
14 April 2026, ada sekelompok orang yang sudah tiba dari Moskow. Mereka sudah tiba dan meninggalkan bandara internasional yang bertempat di Moskow.
Mereka mengenakan pakaian yang umum. Sama seperti dengan orang lain. Namun, mereka menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Mereka tidka menaruh curiga pada orang di sekitarnya. Mereka malah justru santai dengan langkah kakinya.
Mereka berjalan seperti biasanya tanpa menggunakan alat transfortasi untuk membantu mereka sampai di tempat tujuan lebih cepat. Mengambil jalan yang lebih sulit justru tidak memudahkan mereka untuk
Seorang pria berambut merah dan bermata kristal. Jaket yang ia kenakan beserta dengan peralatan yang lainnya. Ia membuka tudungnya karena paksaan dari kedua orang lainnya.
Sementara itu, gadis yang bersamanya memiliki wajah yang sopan dan gaya rambut yang anggun serta bermata hitam. Tangan yang lembut gemulai dan langkah kaki yang perlahan namun pasti untuk memperlihatkan kecantikan dan keanggunannya.
Serta satunya lagi adalah seorang gadis yang rambutnya diikat agar lebih indah Lalu, wajahnya bersih seperti seorang tuan putri. Ini membuat mereka para pria jatuh hati padanya.
Di tengah perjalanan, seorang pria menggunakan lengan tangannya dan memunculkan sebuah hologram yang menyatu dengan kulitnya. Orang itu mengirimkan pesan pada penerima sinyal itu.
"Disini. Mech 12. Bersama dengan Ice Cold Angel dan Frost Princess."
Kedua gadis itu menyapa ketika pria itu mengirimkan sinyal pada pusat. Pusat itu memberikan sebuah perintah secara samar agar mereka tidak dicurigai.
"Kalian sudah tahu tujuan kalian dimana? Kalau sudah, laksanakan sekarang juga! Ingat! Hati-hati dengan anak haram yang berada di sana!"
"Baiklah! Aku tidak akan ceroboh lagi kali ini!" Jawab Mech 12.
"Selamat beruntung!"
Pusat itu memutuskan hubungan para ketiga orang itu. Tekad yang kuat. Mereka berjalan kaki dengan dan sampai di sebuah tujuan itu. Mereka berada di sebuah gerbang akademi.
Setelah tiba di sebuah akademi, mereka diizinkan masuk untuk menemui dengan kepala sekolah. Dengan penjagaan level 1 (Pantauan CCTV), mereka akan masuk ke dalam untuk menemui seseorang.
Seseorang itu adalah .... Cherry Spyxtria, Kepala Sekolah Akademi Militer Spyxtria.
[*^*]
Di sebuah Ruangan Kepala sekolah, seorang wanita harus menyelesaikan dokumen yang berserakan. Tidak hanya akademi, ia harus menulis dan menandatangani beberapa persetujuan di PBB.
Tak lama kemudian, ada sebuah ketukan pintu yang mencegahnya untuk menuliskan dokumen itu. Cherry menutup semua dokumen itu dan menutup laptop di genggamannya sebelum menyuruh masuk.
"Permisi, Nona Cherry!"
Seorang gadis yang memunculkan dirinya. Ditambah dua orang yang tersisa yang dibelakang gadis yang anggun itu.
"Ada yang bisa dibantu?" Tanya Cherry dengan sopan.
Mech 12 maju ke depan dengan semangatnya dan menunjukkan dirinya karena suatu hal yang membuat apinya berkobar-kobar.
"Perkenalkan! Namaku adalah Ivantino Alonso Sentinel! Aku adalah Mata-Mata dari MI6 dengan kode Mech 12. Salam kenal, Nona Cantik!" Ivantino memperkenalkan dirinya.
"Halah! Ada cewek cantik gini langsung seperti seorang Ksatria Budak saja," keluh seorang gadis yang di samping gadis yang anggun itu.
"Apa sih, Elsa? Iri bilang bos!" Ejek Ivantino.
"Kamu menyebalkan! Aku akan membekukanmu!" Elsa tersulut dengan amarah dan berniat untuk mengeluarkan sihir esnya.
Gadis yang berpenampilan rapi menoleh pada mata suramnya mereka.
"Ivantino-kun! Elsa-san! Tolong diamlah sedikit! Saya ingin berbicara dengan Cherry-sama disini." Gadis itu memberikan teguran pada mereka berdua.
Mereka menjawab,"Maafkan kami, Dini!"
"Terima kasih atas pengertiannya." Dini berterimakasih dengan senyuman yang diselimuti dengan kekesalan.
Cherry tertawa kecil. Sepertinya, ia mendapatkan lawan yang menarik suatu saat nanti. Lipstik yang tertempel di mulutnya mengeluarkan suara yang lembut disertai dengan tubuh Oneesan.
"Ara-Ara! Rupanya kalian tidak bisa akur."
"Jangan bercanda! Saya tahu Anda menyembunyikan sesuatu," tegas Dini.
"Oh iya. Nama saya Dini Sentinel. Saya merupakan seorang mata-mata yang berkode Ice Cold Angel. Ini adalah Elsa Arenlouise. Dia adalah mata-mata sekaligus rekan saya. Kodenya adalah Frost Princess."
__ADS_1
"Namaku adalah ...."
"Diamlah! Anda sudah berkenalan," ucapan halus Dini membuat Ivantino terdiam.
"Eh? Rupanya kalian datang kesini. Ada apa?" Tanya Cherry.
"Aku ingin menjelaskan sesuatu. Pertama. Sebuah grafik yang menunjukkan bahwa siswa dan siswi Inggris yang lulus hanya dua orang. Bahkan, ada satu yang lulus karena insiden tertentu."
Dini menggunakan sebuah hologram untuk mempresentasikan mengenai prestasi dan kemajuan negara Inggris sebagai negara maju. Cherry mendengarnya dengan pelan namun fokus dengan maksimal.
"Akademi Militer Spyxtria dibuka untuk umum sekitar 1 September 2019. Ada 100 negara yang ikut andil dalam pengiriman siswa dan siswinya. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak negara yang mengundurkan diri, sehingga hanya 36 negara saja yang masih bertahan. "
"Di tahun 2020, sebanyak 2 orang yang lulus. Mereka seangkatan dengan Anda. Mereka pun jadi agen PBB seperti Anda. 2021, 2 orang lulus lagi dengan secara berpasangan. Mereka terpilih menjadi Mata-Mata Inggris. "
"2022, 2 orang lulus dengan 2 siswa. Mereka berdua bekerja dibawah naungan Enchanted Geniuses. 2023, hanya 1 dari 8 orang yang lulus akademi. Sisanya bergabung menjadi Agen Pemberontakan dan hamil di luar nikah."
"2024, hanya 1 orang yang lulus. Namun, orang itu malah direkrut oleh Organisasi Enchanted Geniuses secara langsung oleh CEO-sama. 2025, lebih tepatnya, tahun kemarin, ada satu orang yang lulus walaupun tidak ada yang mengakuinya."
[Enchanted Geniuses adalah sebuah perusahaan yang mempelajari sihir dan teknologi agar mewujudkan kesamaan derajat.]
"Ada agen PBB yang merekrutnya dan menjadi seorang monster. Tidak ada yang menyukainya. Gadis yang mereka idamkan telah mati karena ulahnya sendiri."
"Saya rasa, Regen Rigeltria, tidak! Rival Elizabeth V. telah lulus dan pergi bersama Agen PBB yang tidak diketahui itu."
Cherry mendengar nama itu lagi. Tidak ada bosannya membahas orang yang penuh dengan kontroversial itu. Ia tidak ingin membahasnya dan mengalihkan isu agar tidak bocor lagi.
"Regen? Siapa? Aku tidak mengenalnya. Lagian, kalian tidak bisa mencari orang seperti itu," respon Cherry.
Elsa semakin marah. Karena sebutan nama Regen, amarahnya tidak terbendung lagi. Ia menghalangi Dini untuk berbicara dan langsung to the point.
"Jangan mempermainkanku! Kau pasti menyembunyikan sesuatu lagi. Sekarang, aku ingin bertanya. Evelyn Emily. Dia dimana sekarang? Kami mencari atas perintah Ratu Inggris," tanya Elsa.
"Aku ingin mencarinya. Kurasa, ada anak haram selain Regen yang masuk akademi dengan jalur orang dalam," pikir Ivantino secara terang-terangan.
Cherry menghampiri Ivantino di depannya. Ia membuka sedikit kancing pakaiannya untuk menggoda seseorang. Tidak hanya itu, Cherry membuka bra miliknya dan memperketat pakaiannya untuk memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Aku tidak punya pacar sekarang. Tapi, kalau kamu mau, tubuhku sedang memanas. Apakah ... kamu ingin membawaku ke kamar?" Tanya Cherry mempermainkan tubuhnya agar Ivantino tergoda.
Hasrat Ivantino tidak bisa ditahan lagi. Kalau Loli dan Teen, mungkin ia mengabaikannya. Namun, kalau Oneesan yang merayunya, ia takkan menolak semua itu.
"Wah! Ada Oneesan! Langsung sikat aja nih!" Gairah Ivantino keluar dan tangannya ingin menyentuh dada Cherry.
"Hentikan!" Elsa memukul Ivantino dengan keras.
"Dasar Maniak Oneesan! Aku akan menghajarmu lagi!" Lanjut Elsa memarahi Ivantino.
"Jangan mengalihkan isu lagi, Nona Cherry! Saya tidak tahu apa yang Anda pikirkan. Jadi, tolong jaga sikap Anda!"
Cherry diremehkan begitu saja. Tapi, tidak memungkinkan Cherry untuk mundur. Ia menjauh dari Ivantino dan meminta maaf.
"Ups! Maafkan aku!"
"Sepertinya, aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Mungkin, kalian harus mencari Informasi sendiri."
Dini tidak bisa berkata apapun lagi. Cherry tidak mau memberikan petunjuk pada mereka, sehingga mereka harus mencarinya sendiri. Lagipula, karena salah Ivantino, mereka menjadi
"Kalau begitu, kami akan keluar dari sini. Terima kasih atas pertemuan ini dan sampai jumpa di lain waktu." Dini berterima kasih.
Dini dan lainnya meninggalkan Cherry. Tangan Ivantino ditarik oleh Elsa karena mengacaukan pertemuan penting itu. Mereka harus mencarinya Informasi mengenai Evelyn sendiri.
[*^*]
Di lorong akademi, mereka bertiga harus mencari sesuatu agar mereka mendapatkan informasi tanpa diketahui siapapun, selain Cherry.
"Aku mau cari informasi dulu yah! Kita berpencar!"
"Aku harap kamu tidak tersesat lagi," harap Elsa sambil menunjuk jarinya ke dahi Ivantino
__ADS_1
"Selama Anda tidak mudah diatur oleh Oneesan, tidak apa-apa, kok," lanjut Dini mengizinkan Ivantino.
Mereka pun berpencar. Ivantino berjalan sendirian sementara Dini dan Elsa berjalan bersama sambil menanyakan sesuatu.
[*^*]
Di kamar ganti wanita, aku diajak Aurora untuk mandi bersama. Setelah pelajaran yang melelahkan, kami memutuskan untuk mandi di ruang wanita.
"Rivandy!" Panggil Aurora menghampiriku di kamar ganti wanita.
"Hm?" Sahutku.
"Yeah! Kita mandi bareng lagi, Rivandy! Tolong keramas rambutku!" Akishima mendekati Rivandy sambil menawarkan sesuatu.
"Sayang! Remas tubuhku dong! Aku mau kamu mengusap tubuhku ini." Sheeran tidak kalah mesumnya.
"Tidak boleh! Usap sendiri!" Larang Akishima.
"Lakukan saja sendiri! Aku dan Rivandy sekarang pacaran!" Bella mendekatiku.
"Rivandy! Kita bertemu lagi. Pulang sekolah, apartemenku sepi nih," ajak Sinta datang tiba-tiba dengan tubuhnya yang indah
"Rivandy sayang! Aku akan memanjakanmu karena kita sudah tunangan." Mata Diana penuh dengan kasih sayang.
"Hah? Siapa yang bilang tunangan? Kau tidak tahu apapun dengan Rivandy!" Keluh Akishima terasa tersaingi.
"Sayangku adalah milikku!" Lanjut Sheeran memelukku dari belakang.
"Kalian! Jangan berkelahi! Aku tidak bisa tenang begini." Aku menegur mereka karena mereka selalu datang kepadaku.
"Rivandy. Kita harus pindah ke tempat lainnya. Aku punya tempat yang bagus untukmu," ajak Aurora untuk meninggalkan kumpulan gadis yang lain.
"Benar! Kita harus pindah dari tempat yang berisik ini."
Tiba-tiba, Shiori mulai mencium bibirku secara cepat. "Ah! Shiori! Tidak! Mmm!" Bibirku mencium Shiori dengan cepat.
"Shiori! Kau menciumnya lagi!" Kemarahan Bella memuncak.
"Sayangku! Jangan mau sama Pelakor itu!" Sheeran memberinya dan menjauhi tubuhku dari Shiori.
"Tidak bisa dibiarkan! Kita serang dia!" Serang Sinta dengan semangat.
"Tidak! Jangan! Kalian! Ah! Ah! Ah!"
"Hentikan! Aku mau ....."
Bibirku mencium bibirnya Shiori. Namun, mereka tidak kalah. Aurora menyentuh pedangku dan mulai menyantapnya. Bella mendapat sasaran yang sama dengan Aurora.
Sheeran mencium leher di sebelah kanan Akishima mendapatkan leher di sebelah kiri. Sinta dan Diana meremas payudara dengan tanganku. Jadi, mereka harus mengeluarkan cairan mereka ke tubuhku agar mendapatkan kenikmatan.
"Tolong aku! Ah! Ah! Ah! Ah! Jangan keras-keras! Ah! Ah! Mmm!"
Mereka tidak menyerah. Mereka menjilati tubuhku dan memberikan ciuman agar tubuhku semakin memanas.
"Tidak akan kubiarkan! Aku akan membuatmu nikmat, Rivandy!" Mereka semua bertekad agar bisa mendapatkan kemenangan berupa cairan mereka.
"Tolong aku! Aku keluar! Aku keluar!"
"Ah!!"
Aku berteriak. Aurora dan Bella menghisap susuku. Sinta dan Diana mengeluarkan susu merupakan dan mengarahkan ke badanku. Akishima dan Sheeran mulai menciumku secara bergantian.
Shiori menggerakkan pinggulnya dan mulai mendesah. Karena mereka memperkosaku, banyak gadis yang datang ke arahku dan mencoba tubuhku yang menarik perhatian.
Di lain sisi, ada yang mengintip dari sana. Dia sepertinya iri karena perbuatanku yang selalu didekati oleh para gadis setiap kali. Rasanya sedikit menyebalkan.
"Sialan kau! Aku mau juga tau!"
__ADS_1