Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Kehidupan Sehari-hari : Rivandy, Denis, Hammer, Zhukov


__ADS_3

18 September 2025, Jam 11:45, Kelas I Saintek A. Jam pelajaran akademi matematika telah berakhir. Guru matematika mempersilahkan siswa kelasku untuk makan siang. Aku, Aurora, dan Evelyn berpisah karena aku harus pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang telah dibaca kemarin, sementara Aurora dan Evelyn sedang menuju ke kantin.


Ketika aku berjalan menuju ke perpustakaan, aku dihadang oleh mereka berdua, ditambah dengan Zhukov. Denis dan Hammer langsung melancarkan serangan mereka untuk memelukku. Zhukov hanya terdiam di tembok sambil melihat tingkah laku mereka.


“Ri-chan!” Seru Denis dan Hammer memelukku dengan erat.


“Tunggu, apa yang kalian lakukan?“ Gerutuku sambil menahan rasa sakit.


“Ri-chan! Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu,” tekad Denis tidak akan melepaskan pelukannya.


“Aku juga,” lanjut Hammer.


“Zhukov! Lakukan sesuatu kepada mereka!”  Pintaku kepada Zhukov.


Namun, Zhukov hanya terdiam disana. Dia menolak, “Maaf, Ri-chan. Aku tidak bisa menghentikan mereka,” sambil terdiam bersandar di tembok.


“Ayolah! Aku tidak bisa bernafas,” keluhku dengan pelukan erat itu.


[*^*]


“Lalu, apa yang ingin kalian katakan?” Aku bertanya setelah mereka melepas pelukan mereka.


“Ri-chan! Bergabunglah di Klub Memasak!” Ajak Denis sambil memohon padaku.


“Kamu bisa mengalahkan mereka dalam sekejap,” lanjut Hammer sambil memujiku.


“Tapi, aku tidak bisa. Aku harus minta izin dulu kepada Aurora dan Evelyn,” pamitku sebelum meninggalkan mereka.


“Tidak perlu.” cela Hammer mencegahku untuk pergi.


“Eh?!” Aku terkejut dengan ucapan Hammer barusan.


“Ri-chan  Kau tidak perlu meminta izin pada mereka,” lanjut Zhukov.


“Kalau tidak, mereka akan marah padaku,” resahku karena trauma yang kemarin.


“Aku sudah merayu mereka agar kamu bisa ikut Klub Memasak,” cekal Zhukov meyakinkanku.


“Ayo! Ke Klub Memasak!” Seru Denis dengan penuh antusias.


“Tidak ada pilihan lain,” gumamku tidak ada pilihan lain.


“Aku ingin bertanya.” Aku memulai berbicara.


“Kapan Klub Memasak akan dimulai?”  Tanyaku sambil melihat jadwal yang ada di handphoneku


“Sepulang sekolah!” Jawab mereka berdua.


“Eh?! Kenapa?” Tanyaku dengan penuh kebingungan


“Jadi, ...." ucapanku terpotong.


“Sepulang sekolah kami akan menjemputmu.” Zhukov mendekatiku.


“Yah sudah! Terima kasih atas infonya. Aku ingin mengembalikan buku di perpustakaan,” pamitku sambil melambaikan tanganku kepada mereka.


“Ri-chan, kenapa tidak baca buku di PDF saja?” Saran Zhukov membuat langkahku terhenti.


“Tidak. Aku ingin sekali membelinya di Amazon. Tapi, aku harus mengisi kartu kreditku terlebih dahulu,” jelasku sambil beranjak pergi.


“Selain itu, aku tidak terlalu ingin menghabiskan waktuku untuk menatap monitor di handphone,” sambungku.


Aku meninggalkan mereka untuk mengembalikan buku ke perpustakaan. Denis dan Hammer mengucapkan selamat tinggal dan sampai jumpa di Klub Memasak. Zhukov hanya tersenyum melihat itu. Ia mengajak mereka untuk ke kantin.


[*^*]


Jam 15:02, aku yang sudah mengemas barangku bersiap untuk pulang sekolah. Denis, Hammer, dan Zhukov menjemputku untuk mengantarku ke Klub Memasak. Aurora dan Evelyn mendukungku untuk pergi ke Klub Memasak karena mereka ingin menyantap masakanku yang sangat lezat itu. Mereka puas dengan hasrat yang seperti itu.


Aku hanya menuruti perkataan mereka. Kami bergegas untuk ke Klub Memasak yang berada dalam ruangan dekat ruangan Klub Saintek. Ruangan Klub Memasak cukup jauh dari kantin akademi. Jadi, kami harus menuju ke kantin untuk bisa menuju kesana. Hanya itu salah satunya jalan.


Aku harap tidak ada anggota Klub Pangeran di Klub Memasak. Jika Stephany, Aria, dan Millia ikut, maka aku tidak keberatan. Mereka normal seperti gadis pada umumnya. Tapi, mereka lebih berenergi daripada Rin. Mereka hanya ingin diajarkan pada pelajaran matematika.


Setelah sampai di ruangan Klub Memasak, kami membuka pintu dan melihat sekitar 20 anggota baru - termasuk Denis dan Hammer - yang berada dalam ruangan itu. Ini cukup ramai. Jika ditambah dengan 10 orang anggota klub tetap. Jadi, jumlahnya 30 orang ditambah dengan ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara.

__ADS_1


“Ketua! aku membawa anggota baru,” seru Denis sambil memanggil ketua klub.


“Hah?! anggota baru?!” Tanggap ketua klub itu menoleh kepada Denis dan Hammer.


“Mana dia?” Tanya ketua klub itu mendekati Denis secara mendadak.


“Ini dia,” tunjuk Zhukov ke arahku.


“Wah! Ada seorang pangeran!” Puji ketua klub itu melihatku secara estetika.


“Hei! Semuanya! Ada seorang pangeran di hadapanku,” panggil ketua klub itu untuk berkumpul.


Semua anggota klub berbondong-bondong untuk mengerumumiku. Aku yang merasa tidak aman itu hanya terdiam dan tidak terlalu mengharapkan keamanan. Aku tidak terlalu terbiasa dengan berkumpul dengan banyak orang.


Berbagai pujian dan seruan mulai menghantuiku.


“Pangeran, Bolehkan aku berada disisimu selamanya?” Tanya siswi anggota Klub Memasak. dengan melamarku.


“Bolehkah aku ingin melihat kemampuanmu?” Tanya siswi lain sambil memegang panci.


“Bolehkah aku melepaskan keperawananku kepada Pangeran?” Tanya gadis lain sambil mengibaskan roknya.


“Tidak boleh! Ri-chan ini milikku,” larang Denis sambil memelukku.


“Kamu tidak akan bisa mendapatkannya,” sambung Hammer sambil menghalangi kerumunan itu.


“Menyingkir dari Pangeranku, dasar penyuka sesama jenis!” Pinta siswi yang melamarku.


“Iya. Kamu tidak boleh berada di sampingnya selamanya!” Ancam siswi yang memegang panci itu.


“Kalian hanya sampah masyarakat!” Lanjut siswi lainnya.


“Lawan kami kalau bisa!” Tantang Denis sambil mengeluarkan alat memasaknya.


“Kalau begitu, aku akan menantang kalian untuk Shokugeki sekarang juga,” adu gadis yang melamarku.


“Siapa takut?” Tantang gadis yang memegang panci itu.


“Aku akan berusaha keras untuk mendapatkan Pangeran,” tegas gadis yang ingin menghilangkan keperawanannya.


“Aku akan menjadi juri,” tekad ketua klub itu.


“Aku juga,” lanjut Zhukov ikut menjadi juri.


Setelah perselisihan itu, ketua klub itu memulai Shokugeki yang akan menentukan pemenang. Aku hanya terdiam di bangku belakang sambil memperhatikan mereka.


Pertandingan dimulai. Denis dan lawannya melakukan inisiatif. Mereka membuat masakan mereka untuk disajikan oleh ketua klub dan Zhukov.  Denis memotong bawang dan segera memasukkan daging ayam ke dalam panci sup. Lawannya sedang mengukus tomat dan merebus sayuran hijau dengan air panas.


Setelah 30 menit berlangsung, mereka selesai memasak. Hasil masakan mereka akan dihadapkan oleh kedua juri itu. ketua klub itu langsung menatap masakan yang sudah disajikan. Zhukov juga begitu.


Denis memasak sup ayam, sementara lawannya memasak sup sayur hijau. Mereka mendengar pujian dan kritikan dari kedua juri itu. Denis dan lawannya sedang berharap tentang hasil yang mereka peroleh.


“Penjurian selesai! Hasil jurinya adalah …,” seru ketua klub itu menampilkan hasil Shokugeki.


[Hasil Pertandingan Shokugeki]


[Denis Spyxtria (Russia) vs Kamilia Ryuzu (Rwanda)]


[Filia :1 vs 4]


[Zhukov : 2 vs 3]


… Denis kalah! Kamilia menang!” Seru Filia sambil memperlihatkan hasilnya.


“Selanjutnya!” Sambungnya sambil memulai pertandingan selanjutnya.


“Apa mereka payah dalam memasak?” Pikirku melihat hasil pertandingan itu.


“Zhukov, kenapa kamu tidak memihak padaku?” Keluh Denis dengan hasil pertandingannya.


“Tidak. Sebagai wasit aku tidak mau berpihak pada siapapun,” jawab Zhukov dengan bijak.


“Jujur saja, masakanmu agak sedikit mentah. Tidak heran hasilnya seperti ini,” lanjut Zhukov dengan kritikannya.

__ADS_1


“Tapi, ..." Denis mencela kritikan pedas itu.


“Sudahlah! Kalah tetap kalah!” Zhukov berpaling dari Denis sambil menyantap masakan Kamilia.


“Ayolah!” Rengek Denis.


Di tengah kritikan itu, Hammer dan lawannya sedang memasak untuk menentukan pemenangnya. Gadis berambut kepang Perancis memasukkan bahan sayurnya untuk dipanggang. Tema yang mereka sajikan adalah sayur.


Hammer memasak Shchi, sementara lawannya membuat sajian Ratatouille.


“Kali ini, aku tidak akan kalah,” tekad Hammer.


Memasak telah selesai. Penonton yang melihat pertandingan itu semakin menegangkan. Hammer yang tegang itu berusaha untuk menyajikan masakannya. Gadis berkepang Perancis menyajikannya di atas meja.


Filia dan Zhukov menyantap makanan mereka dan mengomentari mengenai masakan mereka. Banyak pujian yang mereka lontarkan kepada Gadis berkepang Perancis. Hammer mengharapkan hasil pertandingannya yang cukup menegangkan itu.


“Penjurian selesai! Hasil Shokugeki ini adalah …,” seru ketua klub itu menampilkan hasil Shokugeki yang kedua.


[Hasil Pertandingan Shokugeki]


[Hammer Rizka (Russia) vs Claveriska Bonaparte (Perancis)]


[Filia :0 vs 5]


[Zhukov : 3 vs 2]


“Ketua jahat!” Tangisan Hammer pecah dan keluar dari ruangan


Filia dan Zhukov hanya terdiam dengan tingkah Hammer tersebut. Hal itu sama denganku yang sedang terduduk manis di bangku belakang.


“Apa mereka tidak pernah belajar?” Pikirku.


“Tidak ada pilihan lain, aku akan ikut juga.” Aku menghela nafas dan segera menuju ke depan.


Akhirnya aku ikut andil dalam Shokugeki ini. Aku menantang Claveriska dengan tema kue. Dia menerima tantangan itu. Para penonton mericuhkan suasana. Denis dan Zhukov berharap aku akan memenangkan pertandingan ini.


Pertandingan dimulai. Aku segera siap dengan bahan yang ada dihadapanku. Kami mencoba membuat kue. Tepung dan telur saling beradu untuk


Claveriska memanggang adonannya terlebih dahulu. Aku masih mengaduk adonan dan mengecek adonan itu secara parsial.


Tak lama kemudian, Claveriska menyelesaikan makanan yang ia buat dan menyajikannya kepada juri. Masakan yang dibuat adalah Croissant. Filia dan Zhukov menyantap dan mengomentari kelebihan dan kekurangan masakannya.


Ilustrasi Croissant.



5 menit kemudian, aku menyelesaikan masakan yang ku buat. Masakan ini cukup tidak dikenal. Hanya orang Indonesia yang kenal dengan masakan ini. Ini adalah Klapertart


Ilustrasi Klapertart



Mereka mencicipi masakan yang kecil itu. Saat mencicipinya, mereka terkejut dengan masakan itu. Tidak hanya rasanya manis  ada dua rasa yang terdapat pada Klapertart itu. Klapertart yang aneh.


“Tunggu, seharusnya klapertart itu rasa kelapa. Kenapa rasanya seperti madu?”


“Itu .. aku membuat Honey Cake, lalu membuatnya seperti Klapertart,” jelasku sambil mempresentasikan Klapertart buatanku.


“Itu dia! Tidak ada yang bisa melakukan itu. Bahkan, koki profesional saja membutuhkan setahun untuk mempelajari seperti itu,” komentar Filia.


“Kamu memang hebat, Ri-chan,” puji Zhukov sambil menghabiskan keu.


Claveriska hanya terdiam dengan itu. Ia tersenyum kecil dengan kekalahannya. Belum ada orang yang bisa mengalahkannya. Banyak penonton ingin segera memakan masakan itu. Aku terpaksa membuatnya lagi sampai semua orang bisa mendapatkannya. Denis dan Zhukov membantuku agar aku tidak merasa terbebani.


[Hasil Pertandingan Shokugeki]


[Rivandy Lex (Russia) vs Claveriska Bonaparte (Perancis)]


[Filia :5 vs 0]


[Zhukov : 4 vs 1]


Jam 17:00, waktunya pulang. Semua anggota Klub Memasak membubarkan diri. Aku, Denis, dan Zhukov pulang meninggalkan ruangan. Filia tetap di raungan sebentar untuk membersihkan ruangan klub sebelum pulang ke apartemen.

__ADS_1


Ini tidak terlalu buruk. Pertandingan Shokugeki tadi mampu meningkatkan kemampuanku. Aku tidak ingat Hammer pergi kemana saat kekalahannya pada Shokugeki tadi.


Tapi, aku akan mengajari mereka lain kali.


__ADS_2