
Keesokan harinya, ada sekelompok mata-mata tiba di Moskow dengan penerbangan internasional. Mendapatkan persetujuan dari pihak penerbangan untuk membawa senapan dan alat berbahaya lainnya.
Atas persetujuan BIN di Jakarta dan Akademi Spyxtria, mereka bertiga mendapatkan izin tinggal selama beberapa bulan sebelum 3 bulan kemudian.
Seorang wanita dengan berdada besar yang melepaskan kancing baju dengan kacamata hitam. Rambut violet lurus panjang dengan sikap dewasa. Ia memanggil kedua orang lainnya
"Sule! Makmur!"
Dua lelaki menghampiri wanita yang dada besar, perut kecil, dan pinggul yang menggoda. Tapi, sikapnya dingin dan beringas. Ia adalah mata-mata BIN, Kanjeng Mami.
Lelaki yang pertama adalah lelaki dengan wajah yang rata-rata. Tidak ganteng dan tidak jelek. Bertubuh kurus dan tinggi rata-rata. Ia adalah Sule, mata-mata BIN.
Sedangkan yang kedua adalah lelaki yang gemuk, berkacamata hitam dengan rambut hitam keriting serta kumis yang sama seperti Adolf Hitler pada Perang Dunia 2. Itulah Makmur, mata-mata BIN.
"Iya, Kanjeng Mami!" Tanya Sule tidak membawa barang apapun dengan senyuman.
"Ada apa, Kanjeng Mami?" Tanya Makmur membawa tas yang berat.
"Cepatlah ke akademi sekarang juga! Lambat sekali kalian!" Kanjeng Mami menyuruh mereka berdua untuk bergerak cepat.
"Iya. Ini berat sekali, lho," keluh Makmur berusaha keras.
Mereka bergegas untuk pergi ke akademi lalu menginap di hotel beberapa bulan. Sule dan Makmur mengikuti Kanjeng Mami dan menemani wanita itu meksipun ada keluhan.
Setiba di akademi, mereka masuk dengan pengawasan ketat oleh pihak akademi. Mereka cukup dikenal karena mereka akan bertugas untuk menyampaikan laporan siswa dan siswi akademi.
[*^*]
Dr. Cherry masih bertugas sebagai kepala sekolah akademi. Sebuah ketukan pintu berbunyi menghentikan aktivitas Cherry. Dr. Cherry harus membersihkan berkas dan dokumen lalu menyambut mereka.
"Masuklah!"
Mata-mata BIN masuk ke kelas Setelah menutup pintu, mereka pun bergegas berhadapan dnegan Dr. Cherry mengenai keadaan siswa dan siswi akademi dari Indonesia.
"Halo. Selamat datang ke akademi. Apa yang bisa dibantu?" Tanya Dr. Cherry dengan gaya Oneesan MILF Ara-Ara.
"Halo, Mbak Manis! Gimana kabar kamu? Udah main berapa ronde nih sampai bahenol gini?" Tanya Sule terus terang mendekati Dr Cherry sekaligus merayunya.
"Mbak Bahenol! Kita ketemu lagi, nih. Kapan nikah hayo?! Aku bawa bunga untuk kamu!" Makmur memberikan bunga pada Dr. Cherry seolah-olah ingin melamarnya untuk menikah.
"Ara-Ara. Kalian baik sekali. Sampai memberiku bunga ini padaku." Aura Dr. Cherry menjadi berbunga-bunga.
"Sule! Makmur! Apa yang kalian lakukan?!" Teriak Kanjeng Mami melihat Sule dan Makmur merayu Dr. Cherry.
"Maafkan kami, Kanjeng Mami! Kami berjanji tidak berselingkuh lagi!" Sule dan Makmur berlutut pada Kanjeng Mami untuk meminta maaf
"Janji terus! Mulutnya doang tapi kelakuan kalian kayak suami yang suka selingkuh. Mana hormat kalian? Cewek ABG kayak dia mending jauhi aja! Malu-maluin tetangga aja kalian!" Kanjeng Mami menampar kedua mata-mata yang mata keranjang.
__ADS_1
"Kanjeng Mami! Sakit! Tampar aku pakai susu kamu!" Minta Sule ingin ditampar pakai susu.
"Kanjeng Mami sangat cantik!" Lanjut Makmur memuji Kanjeng Mami.
"Eh?! Ada Kanjeng Mami. Ada apa? Kamu cemburu?" Tanya Cherry menahan tawa.
"Oh iya. Bagaimana kabar Ephixna? Mata-Mata BIN yang kuat seperti Miu dan Elestial, lho." Dr. Cherry menanyakan keadaan Ephixna, mata-mata BIN yang bertempat di Asia Tenggara.
"Heleh! Gak usah tanya dia! Pelakor macam dia selalu membuat masalah. Didekati cowok aja udah kayak murahan gitu. Emang cocok dia jadi janda. Kerjanya hamil terus."
"Kanjeng Mami jahat sekali! Jangan seperti itu sama Ephixna Tercinta!"
"Iya! Ephixna kan mata-mata yang menarik." Makmur membela Ephixna, mata-mata yang kerjanya jadi pelakor.
"Diam kalian!" Seru Kanjeng Mami.
"Kanjeng Mani! Tampar aku lagi! Aku rela ditampar sama Kanjeng Mami." Makmur malah keenakan.
"Eh?! Salah! Aku pikir Ephixa, CEO Enchanted Geniuses." Dr. Cherry sedikit tertawa.
"Aku membencinya karena mengambil rekrutan asal Indonesia."
"Oh iya. Aku ingin membahas sesuatu yang penting."
Kanjeng Mami hanya melaporkan hasil akademi melalui mulutnya. Mulutnya tidak pernah menyampaikan kesalahan. Tidak perlu melakukan presentasi apapun karena bakat terpendamnya.
"Tahun. 2021, Tidak ada yang lulus. Mega sudah memeriksa semuanya. Hasilnya, adalah kecelakaan. Tidak ada yang lain. Tidak ada Ace Spyxtria karena suatu alasan tertentu. Alasan yang memberatkan."
"Tahun 2022, Ini adalah rekor terbaik yang kami dapatkan. Ada 4 siswa yang mendapatkan hasil yang baik. Gadis Inggris mendapatkan Ace Spyxtria Tahun Kedua. Cadmium Sentinel. Entah kenapa semenjak Israel menarik diri dari program ini karena sialan itu, 4 siswa itu malah bersekutu dengan sialan itu."
"Mereka adalah, Miu, Elestial, Nakki, dan Nevin. Mereka adalah Agen PBB yang direkrut oleh Mega. Agen PBB yang hanya satu orang saja, sehingga Agen PBB di Indonesia menjadi nomor 10 dengan jumlah enam orang. Amerika dan paling banyak dengan agen 10-11 orang."
"Tahun 2023. Chelsea Arslan mendapatkan rekor yang baik. Mendapatkan Ace Spyxtria Tahun Ketiga karena dia adalah cewek yang kuat, masakannya sangat enak, dan memiliki pengetahuan yang lebih baik."
"Tahun 2024, hanya 5 siswa dan siswi yang bertahan di SMP yang mengerikan. Prestasi dan performa meeka menurun. Mata-Mata BIN, Pecel Lele, menghilang dan tidak pernah kembali lagi."
"Angkatan ini, ada 8 orang yang menjadi siswa dan siswi. Masih utuh juga. aku sudah mendapatkan laporan Evelyn Emily sudah dinyatakan hilang sejak dua bulan yang lalu."
"Andika Prasetyo Putra, Anivesta Bella, Farah Fahirah, Elaviana Frimala, Lanifa Cristina, Rima Resti Agustina, Risti Wulan Antasari, dan Yudha Rizki Nugraha."
"Tapi, Agen Pemberontakan asal Indonesia, Weiss membuat ulah. Dia menghancurkan ekonomi ASEAN dengan pesuruhnya."
"Ia bahkan membuat kerusakan di Shanghai, Cina ketika turnamen BLUE berlangsung, sehingga Karma, Agen PBB dari Korea Selatan yang dibenci oleh Cina dan Korea Selatan, dituduh melakukan kejahatan karena membuat genosida. Tapi, entah kenapa dia malah dibebaskan karena alasan tertentu."
"Antara Ephixna atau Chelsea dibalik topeng Weiss, aku tidak tahu. Yang pasti, dia tidak bisa kumaafkan! Dia membuat sebuah ledakan di kota lainnya. Terhitung sampai 50 juta korban yang harus direnggut dan semuanya salah Karma!"
"Aku menjadi tidak enak. Sejak insiden itu terjadi, Cina akan memperkuat militernya meskipun tidak cukup untuk mengalahkan Karma. Entah kenapa mendengar nama Karma, aku ingin menonjoknya."
__ADS_1
"Selanjutnya, Angkatan tahun depan memiliki kuda hitam. Ini berpeluang agar tidak terjadi kejahatan pada waktu yang bersamaan."
"Hanya satu. Stella van Mort. Orang berdarah Belanda yang tinggal di Indonesia. Sama seperti Klan Anivesta yang dulunya adalah orang Belanda yang berkedudukan di Indonesia."
"Dia lahir tanggal 10 Oktober 2013. Di Bandung, Ayahnya adalah seorang Kopaska, ibunya adalah seorang rumah tangga. Meksipun dia wanita, dia dilatih sejak kecil dan menjadi mahir. Karena itu, dia akan bersekolah di sini."
"Terakhir, Syaffa Elizabeth V. Berdarah Arab-Indonesia dengan Ayah yang memiliki darah dengan Ratu inggris. Hidup mereka cukup bahagia karena mereka mencintai satu sama lain. Tidak seperti lainnya."
"Lahir tanggal 14 Juni 2013. Dan tidak diketahui bagaimana kehidupannya sejak kecil. Seolah-olah disembunyikan. Masih menjadi misteri apakah dibalik hubungan ini."
"Ah. Insiden Veltron. Itulah sebabnya Agen PBB di Cina semuanya musnah. MSS pun tidak bisa menanganinya. Mereka cukup payah untuk berhadapan dengan monster itu. Aku harap Cina tidak meminta mengirimkan 16 murid ke sini." Dr. Cherry memberikan respon.
"Wah! Aku akan menantikannya. Soal empat siswa itu, aku ingin merekrutnya. Tapi, aku dilarang Ephixna karena kami murahan dan tidak cocok dengan mereka." Dr. Cherry menahan tawanya.
"Oh iya. Aku ingin mencari kasus yang baru ini hangat dibincangkan. Ada sebuah kabar yang menunjukkan bahwa CEO Putra Jaya terbunuh oleh seorang pembunuh. Diduga, Bella adalah korban dari semua ini. Kalau tidak dicari segera, Bella akan meninggalkan Moskow dan menjadi budak di Bandung."
"Aku ingin mencari pembunuh itu dan menghancurkannya karena dia berbuat salah. Dia sudah membuat kerugian perusahaan yang merupakan tiang bagi ECOSOC."
"Aku benci mengakuinya. Kalau aku berbuat macam-macam pada CEO, aku tidak akan hdup lebih lama lagi. Aku tidak bisa menyelamatkan Bella darinya. Setidaknya, aku ... entahlah. Lupakan saja. Aku tidak enak kalau membahas ini."
"Sudah selesai belum? Ada yang harus aku tanyakan di sini? Mereka berdua sangat ingin bosan, sehingga ingin bermain denganku." Tangannya melimpahkan kepada kedua lelaki yang mengantuk karena bosan.
"Cherry! Tidak usah pedulikan mereka! Mereka pantas istirahat kali ini karena perjalanan yang panjang."
"Mereka cukup kasihan. Menjadi terlantar di Jakarta dan buangan di sana. Kalau aku tidak memungut mereka, entah apa nasib mereka." Mata Kanjeng Mami tertuju pada dua lelaki yang tertidur.
"Ara-Ara. Mending kamu menjadi ibu mereka. Jadi, emak enak, lho." Dr. Cherry menggoda Kanjeng Mami untuk menjadi ibu mereka.
"Jangan bercanda! Mereka malah ingin menjadikanku sebagai istri," cekal Kanjeng Mami dengan mulutnya.
"Aku sedikit kesal pada mereka. Mereka selalu mengikutiku kemana aku pergi. Jadi, aku tidak bisa tenang karena mereka selalu berisik." Kanjeng Mami mulai curhat.
"Aku mengingat Spongebob dan Patrick yang suka mengganggu Squidward. mereka cocok denganmu."
"Argh! Obrolan emak-emak ini membuatku stres." Kanjeng Mami memegang dahinya karena merasa pusing.
Suasana menjadi hening. Angin menghembus memasuki ruangan dan mendiamkan obrolan kedua wanita itu. Hanya diam sejenak untuk membahas yang lebih serius lagi.
"Aku ingin memiliki 2 pertanyaan inti padamu. Jika kamu tidak menjawabnya, aku tidak akan datang kesini. Ephixna akan menggantikanku." Kanjeng Mami membuka kacamata dan menatap Dr. Cherry.
"Baiklah! Aku akan meladenimu. Setelah itu, aku akan bertanya balik padamu."
Obrolan sesama Oneesan MILF menjadi serius. Ini adalah pertarungan lidah bagi mereka berdua dengan sisi yang berbeda.
"Apa tujuanmu? Tindakanmu mencurigakan. Kamu malah membela orang yang salah."
"Kenapa kau tidak mencurigai Chelsea? Kamu malah tidak bertindak lanjut sejak Insiden Veltron terjadi bersamaan dengan juaranya Chelsea pada MVP BLUE tahun 2024."
__ADS_1
"Eh?! Itu ..."