Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Mimpi Buruk dan Trauma : Pengadilan dan Keputusan Hakim 1,3


__ADS_3

14 Maret 2026, jam 08:12, ada seorang remaja menghentikan langkah Cherry. Remaja itu tidak membiarkan Cherry bebas keluar begitu saja. Ia akan menghadapi Cherry meskipun Cherry akan menang.


"Ara-Ara. Disitu kau rupanya, Zhukov Rekovic. Sepertinya, kau menyusup di ruangan ini dan segera datang kemari," sapa Cherry dengan nada Oneesan.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Urusan kita belum selesai," tegas Zhukov berdiri menarik senapan SCAR miliknya..


Para saksi kembali berbisik. Hakim melihat suasana itu menjadi geram. Ia melihat ada anak remaja berdiri dengan tegak seperti seorang prajurit.


"Siapa anda?! Kenapa anda berada disini, anak remaja?!" Tanya hakim itu geram kepada remaja yang ikut campur.


"Aku sudah melumpuhkan penjaga di pengadilan ini. Mereka akan sadar beberapa saat kemudian. Aku tidak akan menyakiti mereka," jelas Zhukov sambil menyimpan senapan miliknya.


Keberadaan Zhukov membuat Cherry dan Diana menoleh dengan Zhukov. Cherry segera bergerak menuju ke arah hakim dan Zhukov. Dengan keberadaan Zhukov, membuat Cherry menunda pergi dari pengadilan ini.


"Ara-Ara. Padahal, aku ingin pulang dan tidur. Aku ingin sekali tidur dengan nyenyak," keluh Cherry menahan kantuknya.


"Lagipula, apa yang membuatmu datang kemari? Kau membuat persidangan ini semakin kacau," tanya Cherry menghampiri Zhukov.


"Sederhana. Aku menanyakan sesuatu sekaligus memberi suatu informasi."


"Apa yang ingin kau lakukan pada Rivandy? Kenapa kau tidak melindunginya saat ia sendirian?" Tanya Zhukov pada Cherry.


Cherry menjawab,"Eh? Aku sedang sibuk. Jadi, aku tidak selalu berada di sampingnya."


"Berhenti bercanda! Kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku. Kau akan melakukan sesuatu yang buruk pada Rivandy. Kau sudah membuat kesalahan yang besar." Zhukov memarahi Cherry dengan serius.


Cherry hanya terdiam dengan amarah Zhukov. Ia merasa ada remaja yang tidak puas dengannya. Ia meladeni remaja yang ada di tatapannya. Namun, dia harus terdiam sebelum mengatakan sesuatu.


"Baiklah. Siswa akademi angkatan 2025, Kelas I Saintek A, Prince Academy, Rivandy Lex. Atau Reinhardt Elizabeth V. Dia adalah seorang tersangka yang membunuh 3 siswa dan siswi bangsawan 2 hari yang lalu."


"Dia menghilang tanpa jejak setelah membunuh bangsawan itu. Gerard Remington Elizabeth V, Rosalyn Elizabeth V, dan Richard Meleouse Elizabeth V sudah dinyatakan meninggal dunia. Mereka tidak bisa dirawat lagi di rumah sakit manapun, sehingga memungkinkan mereka tidak bisa bertahan hidup."


"Dia adalah seorang anak haram yang berada di rahim seorang bangsawan yang tidak bertanggung jawab. Setelah menjalani kehidupan yang gelap, dia diculik dan menjadi alat percobaan. Percobaan untuk menjadi alat yang berguna untuk keamanan.*


"Itu adalah Percobaan Apocalypse."


"Sebuah percobaan yang dilakukan oleh MI6 sedang berlangsung. Para penelitian mencoba mengambil darah dan membuat kehilangan akal dan mental. Mereka akan membuat senjata yang kuat yang berasal dari anak haram."


"Mereka menambahkan virus Apocalypse ke tubuh korban. Lalu, korban akan dipaksa menggunakan virus itu sebagai senjata dan perisai dan melakukan uji coba melawan musuh mereka. Aku tidak tahu apakah ada musuh yang akan mengancam di Inggris. Yang pasti, ini digunakan untuk melindungi bangsawan."


"Sisi positifnya, pengguna itu bisa menyamai 900 tentara Inggris. Dia bisa menjadi sosok yang kuat dan patuh kepada Ratu Inggris. Aku merasakan ini cukup eksploitasi dalam menggunakan seseorang yang tidak diharapkan."


"Sisi buruknya, jika digunakan berlebihan, korban itu akan mati dengan darah yang keluar dengan deras dan lebat. Alhasil, virus itu memakan tubuh korban dengan cepat dan hanya menyisakan tulang saja. Lebih buruknya lagi, Virus itu bisa menyebar ke khalayak umumnya. Kalau dibiarkan saja, pandemi Apocalypse akan terjadi dan akan menghabisi ⅜ penduduk Bumi."


"Sudah 6 tahun yang lalu COVID 19 menyerang di seluruh dunia. Pada saat itu, seluruh dunia merasa kacau dalam bidang ekonomi dan bidang lainnya. Sudah banyak negara yang melakukan Lockdown pada saat itu. Pandemi ini berakhir pada tahun 2022."


"Ini cukup berbeda dengan kasus Virus Apocalypse di Guilty Crown yang terjadi di Roppongi, Tokyo. Virus itu cukup memakan korban yang tidak sedikit. Ini bisa membuat pemerintah Jepang menutup Roppongi dengan rapat."


"Namun, percobaan itu gagal. Reinhardt menghancurkan laboratorium di Inggris dan segera membunuh bangsawan. Setelah itu, dia menghilangkan jejaknya dan mencari target untuk dibunuh. Itu adalah … Pangeran Charles Elizabeth V, Ratu Inggris, dan sebagian Perdana Menteri Inggris.”


"Jadi, saya ingin bertanya. Kenapa kamu begitu serius tentang pembunuh yang tidak bermoral itu?" Tanya Hakim itu.


"Itu karena dari segi kekuatan militernya. Ia memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk mengalahkan 3 kelompok MI6 secara sendirian. Bahkan, SAS tidak bisa berbuat apapun padanya. Dia bahkan memiliki peluang untuk menyamakan kekuatannya dengan agen intelijen PBB seperti Cherry. Tapi, dia terlalu lemah dengan wanita, sehingga itu menjadi hambatan untuknya."


"Ini mengingatkan padaku pada seorang siswa akademi pada tahun sebelumnya. Kau pasti mengetahui siapa dia sebenarnya."


"Sebutkan nama siswa itu kalau kamu tahu siapa dia!" Ancam Zhukov memaksa Cherry untuk memanggil nama itu.


"Baiklah. Nama siswa itu … Regen Rigeltria, atau Rival Elizabeth V." Cherry menjawabnya dengan tatapan seriusnya.


Dengan itu, membuat saksi merasa tidak enak dengan sebutan itu. Siswa yang disebut mencekam seisi pengadilan karena sikap dingin dan sadis.


"Dia yah! Dia yang membuat kekacauan besar di Akademi Militer Spyxtria, sehingga banyak negara yang menghentikan kontribusi dan mengundurkan diri dari akademi. Saya menjadi muak dengan sosok keberadaannya."


"Kekacauan Apocalypse. Kekacauan itu terjadi 2 tahun yang lalu. Tepatnya, 13 Maret 2023. Regen membunuh semua mata mata yang menghajarnya. Bahkan, dia sudah membunuh murid di akademi.”


“Alhasil, semua murid berasal dari India, Pakistan, Myanmar, Vietnam, Mongolia, beberapa Negara Asia Tengah, bahkan Israel mengundurkan diri dan tidak akan pernah mengirimkan siswa dan siswinya lagi."


“Bahkan, ISi, mata-mata dari Pakistan tidak akan pernah bisa mengalahkan Regen sendirian. Dengan kekuatan dari virus Apocalypse, Ini bisa setara dengan Karma, Agen Intelijen PBB. Karma bisa saja membunuh semua mata-mata di Pakistan, Israel, dan Kuba.”


Cherry hanya terdiam dengan cibiran dari para saksi. Mereka tidak percaya bahwa ada siswa iblis itu ternyata diingatkan juga. Dia tidak enak dengan sosok orang itu. Orang itu yang membuat Akademi Militer Spyxtria sangat kacau.


“Kepala Sekolah Akademi sebelum Cherry merasa depresi karena itu. Itu sudah cukup untuk mengeluarkan Regen dari akademi. Namun, dengan alasan tertentu, dia tidak dikeluarkan. Aku sangat kelelahan untuk menggali informasi mengenai dirinya. Ini seakan-akan ditutup oleh seseorang.”


"Yang Mulia. Aku memperingatkan padamu. Jika kau memutuskan untuk mengeluarkan Rivandy dari akademi, kau tidak akan memiliki kesempatan hidup lagi."

__ADS_1


"Kalau kau memaksa diri untuk itu, … Perang Dunia 3 akan dimulai."


Para saksi yang mendengar Zhukov segera shock karena Perang Dunia Ketiga. Hakim dan jaksa tidak percaya dengan omong kosong yang dikeluarkan oleh Zhukov. Cherry terdiam dengan kaku.


"Berhenti mengoceh yang tidak-tidak! Omong kosong seperti itu tidak akan terjadi."


"Ini bukan omong kosong! Ini adalah kenyataan yang pahit. Dengan kekuatan yang Rivandy miliki, jika saja berada di tangan yang salah, sudah pasti yang memilikinya akan melanggar ketentuan PBB dan melancarkan peperangan yang akan merugikan masyarakat dunia."


"Jika dia ditangkap oleh CIA, Amerika memiliki personil yang kuat untuk menjatuhkan konflik di Timur Tengah dan berpotensi untuk melakukan perpecahan di daerah tersebut. Bisa jadi, ia melakukan peperangan kepada Korea Utara, China, dan Rusia."


"Ini terjadi sebelumnya pada Adolf Hitler yang mengobarkan perang Dunia Kedua. Dia keluar dari LBB dan melanggar Perjanjian Versailles lalu membuat masyarakat Eropa trauma akan perang yang terjadi pada saat itu."


"Saat ini, Quartet dan Weiss akan bergerak ke Moskow untuk mencari seseorang yang berpotensi untuk mengobarkan Perang Dunia Ketiga. Aku belum mengetahui keberadaan sampai saat ini. Suatu saat, mereka akan bergerak dan membuat kekacauan.”


"Kau! Siapa kau sebenarnya?! Beraninya kau mengatakan hal yang buruk pada khalayak umumnya,” tanya hakim itu membentak Zhukov.


“Tidak ada. Aku hanya seorang siswa akademi yang hanya hobi mengumpulkan informasi.”


“Sekarang aku ini bertanya padamu, Cherry Spyxtria. Apa tujuanmu? Kenapa kamu melakukan ini? Kau bisa membunuh Rivandy secara mental."


“Rekan yang kuat untuk menghadapi kekacauan dunia atau … menjadi musuh yang mengerikan untuk meneror dunia?” Tanya Zhukov sangat serius.


Cherry mendengar semuanya. Ia sudah tahu situasi dari Zhukov itu dan mengetahuinya lalu menjawab dengan penuh kebohongan. Kebohongan itu dilancarkan dengan campuran ketidak tahuannya.


“Eh? Um … Entahlah. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan. Jadi, aku bukan rekan atau lawan. Aku hanya seorang wanita yang menjalankan tugas saja,” jawab Cherry menaikkan bahunya.


“Jangan berbohong! Aku sudah mendapatkan milikmu. Kau tidak bisa lari lagi,” tegas Zhukov menyudutkan Cherry dengan bukti kuat..


“Pantas saja! Aku sudah mendapatkan dua Nomor IP Laptop yang meretas data pribadiku Nomor IP itu aku sudah enkripsi. Jadi, kau tidak bisa meretas data pribadiku dengan seenaknya.”


“Pantas saja laptopku sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Kau sudah mengenkripsi semua sistem di laptopku.”


“Anone. Zhukov Rekovic. Aku terkesan kamu memang ikut campur dan menjelaskan dengan pandangan yang negatif. Kau menjelaskan dengan mengenai kejadian yang berulang kali terjadi di akademi.” Diana mulai beraksi.


“Apa hubungan dan relasimu dengan Rivandy? Kenapa”kau ikut campur dalam persidangan ini? Kau tidak berhak untuk menjelaskan semua itu karena kamu adalah Kelas Saintek.”


“Aku rasa siswa dan siswi Kelas Saintek tidak cocok untuk berkontribusi pada politik,” lanjut Diana.


“Kau tidak bisa kabur dari tanggung jawabmu sebagai siswa.” Diana mengaitkan Zhukov dengan unsur lainnya.


“Jangan menanyakan pertanyaanku! Aku tidak suka seperti itu,” bantah Diana berdiri di tempat VIP.


“Aku juga. Kau tidak akan bisa mendapatkan Rivandy kapanpun. Kau tidak akan memahami perasaannya.”


“Dia sudah punya gadis yang ia sukai. Sebaiknya, kau mundur saja!” Suruh Zhukov agar Diana menjauh dari Rivandy.


“Sedari awal, kamu mengikuti persidangan ini untuk melakukan sesuatu. Kamu yang akan membujuk hakim agar bisa mendapatkan Rivandy. Kamu menggunakan seluruh kemampuanmu. Kau bahkan membuat surat pertunangan agar Rivandy tidak bisa lepas darimu,” tebak Zhukov menduga Diana melakukan hal licik.


“Memang siswa dan siswi akademi tidak diperbolehkan untuk menikah. Kochou-Sensei akan mengeluarkan siswi yang hamil. Tapi, aku melamarnya menjadi tunanganku. Jadi, tidak masalah,” jelas Diana dengan rencana liciknya.


“Tapi, tunangan itu harus memiliki orang tua. Pasangan yang bertunangan harus memiliki orang tua untuk saling mengenal. Tapi, baik Rivandy manapun kamu tidak punya orang tau sama sekali. Kalian hanya sebagai panti asuhan yang menyedihkan itu,” lanjut Zhukov memperpanjang perdebatan ini.


“Huh? Asalkan tahu saja, aku melakukan ini agar Rivandy tidak tersakiti lagi. Dia selalu menghancurkan mentalnya hanya menebus kesalahannya."


“Sebagai anggota Klub Komite Disiplin, aku tidak membiarkan para siswa dan siswi keluar dari akademi dengan status korban. Aku tidak akan membiarkan lepas begitu saja."


“Jika kau melakukan itu, para gadis akan berusaha menurunkan derajat Klub Disiplin dan menjadikannya Klub Terburuk sepanjang sejarah akademi.”


“Selama Rivandy berada di tangan Klub Disiplin, tidak ada yang mengincarnya. Dia akan mendapatkan pelajaran disiplin pada beberapa dekade saat ke depan,” bantah Diana dengan mengedepankan atas nama akademi.


“Tapi, kau tidak akan bisa melakukan apa yang kau capai. Kau akan ….” Perkataan Zhukov terhenti karena ketukan palu.


“Sudah cukup! Perdebatan ini membuatku stres. Perdebatan anak muda tidak bisa diharapkan di sini,” keluh Hakim mengetuk palunya.


“Sekarang, aku sudah memutuskan untuk menghentikan kasus ini. Kalian akan bertanggung jawab dengan pilihan kalian. Aku tidak bisa ikut campur lagi dalam urusan ini. Kalian akan melakukan apa yang harus kalian lakukan,” putus hakim tidak tahan lagi.


“Apakah kalian sudah puas?” Tanyanya.


“Iya. Kami puas,” sahut Zhukov dan Diana.


Cherry terdiam sambil mendengar perdebatan itu. Ia tersenyum licik yang terlukis di lipstiknya melancarkan serangannya pada saat yang tepat.


“Cherry. Kenapa kamu hanya diam saja? Kau tidak seperti biasanya,” tanya Zhukov pada Cherry yang hanya berdiri.


“Jadi, itu rencana kalian pada adikku tercinta ini? Aku tidak habis pikir kita sama saja,” rayu Cherry.

__ADS_1


“Aku anggap itu sebagai pujian, Cherry,” respon Zhukov berpaling dari Cherry.


“Melihatmu saja mengingatkanku pada Regen yang manis itu,” papar Cherry dengan aura Oneesan imut.


“ ....” Zhukov hanya terdiam karena paparan dari Cherry.


“Heh! Aku harus menulis laporan dulu sebelum pergi,” pamit Diana pergi dan mengisi laporan.


Para saksi menjadi terdiam. Mereka semakin bingung dengan rencana Zhukov. Mereka tidak habis pikir dengan persidangan yang berujung perdebatan antara siswa dan siswi. Ini seperti lomba perdebatan antar mahasiswa.


“Jadi, Yang Mulia. Apa keputusanmu?” Tanya Cherry pada hakim yang gusar.


“Tidak ada. Anda saja yang memutuskan,” jawab hakim yang gusar itu.


Cherry melakukan keputusan sudah ditetapkan. Ia melakukan keputusan dengan pikir panjang sejak kemarin. Ia juga berencana untuk tidur setelah ini. Dengan itu, Zhukov menghela nafas atas keputusan itu.


“Aku sudah putuskan. Tersangka pembunuhan bangsawan dijatuhi hukuman skorsing dua minggu dan akan menjalankan aktivitas disiplin saat istirahat nanti.”


“Ada yang setuju?” Tanya Cherry menoleh ke saksi.


Para saksi menyatakan setuju. Mereka tidak memiliki komplain pada keputusan yang Cherry buat. Ini sudah cukup untuk membuat hakim untuk mengistirahatkan otaknya karena sudah malas berurusan dengan Cherry. Apalagi bekerja pada hari Minggu.


“Ada yang tidak setuju?”


Tidak ada yang menjawab tidak setuju. Dengan keputusan Cherry, membuat tidak ada yang mengangkat tangan. Zhukov tidak protes lagi. Ia mengakhiri semua kasus yang dimejahijaukan oleh bangsawan yang licik itu.


“Dengan ini, kasus ini sudah selesai,” tekad Cherry menyelesaikan persidangan itu.


Dengan itu, Zhukov meninggalkan persidangan itu. Mencari sesuatu untuk mendapatkan suatu tujuan yang misterius itu Ia menghilang dengan bayang-bayang yang tidak diketahui.


Begitu juga dengan Cherry. Ia meninggalkan persidangan dan menaiki mobil miliknya dan pulang ke mansion miliknya. Setelah pulang, ia tidur beberapa jam sebelum mengerjakan tugas akademinya. Setiap tidur, ia membayangkan seseorang yang di samping untuk menemaninya.


Akhirnya persidangan itu ditutup. Para saksi meninggalkan Pengadilan Moskwa satu persatu. Hakim dan jaksa segera meninggalkan meja kerjanya dan pulang ke rumah mewahnya.


[Kasus Rivandy Lex Berakhir!]


[Hasil Kasus : Rivandy akan Mendapatkan Hukuman Skors Selama Dua Minggu dan Menjalani Aktivitas Disiplin selama Seminggu Setelahnya]


[*^*]


Empat menit setelah persidangan berakhir. Zhukov duduk di sebuah teras dan menghela nafas. Ia membersihkan dan memperbaiki senapan miliknya. Ia duduk sambil meminum suplemen agar tubuhnya menjadi lebih kuat dan lebih sehat.


Ia juga mengirimkan pesan pada Denis, dan Hammer. namun tidak memberitahu kepada Akishima, Sheeran, dan Aurora. Ini cukup rahasia sampai harus berhati-hati.


Tak lama kemudian, ada seseorang menghampiri Zhukov dan mendekatinya. Dia berada di belakang Zhukov dan menyapanya di tengah akhir dari persidangan itu.


"Oi! Zhukov! Apa hasil dari persidangan itu?" Tanya seorang remaja itu.


"Hasilnya cukup mengesankan. Aku tidak habis pikir berhadapan dengan Cherry," jawab Zhukov menoleh ke Eleva.


"Tch! Kau berurusan dengan dia lagi. Aku harap aku bisa menghajarnya," harap Eleva mengepal tangannya.


"Oh iya. Apa tugasku disini sudah selesai?" Pertanyaan itu membuat Zhukov terdiam.


"Aku pulang dulu. Aku tidak membiarkan gadis mesum itu berkeliaran dengan bebas." Eleva segera meninggalkan Zhukov yang sedang merenung.


Sebelum pergi, Zhukov menoleh dan segera menghentikan Eleva. Ia tidak membiarkan Eleva pergi dengan sebuah alasan yang cukup tidak penting.


"Tunggu, Eleva!"


Eleva menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Dia segera melihat dengan mata yang cukup menghantui itu.


"Apalagi, Kono Yarou?!" Tanya Eleva sekaligus mengumpat.


"Selagi hari Minggu, kenapa tidak mencarinya bersama? Aku sudah mendapatkan lokasi kemana Andela pergi. Dengan itu, kita bisa menemukannya," jawab Zhukov tersenyum.


Eleva tersenyum lebar. Ia menerima, "Kau boleh juga. Ayo! Kita harus menghukum gadis mesum itu!" Ajak Eleva dengan senyuman lebar.


Akhirnya, mereka meninggalkan Pengadilan Moskwa dan segera mencari Andela. Mereka tidak akan membiarkan gadis itu berkeliaran dengan bebas karena kasus pemerkosaan sedikit meningkat.


Meskipun pengangguran Rusia terbilang kecil, bukan berarti Rusia menjadi negara makmur. Mereka harus menghadapi sebuah permasalahan yang cukup rumit yang akan menghantui masyarakat.


Itu semua adalah pilihan dari Zhukov, Cherry, dan Diana.


Mereka akan menghadapi semua rintangan dari perilaku mereka.'

__ADS_1


__ADS_2