
Pertarungan antara Filia-senpai dengan ketiga gadis telah dimulai. Mereka saling bertatapan dengan tajam Filia-senpai memulai serangan seperti seorang Spartan. Ketiga gadis itu mempersiapkan perisai miliknya untuk menahan serangan Spartan. Dengan serangan Spartan lebih kuat daripada Knight, membuat Frontline Girl menjadi kelelahan. Dengan dua serangan beruntun, membuat perisai mereka rusak tiba-tiba.
Sebelum itu, dia meletakkan ku di lantai dengan lembut dan membuatku menunggu.untuk mendapatkan perawatan yang ekstra. Aku ingin sekali untuk berhubungan ranjang dengan Filia-senpai meskipun ingin sekali diselamatkan oleh Aurora.
Aku ingin sekali ada yang menjagaku.
Aria tidak bisa menyerang Filia-senpai karena serangan Spartan yang kuat. Stephany mencoba untuk melakukan tembakan pada lawan. Namun, lawan itu bisa menangkis peluru dengan mudah melakukan tombaknya dan segera maju ke depan untuk menebas lawan dengan tombaknya.
"Spartan Aprilia : Heliot Crossover!"
Dengan ayunan tombak yang cepat, membuat kehancuran yang parah pada perisai. Millia mencoba untuk melakukan pertahanan dan melindungi kedua gadis itu. Namun, percuma saja. Filia-senpai terlalu kuat untuk para Junior. Butuh gabungan kelompok CIA, KGB, dan BIN untuk memojok Filia-senpai. Itu karena Filia-senpai adalah Ace Spyxtria Tahun Keempat.
"Frontline Girl : Triple Aim Shot!"
Ketiga gadis itu melakukan tembakan jitu secara bersamaan. Tembakan itu sangat cepat sehingga orang biasa tidak akan bisa menghindari tembakan beruntun itu. Namun, tidak bagi Filia-senpai. Dia dengan mudahnya mematahkan peluru itu menjadi dua bagian dan segera melepaskan perisainya dan berseru.
"This is Spartans!" Teriak Filia-senpai melepaskan perisainya dan bergerak maju ke depan.
Filia-senpai bergerak ke depan dan segera mengayunkan tombaknya dan menusuk para gadis. Tapi, karena senjata yang mereka pegang itu melindunginya, senjata yang mereka miliki telah rusak akibat serangan dari Filia-aenpai. Dengan mudah, dia menancapkan tombaknya ke tubuh mereka. Itu menyebabkan korban tusukan berteriak kesakitan.
Millia dan Stephany sudah ditusuk di perut. Filia-senpai merasa menikmati pertempuran itu. Aria ketakutan karena kedua temannya telah ditusuk dengan sadis. Filia-senpai melihat Aria segera beraksi dengan tombak miliknya. Ia dengan siap mengincar nyawa Aria yang sedang ketakutan itu.
"Mundur! Aku tidak tahan melihatnya!" Jerit Aria menahan tangisannya.
"Aku akan mengampunimu. Tapi, jangan ganggu aku!" Titah Filia-senpai dengan serius.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku ingin berhubungan intim dengan Rivandy sebelum mati," rintih Aria merasa trauma karena Filia-senpai memang menakutkan.
"Silahkan. Tapi, aku akan membawamu ke pasar gelap. Bersiaplah dirimu!" Filia-senpai melancarkan tombaknya ke Aria.
Aria ketakutan dengan tembakan yang akan melesat ke matanya. Ia merasa pesimis dengan kekuatan Filia-senpai yang sangat kuat itu. Ia bersyukur bertemu denganku. Ia juga ingin ikut dengan ketiga gadis itu. Namun, ia tidak terima itu. Ia ingin sekali bertemu denganku dan menjadi suaminya. Dengan keputusasaan itu, ia ingin mengakhiri hidupnya.
Pada saat menjemput ajalnya, seseorang muncul dengan cepat dan menginjak tombak itu dengan entengnya. Kemudian, orang itu menatap Filia-senpai dengan mata biru yang menyala. Dengan kekuatan dan kecepatan di atas rata-rata, membuat seseorang itu tidak akan terkalahkan. Filia-senpai mengetahui orang itu dan akan bertekad untuk mengalahkannya dalam kekuatan penuh.
Oo. Begitu ya? Ada yang menghalangi jalanku lagi," gumam Filia-senpai menoleh ke Aurora.
"Benarkah, Aurora Sentinel. Heroin dari Pangeran Akademi, Rivandy Lex?! Tebak Filia-senpai dengan mata yang kuat.
Aurora terdiam. Tidak ada sebuah kata pun yang keluar. Dia tidak peduli dengan kawan atau lawan. Yang penting, ia akan menghabisi mereka semua. Tidak ada seorang pun yang boleh menyakitiku karena hanya Aurora yang mengerti perasaanku setelah ia melukaiku dan membuatku dibawa ke rumah sakit.
"Kalau begitu. aku tidak akan segan-segan lagi!" Filia-senpai mengambil perisainya dan segera maju ke depan.
"Dengan kekuatan Naofumi dari Anime Tate No Yuusha, aku akan menghajarmu!"
"Spartan Shield : Troya Dart!"
__ADS_1
Perisai Filia-Senpai berubah menjadi sebuah senjata yang mematikan. Dengan sebuah serangan yang kuat, Aurora tidak bisa menuju ke depan. Maka dari itu, Aria memilih mundur dari pertempuran dan membawa temannya ke tempat yang aman.
Aurora tidak takut. Dengan lincahnya, ia tidak menyerang melainkan melompatinya dengan salto. Ia mengeluarkan senapan P90 miliknya dan segera menghantam punggung Filia-senpai. Tidak hanya itu, dia mengendongku dan segera membawaku ke tempat yang aman. Ia lebih prioritas melindungiku daripada bertarung. Oleh karena itu, dia segera lari dari Filia-senpai.
"Tunggu! Jangan bawa Pangeranku, dasar NTR Ugly Bastard!"
Aurora tidak mendengar teriakan itu. Ia memiliki lari hanya karena menjaga keselamatan ku. Bukan yang lain. Aku lupa dengan janji itu. Aku memang remaja yang menyakiti perasaan wanita. Aku takut kalau aku mati, Aurora merasa trauma dengan itu. Dia memang gadis yang cukup menderita.
[*^*]
Neesan bersama para gadis yang siap untuk membantuku. Mereka berlari dengan cepat sebelum aku dibawa ke tempat yang lebih jauh. Karena itu, mereka harus mencari tempat yang cukup dekat sebelum jejakku semakin jauh dan meninggalkan Neesan.
Tak lama kemudian, arah jalur penciumanku menjadi berubah. Semulanya diam menjadi mendekat. Entah apa yang membuatnya mendekat. Yang pasti menjadi lebih buruk. Lebih buruknya, dia akan menghabisi lawan dan kawan. Tidak ada yang tahu apakah yang membuatnya menjadi seorang monster dibandingkan sebelumnya. Dia adalah lawan yang cukup berat bagi Neesan.
"Kochou-Sensei. Sepertinya, kita akan berhadapan dengan monster," beber Rin pada Neesan
"Monster?! Siapa dia?" Tanya Neesan masih berlari.
Rin menjawab, "Tidak tahu. Yang pasti dia lebih berbahaya daripada manusia."
"Berarti kita semakin mendekat. Mungkin Aurora yang membawanya," tebak Nina dengan penuh kemungkinan.
"Aurora. Eh. Bibi semakin mendekat, desu. Kita harus menghamprinya, desu. Mungkin dia membawa Papa dan kawin lari dan aku dilupakan, desu. Aku sedih, desu." Evelyn bersedih karena aku menikah lagi dengan Aurora.
"Jangan cemas! Aku dan Zera akan menjadi orang tuamu yang baik," canda Nina agar Evelyn menjadi anak Nina.
Dengan pencarian itu, mereka berpencar dan mencari cara untuk mendapatkanku. Nina sudah mendapatkan serum bius untuk membuat Aurora pingsan. Lalu, Neesan akan menghukum Filia-senpai dengan esai yang merepotkan dan Nina dan Rin akan merawatku. Satu lagi, Evelyn akan memarahi Aurora karena melupakan anaknya.
Rencana dimulai. Mereka mencari titik temu dengan Aurora dan menjebaknya. Lalu, Neesan akan menghadapi Filia-senpai dan menghukumnya. Setelah sampai di titik temu, mereka akan menunggu kesempatan untuk menjebak Aurora dan segera mengamankanku dari pelaku pemerkosaan itu. Mereka tidak ingin aku diperkosa lebih lanjut lagi.
Setelah sampai di sebuah titik temu dengan pengejaran, mereka segera melancarkan rencana mereka. Nina melancarkan serangan biusnya pada Aurora. Neesan segera menghadapi Filia-senpai dan melakukan hukuman yang pantas karena telah memperkosaku. Rin membantu Nina dan Evelyn segera mengambil tubuhku. Filia-senpai sudah ditangani dengan baik. Namun, bius itu tidak bekerja ada Aurora.
Dengan penalaran liarnya, Aurora dengan tajamnya menendang Evelyn. Rin dan Nina terkejut karena rencana jahatnya tidak mempan dan tidak tercapai. Aurora masih sadar dengan liar. Karena ketahuan, ia segera menyerang Nina dan Rin dengan kekuatan dan kelincahan miliknya.
Evelyn menangis keras dan mengomel, "Bibi jahat, desu."
Sebelum itu, dia mengamankanku di tempat yang tenang dan memborgolku agar tidak kabur. Lalu, dia akan berhadapan langsung dengan Nina dan Rin.
Neesan sudah memberikan hukuman pada Filia-senpai. Senpai menyesal dengan ia lakukan. Menyerahkan keperawanannya padaku diberikan hukuman berupa esai. Esai Neesan lebih menakutkan bagi Filia-senpai. Aku tidak bersalah langsung diperkosa. Oleh karena itu, dia dibawa keluar oleh Neesan dan menyerahkan Aurora pada Nina. Nina memahami itu dan menahan Aurora.
Aurora merasa kesal dan bergerak ke depan lalu melancarkan tembakannya. Rin menahan serangan itu dan menebas tembakan itu menjadi dua bagian. Namun, itu hanya jebakan. Serangan sebenarnya, adalah tendangan ke perut Rin. Rin terdorong ke belakang dan segera terhempas di lantai. Nina dengan sigap segera menyiapkan senapannya dan menembak Aurora.
"Pertamax Field : Nox Star!"
Tembakan laser itu melesat dengan cepat. Saking tidak kelihatannya, membuat Aurora tidak bisa melihat laser dan mengalami luka yang cukup keras. Sebuah laser membuat Aurora terluka di bagian dadanya. Dengan kelemahan itu, membuat Nina bisa memanfaatkan dan segera mengakhiri pertempuran itu. Nina mengisi peluru laser lagi dan segera melancarkan serangan laser untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Aurora segera menghindari dari serangan laser itu. Ia bergerak mengitari ruang lorong mal. Percuma saja. Aurora tidak bisa menghindar dari Laser itu. Ia selalu terluka karena laser itu membuat Aurora semakin melemah.
Rin yang bangun dari hempasan itu segera membantu Nina untuk memojokkan Aurora. Ia mengeluarkan cakar miliknya dan segera membantu Nina dengan cara memojokkan Aurora lebih jauh lagi. Dia membuat Aurora menuju ke tempat laser dan mengeluarkan darah dari tubuhnya. Ia juga tidak membiarkan Aurora menyerang Nina karena Nina hanya bisa menembak dan terdiam. Nina melakukan itu untuk memancing Aurora yang melancarkan tembakan pelurunya.
Sudah tamat riwayat Aurora. Dia tidak bisa melindungiku dari ancaman.
Ia belum cukup kuat untuk melakukan serangan balasan dan segera membawaku ke tempat yang aman. Tidak ada kepercayaan lagi yang tersimpan pada dirinya. Ia merasa teman yang melindunginya itu sudah dikalahkan atau tidak berguna. Ia juga membiarkanku untuk menderita diperkosa. Ia juga membuatku tidak bisa bergerak lagi. Hanya satu cara untuk menyelesaikan klimaks ini. Itu adalah … aku.
Nina dan Rin berhadapan langsung dengan Aurora. Evelyn tidak sadarkan diri setelah menangis kesakitan. Evelyn akan tertidur karena Nina tidak sengaja membuat bius itu mengarah ke Evelyn setelah tidak berefek pada Aurora.
Nina dan Rin tidak memiliki celah menghabisi dan mengakhiri pertarungan. Ia tidak mau melanjutkan bertarung lagi karena Aurora yang membuat mereka menjadi lebih lelah. Mereka harus mengerahkan tenaga mereka sebanyak 90% dan otak mereka untuk mengakhiri pertempuran itu. Namun, itu belum cukup untuk menggoyahkan Aurora. Butuh unsur yang kuat untuk membuatnya berhenti.
Bukan pertarungan yang akan menghabiskan titik darah, melainkan sesuatu yang lain. Mereka tidak sadar bahwa Aurora akan menjadi monster yang menakutkan. Jauh lebih menakutkan daripada hantu manapun, bahkan ia bisa saja lebih setara dengan Beelzebub.
Nina dan Rin menyerang Aurora dengan kekuatan mereka. Laser dan tebasan cakar memenuhi luka di tubuhnya Aurora. Aurora hanya menerima serangan itu dan tidak menghindar. Dia tidak bisa memaksa serangannya lagi. Berkat kerja sama Kelas I Saintek A dan Kelas I Saintek F membuat monster itu tidak bisa menyerang lebih jauh lagi.
Aurora akan tamat. Tapi, ada halangan yang mengurungkannya.
Itu adalah … tekad untuk melindungiku.
Nina dan Rin menyerang Aurora dengan efek senjata mereka. Merasa Aurora akan mengakhiri hidupnya. Mereka terus menerus melakukan tembakan yang membuat darah Aurora mengalir dengan deras di tubuhnya. Entah kenapa Aurora tidak menyerang dan menghindar serangan itu. Ia hanya fokus menerima tebasan cakar dan laser yang melesat.
Ini akan membuat Aurora semakin liar.
Mereka tidak sadar bahwa Aurora akan mengalahkan mereka.
Nina dan Rin sudah melancarkan serangan mereka dan mereka akan mempersiapkan rencana terakhir mereka untuk membuat Aurora tersungkur kaku. Serangan ultimate yang akan menghabisi Aurora.
"Yosh! Ini saatnya mengakhiri ini semua!" Tegas Nina mengisi ulang senapan lasernya dan serra memojokkan Aurora lebih lanjut.
"Aku ikut denganmu," lanjut Rin segera melakukan tebasan terakhir mereka.
"Aku bersiap sekarang!"
"Pertamax Ultimate : Proxima Centauri!"
"Wolverhampton : Orc of Azog!"
Rin berubah menjadi werewolf. Nina menahan serangan laser dan segera melancarkan serangan terbesarnya untuk menghancurkan monster yang merasuki Aurora. Rin dengan cepat segera melancarkan serangan dan cakarnya ada Aurora yang sudah sekarat.
Nina melepaskan semuanya. Ia tidak akan membiarkan laser itu terkumpul dengan mudah dan melancarkan langsung pada Aurora. Laser yang besar akan melumas tubuh Aurora dengan perlahan. Ini seperti dibakar oleh matahari. Setelah terkena laser dari Nina, mereka merasa terharu karena mereka mengalahkan Aurora dengan kekuatan mereka sendiri. Mereka bisa saja mengalahkan monster yang lebih kuat lagi.
Tapi, mereka terkejut dengan penglihatan mereka. Seakan-akan tidak percaya. Mereka melihat Aurora terkena Aura Resurrection yang membuat Aurora hidup kembali. Mereka tidak mengerti kenapa Aurora mendapatkan kekuatan seperti itu.
Yang jelas, Aurora bukan seorang monster biasa.
__ADS_1
Ia adalah seorang monster yang jatuh cinta dengan seorang Pangeran.