan mati 2 jam lagi.
Namun, ….
Sebuah tabrakan yang mengenai taksi bagian depan. Motor yang ngebut itu yang menyebabkan tumbukan di bagian depan dan samping. Motor itu memutar balik, namun, dengan kecerobohannya, menyebabkan tabrakan yang tidak diinginkan.
Aku dan Kotori terhempas karena kami tidak sadar dengan kecelakaan itu. Kami menghancurkan kaca jendela dan jatuh menyentuh aspal seperti pengendara motor itu. Sopir itu aman dengan bantalan mobil agar tidak terluka parah.
Pengendara motor di Rusia sangat jarang terlihat. Hanya segelintir orang yang memiliki motor itu. Motornya bukan seperti Honda, Yamaha, atau Mio. 6Iu seperti Kawasaki atau semacamnya. Itu adalah motor Sport, motor Dual Sport, atau motor Naked.
Aku dan Kotori jatuh dan segera berdiri di tengah pecahan kaca itu. Aku melihat pengendara motor itu tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Sopir itu segera keluar dari taksinya dan segera melihat kondisi kami bertiga.
Kami berdiri dengan sedikit luka karena bekas pecahan kaca itu. Aku tidak apa-apa. Kotori juga. namun, pengendara motor itu sedang mengalami luka yang cukup parah.
Kami menyarankan pada sopir itu untuk membawa ke rumah sakit. namun, karena taksinya tidak berfungsi dengan baik. Aku memutuskan untuk menelpon ambulan, polisi, dan bengkel untuk menyelesaikan masalah ini.
Aku dan Kotori pamit dulu untuk mengurusi hal yang lebih penting daripada kecelakaan setelah memberikan lokasi kecelakaan itu. Soal polisi, serahkan pada sopir itu. Aku juga sudah menyiapkan uang ₽ 40.000 kepada sopir itu yang telah kudapatkan dari aplikasi Forex.
Kami segera pergi menuju apartemen Shiori sebelum terlambat. Kami tidak mau membuatnya kehilangan nyawa. Seharusnya aku mendengarkan perkataan Saphine dan Kotori. Namun, aku seperti orang Indonesia. Suka tidak mendengarkan perkataan orang lain. Jadi, aku harus meneruskan kesalahanku.
Sebelum kami kembali ke apartemen kami untuk menjenguk Shiori, kami bertemu dengan seseorang. Ia adalah … Wulan. Anggota Klub Palang Merah Remaja (PMR). Dia hanya berjalan mengelilingi Moskow. Kami segera menghampirinya dengan cepat dan segera memanggil Wulan.
“Wulan!” Kami memanggil Wulan sambil melambaikan tangan kami.
“Eh. Bella. Kotori. Ada apa?” Tanya Wulan dengan akrabnya.
“Aku membutuhkan bantuanmu. Ikuti kami!” Aku segera menarik tangan Wulan.
“Tunggu!” Wulan mencoba mencegah kami. Namun, ia diseret oleh kami dan segera pulang
“Kalian tidak apa-apa?” Tanya Wulan ragu sambil melihat tubuh kami yang sedikit berlumuran darah.
Kami tidak menjawab pertanyaan itu. Kami berfokus untuk berpandangan ke masa depan. Kami segera melawan waktu Tinggal 300 meter lagi untuk sampai ke apartemenku. Ini sedikit dingin. Namun, aku tetap bisa menghangatkan tubuhku. Tidak! Bukan yang itu! Jangan penetrasi lagi! Aku masih perawan.
Aku, Kotori, dan Wulan berjalan dengan cepat dan membuat tubuh semakin panas agar aku bisa menahan suhu dingin. Kotori menggunakan jaket. Jadi, jangan khawatir! Kami akan baik-baik saja.
Setelah sampai di apartemen, kami segera menaiki tangga yang cukup panjang itu. Aku tidak peduli aku lelah. Ini lebih bagus untuk berolahraga sedikit. Aku mencoba agar kecepatan lari sama dengan Shiori. Tapi, percuma aku bukan Shiori. Aku adalah aku.
Saat sampai di ruangan apartemen milik Shiori, Wulan bertanya , “Kalian kenapa, sih? Seperti dikejar setan saja,”
“Wulan. Kamu punya kunci pintu tidak? Aku harus masuk kedalam sekarang juga.” tanyaku nafasku terengah-engah.
“Apa?? Kalian mau apa dengan kunci ini?” Tanya Wulan dengan ragu mengambil kunci ruangan Shiori yang sudah berada di tangannya itu.
“Ceritanya panjang. Aku akan menceritakannya besok. Kalau perlu, kamu boleh mengajak Andika dan lainnya untuk mendengar dongeng ini,” lanjut Kotori dengan tekad yang bulat.
__ADS_1
Wulan tidak tahu apa yang kami katakan. Kamu sibuk mengatur nafas kami agar kami bisa lebih tenang.
“Ini. Aku berikan. Jika kalian tidak cerita, aku akan menghukum kalian. Paham?” Tanya Wulan dengan senyuman jahilnya itu.
Aku dan Kotori menyetujuinya. Lalu, Wulan memberikan kunci pintu yang berupa dengan foto Shiori. Kami menggunakan foto itu agar kami bisa masuk. Aku berharap kami bisa masuk dengan kunci itu.
“Hati-hati, yah!” Pamit Wulan sambil berjalan menuruni tangga.
Aku dan Kotori pergi ke ruangan Shiori dan berpisah dengan Wulan. Lalu, kami membuka pintu yang sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh Wulan. Setelahmembuka pintu, kami mencari Shiori di sekitar apartemen, menutup pintu apartemen dan bergegas ke ruangan utama.
Kami mencari Shiori di ruangan yang cukup artistik. Ruangan pengurus itu memang sangat baik. Namun, kami tidak menemukan Shiori yang berada di ruangannya. Kami mencarinya ke seluruh penjuru. Dari ruang tamu, ruang makan, bahkan dapur. Namun, Shiori tidak ada. Kami tidak menemukan petunjuk apapun.
Sepertinya, Shiori cukup pintar dalam menyembunyikan jejaknya.
Ketika kami mencari Shiori, kami mendengarkan sebuah suara yang cukup liar. Aku mendengar suara yang seakan akan mengusir kami. Aku tidak paham apa yang ia katakan. Namun, Kotori memahami setiap kata yang berbau supernatural itu.
[Terkutuklah kalian, dasar Pengganggu! Kalian manusia yang lemah dan tidak berdaya tidak akan bisa menyelamatkannya! Jembatan Kontrak akan terbuka sekali lagi. Kalian akan melewatkan Soul Train - Valhalla]
Dengan suara itu, aku merasa terganggu.. Kotori hanya merasakan sesuatu. Ia merasa Valhalla tidak memberikan peluang kepada kami untuk lolos. Aku ingin muntah mendengar seruan itu. Aku juga tidak tahu apa yang dibicarakan oleh orang itu. Tapi, aku fokus untuk menyelamatkan Shiori.
Kotori merespon, “Valhalla. Kau tidak bisa menakuti kami. Kami bukanlah seorang yang lemah. Kamu hanyalah seorang pengecut! Kaulah yang paling lemah dari semua bintang! Kau menyembunyikan diri sementara orang lain menyiksa dirinya di hadapan Raja! Kau adalah seorang Prajurit Spartan yang melarikan diri dari Persia,” dengan teriakannya yang membuatku mual.
[Berputus-asalah kalian! Kalian tidak pernah menyelamatkan Saturnus dan kehancuran Python Angel. Kalian hanya menjadi seorang debu bagiku. Kalian tidak bisa melawan sebuah tali. Tali yang membentuk karya novel. Karya itu ditulis oleh seorang Penguasa. Kalian tidak bisa mengubahnya satu huruf pun! - Valhalla]
Aku tidak bisa menahannya lagi. Dengan hentakan suara Valhalla, membuatku merasa ingin bunuh diri. Namun, ada sebuah kode. Kode sebuah dongeng. Aku langsung paham dengan kode itu.
“Pergilah, Lily! Kau harus menuju ke hutan yang gelap dan menemukan harta karun! jangan biarkan monster serigala itu memakanmu! Habisnya, Kau adalah anak yang pemberani,” teriak Kotori membuatku paham dengan kode itu. Aku segera mencari cara untuk menemukan Shiori.
Aku menyerahkan ini semua pada Kotori. Kotori sedang berhadapan dengan roh yang tidak berwujud itu. Mereka berdebat dengan perkataan mereka yang supernatural itu. Kotori hanya mencari cara agar Valhalla melepaskan kontraknya dan pergi dari Planet Bumi. Percuma saja, Valhalla tidak melepaskan kontrak begitu saja. Ia menantang Kotori untuk bertarung.
Pertarungan mental.
Kotori tidak takut ia menyerang Valhalla dengan siraman rohani. Valhalla membalas serangan itu dengan sebuah kata yang membuat lawan ketakutan. namun, Kotori masih belum tumbang. Ia masih bisa bertahan dan menyerang lagi dengan sebuah teriakan dan seruan.
[*^*]
Aku bergerak dengan cepat untuk mencari Shiori. Ruangannya cukup luas dan tersembunyi. Namun, Aku mendapatkan petunjuk. Di ranjang, ada sebuah duri dengan bekas darah. Ini sudah kotor, namun tidak berkarat sedikitpun. Lalu, aku menemukan berbagai macam paku di kotak sereal.
Aku melihat ada sebuah kamar mandi yang berisi dengan darah yang cukup panas. Ini mirip seperti darah nanah. Aku melihat sistem kamar mandi yang cukup unik. Ini bisa digunakan selama-lamanya.
Terakhir, aku menemukan paku di beberapa benda tertentu. Misalnya, loker, lemari baju dan lainnya. ini sepertinya tidak asing bagiku. Aku mendengar alat siksaan yang biasa itu. Ini seperti pada zaman abad pertengahan.
Ini.
Jangan-jangan … ??
Iron Maiden!
Aku harus menemukan Iron Maiden berada dan mencari sebuah tanda yang membingungkan itu. Aku bertekad untuk mencari tempat Iron Maiden berada. Aku menemukan sebuah ruangan untuk menyimpan Iron Maiden. Teka teki yang cukup sulit.
Tanpa pikir panjang, aku memasuki ruangan itu dan segera menyelamatkan Shiori. Aku tidak akan membiarkan Valhalla dengan seenaknya. Aku harus menjadi lebih kuat untuknya.
Jangan khawatir, Shiori! Aku akan menemukanmu.
__ADS_1