Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Agen Rahasia : BND


__ADS_3

18 April 2026, sekelompok mata-mata memeriksa suasana kota Moskow. Mereka adah tiba sehari yang lalu dan mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah akademi.


Frankfurt, seorang badut yang menjalankan misi mata-mata. Mengembangkan misi yang penting. Dia suka memberikan hiburan dengan lelucon darinya.


Tiger, seorang berkepala harimau yang berpakaian orang kantoran. Bertipe salary man dengan pekerjaan yang setia menjadi mata-mata. Terkesan serius. Jadi, dia tidak bisa ditenangkan dengan lelucon.


Terakhir. Panzer. Seorang mata-mata yang mengenakan seragam Nazi Jerman. Bagi rakyat Moskow, mereka membencinya. Namun, karena hanya kostum, mereka menerimanya. Jadi, dia mendapatkan izin atas nama BND.


Di tengah perjalanan mereka, Frankfurt memberikan sebuah hiburan agar perjalanan tidak membosankan. Berjalan kaki di Kota Moskow cukup melelahkan.


"Hei! Kalian berdua. Aku punya hiburan yang bagus. Mau lihat?"


"Tidak. Terima kasih. Aku tidak suka hiburan. Masih banyak pekerjaan yang hara diselesaikan." Tiger menolak mentah.


"Aku juga. Aku benci balon." Panzer berpikiran sama.


"Oh iya. Hast du übrigens was gehört?" Ia membuat kode dalam bahasa Jerman.


"Nicht."


"Ich auch."


Mereka mengobrol berbahasa Jerman agar pembahasan mereka tidak diketahui. Bahkan, Google Translate tidak bisa menerjemahkan mereka.


Setelah sampai di akademi, mereka berhadapan dengan penjaga pintu akademi. Mereka bertiga memberikan surat BND untuk verifikasi izin.


Akses mereka diterima. Asalkan, tidak membuat kekacauan di akademi. Mereka pun masuk dan Panzer menjadi pusat perhatian.


Negara yang ditakdirkan kalah oleh Nazi Jerman saat itu harusnya dibenci sebagaimana Kaisar Jepang menjajah Asia Timur dan Tenggara.


Mereka malah memuji kostum yang dikenakan oleh Panzer sebagai ikon yang menarik. Sejarah tetap sejarah. Asalkan kembali akur, semuanya baik-baik saja.


"Wah! Dia cakep sekali!"


"Kostumnya gagah! Terasa seperti prajurit."


"Ayo! Kita berfoto bareng dengannya."


Para siswi berbondong untuk membuat foto bersama Panzer. Ini digunakan agar mereka bisa mengupload Story mereka di Facebook, dan Instagram.


Panzer tidak keberatan. Ia menganggap ini adalah sebuah kostum yang digunakan saat ajang cosplay berlangsung. Pandora Actors, makhluk buatan Ainz Ooal Gown, berpakaian seperti Tentara Nazi menjadi pusat perhatian karena LN yang begitu populer.


Setelah sesi foto berakhir, mereka berdua, Frankfurt dan Tiger berbincang sedikit. Sedikit pertengkaran yang terjadi pada mereka.


"Populer sekali. Aku ingin menghibur mereka semua dengan balon dan trik badutku."


"Mereka sudah dewasa, du dumme!" Tiger memukul bahu Frankfurt.


"Ayo! Kita harus bertemu Fräulein Cherry sekarang juga!"


"Eh?! Bagaimana dengan McDonald's? Aku punya boneka yang akan menemanimu." Frankfurt membuat boneka dari balon.


"Cepatlah, badut sialan!"


"Warte auf mich!" Badut itu bergegas menyusul mereka.

__ADS_1


Mereka pun menghampiri kepala sekolah dengan tujuan mereka.


]***]


Jam 09:55, Dr.Cherry sudah menyelesaikan pekerjaan dokumen yang berserakan itu. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Hanya satu metode yang bisa dia lakukan. Melanjutkan pekerjaannya kembali.


Tak lama kemudian, sebuah bel tanda masuk berbunyi lagi. Dr. Cherry menghentikan pekerjaannya dan bergegas membersihkan dokumen lalu menyimpannya di lemari.


"Masuklah!"


Mereka bertiga masuk secara bersamaan. Badut, Harimau, dan Tentara Nazi. Mereka semua adalah mata-mata Jerman.


"Ara-Ara. Ada yang bisa dibantu dengan 3 orang spesial disini?"


"Tidak ada. Apakah kamu ingin permen kapas di hari Minggu?"


"Kami datang kesini dengan kunjungan yang panjang. Kami lelah sekarang." Tiger mengeluhkan perjalanan yang panjang.


"Kenapa kalian tidak duduk santai saja disini?" Dr. Cherry mengajak mereka bertiga untuk duduk santai.


"Tidak perlu. Kami mempunyai banyak pekerjaan.  Jadi, langsung saja." Panzer menolak mentah-mentah.


"Katakan apa tujuan kalian disini! Aku akan mendengar ocehan kalian sampai akhir!"


Perkataan Cherry memaksa mereka untuk menjelaskan kedatangan mereka.


"Invoker. Agen Pemberontakan yang berasal dari Jerman sudah membuat kekacauan yang parah. Awalnya, dia adalah siswa biasa di Akademi Elit Praha."


"Namun, karena Insiden Praha terjadi 29 Desember 2024, 1/4 siswa dan siswi di sana kehilangan nyawa mereka."


"Invoker siapa?" Tanya Dr. Cherry.


"Siswa Jerman yang sudah terkena kerasnya kehidupan. Anak yang malang."  Frankfurt berkomentar pada Invoker.


"Oo. Aku tidak peduli dengan sekolah sialan itu. Aku harap mereka tidak akan pernah datang kesini dengan urusan yang egois." Dr. Cherry mulai serius. Berharap siswa Akademi Elit Praha tidak akan datang ke Moskow.


"Emangnya apa yang lebih buruk daripada itu? Ini menyangkut keselamatan dunia." Panzer menegaskan dengan seragam Nazi.


"Dari sebuah informasi yang menyebar, kami menemukan informasi yang tersembunyi. Siswa dan siswi akademi ini bukan orang biasa. Mereka berada di atas dalam pengalaman bertempur."


"Shiori von Zuckerberg dan Rivandy Lex! Mereka seharusnya mendaftar dari negara mereka, bukan dari Rusia. Mereka seperti dilahirkan lebih cocoknya di Jerman dan menjadi Tanya von Degurechaff ketika Nazi menduduki Jerman pada tahun 1933."


"Dahulu, kakek moyangnya adalah seorang Schutzstaffel. Pasukan khusus Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua. Setelah kalah, kakek moyangnya menghilang. Tidak pernah kembali lagi."


"Sudah ada buktinya. Rivandy telah membunuh Pasukan SAS dengan mudah. Bahkan, dia menghancurkan bangsawan dengan membunuh kepala mereka." Tiger mulai menambahkan.


"Selain itu, potensi Shiori tidak bisa diremehkan. Meskipun mendaftar sebagai siswi Rusia. Namun, dia menggunakan ciri khasnya sendiri. Menggunakan senapan Jerman dan menghabisi lawan dengan kemampuan MVP." Tiger menghentikan penjelasan karena ada pembalasan dari pembicara itu.


"Bukan berarti MVP bisa menjadi potensi untuk mendapatkan julukan Ace Spyxtria, kau tahu." Dr. Cherry membalas penjelasan mereka.


"Butuh waktu lama untuk melatih semua pasukan Jerman berada dalam level yang lebih tinggi. Jika itu terjadi, tidak ada kemungkinan Amerika bisa mengalahkan Jerman."


"Kalau bisa, tidak ada jaminan mereka untuk mengalahkan militer Amerika yang hebat pada saat itu. Mereka bisa mengalahkan Jepang di Perang Asia Pasifik."


"Kecuali satu. Jika Incra 04 pergi ke tahun 1939, maka Amerika akan hancur. Tidak hanya kerusakan kota New York dan sekitarnya, ancaman dan teror akan merambat ke Washington DC. Mereka juga harus berhadapan dengan Angkatan Laut Jepang."

__ADS_1


"Ini sedikit merepotkan. Hanya saja, ini yang terburuk. Kita tidak bisa mengubah sejarah begitu saja."


"Oh iya. Kenapa kalian tidak datang kesini lebih awal dan menculik Regen untuk kepentingan kalian? Dia adalah orang yang cocok." Dr. Cherry mengalihkan pembicaraan.


"Huh? Itu tidak lucu, Nona. Aku tidak mau berurusan dengan orang dingin yang tidak pernah patuh itu." Frankfurt berkomentar sarkas.


"Aku sedikit terkejut. Data Rahasia CIA telah diretas dan disebarkan ke warga Amerika. Setelah mencari pelaku dari semua itu, Regen pelakunya." Tiger mulai menyebutkan nama Regen Rigelttia.


"Anehnya, CIA tidak bisa menangkapnya karena kemampuan mereka sudah diketahui lebih dahulu. Sebagian besar CIA memutuskan untuk mundur usai data CIA bocor untuk kedua kalinya."


"Tidak hanya rasisme pada Bangsawan Inggris, ia juga membuat India dan Israel meninggalkan akademi karena korban rasisme yang semakin parah." Panzer menuturkan soal rasisme yang ada di akademi.


"Jadi, kalian memilih Rivandy daripada Regen?"


"Rivandy Lex. Siswa Akademi Militer Spyxtria Angkatan 2025, Kelas I Saintek A. Dia adalah seorang pria yang tidak pernah tersenyum karena tercampur dalam budaya Rusia." Panzer menunjukkan wajah siswa akademi.


"Sniper yang dia gunakan adalah senapan AWM. Senapan yang cepat membunuh lawan. Jika potensi dikeluarkan terus menerus, dia akan menjadi orang yang terkuat, tidak tercerdas." Tiger memanipulasi udara menjadi sebuah objek berupa senjata AWM.


"Bolehkah aku mengajarnya tersenyum? Dia tidak memiliki kenangan yang indah pada masa kecilnya." Frankfurt mengeluarkan bola dari baju badutnya.


"Eh?! Kenapa kau tidak mengunjungiku saat aku masih menjadi siswi disini. Seharusnya, kau bisa menghiburku." Dr. Cherry mulai tersenyum melihat bola yang dikeluarkan Frankfurt.


"Kau bisa menghibur Shiori dengan bola Piala Dunia 2018."


"Blöd! Kau malah mengingatkan momen kekalahan Jerman. Skor 2-0 dari tim plastik adalah mimpi buruk kami. Aku malah membuat Shiori menangis lagi." Frankfurt malah memarahi Dr. Cherry dengan lawakan seorang badut.


Cherry tertawa keras. Candaan itu terlalu keras. Gol dari Kim Young-Gwon dan H. Son yang bersarang di gawang Jerman di menit terakhir menyebabkan Jerman tersingkir daei Piala Dunia 2018.


"Kasihan. Udah juara malah gak lolos grup. Haduh." Dr. Cherry menghentikan tawanya. Masih duduk tenang berhadapan dengan 3 badut.


"Ini sama saja kalah di Kazan. Momen penyerangan ke Moskow dan Stalingrad gagal total." Panzer menutupi wajah dengan topinya.


"Sepertinya, kira tidak terlalu mendukung Jerman untuk menjadi terkuat dalam sepak bola." Tiger mengalihkan pembicaraan.


"Mengenai Shiori, adakah yang menarik perhatian kalian pada siswa siswi dari Jerman?"


"Nichts. Selain Rivandy dan Shiori, mereka biasa saja. Tier mereka hanyalah sebatas atlet saja." Tiger menjawab dengan sudut pandang.


"Konflik yang cukup menegangkan. Aku tidak ikut campur dalam urusan mereka." Panzer menolak.


"Balon, sepeda, dan singa. Aku butuh lebih banyak lagi."


"Oke. Aku sudah menegaskan bahwa tidak ada yang menarik perhatian kalian selain mereka berdua? Seperti, siswa dan siswi dari Rusia?"


"Mereka bisa saja mengikuti ideologi komunis kapanpun mereka mau."


"Aku sudah tidak tertarik lagi. Karena Tembok Berlin runtuh, aku tidak memiliki semangat untuk membalas perbuatan mereka." Panzer merapatkan pakaiannya.


"Lebih baik aku menghibur mereka sedikit demi sedikit untuk melupakan masa lalu yang kelam." Frankfurt melakukan juggling 3 bola untuk melawan rasa bosan.


"Masa depan lebih diprioritaskan dari masa lalu. Kami akan merekrut mereka setelah lulus nanti." Tiger memantapkan diri.


"Kau tidak bisa melakukan itu. Jika ada agen PBB yang merekrut mereka, misalnya, Death Army merekrut Rivandy dan Incra 04 atau Deutch Paladin merekrut Shiori, kalian tidak akan mendapatkan apapun." Cherry menolak BND karena alasan perekrutan.


"Terus, bagaimana dengan agen MI6, dan pihak yang tidak bertanggung jawab yang akan mengambil mereka untuk kepentingan pribadi?"

__ADS_1


"Satu lagi, bagi Rivandy dan Shiori, kalian siapa? Rekan Terbaik atau Musuh Terburuk?"


__ADS_2