
Keesokan harinya, jam 05:24, setelah melakukan acara yang cukup menyenangkan tadi, Kotori semakin sedikit bersemangat. Ia tidak habis pikir bahwa ini akan terjadi pada dirinya.
Ia sudah berbagi nomor teleponnya dengan Bella dan Shiori kemarin melalui aplikasi Telegram. Lalu, Bella mengajarinya sedikit mengenai rempah-rempah di Indonesia. Shiori menggoda Kotori agar dia bisa tinggal di Jerman.
Mereka menjalankan pertemanan dengan dua gadis. Kotori yang sudah bisa mengenakan seragam miliknya dan tetap menggunakan masker. Rok pendek dengan ****** ***** warna hitam dengan banyak bintang dipakainya.
"Yosh! Waktunya berangkat!"
Kotori mengunci pintu apartemen dengan kuncinya dan segera menuju ke akademi. Di dalam perjalanan, ada dua gadis yang menjumpainya, yakni Bella dan Shiori.
Mereka akhirnya berjalan bersama sambil mengobrol sedikit. Di tengah perjalanan dengan obrolan itu, beberapa cibiran yang datang dengan sendirinya.
"Apa kau serius?" Cibir seorang warga Moskow.
"Disaat begini tetap menggunakan masker?" Tanya seorang ibu melihat Kotori dalam hatinya.
"Wah! Tetap pakai masker walaupun Covid-19 telah berakhir," canda seorang siswa sekolah menengah.
"Jangan-jangan dia terkena Covid-19?" Tanya siswa yang melihat Kotori itu.
"Ayolah! Jangan seperti itu! Covid-19 sudah berakhir 5 tahun yang lalu," canda teman siswa itu.
"Apa mereka tidak khawatir dengan itu?" Tanya siswi yang sedang membawa ranselnya.
"Aku harap begitu," jawab teman siswi itu.
Kotori tidak terlalu mendengar hal itu. Ia tetap menggunakan masker walaupun wabah itu sudah berakhir. Pada saat Covid-19 menyerang Bumi pada tahun 2020 silam, banyak orang yang menderita dengan wabah itu. Jika tidak ada akses kesehatan yang memadai, maka kehidupan orang tersebut akan terancam punah
[*^*]
Setelah mereka tiba di akademi, mereka berencana untuk berpisah karena mereka harus masuk ke kelasnya masing-masing.
Kotori melihat Rivandy yang sedang diomeli habis-habisan oleh kedua gadis itu. Dia menyelidiki sesuatu tentangnya. Kenapa dia bisa didekati oleh gadis dengan mudah? Apakah ada formula atau semacamnya, ini menjadi misteri.
Tak lama kemudian, ia melihat seorang penguntit dengan mata cinta. Ia yang sedang mabuk cinta yang ingin dipeluk olehnya selamanya.
Kotori memilih tidak ikut campur dan berniat menuju ke kelasnya.
"Lebih baik aku ke kelas saja Aku tidak mau mengganggu gadis yang mabuk cinta sekarang."
"Sebaiknya aku membutuhkan pertolongan dari mereka. Mereka bisa melakukan sesuatu."
Dia berjalan ke kelasnya dengan banyak pikiran yang terbesit di otaknya. Dia tidak bisa menghadapi mereka dengan garis depan. Dia memilih untuk mengurungkan niatnya
[*^*]
Jam 09:58, pelajaran hampir berakhir, Kotori melihat gadis berambut violet dengan mata cintanya. Ia juga melihat ia harus kembali ke kelasnya dan menunggu Rivandy pulang akademi.
"Sepertinya dia terlalu berlebihan dengan perasan cintanya."
"Ini saatnya bukan untuk berpikir."
"Aku harus melakukan sesuatu. Meskipun ini akan beresiko."
Tapi, sebelum itu, ia mendengar notifikasi dari handphone miliknya dan segera melihat pesan dengan menggunakan pulpen touchscreen.
[Telegram]
[Bella]
[Kotori, aku mau ke kantin. Jangan sampai terlambat!]
Kotori segera bergegas menuju ke kantin untuk bertemu dengan Bella dan Shiori. Ia tidak ingin ketinggalan waktu yang ia kerjakan. Ia tidak lupa membawa dompet miliknya untuk membayar di kantin.
Akhirnya< mereka sampai di kantin untuk membahas sesuatu. Sesuatu yang penting untuk dibahas.
[*^*]
__ADS_1
Setelah mereka memesan masakan Indonesia, mereka bergerak menuju ke tempat yang kosong.
"Bella. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Kotori dengan memakan tempe.
"Aku juga ingin mengatakan sesuatu," respon Bella dengan pernyataan itu.
"Rivandy dikejar lagi," jawab Shiori dengan singkat.
"Onii-chan selalu saja begitu. Kalau begini terus, dia tidak akan bebas dan mereka akan memperbudaknya. Tapi, sebagai hak asasi manusia, kita harus menyelamatkannya dari orang yang busuk itu," jelas Bella dengan situasi yang dialami oleh Rivandy.
"Aku setuju apa yang kamu bilang, Bella. Maksudku, Rivandy tidak boleh hidup seperti ini terus. Kita harus menyelamatkannya," balas Kotori dengan respon yang serius sambil memakan tempe.
"Kita akan menghadapi Klub Pangeran dan Klub Militer. Lalu, saat aku berada di ronde final, aku melihat ada seorang gadis twintail yang tangguh. Dia adalah lawan yang cukup kuat bagi kita," tambah Shiori dengan aura ketenangannya.
"Lalu, ada gadis berambut violet yang menguntitnya dengan mata cinta untuk mengikuti Rivandy. Aku pernah merasakan bahwa ia tertekan dengan dua gadis yang selalu bersamanya. Mereka dari Jepang dan Inggris Raya," jelas Kotori dengan kejadian tadi pagi.
"Jadi, lawan kita ada 3, yah?" Pikir Bela layaknya seorang detektif.
"Tidak. Ada 3. Klub Pangeran, Klub Militer, dan mereka," sambung Shiori.
"Kita makan tempe dulu, lalu kita akan menyelidikinya nanti," lanjut Kotori segera menghabiskan tempe di atas piring.
"Bella," panggil teman Bella.
"Ka-Kalian," kejut Bella melihat temannya yang sedang memanggil Bella.
"Hallo, Bella, Shiori," sambut Andika dan Farah.
"Halo, Farah, Andika," sambut Shiori.
"Yudha dan Wulan dimana? Mereka tidak ke kantin gitu?"
"Yudha yang mengikuti Klub Programmer berkumpul dulu. Lalu, Wulan yang anggota Klub PMR juga begitu," jawab Farah dengan enteng.
"Oo. Kesibukan klub, yah?" Dugaan Bella benar sekali.
"Lalu, Andika ikut klub apa?" Lanjut Bella sambil mengunyah tempe.
"Ah. Males terus! Suksesnya kapan?" Desak Farah melihat Andika.
*Andika. Kamu tidak boleh malas. Nanti kualat, lho," tegur Shiori keibuan.
Andika tertawa dengan teguran Shiori yang layaknya seorang ibu. Ia menjawab, "Aku hanya bercanda. Aku ikut Klub Olahraga untuk Sepak Bola. Biar Indonesia bisa masuk Piala Dunia 2030," dengan candaannya.
"Wah! Piala Dunia. Aku mengingatnya kok." Shiori teringat dengan acara Piala Dunia.
"Jerman sudah menjadi juara Piala Dunia pada tahun 2014 di Brazil. Aku sangat bahagia saat mendengar berita itu di layar TV."
"Tapi, 4 tahun setelahnya, Jerman dikalahkan 2-0 oleh Korea Selatan. Aku ingin menangis. Hiks," jelas Shiori ingin menangis.
"Maafkan aku, Shiori. Aku mengerti perasaanmu." Bella ikut murung bersama Shiori.
"Kutukan juara bertahan, yah," gumam Andika dengan itu.
"Farah, kamu ikut Klub apa?" Tanya Bella sambil minum green tea.
"Aku ikut …," ucapan Farah terpotong dengan seorang roh yang berbisik di telinganya.
"Ingat, yah! Lo gak boleh kasih tau kepada orang lain. Ini rahasia, lho," bisik roh Chelsea di pikiran Farah yang hilang seketika.
Farah ingat apa yang Chelsea katakan. Ia tidak boleh seenaknya. Ia menjawab, "Aku belun memutuskan ikut klub mana. Aku sampai pusing sendiri," dengan teknik berbohong.
Shiori tertawa kecil dengan jawaban itu. Ia tidak habis pikir akan terjadi seperti ini sebelumnya. Ia merespon, "Farah ada-ada saja."
Di tengah pembicaraan yang mengundang tawa. Andika melirik ada seorang gadis yang sedang makan tempe. Andika ingin tahu siapa gadis itu. Ia memulai guyonannya.
"Buset! Alan Walker makan tempe!" Seru Andika ingin mengerjai Kotori.
__ADS_1
"Alan Walker? Mana? Aku fansnya Alan Walker," harap Kotori dengan mata terbinar-binar
Andika malah tertawa dengan harapan itu. Dia menjawab, "Ada di depanmu."
"Andika. Kalau kamu melakukan itu, dia akan menangis," tegur Bella karena Andika mengerjai Kotori.
"Aku tidak menangis. Aku sedang kesal sekarang. Bella, Shiori. Aku permisi dulu. Aku ingin ke kelas sekarang," pamit Kotori menghabiskan tempenya dan segera ke kelas.
"Tuh 'kan. Kamu ini bikin orang ngambek aja. Lari tuh si loli," seloroh Farah karena perbuatan Andika yang jahil.
"Oh iya. Aku lupa. Aku harus pergi dulu," pamit Andika ingin segera bergegas
"Pergi kemana?" Tanya Bella sudah menghabiskan tempenya.
"Untuk mencari sesuatu yang hilang," lanjutnya hilang dari pandangan Bella dan Shiori.
Akhirnya setelah kejadian itu, Bella dan Shiori harus kembali ke kelas. Farah kesal karena ditinggal sendirian. Andika lupa makan di kantin. Alhasil, Bella harus menyimpannya untuknya agar tidak mubasir.
[*^*]
Jam pelajaran selesai, siswa dan siswi Kelas I Saintek D diperbolehkan pulang oleh guru yang mengajarnya. Kotori yang ada di kelas itu segera bergegas pulang sambil membawa barangnya untuk menunggu Bella atau Shiori.
Namun, di tengah perjalanan, ia melihat Rivandy yang sedang membawa gadis yang pingsan sambil dikejar oleh Klub Militer. Gadis rambut emerald dengan monokel miliknya melakukan tembakan kepada siswa itu.
Kotori yang melihat itu segera mengeluarkan teknik miliknya untuk menghadang serangan Lisa. Ia mengeluarkan kedua piring hitamnya dan segera melakukan getaran.
"Electro Dubstep : Colorblind!"
Getaran itu membuat tembakan yang dilancarkan Lisa itu menjadi tidak berguna. Tembakan itu mengarah ke atas dan ke bawah. Lisa sadar itu pasti perbuatan seseorang. Ia mencari dan menemukan gadis yang sedang memegang piring hitamnya.
"Siapa kau? Beraninya kau mengacaukan misiku," geram Lisa sambil memegang M4A1.
"Justru itu. Kau yang mengancam keselamatannya," lontar Kotori dengan gaya DJ.
"Aku tidak akan berusia denganmu, Gadis DJ." Tatapan Lisa menjadi tajam melihat Kotori.
"Seharusnya aku berkata begitu," lontar Kotori lagi sambil mengejek Lisa.
"Tch! Jika ada yang mengganggu misiku, aku akan menembakmu," tekad Lisa sudah mempersiapkan senapannya.
"Tembak aku kalau bisa!" Kotori mulai melancarkan serangannya.
Akhirnya pertarungan Lisa dan Kotori terjadi di koridor akademi. Mereka dengan cepat dan percaya diri.
Pada saat mereka mencapai puncak pertarungan, ada notifikasi di handphone milik Lisa, dia bersembunyi dari serangan Kotori dan langsung membuka handphonenya.
[Misi Gagal! Akishima Renji dan Aurora Sentinel menggagalkan rencana. Mundur sekarang juga!]
"Tch! Gagal lagi," gumamnya.
Lisa yang melihat itu segera berhadapan dengan Kotori dan berucap, "Kamu bisa lolos kali ini. Tapi, tidak lain kali," sambil meninggalkan Kotori yang siap dengan kuda-kudanya.
Kotori yang melihat Lisa kabur merasa lega karena Rivandy bisa kabur dengan selamat.
Selain itu, dia berencana untuk mendekatinya untuk menjaganya agar ia bisa menjaga Kotori dari masa lalunya.
Setelah membereskan sisa pertandingan itu, ia segera pulang menuju gerbang akademi.
[*^*]
Akhirnya, Kotori datang menuju Bella dan Shiori.
"Kotori, kamu dari mana saja? Sampai telat begini," Tanya Bella.
"Menghadang Klub Militer," jawabnya.
Mereka paham apa yang Kotori bicarakan.
__ADS_1
Mereka berjalan pulang sambil mengobrol mengenai sesuatu yang penting.
Mengenai Rivandy.